Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Pemburu Terhebat No 2


__ADS_3

Tatapan Ruo dan Wuji, kini mengarah pada Jendral Yang dan Kaisar Zhong.


"Jendral,,,apa anda masih ingin meneruskan pertarungan? " Wuji yang kini sudah menguasai amarahnya, berkata tegas pada Jendral Yang.


"Dan juga anda Kaisar... apa masalah yang belum anda ketahui persis akar masalahnya, layak untuk di pertaruhkan dengan pertarungan hidup mati? " lanjut Wuji.


Ruo kemudian menyentuh pundak Wuji,dan maju bebrpa langkah.


whuuussssss.......


Ruo mengeluarkan sosok Un Shu dari dunia Jiwa.


"Gege??? " Un Shu yang baru keluar dari dunia jiwa langsung mendekat pada Ruo dan sejurus kemudian, UnShu menoleh pada keadaan sekitar.


"keponakan? " Jendral Yang melesat ke arah Ruo, dengan wajah yang penuh kehawatiran.


"Paman Yang" demikian pula dgn Un Shu, yang melihat sosok Jendral Yang segera melesat ke arah Jendral itu.


Baik Ruo, Wuji maupun Kaisar hanya bengong menyaksikan keduanya.


"katakan!!! apa dua pemuda itu melukaimu? " tanya Jendral Yang pada Un Shu


"Tidak... tidak paman, justru karna Ruo Gege, Shu'er selamat dan masih hidup sampai saat ini"


"apa maksudmu?? apa yang sudah terjadi yang paman tidak ketahui"


"Paman,,, ayah dan ibu sudah meninggal, mereka terbunuh demi Shu'er"


"apa????? katakan!!! siapa yang membunuh adik Nam dan adik cun? "


"Tuan muda Shang, dari sekte teratai hitam, paman" lalu Un Shu menceritakan kronologi sebenarnya, penyebab keluarganya terpaksa harus mati di tangan orang orang sekte teratai hitam yang di pimpin oleh tuan muda Shang.


"kepparratttt..... " Jendral Yang, mengeratkan gigi, menatap tajam ke arah kosong penuh dendam.


"Jendral Yang,,, ingatlah statusmu!!" Kaisar Zhong menenangkan Jendral Yang.


"Anak muda,,, sekarang saya sedikit mengerti,akar dari masalah yang menyebabkan kalian mengacau sekte teratai hitam" ucap Kaisar pelan.


"Namun tetap saja,,, kalian tidak berhak memutuskan untuk bertindak semau kalian trlebih di wilayah kekuasaan yang saya pimpin ini"tutur kembali sang Kaisar.


"Anda pikir,,, kami tak tau cara bertamu di rumah orang? " sanggah Wuji,yang menyela penuturan Kaisar.


"Kami berlaku sebagaimana tuan rumah berlaku,Kaisar! " Wuji berkata tegas.


"Dan kau, Jendral Yang! apa yang sudah kau lakukan pada saudaraku,aku masih tidak menerimanya"Wuji yang masih menyimpan kemarahan pada perlakuan Jendral Yang trhadap Ruo,masih ingin membuat perhitungan.


Un Shu, yang melihat sikap Wuji segera mendekatinya.


" Saudara Wu,,,,mohon bijaklah menilai keadaan!! " Un Shu menangkupkan tanganya pada Wuji agar bisa menenangkan diri.


"Bocah!!! jangan lupa, bahwa kau telah membunuh dua jendral Kekaisaran Zhong ini!! " Jendral mengingatkan Wuji.


"Jika kau masih bersikeras,,, akupun dengan senang hati akan meladeni tantangan mu,, kapanpun" Jendral Yang,, yang merasa di pojokkan tak Terima dengan Wuji.


"Paman!! " Un Shu berteriak pada jendral Yang... dia bingung harus melakukan apa untuk melerai pamanya dan Wuji.dia lalu menghampiri Kaisar Zhong.

__ADS_1


"Yang mulia Kaisar,, mohon lupakan yang terjadi hari ini,,, Ruo Gege dan saudara Wu hanya ingin membawaku pulang kembali,,, namun mereka di hadang oleh pasukan sekte teratai hitam, yang akhirnya mereka tak ada pilihan selain melawan" Un Shu mencoba berbicara pada Kaisar Zhong, agar melupakan masalah.


"Nama mu Un Shu bukan?? " tanya sang kaisar pada Un Shu


"Benar yang yang Mulia" jawab Un Shu.


"Shu'er,,, Kau tak perlu melindungi dua pemu.... "


BAM.........


Wuji yang seperti sudah menebak perkataan Kaisar, langsung memberi serangan energi,pada Kaisar.


Whuuuussssss...........


Jendral Yang, melesat ke arah Wuji dengan tombak panjang yang sudah di arahkan pada Pemuda yang biasanya Bersikap konyol itu.


Zepppppp.........


Un Shu di tarik paksa, kembali memasuki dunia jiwa oleh Ruo.


"Elemen angin,,, pesona angin semesta" Ruo mengerahkan kekuatan elemen pada Jendral Yang.


