
"Ibu,sama seperti di daratan Zurhen.Ruo'er memasang portal yang sama seperti ini" Ruo yang sudah dua hari berada di benua Zen bersama Ling Shu Yuan,berharap ibunya akan ikut bersamanya.
"Sekarang, Ruo'er pamit "Ruo mengepalkan tinjunya
"Berhati hatilah nak!! " ucap Ling Shu Yuan sambil menyentuh bahu Ruo.
Debbb.........
Ruo seperti berpacu dengan waktu,entah apa yang membuatnya seperti itu?
Kali ini,,, Ruo muncul di wilayah Ning,wilayah yang dulu dia menemukan berbagai hal luar biasa,,, dari buah abadi tanaman roh dan kristal Zhuyuan.
Ruo tak menunggu, dia langsung menyelam ke dalam danau yang sangat dalam itu,,, kali ini,dia mengikuti naluri sebelumnya,yaitu mengekplore seluruh kedalaman danau itu.
"Ternyata benar dugaanku" gumam Ruo yang masih berada di kedalaman air yang seperti tak berdasar.
Semakin kekedalaman, semakin luas pula danau yang tengah di selami Ruo.
Tepat di kedalaman sepuluh kilometer Ruo menemukan banyak sekali pilar pilar raksasa.
Hanya saja,pilar pilar yang di temukan Ruo itu adalah ujung puncak dari pilar trsebut,,, yang artinya, Ruo harus kembali menyelam lebih dalam jika ingin menemukan dasar dari danau Ning itu.
Ruo terus mengedarkan kesadaran spiritualnya,karna hanya dengan cara trsbt, Ruo bisa mengikuti jalur semua Ruang yg ada di bawah kedalaman, karna sinar matahari tak lagi menembus pada kedalaman danau.
"Rantai? " Di tengah salah satu pilar raksasa, Ruo melihat Rantai yang sangat sangat besar menjulur ke bawah.
Yang ternyata,rantai itu terdapat pada tiap pilar. Ruo yang sudah tak sabar, mempercepat gerakanya kebawah.
Satu, dua, tiga, sampai lima jam, Ruo mengikuti salah satu jalur rantai kebawah dasar.
"aa.....? "Ruo telah sampai pada titik ujung rantai itu, dan dia di buat tak bisa berkata kata melihat sesuatu yang baru pertama kali dia lihat.
Se ekor naga raksasa,yang mungkin jika naga itu bergerak sedikit saja,akan menciptakan gempa bumi karna ukuranya.untungnya,naga itu dalam kondisi terantai dari berbagai sisi, selain empat kakinya.
Debbbb......
Ruo menghilang,dan muncul tepat di samping mata naga raksasa yang masih terpejam itu.
Ruo berfikir, jika saja naga itu berada di atas daratan,,, batapa besar ukuran tubuh naga trsbt.
"Manusia? apa kau belum puas menatpku seperti itu" sebuah suara di kirim pada kesadaran spiritual Ruo.
"Sudah sangat lama,aku tidak melihat satupun mahluk di tempat ini,,, katakan! siapa kamu?! " Jiwa Ruo bergetar mendengar tiap kata dari suara yg begitu agung.Ruo merasa seprti semut di hadapan se ekor naga.
Ruo memejamkan mata,lalu dia menenangkan diri.
"Buzzzzzz......... "kesadaran spiritual Ruo,membentuk diri...dan mengikuti gelombang telepati yang dia dengar.
__ADS_1
" hohohhooo..... Tak kusangka, kamu cukup cerdas manusia... "
Sllluuuuuppppp........
Kesadaran spiritual Ruo di tarik paksa memasuki dimensi jiwa Naga.yang merupakan hukum dunia yang di ciptakan oleh naga itu sendiri.
Dalam dimensi jiwa naga, terlihat pemandangan alam yang sangat mengagumkan,di sepanjang mata Ruo memandang, dia di suguhkan dengan ketakjuban yang membuat hatinya iri, akan ke indahan dunia jiwa naga itu.
Ruo lalu melihat sebuah rumah kayu sederhana, namun dengan design luar biasa indah,apa lagi... keberadaan rumah kayu itu, di bawah sebuah pohon yang sangat besar dan juga dengan pemandangan air terjun tepat menghadapnya.
Ruo lalu mendekat pada Rumah kayu itu.
"Salam, senior.... perkenalkan, junior adalah Jiang Ruo"Ruo menyapa dan mengenalkan diri, pada lelaki sepuh yang sosoknya mengenakan pakaian serba putih, di ikuti warna senada dengan rambut dan jenggot panjangnya, yang menjuntai panjang.
