Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Gempuran Pasukan Yao


__ADS_3

Di balik gelombang sunami yang sebelumnya, ternyata lebih dari lima puluh juta pasukan musuh bersiap, dan tak dapat terlihat karna terhalang ketinggian gelombnag air laut.


"Ini,,, adalah pertempuran yang sebenarnya,"


gumam Ruo yang melihat


seluruh pasukan musuh segera melesat turun ke daratan, dari punggung tunggangan mereka,,,


sementara,, di atas udara, menyisakan lima belas orang saja yang masih berdiri tegak di atas elangmas.


"Sebelum aku melenyapkan kalian semua,,,, aku ingin bertemu dengan penguasa daratan ini"...


Suara seseorang bergema, dan dapat di dengar oleh seluruh pasukan aliansi Zurhen, sementara seluruh pasukan musuh sudah berjejer rapih dengan formasi perang.


whuuuuzzzzzsssssssss


Tokoh tokoh daratan Zurhen melesat,mendekat ke jarak dua kilometer di depan barisan pasukan musuh.... Lima kaisar, dua puluh lima Raja, dan lima puluh patriak yang mewakili seluruh sekte daratan Zurhen. berbaris rapih, menatap seluruh pasukan musuh.


sementara, Ruo melesat terbang mendekat pada ke lima belas orang yang masih berada di atas tungganganya.....


"" hohoho....... ternyata di daratan ini ada semut terbang juga" salah satu orang mengejek Ruo.


"Bocah,,, apakah kamu yang menjadi otak atas semua perlawanan ini" tanya pria sepuh paling depan.


Ruo menatap tenang, ke arah lima belas sosok itu...


"bagusssss,,, mungkin kau mau menjawab jika mengenal kami,,,, bocah, kami dari sekte Zi Benua Zen, aku Zi Lan tetua ke sepuluh sekte Zi" Zi Lan mengenalkan nama dan asalnya, namun Ruo masih terlihat tenang.


"Yah.... memang begitu seharusnya adat seorang tamu" cletuk Ruo.

__ADS_1


dan membuat lima belas sosoak di depanya tak mengira dgn ucapan Ruo.


seluruh penguasa dan pasukan dartan Zurhen mendengarkan obrolan Ruo dan Zi Lan cs


"Sebagai tuan rumah, aku akan menanyakan, ada kepentingan apa tamu dari jauh berkunjung ke tempat kami ini" ucap Ruo, menanyakan kepentingan Zi Lan cs.


"hahahaa.... hei kalian, lihatlah bocah ini"


Zi Lan berbicara pada rombonganya, dan di balas dengan tawa oleh rombonganya


"Bocah, aku kagum dengan keberanian mu, hanya saja.... kau tak bisa menempatkanya pada tmpt yang tepat,,,, sekarang, tamu kalian akan ini akan menyampaikan maksudnya..... hei, bocah,,,, juga seluruh penguasa daratan Zurhen, menyerah pada kami dan menjadi budak kami atau kalian semua akan mati" dengan suara yang tegas dan mengandung ancaman, Zi Lan berkata lantang.....


Ccciiiiiiuuuuuuuuuuuuuuuuu.....


Booooooommmmmmmmmmmmmmm


"hahahaaaaaa....... kalian berpikir, bahwa kematian adalah sesuatu yang menakutkan,kematian itu indah lebih indah dari perbudakan, bangsat"


sosok berambut perak melesat cepat dengan menunggangi spirit beast harimau api,,, di ikuti oleh jutaan pasukan dengan tunggangan yang berbeda beda.


"kalian semua dengarkan,,,, kematian terhormat tepat berada di depan mata, jika dengan kematian kita menjadi terhormat, maka tak perlu hidup untuk menjadi budak,,,,, sseeeeraaaaaanggg"


Sosok itu adalah Yao Wendhi, dia berbicara dengan lantang sambil terus melesat dan melepaskan kekuatanya.


