
Hening........???
Itulah keadaan yang terjadi saat ini,di seluruh alam dewa tingkat satu.
Waktu berhenti,semua kehidupan tak bergerak dan mematung,tak terkecuali Jiang Ruo,alam dewa tingkat satu seperti dalam ke hampaan.
Hal itu terjadi tepat ketika Jiang Ruo berhasil membuka peti perak,dengan menggunakan kekuatan elemen tubuh semestanya.
whuuuuusssssss.......
Energi yang sangat luar biasa berputar seperti angin puyuh melesat masuk kedalam peti perak.
Blaaaaammmmmmmm........
"huufffff........ "
Suara Tarikan nafas terdengar seperti seseorang yang baru terbangun dari kematianya.
___________
Whooossssss........
Wanita berkulit putih ,yang kecantikanya sangat sulit di gambarkan tanpa mengenakan sehelai benangpun berdiri di hadapan Jiang Ruo.
Dia adalah sosok yang di katakan bernama Zhui NuShen.
Wanita luar biasa itu, memandangi Ruo,,, lalu dengan kemampuanya,peti perak itu berubah menjadi sebuah pakaian yang membaluti seluruh tubuhnya sekaligus dgn semua atribut yang membuat wanita itu sangat berkarisma.
Cukup lama Zhui NuShen, memandangi pemuda tampan di hadapanya,seakan baru pertama kali bertemu denganmu lawan jenisnya.
"Kultivator dgn tubuh semesta,dari tiga darah berbeda,,," Zhui NuShen, mengamati dengan teliti Jiang Ruo.
"Memiliki dunia jiwa, senjata berunsur semesta"
"mm... spertinya kau bukan pemuda biasa,bahkan si belut Zhen Long, dan si dewa picik bersamamu" Zhui NuShen sedikit penasaran dengan Pemuda yang berada di hadapanya.
"Dan...???? " ucapan Zhui NuShen terhenti karna sesuatu.
"Menarik!!! sangat menarik!!! "
"Ras agung?? ternyata kalian menggunakanya sebagai pion untuk rencana kalian!!? "Zhui NuShen, menarik ujung bibirnya, mengetahui rahasia yang bahkan Jiang Ruo dan siapapun tahu.
"Nama mu Jiang Ruo,ternyata??! "
"Baiklah,,,akan aku buat ini semakin menarik... "ucap Zhui NuShen, lalu menyentuh titik pusat Dantian Jiang Ruo.
BAAAAMMMMMMMMM...........
Bersamaan dengan itu,keadaan menjadi normal seperti sediakala,dengan Zhui NuShen yang raib tanpa jejak, hanya meninggalkan sebuah pusaka busur panah yang terlihat sangat mewah di tempat peti perak sebelumnya.
Jiang Ruo, patriak Wong, dan tiga leluhur yang baru sadar, ke empatnya merasakan keheranan,.
" Apa yang terjadi junior?? "lelhur Jin menghampiri Ruo.
" entahlah leluhur,, kita seperti mengalami ilusi"tutur Ruo.
__ADS_1
Mata ke empatnya lalu mengarah pada peti perak yang kini raib, di ganti dengan sebuah busur mewah, sebuah senjata tingkat agung,,, yang bahkan ratusan dewa dapat terbunuh hanya dengan satu anak panah yang di lesatkanya.
Blaaaarrrrr.......
Sosok spiritual dari Zhui NuShen, muncul,,, membuat ketiga leluhur, patriark Wong dan Jiang Ruo membuka mulut mereka lebar lebar.
Bagi siapapun di alam dewa tingkat satu, baru kali ini melihat wanita cantik yang memiliki karisma yang begitu agung.
Kelimanya sangat sulit bahkan untuk berkedip, dari pandangan mereka, tak terkecuali leluhur Nian, meskipun Nian seorang wanita.
Ruo merasakan gejolak jiwa yang belum pernah sekali pun dia rasakan sebelumnya, seperti saat ini.
