
Empat hari berlalu dengan singkat, dimana hari ini,,,Hua cs telah menyelesaikan kultivasinya sehari yang lalu.
Kelimanya merasa berhutang pada Ruo,,, berkat Ruo yang memberikan pil kenaikan kultivasi, mereka layak berada satu tingkat di atas ranah mereka sebelumnya.
Sekarang, mereka berlima berada pada ranah bintang kristal tahap puncak.
Di balkon kediaman Ruo......
"Senior,,, bolehkah kami memanggil senior,,, saudara??? " ucap Jun
Ruo yang mendengar pertanyaan sekaligus permintaan Jun, menghampiri pemuda gagah dari alam Dewa itu.
"jika anggapan itu, karena kau merasa berhutang budi,,, maka aku menolak!! " tutur Ruo dengan tegas.
"Tapi,,, jika kau ingin memulai sebuah ikatan....... aku merasa senang dgn itu" lanjut Ruo.
"Ya saudara,, aku mengerti, dan aku memilih untuk menjalin sebuah ikatan bukan hanya dengan saudara,,, tapi dengan semua orang di sekte lembah angin semesta ini" ungkap Jun, dengan rasa yakin.
"Maka mulai sekarang,,, anggaplah aku dan semua orang sekte ini adalah sauadaramu!!! " tukas Ruo.
"Jun Shen menyapa saudara Ruo" Jun langsung melakukan peradatan pada Ruo di susul dengan ke empat sahabatnya yng lain.
"ehmmm.... sekarang, istirahatlah!!! " pinta Ruo yang di turuti oleh Jun, Shin, Lian dan Yui.
kecuali Hua yang masih berdiri di tempat nya.
"Kenapa Nona Hua masih diam berdiri di sini??? " tanya Ruo yang sedikit heran melihat Hua yang tak pergi bersama cs nya.
"mm... boleh aku bertanya??? " ucap Hua dengan wajah yang sedikit memerah.
"Tentu saja! katakanlah!! " jawab Ruo
"sejujurnya,aku penasaran dengan banyak hal mengenai senior,,,terutama tentang senior bisa mengetahui kami sebagai murid sekte cahaya dewa? "
"aku tak yakin apa aku mau menjawab pertanyaan mu itu atau tidak, Nona" Ruo merasa ragu menjawab pertanyaan Hua.
"sebaiknya kau ganti pertanyaan mu!! " pinta Ruo
"apa senior punya kekasih" Hua memberi pertanyaan cepat pada Ruo
"eee___" Ruo tergagap dan lebih bingung dari pertanyaan sebelumnya.
"kalau begitu,,, Hua'er pamit istirahat Ruo Gege" Entah apa yang ada di pikiran Hua,,tiba tiba dia memanggil Gege pada Ruo.
"huuffff....... " Ruo membuang nafas,memasang sikap tak berdaya menatap kepergian Hua meninggalkanya.
*
*
Ke esokan hari,,, tiba saat bagi Ruo bersiap menjelajah alam yang lebih tinggi.
Ruo membawa serta orang orang dari pasukan PSAP yang masih dengan Feng Suk menjadi pemimpin,Yao Xue dan Yao Wendhi,Liu Fei dan Xin Hu,empat Jian dan Luan Di,serta tentu Qian cs dan pasanganya di dalam dunia jiwa.
Semua hal sudah Ruo lakukan sebelum kepergianya,, begitu juga dgn peradatan pada kedua orang tua serta seluruh anggota Sekte Lembah Angin Semesta.
__ADS_1
"Saudara,,, apa kita bisa pergi sekarang? " ucap Jun.
Ruo sesaat beralih pandang pada semua orang yang berdiri menatap nya, lalu menganggukkan kepala.
"ya,,, kita bisa pergi sekarang" Ruo berucap pelan tanpa melihat kelima pemuda di kiri kanan nya.
Jun memberikan aba aba pada empat sahabat lainya serta Ruo,, sejurus kemudian mereka mengeluarkan sebuah lempengan kristal,di susul Ruo,lalu meneteskan darah di lempengan kristal trsbut dan.....
"Chhuuuwwwwwwwww.............
Sebuah sinar terpancar lurus ke atas menembus langit,,, lubang cincin portal tercipta,, memperlihatkan kekosongan di dalamnya.
Masing masing dari mereka kemudian menyalurkan energi jiwa dan menyalurkanya pada lempengan kristal hingga cahaya membungkus Ruo, Hua dan lainya.
"Penuhilah panggilan takdir mu,, Putraku!!! " Jiang Kun berucap pada Ruo melalu pesan jiwa.
"mmm.... " Ruo mengangguk dengan sikap tegas pada Ayahnya.
Zeeepppppppp...................
ke enam pemuda itu akhirnya lenyap bersama cahaya yang menjurus ke langit.
Demmmmmmm................
Suara dentuman,menggema bersama dengan lenyapnya enam lubang cincin portal dimensi.
