Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Persiapan Menuju Alam Duo Xing


__ADS_3

Waktu bergulir,tiga hari kemudian,Ruo cs bersama patriak Jian serta beberapa ketua bertamu ke kekaisaran... untuk memenuhi undangan Leluhur kaisar Zen.


"Salam dan panjang umur bagi Leluhur Kaisar Zen Dong"semua yang hadir di aula kekaisaran melakukan peradatan, ketika leluhur Zen Dong memasuki aula, begitupun dengan kaisar Zen sendiri.


" berdirilah.... dan kembali ke tempat duduk kalian" ucap leluhur Zen Dong pada semua.


"hari ini aku tidak akan sopan..... mana di antara kalian yang bernama Ruo" Tanpa basa basi, leluhur langsung menanyakan Ruo.


"Junior yang bernama Ruo leluhur" Ruo maju beberapa langkah dan mengenalkan diri.


"hohoho..... bagusss,anak muda... aku ingin tau latar belakangmu"


"junior datang dari daratan Zurhen desa bambu hitam, anak dari Jiang Kun dan Ibu Ling Su Yuan, leluhur"


"hahahaa...... ternyata dugaan ku benar, kau anak dari bocah Jiang itu,akhirnya tugas yang di embankan padaku selesai"


"anak muda,,,, skrang aku sudah dapat menebak kedatanganmu ke benua Zen ini..."


"aku sengaja mengundangmu karna rasa penasaran ku saja, tak di sangka,,,,ternyata kau memang anak dari bocah Jiang"tutur Leluhur Zen Dong.


" kemarilah,,, ada yang ingin kubicarakan berdua dengan mu anak muda" pinta leluhur Zen Dong, dan berhasil membuat semua orang terkejut.


Ruo menghampiri Leluhur Zen, dan mengikutinya,lalu pergi tanpa peduli semua orang yang ada di aula.


sesampainya di suatu tempat....


"nak Ruo,,, aku yakin kamu sedang mencari keberadaan ayahmu bukan"


"bb.. benar leluhur,,, bagaimana leluhur bisa tau"


"sudahlah... tak perlu di bahas,,, sekarang dengarkan semua yang akan aku katakan" Leluhur menatap Ruo dengan serius.

__ADS_1


"Ayah mu, berada di alam Dou xing,,, dimana alam itu di huni oleh berbagai ras, baik manusia, monster, iblis, elf,dan binatang suci"


"untuk kesana,kultivasimu harus berada pada ranah Dewa langit tahap puncak... dan aku tau kau berada pada ranah itu sekarang"


"nak Ruo,,, perlu kamu tau, jika kau kesana,ranah kultivasimu akan berkurang,bahkan hingga ranah Jendral, namun,,, kamu akan mendapatkan banyak manfaat"


"hal lainya,,,, struktur tubuh dan tulangamu akan menjadi lebih muda empat tahun,artinya kau akan menjadi pemuda berumur 14tahun"


"juga,,, yang terpenting, di sana bahasa mereka akan berbeda, jadi jika kau beruntung sampai di sana, segeralah cari paviliun, apapun agar kau bisa mengerti bahasa mereka"


Leluhur Zen terus memberi arahan pada Ruo, agar dapat membantu Ruo beradaptasi.


selesai berbincang,,, keduanya kembali ke aula dan menemui semua tamu.


Ruo langsung bergabung dengan sahabatnya, lalu diam mendengar perbincangan para petinggi,sambil memikirkan semua informasi yang sudh leluhur Zen Dong sampaikan.


"Baiklah,,, tunggu kabar baik dari Kekaisaran di sekte kalian" ucap leluhur yang mengakhiri pertemuan.


"emm... " Ruo mengangguk, kemudian menangkupkan tangan.


setelah semua keluar dari istana Kekaisaran, Ruo kembali pamit pada patriak Jian serta para tetua... dan menjelaskan bahwa dia akan kembali ke sekte Ling.


"kalian berhati hatilah" ucap Patriak Jian.


"baik... terakasih patriak, kami pergi sekarang"


whiusssssss......


Ruo cs melesat cepat dan tak menunda perjalanan.


waktu yang mereka tempuh begitu singkat, kini ketujuhnya memasuki sekte Ling.

__ADS_1


"Salam tuan muda" penjaga gerbang menyapa Ruo dan rombongan.


"salam,,, terimakasih atas sambutanya senior.. " ucap Ruo, lalu melemparkan satu botol kecil pada penjaga gerbang tersebut, dan kembali meneruskan langkahnya memasuki sekte Ling.


"Paman Ling, Ibu, dan Bibi,,, Ruo'er sudah mengetahui informasi ttg cara kita menuju alam atas" Ruo langsung menceritakan semua informasi yang dia dapat dari Leluhur Zen Dong, pada paman Ling, Ling Su Yuan, dan Ling Xi Yin, juga para sahabanya.


"Jika ada yang berminat, dan memenuhi syarat, aku tak keberatan pergi bersama" tanya Ruo, setelah seleasi menyampaikan informasinya.


semua lalu memandang satu sama lain, dan kemudian menundukkan wajah sesal masing masing.


"saudara,,,,, bertahanlah satu tahun, kami pasti akan menyusulmu" cletuk Wuji.


"aku percaya dengan kalian semua, saudara... tentu jika itu kalian, aku yakin pasti bisa" Ruo merasa yakin, semua sahabatnya akan dapat menyusulnya.


"Lalu ibu,,, bagaimana dengan ibu" Ruo mengalihkan wajah pada Ling Su Yuan.


"anakku,,, ibu akan menunggu mu dan ayahmu di sini, sayang" ucap Ling Su Yuan dengan lembut.


"aiisssss..... sepertinya paman juga belum memenuhi syarat, Ruo'er" sesal paman Ling


"Sama dengan pemanmu keponakan,,, Bibi juga tak memenuhi syarat.. " sahut Ling Xi Yin.


"Baiklah,,,, bagaimanapun,dari awal tujuanRuo'er, memang untuk ayah dan juga ibu,,,, sekarang, kesempatan ada untuk Ruo'er, maka..... mohon ibu mengizinkan Ruo'er untuk melanjutkan mencari ayah" tegas Ruo sekaligus meminta izin pada ibunya.


"Ibu hanya berpesan,,, tetaplah berhati hati dan juga tetap rendah hati anakku" ucap Ling Su Yuan, berpesan.


"Ruo'er akan mengingat... "


berjam jam mereka saling berpesan, pada Ruo,,, sampai akhirnya... Ruo pamit mundur, untuk melakukan latihan tertutup selama empat hari kedepan, guna mempersiapkan baik mental dan kekuatan.


Wuji dan lainya, jadi semakin termotivasi,,, mereka pun pamit,pada Ibu Bibi mereka serta paman Ling dan juga Bibi Yin, tak lupa juga mereka menyampaikan maaf untuk Ruo pada ibu Bibi Yuan, karna tak bisa menunggu Ruo sampai latihan tertutupnya selesai. mereka pun akhirnya kembali ke daratan Zurhen untuk tujuan yang sama, yaitu berlatih.

__ADS_1


__ADS_2