Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Transformasi Ruo


__ADS_3

Pertarungan yang belum usai itu, mengundang ribuan kultivator lain, meski mereka tidak tau mana kawan mana lawan, namun mereka menebak,,,, bahwa pasukan bertopeng lah, yang menjadi biang pertarungan itu.... ribuan kultivator datang membantu pasukan Murid sekte Lembah Angin... dan berikutnya,,, di susul dengan semua peserta wakil Kekaisaran dari tiga wilayah lain.... kecuali peserta tuan rumah,,, mereka hanya menonton.


"Jendral Wei bagaimana ini,,, apa kita hanya diam saja, sementara pertarungan besar ada di depan mata dan mengancam keselamatan penduduk ibu kota" jendral O, menyampaikan kebingungany.


"jendral O, sama sepertimu,,,, aku juga tak bisa berbuat apapun tanpa adanya perintah" jendral wei menjelaskan.


"sementara untuk berjaga,,, perintahkan para prajurit beraiap dengan busur panah otomatis yang ada di benteng ini" jendral wei memerintahkan jendral O.


"baik,,, " tegas jendral O.


"Tiiuuuuuuuuuuuutttttt"""


di area pertempuran, suara peluit kembali trdangar kencang....


chiuuuuu......


whusssssssss........


clepppp.... cleeeppppp... cleeeppppp


Bommmmmmmmmm


puluhan anak panah, yang tercipta dari energi melesat ke arah pasukan bertopeng...... dan menerbangkan sekaligus menewaskan puluhan dari mereka.... Wuji,,,,, bergerak lincah dengan panahnya,.


setelah melepaskan panahnya,,, Wuji, langsung melakoni pertarungan fisik.


ctaaahhhh.... buakkk... bauuukkk.


Wuji membungkuk sambil memutar tubuhnya, menghindari semua sabetan pedang lawan, dan langsung memukul musuhnya dengan busur panahnya.... mengirim mereka ketempat lain, di saat musuh terlempar akibat pukulan wuji, mereka langsung dinsambut oleh puluhan pisau energi milik Qian Qin...


clepppp... clepppp....


formasi tarung dari wuji dan Qian Qin, sangat banyak memakan korban....


di pertarungan lainya, Zhang san WanLi, Liu Bai dan Bai Huang,,, menggunakan formasi tarung Sisir... mereka mengurung puluhan musuh,,,, dengan berbagai serangan, tombak pedang rantai cakram dan juga palu energi. semuanya mengerahkan energi masing masing.... di saat musuh sudah mulai berkumpul,,,,


"Xin Huuuuu..... " ke empat nya berteriak memberi aba aba....


Xin Hu melesat meninggalkan pertarungan yang,,, ke arah formasi tarung Sisir, Xin Hu sudah paham dengan apa yang harus dia lakukan....


"jurus Lembah Angin... elemen cahaya, penghakiman cahayaaaa..... heeiiiyyyyaaaaaa"

__ADS_1


saat Xin Hu melepaskan jurus nya, ke empat nya melesat menjauhi tempat musuh yang sudah mereka giring...


Boooommmmmmmmmmmmm


Duuuaaaaaaarrrrrrrr


Bbllleeeeeeennnnnnnggggggg......


guncangan berskala besar terjadi akibat serangan Xin Hu, bahkan semua bangunan di ibukota yang Dua kilometer jauh nya dari TKP , bergetar beberapa saat..... semua pasukan musuh melindungi diri mereka dengan energi Qi, untuk menahan dampak dari serangan Xin Hu,,,, tidak terkecuali dari pihak Lembah hitam, dan seluruh anak buah Lung. pertempuran sempat terhenti,,, kecuali pertarungan dua orang,,, Ruo vs Tao.... mereka berdua tak merasakan dampak dari serangan Xi Hu .


pertarungan inten terjadi antara keduanya,,, dimana, dari pertarunganya sengitnya dengan Tao, Ruo mulai bisa mengeksplore seluruh kekuatan elemennya.... Ruo mendapat ide untuk mengganti sesuka hatinya ketika menyerang, dari teknik perubahan yang di lakukan Tao, yang dapat merubah tanganya menjadi capit kalajengking.


"Di wilayah ini, aku mengakui,,,, baru kau yang layak menjadi lawan ku, bocah... " teriak Tao sambil menendang Ruo, namun Ruo mengkisnya dengan sikut,,, alih alih tangan Ruo mau mengunci kaki dari Tao yang menendangnya,,, Rou justru menggeser posisinya kesamping, dan menendang kaki Tao, Tao yang melihat kaki Ruo di arahkan pada kakinya, dia segera memutar badan dan menggkat segera kaki yang menjadi target Ruo, smabil memutar Tao lalu mengarahkan sikutnya tepat di kepala Ruo, Kembali Ruo menahan dengan telapak tangan,,, jual beli teknik di perlihatkan keduanya, dan...


Buakkkkkk..


buakkkkkk.....


Baaammmmmmmmm.......


Ruo dan Tao beradu pukulan disertai energi Qi keduanya.... mereka terlempar cukup jauh....


baik Ruo maupun Tao, keduanya memuntahkan darah.


mereka kembali berdiri,,, dan kali ini Tao mengeluarkan segalanya.... dia melesat ke udara dan berdiri gagah dinsana.... hal itu langsung membuat geger se isi ibukota.... mereka baru pertama melihat seorang ahli, yang benar benar mempunyai keahlian terbang di udara.


