Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
JENDELA DUNIA


__ADS_3

Puas menikmati udara benua Zen, Ruo mengelus dagu berfikir.


"hal apa yang akan aku lakukan pertama kali di benua ini" Ruo berfikir


"ah.... benar juga, tentu saja menjumpai siapapun dan bertanya, hehehe" Ruo menepuk jidatnya sendiri.


Ruo melesat turun, berjalan kaki dari bibir hutan Benua Zen, sesekali melesat ke atas pohon sekedar melihat sekeliling pedalaman hutan.


geeeeerrrrrr


Ruo mendengar geraman spirit beast tak jauh dari arah samping kirinya, kemudian Ruo memutar wajah, dan melihat seekor musang dengan bulu api di atas punggungnya.


"beast apa, itu...kenapa di kepalanya seperti ada kristal api" Ruo baru pertama kali melihat spirit beast musang bulu api.


groooaaaahhh.....


ccciuuuuuuu...........


musang bulu api tak menunggu Ruo bersiap, hewan itu melesatkan energi apinya dan menerjang ke arah Ruo, Ruo yang mendapat serangan, mencoba menghindar dari cakar cakar tajam musang api, lalu memagang ekor musang api, melemparkanya ke pepohonan.


Bammmmm........


Baaaammmmmmmm.....


musang bulu api, menabrak apapun,,,, dia segera bangkit melesat kembali ke arah Ruo.


Ruo bersalto ke udara menghindari terkaman bulu api, hingga saat posisi saltonya berada tepat di punggung api, Ruo menyarangkan satu pukulan dengan sedikit di aliri Qi.


Booooommmmmm.....


musang bulu api terkena pukulan telak Ruo di bagian punggungnya,mendesak tubuhnya jatuh ke tanah.


nggruuukkkk...... nggruuukkkk,, nggruk


nafas bulu api tersengal,tubuhnya tak berdaya setelah mendapat pukulan telak dari Ruo....Ruo mendekat ke musang bulu api.....


"ini hari pertamaku datang di benua Zen,aku tak ingin membunuh mu"


ucap Ruo sambil menatap musang bulu api yg lunglai,lalu meninggalkanya dalam ke adaan tak berdaya.


Ruo melanjutkan penyusuran hutan,,, puas berkeliling, Ruo melesat kembali terbang,,,, hingga jarak lima kilometer dari posisinya, Ruo mulai melihat bangunan bangunan warga, dia pun turu saat jeraknya sudah tak terlalu jauh.


"Berhenti anak muda,,,, tunjukan identitas mu" tanya seorang penjaga gerbang.


"maaf senior, aku kehilanganya saat di hutan" Ruo beralasan


"kalau begitu,,, dua koin emas untuk masuk ke kota ini" ujar penjaga gerbang, Ruo memberikan dua koin emas kemudian di izinkan masuki gerbang.

__ADS_1


Ruo merasa senang, menemukan peradaban setelah lamanya perjalanan sendirian.


"nona,,, apa masih ada meja kosong" tanya Ruo yang memilih rumah makan sebagai langkah awalnya...


"Tuan muda silahkan ke sebelah pojok kanan sana,masih ada meja kosong di sana" jawab pelayan rumah makan, Ruo merasa heran dengan pelayanan rumah makan yang di singgahinya yang dia anggap kurang etis.


tak mau ambil pusing, Ruo memilih langsung menuju meja, lalu duduk di sana.


"selamat siang tuan muda, menu makan apa yang mau tuan muda pesan" pelyan lain mendatangi Ruo.


"yang terbaik menurut nona saja" jawab Ruo singkat.


"silahkan di tunggu pesananya tuan muda" ucap pelayan lalu mengarah dapur.


Ruo melihat pengunjung lain di sekelilingnya, yang lumayan ramai.


