
Sampailah kelimanya di gerbang markas gagak hitam,,, sekte yang kusus melayani pesanan bangsawan atau siapapun yang memerlukan tenga pembunuh bayaran.
"Saudari Ning,,, apakah ini markas dari kelompok itu" tanyanya Ruo
"benar senior,,, inilah markas mereka, sebenarnya,,, dulu ayahku adalah salah satu dari mereka, bahkan menjabat sebagai tetua, namun ayahku memiliki kebijakan, hanya orang orang yang menjadi buronan lah yang pantas menjadi target operasi, namun... kelamaan, kebijakan itu di anggap tidak terlalu menguntungkan,mereka mencari cara agar bisa membekukan kebijakan yg sudah ayahku tetapkan, mengingat.... ayah ku adalah salah satu penerus dari pendiri sekte elang,membuat mereka kesulitan untuk merubah kebijakan trsbt"
"hingga pada akhirnya,,, tetua Shung sang, yang sekaligus sahabat dari ayah menghianati ayahku, dan tragedi itupun terjadi" Jian Ning sedikit mwnceritakan masalalu pada yang lainya.
merekapun menatap ke arah markas sekte gagak hitam.
wuuussssss.......
Dua orang melesat menghampiri Ruo cs.
"anak muda,,, ada keperluan apa kalian berada di sekte gagak hitam ini"
"Senior,,, apa Shung Sang, ada di dalam" cletuk jian Cok
"Lancang,,,, "
whusssss......
slaasssshhh
slasssssshhhh
Jian Cok, sudah malas mendengar cacian,,, dia langsung menebas leher kedua orang itu.
"hehee.... istirahatlah dengan damai" ucap Jian Cok
"saudara,,, kau kelihatan sangat menikmati membunuh keduanya" ucap Ruo.
"saudara,,,, kau sendiri yang bilang agar kami membiasakan diri bukaannn" sahut Jian Cok sambil membersihkan bilah pedangnya.
"aissss..... benar juga" sesal Ruo.
"saudari Jian Ning,,, kali ini, kau yang memimpin" pinta Ruo dengan tegas
"emmm.... " Jian Ning mengangguk.
"jurus pedang angin,,,, tarian pedang angin... tcaaahhhhh" Jian Ning, memutar badan dengan gemulai nan anggun, bersama ayunan pedangnya, dia terus memutar tubuh beserta pedangnya, hingga di ujung tajam pedang pusaran angin tercipta dan berkumpul di ujung tajam.....
whhusssssssssssss.......
pedanga di sabetkan ke arah gerbang markas sekte dan
Boooommmmmmmm...........
Deeemmmmmmmmmmm.........
dentuman keras, terdengar di seluruh area sekte,,,, kekuatan energi jurus tarian pedang meluluhlantakkan gerbang dan benteng sekte gagak hitam.
Jian Ning, memimpin yang lain,, melesat masuk kedalam dan membabat siapapun yang dia lihat, laki laki perempuan tua, muda, bocah... semua dia babat,.
"serangaaaaaannnnnnnnnnn" teriak anggota sekte...
craaasshhhh
Luo langsung memenggal orang yang berteriak tadi.
"serbuuuuuuu"
semua anggota keluar menghadang Ruo cs.
"bagussss...... keluar semuanya, agar aku bisa melihat wajah wajah dari calon mayat" teriak Jian Ning.
"sombongggg" seorang tetua menyahut perkataan Jian Ning.
"Bocah,,,, kau terlalu memandang diri, menganggap sekte gagak hitam ini tanpa arti di matamu"
__ADS_1
"ya.... memang sudah seperti itu, aku menganggap kalian"
"darimana kau dapat keberanian tinggi yang membutakan itu"
"hahahaa...... Tua bangka Shung Sang, aku terlahir dengan keberanian ayah ku,,, Shung Kan" teriak Jian Ning
Deggghhhhh......
Shung Sang terkejut, dia tak mengira bahwa nama Shung kan, akan kembali di sebut.