"Anti elemen,,, penguasaan mutlak" Jendral Yang memutar tombaknya,,,,


Buuuzzzzzzzz............


Kekuatan elemen Angin milik Ruo, seketika lenyap.


"Bocah,,,, kau ingin pertarungan bukan??? " Jendral Yang menatap Wuji.


"Panah langit lembah angin,,,, aura agung Shen Guang..... " Wuji mengeluarkan busur panah dan menarik tali energi busur.


Dengan mengeluarkan aura agung dari cakram Guang,,, luapan energi yang sangat besar beriak ke segala penjuru.


"Bocah ini, benar benar serius" gumam jendral Yang.


Di samping itu,, Sang Kaisar masih memegang dadanya sambil menatap kedua orang yang akan memulai sebuah pertarungan besar.


"Kaisar Zhong,,,, jika keduanya memilih pertarungan hidup mati,,,, maka dengan terpaksa, aku juga akan berlaku sama padamu" Ruo mengancam Kaisar Zhong.


Kaisar Zhong yang merasa di ancam,lalu mengeluarkan sebuah token dan langsung memecahkanya.


"Bocah,,,, tunggulah sampai semua pasukan kekaisaran datang! dan kita akan lihat bagaimana kau akan berkata" Kaisar Zhong masih bersikap pongah,,, sementara Ruo hanya tersenyum kecil melihat sikapnya.


*


*


"Kesalahan mu menyerang seorang Kaisar,tak dapat di ampuni bocah sialan" Jendral Yang sangat geram pada Wuji, diapun tak mengendurkan seranganya.


Bam.......


Dua energi dari tombak dan nak panah bentrok.


Whusss......

__ADS_1


Jendral Yang, yang memang seseorang yang sangat berpengalaman menghadapi pertarungan,meladeneni setiap serangan Wuji dengan tenang.


Wuji melesat kelain arah, mencari posisi jarak memanahnya.


Buakkkk.....


Jendral yang sangat paham dengan tujuan Wuji,akhirnya berhasil memukul Wuji dengan Bagian tengah tombaknya.


Wuji yang mendapat pukulan, langsung bersalto menjauhi Jendral Yang.


"Zirah Energi Guang,,, aktif" sesat mendapat jarak, Wuji segera mengaktifkan Zirah yang terbentuk dari aura cakram Guan, lalu kembali melesat ke arah jendral.


wesssss.....


Buakkk... buakkkk... buakkkk....


Bammm.... bammmmm..... bammm


keduanya bertukar teknik,,, dan saling jual beli serangan, Jendral Yang dengan tombaknya dan Wuji dengan busurnya.


Wuji,menggunakan busurnya untuk menangkis dan memukul jendral Guang.... hal yang sama juga di lakukan oleh jendral Guang..


"kau cukup cakap dalam pertarungan bocah,,, namun kau masih jauh dari kata hebat... " Jendral Yang mencoba memprovokasi Wuji.


whuuusss..... pukulan Tombaknya mengenai kekosongan.


Bammmm........ Jendral Yang, salah jika memprovokasi sosok Wuji yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi.


pada akhirnya,provokasi itu harus di bayar dengan tiga pukulan telak dari Wuji, yang membuat tubuhnya terpental jauh.


"Haah...... Kau boleh saja mengklaim telah melewati ribuan atau jutaan pertempuran jendral!!! "


"Tapi aku adalah Fang Wuji,pemburu terhebat nomor dua di daratan Zurhen,, sekarang terimalah!!!!! "


"Cakram Guang,,,, Aura ke agungan sang kaisar... hhaaaaaaaaa"


Blaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr...........


Siluet berwujud raksasa Seorang Kaisar berdiri gagah di belakang Wuji sambil memegang cakram Guang berwarna emas menyilaukan.


Wujud Kaisar yang terbentuk dari aura energi itu menekan paksa Jendral Yang, dan membuatnya berlutut.


Jendral Yang, berusaha sangat keras agar bisa lepas dari tekanan aura Wuji.


Jendral yang sudah mengeluarkan semua kemapuan yang di milikinya, namun semua sia sia,kekuatan cakram Guang, sangat jauh di atas kekuatanya.


"Jendral,,,, aku menunggu keputusan mu!!!" Wuji sebenarnya masih memberi kesempatan, melihat Jendral Yang kini sudah berdarah darah akibat tekanan yang dia Terima.


"Bocah,,,,aku adalah panglima Jendral yang tak pernah kalah dalam pertarungan" Jendral Yang memaksa mulutnya berkata, meski sangat sulit.


"Jendral,,, setiap hal, selalu ada yang pertama, kau takan kehilangan muka jikapun kau harus merasakanya!!! tapi perlu kau ingat juga,, akupun sama sekali tak sungkan untuk memberikanmu kematian" Wuji mempertegas perkataanya.


"argghhh" Jendral Yang semakin mengeratkan giginya, menahan rasa sakit dari tekanan yang semakin bertambah.


...........................

__ADS_1


__ADS_2