
Mereka semua mengakhiri pertemuan, dan untuk Ruo cs, ketujuhnya mengumpulkan seluruh murid sekte Lembah angin, baik yang berada di sekte, maupun semua murid yang menjalankan misi, semua murid di tarik untuk kembali ke sekte......
Di hadapan 13700 murid, Ruo cs berdiri gagah sejajar....
"apakah sudah semua" tanya Ruo pada yang lain
"aku rasa sudah" jawab Wan Li.
di lanjutkan dengan Ruo yang beberapa langkah maju kedepan.
"Salam, untuk semua murid sekte Lembah Angin" Ruo menyapa seluruh murid
"Salam,, senior" di jawab oleh 13700 murid sekte.
"Hari ini,,, sengaja kalian di kumpulkan karna kami ingin memberi misi yang sesungguhnya, dan juga pertarungan yang sesungguhnya"
ucap Ruo dengan lantang. semua murid mendengarkan Ruo dengan serius,, karna di hadapan mereka, adalah salah seorang yang mengispirasi mereka.
"kami ingin,,,, kalian semua menyisir semua wilayah barat ini, terutama titik lokasi para bandit dan rampok, serta pelaku kriminal lainya" Ruo menatap semua orang
"Cari markas mereka, jangan sampai ada yang tertinggal satupun,,, ajak mereka bergabung baik baik, jika menolak,,, bumi hanguskan tanpa sisa, karena kita tak menerima satu kelompok pun benalu,,, apa kalian semua mengerti"
"uurrraaaaaaa... uuurrraaaaa,, urrraaaa"
"Bagus,, dan bentuklah kelompok di antara kalian semua, satu kelompok 500 orang"
"Jika kalian sudah mengerti, aku cukupkan pemberitahuan misi ini"
Ruo menyudahi pertemuan itu, dan semua murid langsung membentuk kelompok, lalu memulai misi mereka menyisir seluruh wilayah barat untuk merekrut semua orang. ,,, misi yang Ruo berikan adalah misi terbesar sepanjang sejarah berdirinya sekte, dimana tidak pernah ada dalam catatan sekte itu sendiri.
"aisssss...... aku saja sebagai patriak, tidak pernah bisa memberi semangat seperti itu" Patriak Li yang menyaksikan dari balkon atas, sangat kagum dengan cara Ruo.
"saudara,,, sekarang adalah bagian kita" ucap Zhan San pada yang lain, mereka pun pergi dengan misi masing masing.
Hari itu,,, seperti akan di mulainya era baru,di bentuknya kerjasama yang rencananya akan menyatukan seluruh kekuatan di lima Kekaisaran,semua kelompok di libatkan tanpa kecuali, tak ada hitam dan putih, tak ada perampok dan cendekiawan tak ada pengemis atau dermawan dan bangsawan, semuanya akan di satukan dalam bentuk kerjasama.
Daratan Zurhen, akan menjadi sejarah baru bagi dunia kultivator,di mana semua hal yang membedakan akan di satukan.
__ADS_1
Semua murid murid sekte Lembah angin menyisir setiap lokasi markas perampok, bandit, dan pelaku kriminal lainya, mereka membujuk, mengajak dan merekrut semua yang bisa mereka rekrut,,, dan membumi hangus kan semua yang menolak dan memilih menjadi benalu.
Sedangkan Ruo cs,mereka mendatangi sekte tujuan masing masing, dengan cara yang sama.... merangkul mereka yg bergabung, menggebuk mereka yang menolak,selesai dengan sekte hitam dan putih, giliran mereka para bangsawan yang menjadi tujuan selanjutnya,,, Semua yang terlibat dalam penyisiran memperlakukan setiap orang sama,,, tanpa pandang bulu.
setiap kelompok yang mau bergabung,,, maka bebrapa murid pilihan dari sekte Lembah Angin akan di tunjuk untuk melatih kelompok tersebut.
sementara bagi kelompok yang di bumi hanguskan,markas mereka akan di gunakan untuk para rekrutan.
hingga sampai pada waktu hari pertemuan itu tiba.
Ribuan orang dari lima wilayah berkumpul, empat kaisar, kecuali dari kekaissran Jiang yang di wakilkan, 25 Raja dari lima Kekaisaran,ratusan bangasawan dan ribuan patriak serta tetua dari seluruh sekte, baik hitam, putih, netral, menengah, kecil, pemimpin rampok bandit asosiasi, kepala paviliun, semua kelompok hadir, dan siapa sangka, pertemuan sekelas itu hanya gagasan dari seorang pemuda yang belum genap 18th.
sebuah panggung besar di bangun, untuk orang yang memimpin pertemuan hari ini,,,, dan siapalagi kalau bukan Ruo.
Ruo berjalan ke atas panggung, dengan gagah dan berwibawa.......