"Aku takan menghitung sikap kalian!! " ucapan pertama yang terlontar dari wanita mulut berbibir tipis dan imut berwarna merah muda.
"Terimakasih untuk usaha kalian!! Zhui NuShen?? nama yang kalian berikan padaku,, aku tak keberatan dengan nama yang kalian sematkan untukku!! "
"Dan Busur cahaya ini, aku berikan sebagai hadiah untuk siapapun dari kalian atau selain kalian yang memang layak! "
"Dan satu lagi!!! "
Whiooosssss......
Zhui NuShen, memberikan sebuah kitab yang tak terlalu tebal pada leluhur Jin, yang langsung di terima olehnya.
"Dengan kalian membangunkanku?! aku yakin, bencana akan segera mendatangi kalian" tutur Zhui NuShen, dengan mata lembut yang memandangi kelima orang di depanya.
"kitab itu adalah kitab bermacam teknik beladiri, yang bisa kalian pelajari,,, setidaknya untuk persiapan kalian menghadapi bencana!! "lanjut Zhui NuShen,kemudian beralih wajah pada Jiang Ruo.
" Dan untukmu?!! kuharap kau tunda apapun rencanamu!! setidaknya, sampai bencana itu berakhir!!Bantulah orang orang ini,setidaknya carilah salah satu dari siapapun yang bernaung pada sekte ini yang layak memiliki busur pemberianku"ucap Zhui NuShen berpesan pada Ruo, yang masih tak bisa berkedip.
"aku kira itu saja!!! jika berjodoh,, tentu kita akan bertemu lagi"
Whiooossssss........
Zhui NuShen kembali raib, setelah memberikan pesan pada ketiga leluhur, patriak Wong dan Jiang Ruo.
"Luar biasa,,,!!! " puji Ruo,dalam gumamanya stelah Zhui NuShen tak lagi nampak.
Dia kemudian berbincang untuk beberapa saat denga ketiga leluhur dan patriak Wong.
"Patriak?Leluhur!? apa kalian ingin mencoba mengambil busur cahaya warisan Zhui NuShen itu" tanya Ruo menawarkan.
Satu persatu dari mereka kemudian mencoba peruntungan untuk mengambil busur cahaya, yang melayang tak jauh dari mereka.
Namun mereka gagal, begitupun dengan Ruo,,, berbagai cara Ruo sudah mencoba untuk mengambil busur cahaya itu, namun gagal.
Hingga kelimanya menyerah, dan memutuskan untuk nantinya memilih siapapun dari murid sekte cahaya dewa, bahkan dari para tetua.
Kelimanya meninggalkan tempat yang selama ini menjadi tempat paling rahasia di dalam sekte cahaya dewa, namun sekarang hal itu tak lagi berlaku setelah pertemuan mereka dengan Zhui NuShen.
Sesampainya mereka di aula utama sekte, Leluhur Jin memerintahkan setiap tetua untuk memilih lima murid masing masing untuk di hadirkan, baik murid luar, dalam, dan elit.
Lelhur Jin memberikan waktu seminggu bagi tetua untuk memilih murid yang benar benar mereka anggap layak.
karna Lelhur menyampaikan, bahwa tugas yang akan dia berikan adalah misi hidup mati,agar seluruh tetua serius menanggapi misi yang dia berikan.
________
__ADS_1
Seminggu kemudian....
"Apa semua tetua sudah memilih murid untuk tugas yg akan aku berikan?? " tanya Leluhur Jin, setelah semua tetua selesai dengan tugas yang di embankan leluhur mereka.
"Sudah leluhur" ucap seluruh tetua sekte cahaya dewa, sambil menangkupkan tangan.
Begitupun Ruo, yang sebelumnya sudah memberitahukan perihal busur cahaya pada Qian cs, namun mereka tidak terlalu tertarik meski itu adalah senjata tingkat agung.
Bahkan Wuji, yang ke ahlian utamanya adalah memanah,,, dia lebih percaya dengan busur semesta pemberian dari Ruo,, menurutnya, Busur semesta telah menyatu dan akan terus berkembang sesuai dengan kemampuan diri sendiri.