"uuurrrraaaaaaaa........ "


Doooommmmmmmmmmm


Dooooommmmmmmmmmmm

__ADS_1


melihat bentrokan pertarungan besar antara pasukan musuh dan pasukan Yao Wendhi,, seluruh penguasa daratan segera memerintahkan pasukan mereka untuk menggedor baris pertahanan musuh.


buakkk.... buakkkk.... cleppp cleppp


sretttt,,, sreettttt.... Booommmmm


Yao Wendhi, Yao yien, Yao nying, dan Yao tutung, dengan mudah memenggal setiap kepala pasukan musuh yang menjadi lawanya.... jutaan spirit beast menerjang dan mendobrak pasukan yang menggunakan energi formasi pertahanan sebagai tameng mereka.


whusss... whusss.... pedang mengarah ke leher Yao Wendhi, namun segera dia menghindar, Yao Wendhi memiringkan badan, dan langsung berbalik ke arah lawan yang hendak menebas lehernya, Yao Wendhi, melemparkan sabit ke musuhnya dan....


ssreeettttt....


kepala lawanya terpenggal dan langsung mencari lawan lain.


begitupun Yao Yien, meski dia seorang perempuan, dengan pusaka benang langit, dia dengan mudah memotong kaki tangan dan kepala lawanya.... hingga dia mendapat serangan kuat dari belakang...


Bammmmmmm........


Yao Yien terlempar, dan tubuhnya menghantam pasukan musuh,segera... musuh yang melihat Yao yien, terlempar ke arah mereka, mencoba menyabetkan berbagai senjata, dengan sigap di tengah tubuhnya yang masi terlempar, Yao yien melesatkan benang langit, dan memotong berbagai senjata yg di arah kan padanya, setelah kakinya menginkak tanah,,,, Yao yien memutar badan, juga mengibaskan benang langit yang akhirnya memotong kaki pasukan musuh yang berada dinsekelilingnya,pasukan musuh yang kehilangan kaki mereka ambruk, namun tak selesai di sana segera serangan spirit beast mencabik cabik tubuh mereka.


serangan yang di awali oleh pasukan Yao, kini menjadi pertempuran jarak dekat antara pasukan benua Zen dan pasukan daratan Zurhen,, lima puluh juta pasukan Zen vs saratus juta pasukan Zurhen.


Empat Yao yang melihat seluruh pasukan Zurhen bergabung ke medan pertempuran, memilih melesat mendekati Ruo dan berdiri sejajar denganya di udara dan menatap enambelas orang yang di ketuai oleh Zi Lan.


sementara,,, dari pasukan tiap kerajaan yang di komandoi enam sahabat Ruo, terus memborbardir pertahanan musuh.


Wuji yang dengan senjata panah dan cakram Guangnya,,,, membabad musuh musuhnya dengan mudah. saat cakram melesat ke arah musuh, wuji segera melepaskan panah energinya,,, tak ada satu musuh pun yang dapat mengahalau atau menahan cakram Guang milik Wuji.,,, cakram nya juga wuji fungsikan bila dia melesat ke posisi yang lebih tinggi untuk melepaskan panah panah nya. kelihaian wuji,membuat pasukan musuh di buat keteteran. dan makan banyak sekali korban.


Zhang San, yang dengan sekali ayunan tombaknya,,, lima bahkan puluhan musuh terlempar oleh gelombang energi yang tercipta dari tombak anginya. dia menusuk, memukul dan menggebuk musuh baik yang berada di depan, belakang, samping kiri dan kananya... permainan tombaknya benar benar tanpa celah,, saat zang shan mendapat puluhan serangan secara langsung, dia langsung mutar tombaknya dan menciptakan pusaran angin untuk menahan gempuran musuh.... Liu Bai, Bai Huang, Qian Qin dan WanLi,,, benar benar melakukan peranya, sebagai pemegang tongkat komando......

__ADS_1


__ADS_2