Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Menjadi Buronan Sekte Zi


__ADS_3

Di sekte pedang api, lima murid yang sebelumnya di minta Ruo pergi akhirnya menghadap pada para tetua.


kelimanya menceritakan kejadian di tempat penginapan yg menjadi TKP, terbunuhnya ketujuh murid sekte Zi oleh Ruo.


"apa kalian yakin, dengan yang kalian katakan" tanya patriak sekte pedang angin, Jian feng.


"kami sangat yakin patriak" tegas kelima murid itu.


"senior itu juga meminta kami untuk menyampaikan salamnya pada tetua Zi Shen,dan nama senior itu adalah Ruo"


Deegghhhhh


tetua Zi Shen berdiri kaget dari tempat duduknya.


"coba kalian ulangi, siapa nama senior itu" pinta Zi Shen,yang ingin meyakinkan dirinya.


"nama senior itu Ruo,,Tetua agung"


"Ruo..... " gumam Zi Shen


"Ada apa tetua,,, apa anda mengenal senior Ruo ini" tanya patriak pada Zi Shen.


"emmm.... aku mengenalnya" angguk Zi Shen.


"kalian kembalilah ke tempat kalian" suruh Zi Shen pada kelima murid yang melapor. lalu Zi Shen kembali duduk.


"patriak,,, Ruo ini adalah pemuda yang sebelunya bertemu denganku dan belum genap 17tahun"


"namun waktu itu, dia berada pada ranah kaisar suci tahap awal"


"kita kesampingkan kultivasinya,,,, lebih dari itu, bocah ini memiliki kelengkapan diri yang sangat luar biasa,meskipun tidak kutemukan ada jiwa roh leluhur atau yang lainya berada pada diri bocah Ruo ini,,, "


"aku masih sangat ingat, bagaimana dia mbantuku membunuh lima pasukan elit sekte Zi yang memburuku waktu itu"


"dengan kelengkapan ke ahlianya, Ruo hanya butuh satu atau dua teknik yang di gabungkan dengan kekuatan ku waktu itu, hanya dengan satu serangan,,,, kelimanya tewas, bahkan tanpa meninggalkan bekas darah."


"Ruo adalah pemuda dari daratan Zurhen, patriak"


"dan jujur,,, nilai diriku saat ini adalah karna bantuan dari Ruo" Zi Shen secara lengkap menceritakan ttg Ruo pada patriak dan tetua yang lain.


"emm.... kalau kita menjalin hubungan dengan Ruo ini,,, bagaimana menurutmu tetua agung" patriak meminta pendapat Zi Shen.


"itu sangat bagus,,," ucap Zi Shen


"baik,,, kita akan putuskan untuk merangkul Ruo, setidaknya menjadikan dia sebagai Sekutu sekte kita" patriak Jian akhirnya membuat keputusan.


"satu lagi patriak,,, sebarkan pada semua yang akan menjalankan misi di luar, untuk tidak menyinggung Ruo,,, aku akan menggambarkan sketsa wajahnya agar semua murid mawas diri, bila beruntung...kita membawanya langsung ke sekte ini" pinta Zi Shen. ... dan di setujui oleh semua petinggi pedang angin.


Ruo sendiri sudah di Terima menjadi murid luar sekte musang api, yang ternyata,,, untuk bisa di Terima menjadi murid di sekte itu, adalah bisa sampai pada sekte musang api sendiri.... murid sekte musang api tidaklah banyak, mengingat lokasinya adalah di pedalaman hutan monster, sekte itu hanya memiliki 175 murid luar 125 murid dalam dan 85 murid inti.


patriak serta tetua 9 orang, itu tak termasuk Huo Eng yang menjadi penjaga gerbang ilusi sekte musang api.


"Salam senior,,, namaku Ruo, murid baru di pelataran luar ini" Ruo menyapa tiga pemuda dan dua pemudi yang tengah mengobrol santai.

__ADS_1


"hohoho..... setelah bertahun tahun, akhirnya sekte ini mendapat tambahan kekuatan.... bagussss"


"Junior,,, nama ku Huo An,"


"aku Huo Qe"


"Huo No"


"Aku Huo Xia"


"dan aku Huo luan"


kelima senior mengenalkan diri masing masing.