"Jiang Ruo???"
"Benar senior,,, "
"Anak muda,,, aku Zhen Long"
"Junior telah melihat senior Long" Ruo kembali mengepalkan tinjunya.
"ah.... kau tak perlu sungkan anak muda! orang tua ini sudah sangat lama tidak menerima peradatan seperti itu,, dan entah kapan terakhir kali orang tua ini mendapatkanya."
"Sekarang katakan,,, kenapa kau bisa menemukan tempat ini! "
"Sebelum hari ini,,, beberapa waktu yang lalu, Junior bersama empat sahabat memasuki sebuah gua yang berada di pertengahan kedalaman danau ini senior" ucap Ruo yang sebelumnya memang pernah menyelami dan memasuki sebuah gua bersama empat Jian.
"Jadi seperti itu? " Zhen Long mengelus jenggotnya seuasai mendengarkan penuturan Ruo.
"Lalu,, apa yang membuatmu kali ini kembali ke tempat ini? "
"entahlah senior,,, mungkin sebelumnya, junior merasa heran,,, "
"heran? "
"ya,, heran.junior berfikir... sebuah tempat yang menyimpan sesuatu yang luar biasa, namun tak ada satupun mahluk yang menjaga,,, bahkan, di dalam danau itu sendiri, junior tidak menemukan hewan atau mahluk apapun, seperti yang senior katakan tadi"
"hahahaaa,,, anak muda,kau merasa heran dengan hal sesepele itu,, orang tua ini justru di buat heran olehmu,,, kultivasimu berada pada ranah Bintang Bumi,di usia yang bahkan belum dua puluh tahun" Zhen Long tertawa dengan sikap Ruo.
"eee.... senior,maaf... tadi senior bilang, ranah kultivasi ku berada pada Bintang Bumi? "
"mmmm..... kenapa? apa kau kembali merasa heran,,, hehehe"
"tidak... tidak begitu senior,,, bukankah ranahku berada di ranah dewa abadi? "
"hohoho....... apakah Bintang Bumi, sekarang di katakan dewa abadi? "
__ADS_1
"mohon petunjuknya senior" Ruo kali ini di buat tak mengerti, bahkan dengan tingkatan ranah kultivasi.
"Entah di dunia mana, sekarang saya berada anak muda,,, tapi baiklah,akan ku beritau"
"Di tempatku dulu, dan di alam lainya,,, ranah kultivasi dibagi menjadi....
Bintang perunggu
Bintang perak
Bintang emas
Bintang Berlian
Bintang Bumi
Bintang Langit
Bintang Raja
Bintang Kaisar
Bintang Saint,,,itupun di bagi menjadi tiga tahap dan untuk ranah mu sekarang, adalah Bintang Bumi tahap menengag anak muda" Zhen Long menyampaikan pengetahuan baru pada Ruo tentang ranah kultivasi.
"sangat maklum, jika pengetahuan mu berbeda anak muda,,,, karna, orang tua ini sudah sangat lama tak mengetahui bagaimana dunia luar"
"Lalu tentang petualangan? ceritakan tentang petualangan mu anak muda! " Zhen Long yang merasa baru mendapat teman bicara setelah jutaan tahun yang dia sendiri tak tau sudah selama itu, sangat berminat pada perbincanganya dengan Ruo.
"eee... aaahhhh,,, maaf senior, bolehkah aku mengambil sesuatu di dalam cincin ruang yang berada di tubuh kasarku? " pinta Ruo.
"mudah.... " jawab Zhen Long
zeppp.....
Cincin ruang Ruo, dengan ajaib sudah berada di tangan Zhen Long, lalu di serahkan pada Ruo.
Whuuusssss......
Ruo mengambil sesuatu,,, benda berwarna emas berbentuk oval,,, dan itu adalah Lencana klan Naga yang pernah di berikan oleh Ar Long,dulu.sebagai pertukaran dengan batu inti spiritual leluhur naga.
"Senior,,,,, apa senior mengenali lencana ini? atau barangkali mengetahui sesuatu ttg nya mungkin? " Ruo perlahan menyodorkan Lencana emas tersebut pada Zhen Long.
Zhen Long menerima lencana emas itu, dan memeriksa nya dengan teliti, sambil tanganya memanjakan jenggot panjangnya.
Degggghhhhhhhhh.......
Zhen Long terdiam, tangan sibuknya terhenti dan mematung.
__ADS_1
"iii.... ini...? "
................................