"kenapa tua bangka,,, apa kau kau terkejut mendengar nama ayah ku"
"bocah keparat,,,, kau pikir dengan secuil kemampuan, kau mampu"
"kita lihat saja tua bangka,,, aku beserta keempat sahabat ku, atau kau dan seluruh murid sekte gagak hitam sialan mu ini yang akan mati"
Jian Ning, seperti dewi perang, yang tak lagi mengenal kata gentar,.
"keparat,,, memang pedangku yang harus menutup mulut bocah sialan seperti mu" Shung Sang merasa sudah sangat geram.
"Shung Sang,,, aku Jian Ning, putri dari Shung Kan,,, menantang mu, bertarung hidup mati"
Degggghhhhh.....
semua anggota sekte di buat kaget oleh tantangan Jian Ning.
"bagaimana, tua bangka.... apa kau takut" ejek Jian Ning
"Bocah,,,, kau memang wanita, tapi aku Terima tantangan mu, sebagai sesama kultivator" Shung Sang menjawab tantangan Jian Ning.
"saudara,,, selain cantik dan kuat, saudari Ning, memiliki keberanian yang luar biasa" Jian Luo memberi tanggapan pada sosok Jian Ning
"kau benar saudara,,, itu karna dia mendedikasikan hidupnya hanya krna ingin memiliki kesempatan seperti saat ini" ucap Ruo menpali.
"Dendam, kadang memang membuat orang menjadi lebih kuat dan berani" ucap Jian Cok
"yaah... kau benar saudara, namun dendam juga akan membuat kita tersesat, jika kita terlalu di butakan olehnya" tutur Ruo
"kalau bisa di selesaikan seperti tantangan hidup mati layaknya Jian Ning dan Shung Sang saat ini,,,, dengan senang hati aku akan melakukanya,,,, namun dengan mereka menjadikan ku buronan, tentu bukan hanya sekte Zi saja yg ingin aku mati,dendam ku bukan lagi sebuah dendam,melihat bagaimana sekte Zi seperti sedang membangun Kekaisaran sendiri, dengan arogansi sikap mereka,,, tentu banyak yang tak mengingnkan sekte Zi berkuasa.... dan aku akan jadi bagian dari pembenci bersama dendam ku sebagai kultivator daratan Zurhen" Ruo berkata tegasss.
"kau memang layak saudara.... "
ucap Jian Cok, merekapun kembali menatap Jian Ning yang tengah berhadapan dengan Shung Sang, bersamaan itu, seluruh anggota mengelilingi pelataran yang sangat luas, mereka ingin menyaksikan pertarungan hidup mati antara patriak mereka melawan putri dari tetua mereka sebelumnya.
Empat mata, saling menatap bengis,,, kedua orang itu memiliki tujuan yang sama saat ini, yaitu membunuh lawan yang sedang di tatapnya.
"Tua bangka,,, aku akan memulai dari kematian mu, lalu istrimu, anakmu, keponakan mu, saudara saudaramu, semua yang memiliki darah yang sama dengan mu, aku akan melenyapkan mereka semua" Jian Ning, dengan lantang nya berteriak.
"kau sudah terlalu banyak omong, bocah bangsat"
wuuusssssss........
patriak sudah tak lagi bisa menahan amarah nya, dia langsung melesat menyerang Jian Ning..
trang,, trang.. clang... clang....
serangan Shung Sang, dapat di tepis oleh Jian Ning,.
tcaahhh.....
Shung Sang, menusuk pinggang Jian Ning, namun Jian Ning, gesit memiringkan tubuhnya
Buakkkkk.......
shung Sang, mendapat pukulan dari telapak tangan Jian Ning, dan membuatnya termundur...
wuuusssss.....
Jian Ning menyabetkan pedangnya namun dapat di hindari Shung Sang.
__ADS_1
" pedang iblis,,,,amarah iblisss"
Shung Sang, mengeluarkan jurusnya, dan mengarahkan energi pedangnya pada Jian Ning...
chiiiuuuuuuuu........
Boooommmmmmmmm.....
serangan energi pedang mengarah langsung pada tubuh Jian Ning, dan melemparkannya cukup jauh...