*
*
Alam Dewa tingkat satu,adalah alam yang di huni oleh ras keturunan ketiga dari ras Dewa murni yang berada di alam dewa tingkat ketiga atau bisa di katakan, bahwa alam dewa tingkat satu merupakan cabang dari kedua alam selanjutnya.
Chuuuwwwww..........
BAM... BAM.... BAMMMMM
Lesatan energi meledak di atas langit sekte cahaya dewa, sebagai peringatan tanda bahaya.
"Mereka datang terlalu cepat?! siapkan pertahanan,dan bersiap untuk apapun!!" Patriak Wong memperingatkan pada semua tetuanya.
"laksanakan!!! " semua tetua bergegas keluar dari aula, dan mengikuti pusat peringatan bahaya yang berada di benteng gerbang sekte cahaya dewa.
"Lozi,,, bagaiman situasinya" setibnaya di benteng pertahanan sekte, salah satu tetua bertanya pada murid yang menjaga benteng pertahanan sekte.
"Menjawab tetua,,,,sesuai apa yang sebelumnya sudah di prediksi,gelombang serangan yang di persiapkan di garis pertama iblis adalah pemanfaatan monster dari wilayah hutan lembah bisu" Lozi menyampaikan laporan ya.
"lalu,, bagaimana dengan persiapan kita? "
"Melanjutkan laporan,,,, semua sudah dalam instruksi tetua" tutur Lozi kembali.
Di tengah obrolan tetua dan penanggung jawab pertahanan,, Ptriak Wong datang bergabung dengan keduanya.
"Perkiraan mereka memulai penyerangan mungkin besok atau lusa,,, tapi kita tidak tau strategi yang mereka buat,,, jadi jangan pernah lengah" Patriak Wong berkata dengan tegas.
Debbbbbbb...............
__ADS_1
Seseorang berpakaian lengkap serba hitam muncul tiba tiba berdiri di udara berjarak dua kilometer dari gerbang sekte cahaya dewa.
Patriak Wong yang merasakan kehadiran dari sosok itu melesat mendekatinya.
"Wong Shen,,,, " ucap pelan sosok beratribut hitam itu.
"Jendral Gui,,,, "Patriak menimpali.
" Jendral Gui,,, apa pada akhirnya ras kalian memilih mengangkat senjata untuk melawan kami? "
"Tidak.... jika kau menyerahkan Zhui NuShen"
"Jendral,,,Seperti yang kalian tau!!kami takan pernah rela kalian membawanya"
"Maka mulai hari ini,,, bersiaplah menyesali keputusan kalian,,, ras dewa keparat!!!!! "
Debbbbbb.........
Jendral Gui atau jendral iblis seketika lenyap setelah memberikan ancamanya, begitupun dengan patriak Wong yang kemudian kembali ke benteng pertahanan sekte.
"Bersiaplah menerima serangan!!! " patriak Wong berteriak lantang.
Dia yakin,, jendral iblis Gui takan menunggu apapun setelah negosiasi singkat itu.. apalagi, permintaan Jendral Gui langsung patriak Wong tolak.
"Bagaimana dengan bantuan dari sekte yang lain tetua?? "
"Baru saja kami mendapat laporannya patriak,,, mereka segera bergerak dan mengirimkan pasukan bantuan mereka kemari"
"Baguslah,,, tapi, semoga mereka tak mengetahui ttg identitas pemuda itu setelahnya" tukas patriak Wong.
Breggghhh..... bbbreeeggghhhh... bregh
Semua orang mulai merasakan tanah yang mereka pijak bergetar, dan itu artinya,,, pasukan dari ras iblis dan monster sudah bergerak.
"Seberapa banyak, pasukan mereka? hingga mampu menggetarkan tanah yang padahal mereka masih sangat jauh? " tanya salah satu tetua.
"Bukan seberapa banyak,,,, tapi karna ukuran monster yang mereka jadikan pasukan sangat besar, tetua" jawab patriak.
"Sialan,, mereka menjadikan monster raksasa sebagai senjata dan tameng mereka" tetua itu merasa geram.
"Serangan dataaaaaanngg"teriak salah seorang yang berada di pos terdepan sekte cahaya dewa.
" Lozi,,,, perintahkan Divisi Formasi untuk mengaktifkan segel formasi cahaya!!! " patriak memerintahkan.
"Laksanakan!! " tegas Lozi yang sejurus kemudian melesat pergi ke salah satu gedung divisi sekte khusus formasi.
Demmmm....... .......
Tepat di saat semua anggota murid dan tetua sedang bersiap menghadapi serangan pasukan monster dan iblis.
Di atas langit,,, suara dentuman memggema, di susul dengan terciptanya enam lubang cincin dimensi.
Chuuuuwwwwww..............
Sinar Cahaya, ,,menyilaukan semua mata yang melihat,lalu beberapa saat kemudian redup, dan menampilkan enam sosok pemuda gagah dan anggun.
__ADS_1
"Datang, di saat yang sangat tepat" gumam patriak yang merasa sedikit lega melihat kedatangan kelima murid sektenya dari alam langit, yang berhasil mbawa sosok pemuda yang mereka harapkan.
...............................