Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Kota Ming


__ADS_3

Gejolak terjadi di hampir seluruh wilayah alam dewa tingkat dua.


Kedatangan kelompok Jiang Ruo, nyatanya langsung berpengaruh pada keamanan alam dewa itu, sehingga,,, setiap tuan kota di berbagai wilayah bersiap untuk melakukan pencegahan, guna menumpas kelompok buronan dari Zhuxian Di Shen.


Setiap warga kota di wajibkan untuk menjadi bagian kekuatan pasukan dari masing masing wilayah.


Karna di alam dewa tingkat dua,rencana itu sudah di putuskan jauh jauh hari, menunggu hingga hari dimana kelompok Ruo benar benar tiba di alam mereka.


Zhuxian Di Shen, melalui utusanya telah menyampaikan!! untuk menangkap kelompok Jiang Ruo, hidup atau mati.


Dgn iming iming, kedudukan di alam dewa tingkat Tiga, yang merupakan alam pusat bagi semua ras dewa.


Tak ada dari semua tuan kota atau semua dewa, yang dapat menolak iming iming dari junjungan mereka, yang merupakan Seorang Leluhur para dewa yang di agungkan.


"Izin meLapor tuan Ming!! " Seorang prajurit penjaga gerbang kota, menghadap Dewa Ming, yang merupakan tuan kota dari kota Ming.


"Ya!! katakan!! "


"Kami menangkap seorang yang memiliki aura manusia, jauh di depan gerbang kota tuan!! " ucap si penjaga.


Tuan kota langsung berdiri dari kursinya...


"Apa kau serius?? "


"Benar Tuan!! bahkan kami telah membawanya ke pelataran kota"


"Bagussss!!! " Tuan kota merasa sangat senang,. pikiranya langsung membayangkan hadiah yang akan dia Terima dari Zhuxian Di Shen.


Dewa Ming bergegas mengikuti prajurit gerbang kotanya bersama semua dewa yang sebelumnya berada di aula gedung kota.


Tak butuh waktu lama bagi Dewa dewa trsbt sampai di tempat tawanan yang di maksud oleh penjaga gerbang.


Dewa Ming memperhatikan tawanan yang belum lama berhasil di tangkap oleh prajuritnya, yang tak lain adalah Tetua Feng Shuk.


Tetua Feng bersikap santai meski tangan dan tubuhnya tetikat oleh kekang energi.


Tatapanya tenang, ketika Dewan Ming memutari tubuhnya.


"Prajurit? apa kau sudah menanyakan identitasnya?? " tanya Dewa Ming


"Sudah Tuan!! manusia ini bernama Feng Shuk! dan menurut penuturanya,,, dia memang tergabung dengan kelompok Jiang Ruo, Tuan" tutur sang prajurit.


Wajah Dewa Ming, terlihat berubah geram ketika mengetahui identitas dari tawananya.


"Feng Shuk?! hahahahaaaa,,,, hanya manusia lemah, yang bahkan dapat tertangkap dengan mudah oleh prajurit penjaga gerbang,,,??? "


"Sungguh sebuah lelucon!! " ucap dewa Ming, merendahkan Tetua Fheng.


"Katakan!!! di mana orang manusia rendahan yang bernama Jiang Ruo itu??agar kau mendapatkan kematian cepat!!"


Tetua Feng, hanya menanggapi ucapan Dewa Ming dengan tersenyum..


"Seorang budak dari Di Shen, sangat tidak layak menanyakan keberadaan Pemimpin Muda kami" timpal Tetua Feng


"Bangsatttt!!!!! " Dewa Ming tidak menerima prkataan tetua Feng, kemudian Dewa Ming menendang perut seorang pimpinan dari Divisi PSAP tersebut.


BAMMMMM.........

__ADS_1


Tetua Feng terhempas cukup jauh,, namun seorang prajurit segera menangkap dan melempar tubuh tetua Feng di tempat semula.


Sementara,,kabar tentang penangkapan salah satu buronan Di Shen, membuat warga kota Ming berduyun duyun ke pelataran kota.


Hingga pelataran itu penuh sesak bahkan di atas udara wilayah kota tersebut.


Semua dewa tertawa senang atas keberhasilan tuan kota menangkap buronan dari junjungan mereka, yang artinya,,,, kota mereka akan menjadi kota yang di perhitungkan di alam dewa tingkat dua.


Sayangnya,,,, karna anggapan seperti itu, mereka tak sadar telah terjebak oleh rencana pemimpin dari Divisi PSAP tersebut.


Tetua Feng sengaja membiarkan dirinya tertangkap, agar lebih mudah melakukan pemusnahan.


Tetua Feng yang masih dalam keadaan terikat,, menjadi samsak Dewa Ming,, kekesalanya membuat tetua Feng di hajar habis habisan.


Meski dalam kondisi tengah di hajar,,, mata tetua Feng tetap menilik ke semua arah,lalu kembali tersenyum.


"Keparattttt,,,,, kenapa dengan wajah sialan mu itu, bangsattt" Dewa Ming yang melihat senyum dari tetua Feng semakin naik darah.


"Waktu mu sudah habis!!! " Ucap Tetua Feng, lalu menampakan senyum jahatnya.


DUAAARRRRR..........


Tali energi yang mengikatnya, dengan mudah tetua Feng putuskan,lalu dengan cepattt.........