"mohon bimbinganya" ucap Ruo


"tak perlu sungkan,,, oh ya junior Ruo apakah kau sendiri atau ada teman yang ikut menjadi murid sekte ini"


"aku sendiri senior"


"wuaaahhh.... berarti kau sangat hebat junior Ruo,, bisa melewati ujian masuk sekte hanya sendirian"


"aku hanya beruntung senior"


"ya.... sudahlah, yang terpenting, junior Ruo sudah menjadi murid sekte ini"


"dan satu lagi junior,,,, di kediaman mana kau di tempatkan"


"appaaaaaaaa" kelima murid serempak kaget, mendengar Ruo di tempatkan di bukit elemen.


"ada apa senior" tanya Ruo keheranan


"tidak junior,,,, tidak ada apa apa"


"apa kau mau kesana sekarang" tanya Huo An


"ya senior,,,, hanya saja, aku belum tau harus kemana " ucap Ruo


"junior,,, kau lihat bukit yang paling tinggi di sebelah sana" Huo An menunjuk salah satu bukit yang menjulang tinggi.


"emmm..." Ruo mengangguk.


"naaahhhh,,,, itulah bukit elemen"


kata Huo An


"terimakasih senior,,,, kalau begitu, saya permisi sekarang" Ruo menangkupkan tangan, lalu melesat terbang ke arah bukit elemen.


"kak... kaisar suci" semua mulut kelima Huo itu menganga, melihat Ruo melesat terbang begitu saja.


"saudara Huo,,, bukankah ranah kaisar suci harusnya menjadi murid inti" tanya Huo Qe pada Huo An.


"ya... seharusnya memang seperti itu"

__ADS_1


jawab Huo An,


"lalu kenapa junior Ruo menjadi murid luar" kembali Huo Qe bertanya.


"kau sebaiknya bertanya pada tetua, bukan padaku" jawab Huo An yang kesal.


"dan lagi,,, dia itu kaisar suci, sangat tak pantas kalau kita memanggilnya junior"


tutur Huo An lagi.


"benar,,,, kenapa juga dia menyebut dirinya junior"


Huo Qe berucap pelan.


"aiissssss....." murid yang lain hanya menggelngkan kepala.


Ruo yang saat ini sampai di kediamanya memilih memberes kan semua yang ada di tempat itu, Ruo menata ulang menurut keinginannya.


"haaaa..... selesai juga, mending langsung istirahat,, besok baru berkeliling wilayah murid luar ini" Ruo merebahkan tubunya tertidur tenang, tanpa dia tau, di luar sana namanya sudah tercatat dalam daftar misi sekte Zi.


Di sekte Zi sendiri, nama serta sketsa wajah Ruo terpampang di papan misi, yang mereka dapat dari gambar yang di buat manager penginapan, yang memang sejatinya Ruo lah yang menginginkan hal itu.


"5000 point, " gumam salah satu murid Sekte Zi, melihat sketsa wajah dan nilai dari Ruo.


"apa yang membuat, bocah sialan ini di hargai sangat tinggi"


"ya benar,,, saudara, akupun berpikir sama, sekaligus di buat heran oleh nilai point dari misi untuk pemuda Ruo ini"


sahut yang lain.


"kalaupun harus membentuk kelompok, rasanya tetap takkan rugi, dengan nilai point sedemikian besarnya"


"apa dia anak dari pimpinan bandit"


tanya yang lain.


"bukann,,,," seseorang menyela obrolan mereka kemudian ikut bergabung.


"lantas, siapa dia" tanya salah satu murid pada orang yang baru datang bergabung.


"aku baru saja meminta informasi dari tetu ke lima,, menurutnya, pemuda itu telah membunuh tujuh murid sekte Zi, di penginapan pinggir kota "


murid itu menjelaskan kenapa Ruo di hargai sangat mahal.


"pantas saja.... bajingan ini telah melakukan kesalahan yang sangat besar"


"bagaimana kalau kita bentuk kelompok, dan mengambil misi untuk menangkapnya" usul yang lain.


"emm..... tentu saja, point sebegitu besar, sayang kalau di biarkan, lagi pula.... sudah sangat banyak murid lain yang mengambil misi itu"


"ya, jangan sampai kelompok lain yang mendapatkan point dari misi penangkapan Ruo ini"


"Zi leng,,,, kamu ambil surat misi di balai misi, setelah itu kita langsung berangkat saja" salah satu murid menyuruh Zi leng, untuk mangambil berkas misi, kemudian ketiganya bersiap untuk memulai pengejaran terhadap Ruo

__ADS_1


__ADS_2