Leluhur Jin,langsung memimpin jalan setelah, melihat kesiapan semua tetua, murid dan Ruo cs.
"Ikuti aku!!! " Setelah membuka jalan rahasia dari salah satu ruangan patriak Wong, hampir dari seratus murid memasuki ruangan itu.
"Saudara?? sekte cahaya dewa ini ternyata cukup rumit juga?! " ucap Qian Qin pada Wuji.
"hah.... itu menurutmu saja!! apa sulitnya menggali lubang tikus ini?? " cletuk Wuji.
"kkkau...?? " Qian Qin hampir saja menjitak kepala Wuji, karna geram dengan cletukanya.
Tak terasa, setelah berbincang lama,,, mereka akhirnya sampai di tujuan, yaitu tempat Busur cahaya berada.
"Dengarkan aku baik baik!! " Leluhur Jin langsung bersikap, agar semua tetua dan murid mengambil tempat berdiri dengan rapih.
Setelah memastikan semua orang berdiri rapih, lelhur Jin melanjutkan penuturanya.
"Sebelum aku berbicara panjang lebar!! kalian lihat busur di depan sana!! " ucap leluhur Jin sambil menunjuk ke arah busur cahaya.
"Nama busur itu adalah busur cahaya! pusaka warisan Dewi Zhui NuShen, untuk Sekte cahaya dewa"
"Kalian tak perlu bertanya, siapa itu Dewi Zhui NuShen!!!karna kalian tau bahwa dia adalah tujuan dari ras iblis! " tutur leluhur Jin, dengan semua orang mengangguk mengerti.
"Dan!!! Dewi Zhui NuShen memberikan Busur cahaya itu, bagi siapapun yang dapat mengambil dengan tanganya sendiri"
"Itulah tugas yang aku berikan minggu lalu,adalah untuk mengambil busur cahaya,,baik tetua ataupun murid, setiap dari mereka berhak miliki busur cahaya itu,, saya kira, kalian semua paham bukan?? " Lelhur Jin,kemudian menyudahi penyampaianya.
Lalu memberikan tugas berikutnya pada patriak Wong, untuk mengatur siapa yang mencoba lebih dulu.
Di sela Patriak Wong, memulai mengatur untuk menunjuk para tetua yang terlebih dahulu mencoba peruntungan mereka....
Xin Hu,mendekati Jiang Ruo dan berbisik padanya.
"Saudara?entah apa,, tapi ada energi dari busur itu seakan terserap oleh tubuhku" bisik Xin Hu pada Ruo.
Jiang Ruo yang mendengar penuturan Xin Hu, tersentak kaget,,, namun segera dia menyembunyikannya.
"Benar juga.... " gumam Ruo.
"Jika tebakan ku benar,, mungkin karena saudara memiliki elemen cahaya, yang memungkinkan memiliki ketrkaitan dengan busur itu" pikir Ruo.
"Namun Saudara harus bersabar!!! biarlah semua orang dari sekte cahaya dewa mencoba peruntungan mereka!! barangkali ada yng lebih layak untuk memiliki busur cahaya itu" tutur Ruo,menyarankan Xin Hu.
"mmm.... tentu saudara!! semoga saja salah satu dari mereka memiliki kelayakan untuk memiliki busur itu"
"Lagi pula,, aku tak terlalu mahir menggunakan senjata panah seperti Saudara Wuji" ucap Xin Hu.
"hehehe.... jika soal memanah?? memang tidak ada yang lebih baik dari saudara Wuji,,, saudara Hu" Ruo memang mengakui Wuji adalah pemanah nomor satu, meski teknik dasar memanah yang Wuji pelajari, semuanya berasal dari dirinya.
__ADS_1
"Sekarang, lebih baik kita perhatikan saja,siapa dari tetua dan semua murid murid ini yang beruntung saudara" ucap Ruo lalu kembali fokus pada seorang tetua yang memilih mencoba lebih dulu.