Geuuukkkk.... uhuukkk... uhuukkk
Jian Ning, memuntahkan banyak darah
melihat lawanya terluka, Shung Sang segera melesat, untuk memberikan serangan susulan.
"Jurus pedang angin.... tiupan angin ilusi.... "
Buuuzzzzzzzzz...... Blaaaarrrrrr.......
suasana seketika berubah,menjadi tempat hijau nan teduh dengan semilir angin yang menenangkan...
jurus tiupan angin ilusi, adalah jurus yang sangat spesial, yang hanya Jian Ning sendiri satu satunya murid yg menguasai jurus ilusi trsbt.... ketika jurus itu di gunakan, lawanya akan melihat tpat yg berbeda,,,, bahkan menjadi tempat yang sangat menenangkan,,, hingga menghipnotis lawannya.
begitupun, Shung Sang... dia kini mendadak mematung diam dan merasakan suasana yang sangat menenangkan yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya,,,, namun dia tak sadar bahwa itu adalah ilusi dari jurus Jian Ning.
whhuuuussssss.......
sretttt... srreeeeettttt.....
"aaaarrrrrgggggghhhhhh"
dari perasaan tenang menjadi jeritan memilukan,,,,
Shung Sang, tak memiliki kesempatan melawan, karna setiap kali dia mencoba menyerang segala arah, rasa tenang itu memaksa tubuhnya untuk diam tak bergerak.
slaaaaassshhhhh.......
slllaaaaaasssshhhhhhh
crreeessssshhhhh.....
"aaaaaaarrrrrrrrgggggghhhhhh"
teriakan rasa sakit makin menjadi,,,,
Jian Ning, benar benar di rasuki rasa dendam nyata,,, dia menyayat, menusuk, memotong setiap bagian tubuh Shung Sang.
"sekarang.... matilah kau tua bangka keparaaaaaaaatttttt"
whhhuuuuussssssss........
Boooooommmmmmmmmmmm
setelah puas memutilasi tubuh Shung Sang,Jian Ning menyabetkan pedang dengan di salurkan energi Qi yang sangat besar,,,hingga tubuh shung Sang hancur tak berbekas,,,, sekte gagak hitam berguncang hebat, banyak sekali bangunan yang ambruk, akibat serangan terakhir Jian Ning.
Beberapa lama setelah guncangan,,, Jia Ning melesat,,, mencari keluarga, saudara, ponakan, atau siapapun yang memiliki hubungan darah dengan Shung Sang, Jian Ning memperlakukan mereka sama seperti Shung Sang, Jian Ning memutilasi lalu menghancurkan tubuh mereka, baik,tua, muda, maupun bocah, tak ada yang lolos dari Jian Ning, selama dia memiliki hubungan keluarga dengan Shung Sang,,, karna sebagai sahabat dari ayahnya,,, tentu Sering kali Jian Ning berkunjung ke tempat Shung Sang, jadi dia tau orang orang dekat dari Shung Sang.
"haaaaaaaaaaaaaaaaaa"
Suara teriakan Jian Ning, menggema ke seluruh sekte,Ruo dan yang lain,,,, sangat paham dengan teriakan Jian Ning itu.
"Dan kalian,,, seluruh tetua sekte gagak hitam,,,apakah ada yang keberatan dengan kematian Shung Sang"
kini giliran Ruo, yang berbicara pada semua tetua sekte gagak hitam.
"anak muda,,,,, bagaimanapun, nona Jian Ning,,,, adalah nona dari sekte gagak hitam ini, dendamnya tidak ada kaitannya dengan kami,,,, jika pun kami harus memilih,,,,, kami akan tetap memilih saudara Shung Kan, sebagai pemimpin kami.... jadi, kami tidak keberatan dengan kematian Shung Sang" tetua sekte gagak hitam, menyampaikan keputusanya....
"baik..... namun begitu, keputusan ada pada Saudari Jian Ning" tutur Ruo dengan tegas.
__ADS_1
"emmm...." semua tetua mengangguk.
setelah Jian Ning merasa tenang... barulah dia keluar dan menemui semua orang.