" jangan kaget bocah,,,,, sekarang, aku tak akan menahan lagi kekuatan ku"...


ucap Tao menatap Ruo yang kali ini dengan wajah yang cukup serius....


Ruo yang di tatap,hanya tersenyum kecil, lalu melihat di sekelilingnya,,, dimana pertarungan kelompoknya sebentar lagi akan selesai,,, setelah hampir seharian melakukan pertempuran.


"semuanya,,,, menjauhlah"


teriak Ruo pada seluruh,,,baik murid sekte Lembah angin, peserta turnament, kultivator bebas, dan Lung serta anak buahnya.


mendengar teriakan Ruo,,, patriak kembali berteriak.... "menjauuuuhhhh"


semua yang mendengar akhirnya melesat menjauh dari TKP awal, mengikuti komando dari patriak Li.


patriak merasa,,, bahwa Ruo dan Tao akan melakukan pertarungan puncak, dan sebagai seorang kultivator, pertarungan puncak seperti itu adalah pertarungan hidup mati, yang akan menjadikan mereka menjadi kultivator sejati.... karna hal itu, baik patriak maupun yang lain tidak ingin merecoki pertarungan Ruo dan Tao. meski Tao memiliki ke ahlian terbang di udara, yang artinya, Tao adalah kultivator Ranah kaisar suci, namun Patriak Li lebih memilih Ruo yang memiliki kepercayaan tinggi.

__ADS_1


"Senior Tao,,, aku tak menyangka di wilayah selatan ini ada ahli kaisar suci " ucap Ruo.


"kenapa bocah,,,, apa kau mau mengurungkan pertarungan" ejek Tao


"tidak... tidak" ucap Ruo sambil menggelengkan kepala.


"justru aku tertantang, senior" tegas Ruo dan balik menatap ke arah Tao.


wuzzzzz..... wuuuunnnnggghhhh


Ruo tidak mau mengambil resiko, melawan orang yang satu tahap dari ranah nya, kemudian dia mengeluarkan sebuah tongkat pendek berwarna emas dari cincinya..... setelah tongkat itu mengambang di hadapan Ruo, Ruo menyalurkan semua energi elemen miliknya pada tongkat pendek itu.


Tao keheranan dengan tongkat emas di hadapan Ruo, yang sama sekali tak terlihat berbahaya.... Tao tak mau kalah,,, dia pun mengeluarkan senjatanya yang berupa sabit panjang serta rantai yang di selimuti kabut hitam berderak di kedua senjatanya....


whhuuuuunnnnngghhh.....


blaaaaarrrrrrr.....


Tongkat emas milik Ruo berpendar


zzeeeeepppppppp......


pendaran energi dari tongkat tadi menyelimuti seluruh tubuh Ruo, dan perlahan, membentuk baju zirah lengkap dengan sebuah tameng yang terpegang di tangan kirinya... Ruo benar benar terlihat sangat gagah dengan zirah tersebut.... tak berhenti di situ, Ruo akhirnya mengeluarkan pedang pembelah langit, warisan ayahnya..


whusssssssss........


energi pedang pembelah langit langsung meluap luap begitu di keluarkan oleh Ruo, Ruo sebelumnya sudah menyempurnakan pedang pembelah langit dengan bahan senjata langit, dan hasilnya sangat luar biasa seperti sekarang.... dan langkah akhir,,,, Ratusan Duri landak yang di kendalikan oleh kekuatan spiritiul tak lupa Ruo pergunakan,,,, duri duri landak baja itu mengelilngi tubuh Ruo, seperti sebuah benteng yang sangat kokoh......


di tempat para pasukan Kekaisaran Jiang,,,,, semuanya di buat tak percaya, ketika Ruo mengeluarkan pedang pembelah langit,,, alasanya, tentu saja karna pemilik dari pedang itu adalah jendral utama mereka,,, Jendral Jiang kun.


"jendral wei,,, bukankah itu pedang pembelah langit" tanya jendral wushi pada jendral wei...


"ehmmmm.... memang benar, itu adalah pedang pembelah langit" ucap jendral wei


"lalu,,, siapa anak itu" jendral wushi masih penasaran.


"aisssss...... tentu saja, pemuda itu anak dari jendral Jiang kun" akhirnya jendral wei memberitau identitas Ruo pada jendral yang menjadi sahabatnya.


"Luaaaarrrr biasaa,,,,, buah jatuh tak jauh dari pohonya" Jendral wushi berkata pelan, namun jendral wei dapat mendengarnya.


bukan hanya para jendral dan pasukan Kekaisaran saja yang di buat takjub, para petinggi yang lain juga benar benar kegum dengan tranformasi Ruo dengan Zirah, pedang dan duri landak bajanya,,, seakan Ruo tanpa celah.,, baik perlindungan dari duri landak baja dan zirah nya, pertahanan dari tamengnya dan serangan dari pedang pembelah langitnya, semua atribut yang ada pada Ruo,,,, membuat iri sekaligus takjub orang orang yang menyaksikan sosoknya......

__ADS_1


__ADS_2