"Divisi PSAS!!!! Waktunya bersenang senaaaaannngggg!!!!!"


GROOOOAAAAAAAAAAAAHHHHHH....



Yang dengan lolonganya saja,,, mampu mengguncang ratusan bangunan kota Ming.


"Menghindaaaarrrrrr!!!!! " teriak tuan kota, yang kini langsung sadar bahwa tawananya telah menipunya.


Semua Dewa memberikan perlawanan,pada Zan Lang.. Namun tetua Feng tersenyum melihat itu, kemudian mengeluarkan semua pasukan yang berada dalam dunia jiwanya.


"Hari kepunahan kalian sudah di tentukan, Dewa Dewa keparattt!!! "


Whooooosssssss...........


Tetua Fenga bergabung dengan puluhan juta pasukanya, untuk menekan perlawanan Dewa.


Gempuran dari pasukan Tetua Feng, di tambah dgn Divisi PSAS nya memaksa Dewa Dewa terdesak oleh gempuran trsbut.


BOOOMMMMM..........


Puluhan dewa menyerang Zan Lang dengan kekuatan energi,, namun semua usaha mereka sia sia, ketika pasukan Lang yang lain, segera menerkam dan mencabik cabik mereka.


Ggrrrrooooaaaaaaaaaaaaaa


Pasukan Lang kembali meraung, dan menggetarkan kota Ming...sembari mengeluarkan energi penekanan pada Dewa dewa, yang membuat Dewa dewa tak bisa bergerak untuk beberapa saat.


Hal itu segera di manfaatkan oleh pasukan lainya, untuk memberi serangan cepat pada dewa dewa.


Slaaasshhhh....


Srettttttt.........

__ADS_1


BOOOMMMMMMM........


Divisi PSAS dan lainya,,, dengan mudah menebas, memotong, memenggal dan meledakkan tubuh dari dewa dewa yang terkena dampak dari aura penekanan Serigala Semesta mereka.


Tetua Feng yang memang di kenal sebagai penggila pertarungan hidup mati, tak hentinya tersenyum ketika pedangnya selesai membabad musuh musuhnya.


"Hahahaaaa..... benar benar menyenangkan!!! "


"Hei Tuan kota kota dewa sampah?? kenapa kau tak menyambut hangat kematian mu??! " Tetua Feng, sambil menendang kepala lawanya berteriak mencari keberadaan Dewa Ming.


"Sesuai aturan!!! jangan sisakan satu kehidupan pun, pada kota ini!! "


"Dan jangan sisakan satu bangunanpun berdiri di atas bekas kota ini!!? " Tetua Feng dengan sangat tegas memberikan perintah pada semua pasukanya.


"Uurrraaaaa... uurraaa... uurraaaa"


Perlawanan Dewa tak lagi berarti bagi pasukan Tetua Feng, yang telah melalui pelatihan kusus di dalam dunia jiwa, serta kultivasi yang rata rata berada di tanah bintang Jendral Awal tahap puncak.


Mereka hanya bisa menerima kematian secara kejam dengan jasad yang tak lagi utuh.


Waktu berlalu, dan hanya menyikan Tuan kota yang di tangkap oleh Divisi, kemudian di serahkan pada tetua Feng Shuk.


"Nama mu Ming, bukan??? " tanya tetua Feng pada Tuan kota yang kini tak lagi berdaya.


"Bagaimana pendapatmu ttg pemandangan kota ini sekarang?? "


Dewa Ming tak menjawab, dia hanya bisa pasrah dengan apapun yang akan trjadi padanya.


Slaasshhhh......


"aarggghhh.. "


Tetua Feng memotong kedua telinga Dewa Ming,seketika Tuan kota itu mengerang mencoba menahan rasa sakit.


"Aku pikir kau tuli?? maka aku buang telinga yang tak dapat lagi kau gunakan itu!! " ucap Tetua Feng.


Craassshhhh......


"aarrggghhhhhhh..... "


Kali ini,, Tetua Feng memotong kedua tangan Dewa Ming.


"Bunuh aku,,, bunuh saja aku keparatt" Dewa Ming mengerang merasakn sakit yang lebih sakit dari sebelumnya, hingga dia berfikir,, akan lebih baik jika tetua Feng membunuhnya dengan cepat.


"Baikk!!! aku kabulkan permohonan mu" ujar tetua Feng, lalu menendang tubuh Dewa Ming yang sudah tanpa kedua tangan dan telinga itu ke arah pasukan Lang.


Dengan di saksikan pasukanya,,, Dewa Ming di cabik cabik oleh pasukan lang dalam keadaan hidup.


Pasukan Serigala itu, menggigit setiap bagian tubuh dari dewa Ming membiarkan dewa itu merasakan sakit dari setiap taring yang menancap pada daging serta meremukkan perlahan tulang tulangnya.


Dewa Ming, tak hentinya menjerit mencoba menahan rasa sakit,, bahkan lidahnya trputus akibat gigitanya sendiri untuk menahan setiap rasa sakit yang dia terima, hinga.....


Kraakkkkkkk..........


Zan Lang,, meremukkan kepala dewa Ming,lalu memakanya.


"Kita lanjutkan perjalanan sekrang" Tetua Feng segera memasukan semua pasukanya kedalam dunia jiwa,kemudian pergi meninggalkan kota Ming.

__ADS_1


__ADS_2