
Hari itu,,, Qian Qin, Zhang San, Liu Bai, Bai Huang, Wan Li dan WuJi,,,, di buat stres oleh orang tua mereka.
Bagaimana tidak,mereka semua mengingat umur dan Banyak hal lainya.
Belum lagi, mereka berencana untuk bertualang setelah mereka kembali dari wilayah selatan ini.... namun, semua rencana itu di gagalkan oleh strategi orang tua mereka.
saat ini ke enam pasangan ayah dan anak berkumpul di satu ruangan kediaman sementara untuk para peserta turnament yang gagal, dan tentu saja, Patriak dan dua tetua Li berada di sana beserta Ruo dan Liu Fei.
"Ayah,,,..aissss..... sudah lama sekali aku tak mengucapkan kata itu, rasanya aneh"
Ucap Wuji, yang memang sudah lama dia tak bertemu dan memanggil Raja Wu dengan sebutan ayah.
"Ayah....sebagai orang tua,, anda sudah berbuat semena mena pada anak sendiri, dengan status Raja, anda sudah se enaknya mengambil keputusan tanpa bermusyawarah dan mengadakan pertemuan tingkat tinggi,,, aku sebagai anak, sekaligus korban menuntut keadilan"
Wuji melayangkan protes keras pada ayah nya...
sementara yang lain, menatap aneh melihat cara wuji berbicara dengan ayahnya.
"Hei... bocah,,, aku mau tanya padamu"
tegas Raja Wu
"Apa kau menyukai nak Shin Ru"
Raja Wu memberi pertanyaan cepat.
"iYa....... eh"
wuji spontan menjawab, 'Ya' ,,,, sedetik kemudian dia menutup mulutnya sendiri. karna merasa terjebak oleh pertanyaan ayah nya.
" maka,,, sebagai Raja dan Ayah yang baik,,, tidak ada keputusan yang adil, selain aku menyatukan mu dan Shin Ru"
Raja wu,merasa senang,,, karna sudah menang dari Wuji.
"nak Qian,,, apa kau mau protes seperti nak Wuji" tanya kaisar Qin pada putranya.
"tidak.... lagi pula, Qian'er memang menyukai Yu'er" jawab Qian Qin
"bagusss" ucap kaisar Qin singkat.
sementara, Ruo merasa sangat senang karna ke enam saudaranya, memilih menyetujui lamaran yang di ajukan ayah mereka,,, Liu Fei, yang berada di sampingnya, sesekali melirik Ruo,,,, entah apa yang terjadi padanya.
"Nak Ruo,,, apa kau tak sekalian melamar Liu Fei" patriak bicara tiba tiba pada Ruo
__ADS_1
"eehhh.... maksud patriak" Ruo meminta ptriak mengatakan kembali ucapanya...
"aaaisssss..... jangan pura pura tidak dengar bocah"
"itu.... aku pikirkan nanti" ucap Ruo, Liu Fei yang berada di sisinya menunduk malu, wajah di balik cadarnya memerah seperti saos mie ayam.
"Patriak Li,,, berapa lama lagi waktu kita di Kekaisaran Jiang ini" Raja zhang seperti mencukupkan urusan anak, dan menanyakan hal lain pada patriak Li.
"karna turnmaent di batalkan, kapan pun kita mau, kita bisa kembali ke wilayah barat kapan saja" jawab patriak Li
"Yang mulia kaisar,,, bagaimana menurut yang mulia" Raja Liu meminta pendapat kaisar Qin.
" Rencanaku,, lusa kita bisa kembali ke wilayah barat" kaisar menyampaikan waktu kepulanganya.
" Mohon izin menyampaikan sesuatu, yang mulia kaisar, yang mulia Raja, Patriak dan Tetua Li" Ruo menangkupkan tangan meminta izin
"ada apa nak Ruo" tanya Raja Wu
"anak ini mohon izin tidak kembali ke wilayah tengah bersama yang mulia dan juga lainya,,, untuk perihal,,,, karna aku sudah berjanji pada Liu Fei, akan menemaninya ke wilayah tengah"
Ruo memyampaikan maksudnya.
mendengar itu, Patriak Li kemudian berdiri dan mendekat pada Ruo.
patriak mmbuang nafas, dan sedikit menundukkan kepalanya, serta menyentuh bahu Ruo
"pengalaman tidak akan cukup, jika hanya menceritakan di satu tempat"
ucap Patriak Li.