"Salam untuk Yang mulia empat kaisar, para Raja, Patriak, dan para tetua,,,,, Perkenalkan, nama junior adalah Ruo,,,, Jiang Ruo, anak dari Jendral Jiang Kun dan ibu Ling Suyuan,,, Murid skaligus tetua ke empat sekte Lembah Angin"
"Boooommmmm"
Setelah mengenalkan diri dan identitas aslinya,,,, Ruo melepaskan Aura dari kultivasi puncaknya di ranah Kaisar suci tahap awal, dan perlahan terbang ke udara.
Merasakan aura yang di lepaskan Ruo, ribuan orang di buat tertekan dengan tubuh bergetar.
"kekuatan apa ini"
ucap seseorang di antara ribuan orang.
tak lama Ruo menarik tekananya dan kembali turun, lalu menatap ke arah semua orang.
banyak orang yang akhirnya di buat takjub, terutama jendral Wei, dia tak berhenti menatap Ruo dengan rasa takjub.
"Junior meminta maaf, atas kelancangan tadi" ucap Ruo sambil menangkupkan tangan.
"Tujuan dari pertemuan besar ini, tidak lain untuk membentuk Aliansi Zurhen, dan Zurhen sendiri adalah nama dari daratan yang kita pijak ini"
"Alasan paling penting dari Tujuan pembentukan Aliansi, karena tak lama lagi kita semua akan menghadapi perang antar benua,di mana suatu kekuatan ingin merebut daratan kita"
__ADS_1
Ruo lantang menyampaikan.
"Tak perlu kalian bertanya kapan waktunya, atau asal informasinya,,, yang kita semua perlukan adalah persiapan,,,,,persiapan menyambut tamu yang tak pernah kita undang"
"Jauh sebelum pertemuan ini di gelar, aku sudah membuat rencana, dan Semua perencanaan sudah ku catat dalam satu buku, aku akan membagikan catatan perencanaan itu untuk Anda semua,,,, " Ruo mengakhiri penuturanya, dengan peradatan, lalu turun dari panggung untuk menemui empat kaisar, dan jendarl wei.
di tengah perbincanganya dgn para kaisar, dari jarak yang lumayan jauh di antara ribuan orang, Ruo melihat sosok yang sangat dia kenal,,, Ruo pun bergegas menghampiri sosok tersebut.
"Hormat bakti Ruo pada paman"
Ruo berlutut satu kaki pada sosok yang ternyata adalah paman Guo.
melihat sosok terkuat di antara ribuan orang berlutut pada seorang pria baya, membuat mereka heran dan bertanya tanya, ttg sosok trsbt.
"Bangunlah Ruo'er,,,, " paman Guo memegang kedua bahu Ruo, dan mengarahkanya untuk berdiri.
setelah berdiri, Ruo langsung memeluk pamanya,dengan mata nanar,,,, lalu berucap.
"Paman yang sllu ada buat Ruo, namun yang menjadi tujuan Ruo adalah ayah yang bahkan wajahnya aku tak tau,,, paman yang mengurus semua hal untuk Ruo, tapi bakti Ruo ke paman tak lebih besar dari bakti Ruo untuk ayah yang bahkan Ruo tak tau keberadaanya.... maafkan Ruo paman"
ucap Ruo yang masih memeluk paman Guo,yang kini sedang sudah tak sanggup menahan air matanya.
"Ruo'er,,,, paman tak pernah kekurangan bakti mu,melihat bagaimana kamu bersikap,,, tanpa malu kamu menelanjangi diri dari semua atribut kebanggaan,dan mendapat peradatan dari orang yang memiliki kekuatan puncak sepertimu,,, siapa yang lebih beruntung dari paman mu ini"
paman Guo mencoba menghibur Ruo.
"Jangan pernah mengikis bakti pada pada ayah mu, karna semua ttg mu adalah dari diri ayah mu,,, sikapmu, bagaimana ayahmu bersikap, kebaikan mu, sebagaimana yg di miliki ayahmu, lalu,,, apalah paman ini,di bandingkan ayah mu"
"Berkah paman adalah ketika ayahmu membawakan paman seorang bayi laki laki kecil, yang siapa sangka,,,, akan mencatatkan namanya di seluruh daratan ini"
"Sekarang kembalilah,,,, kembalilah pada kelayakan yang sudah menjadi hak mu Ruo'er"
paman Guo, lalu melepaskan pelukan Ruo dan menepuk kedua bahunya.
"Langit tak pernah mengatakan dirinya tinggi, meski semua yang di bawah mentap ke atas padanya.... ingatlah itu,,, sekarang pergilah" pinta paman Guo, yang di angguki oleh Ruo.
Semua orang kagum dengan apa yang di lakukan Ruo.....
__ADS_1
"Benar benar langit"
Tak terhitung berbagai pujian untuk Ruo, namun dia terus melangkah pelan dan menyapa semua orang yang tergabung dalam aliansi Zurhen.