"pada akhirnya,,, sebuah kitab kosong harus berisi sebuah Tulisan.... dan itu di mulai dari satu titik" lanjut patriak Li.
"pilihlah,, ,,,,dimanapun tempat,,saat kamu ingin memulai menempatkan titik itu"
"ingatlah selalu prinsip sekte Lembah Angin, dan juga jati dirimu" patriak lalu menarik tangan yang berada di bahu Ruo
"aku mengizinkan mu, Ruo'er"
ptriak sebenarnya berat jika Ruo harus meninggalkan sekte, namun patriak Li tak mau egois... karna patriak berfikir,,,, Rasa hormat yang dia dapat dari Ruo, bukan karena kekuatan, tapi karna ikatan.,,, dan patriak lebih memilih Ruo dengan takdirnya sendiri.
Ke enam saudara mendekati Ruo, dan menepuk bahu Ruo.
"Saudara... kita memang memiliki tanggung jawab dan jalan yang berbeda, namun kita bertujuh dalam ikatan yang sama,,,, yaitu saudara"
__ADS_1
ucap Wuji, dan di angguki saudaranya yg lain.
Liu Fei, di buat kagum dengan pemandangan di depan matanya... dia hanya diam dan tak ingin mengganggu Ruo cs.
"Saudari Fei,,, aku titipkan saudara Ruo padamu" ucap Wuji yang mengarahkan wajahnya pada Liu Fei.
"Dan ingatkan saudara Ruo, ,,tiga kali sehari tentang nama nama kami, agar dia tidak lupa... hehehe" canda Wuji.
"sudah... sudah,,,, sekarang, selesaikan urusan kalian masing masing, setelah itu kita siapkan segala sesuatunya untuk besok lusa"
Patriak Li mengingatkan Ruo cs. setelah itu, mereka semua pun menyelesaikan urusan masing masing,,, beda halnya dgn Ruo dan Liu Fei, keduanya pergi ke arah hutan menuju tempat bekas markas aliansi.....
semapainya Ruo dan Liu Fei di bekas markas aliansi, Ruo sedikit terkejut melihat begitu banyak orang yang sedang bergotong royong, memugar berkas markas aliansi itu....
"Selamat datang pemimpin"
Lung yang melihat kedatangan Ruo dan Liu Fei, segera menghampiri keduanya dan menyapa mereka.
Senior,,,, sepertinya anggotamu bertambah" tanya Ruo yang penasaran.
"Benar pemimpin,,, seprti usulan pemimpin, kami mengajak keluarga dan saudara kami bergabung, jadi,,,, seprti yang pemimpin lihat sekarang"
"Ya,,, makin banyak tambah bagus, senior" ucap Rup senang.
"senior,, adakah tempat untuk sekedar beistirahat" Ruo merasa sedikit lelah
"ada pemimpin,,, mari ikuti saya"
Lung mengantar Ruo dan Liu Fei ketempat yang tersedia untuk beristitahat.
"Wuaaahhhh.... kamar ini cukup luas" Ruo merasa takjub dengan kamar yang di pilihkan oleh Lung
"kamar ini, memang di sediakan untu anda pemimpin,,, silahkan pemimpin dan nona Lih beristitahat... "
"eh.... senior, adakah satu ruangan lain"
Ruo memotong ucapan Lung dan menanyakan kamar lainya,,, Lung pun langsung menyadari kesalahannya...
"maaf pemimpin,,,, saya lupa,,, hehehe.... mari nona Liu,, saya antarkan le kamar nona" ajak Lung, dan Liu Fei mengikuti Lung dari belakang.
Ruo pun di tinggal sendirian di kamarnya, dan dia merebahkan tubuh nya, sambil menatap langit langit kamarnya.
" Mungkin,,,, disinilah tempatku untuk memulai titik itu Patriak Li"
__ADS_1
gumam Ruo, yang mengingat nasehat pesan patriak Li.... hingga Ruo pun tertidur.