"Suadari Mei,,,apa kau sudah dengar isu tentang sekte Zi"


"maksudmu, saudari Ye"


"iya,,, beberapa bulan lalu menurut kabar, sekte Zi mengerahkan banyak pasukan untuk pergi ke daratan Zurhen, namun sampai saat ini, tidak ada satu orang pun yang kembali, karna seharusnya,,, waktu yang di tetapkan dari misi itu hanya tiga bulan saja"


"Sekte arogan itu, mungkin menjadi santapan para monster,,, saudari Ye, aku juga mendengar kabar,kalau tetua Zi Shen kini bergabung dengan sekte Pedang Angin, karna sebelumnya Tetua Zi Shen hampir di bunuh oleh pasukan elit dari sekte Zi, karna menolak untk melakukan misi yang sama ke daratan Zurhen"


"Benar saudari Ye, keluarnya tetua Zi Shen harusnya menjadi kerugian bagi sekte Zi, karna menurut isu.... hanya Tetua Zi Shen yang memiliki kemampuan mata langit, yang bisa melihat apapun"


"maaf harus menunggu, tuan muda..


silahkan di nikmati hidanganya" hidangan datang, Ruo menyudahi kegiatan mengupinya, segera menyatap makanan pesananya.


selesai makan dan membayar, Ruo berkeliling kota sekedar menikmati suasana di kota itu.


saat berada di tengah kota, Ruo tertarik dengan satu gedung yang bertuliskan JENDELA DUNIA, dia pun masuk ke dalam gedung...


"maaf tuan muda,,, silahkan anda ke meja kusus daftar pengunjung, dan mengisi identitas tuan muda" seseorang mengingatkan Ruo sebelum memasuki ruang utama pusat JENDELA DUNIA itu.


Ruo menuruti arahan petugas, dan mencatat identitasnya pada buku daftar tamu, lalu memasuki ruang utama.


"wuuuaaaahhhhh..... luar biasa" Ruo merasa takjub, dengan apa yang di saksikanya.


ratusan ribu buku kitab terpajang rapih, di sekeling ruang mengarah keatas.


"Ini adalah tempat yang paling cocok untuk memulai apapun agar tidak dangkal informasi"


gumam Ruo yang merasa senang melihat semua buku di sekelilingnya..


Ruo mulai mencari cari buku mengenai informasi yang dia perlukan,,,,

__ADS_1


"sepertinya,,, ini bagus" ucap Ruo megang satu buku tebal di tanganya, kemudian Ruo mencari tempat untuk membaca buku itu.


Dengan tenang, lembar demi lembar Ruo baca buku itu, banyak yang dapat Ruo petik dari buku itu hingga Ruo sedikit mengetahui informasi benua Zen, ttg Kekaisaran kerajaan, sekte, dan lainya.


"Ternyata, masih ada tuan muda yang mau mbaca buku buku di sini"


"heh... " Ruo mengangkat alisnya, dan sedikit melihat pada orang yang berucap tadi.


"maaf jika suaraku mengganggumu tuan muda" ucap orang itu, yang ternyata adalah perempuan yang baru saja dia lihat di rumah makan sebelumnya.


"ya.... " cletuk Ruo, tak peduli... dan mbuat wanita itu sedikit merasa heran,,, karna baru kali ini ada pemuda yang tak tertarik untuk menggodanya.


"apa boleh aku bergabung dengan tuan muda" pinta wanita tadi,.


Ruo menutup bukunya, lalu menatap wanita yang berdiri di depanya.


"apa nona sudah mengisi daftar tamu" tanya Ruo yang masih menatap wanita itu.


"Tentu saja, sudah" kata wanita itu


"kalau begitu,,,,,anda bebas memilih tempat duduk" setelah berkata seperti itu,,, Ruo kembali membuka buku dan melanjutkan bacaanya,tak mempedulikan lagi wanita dindepanya.


"menarik,,,,"


gumam wanita itu, kemudian dia pun mulai membaca dengan serius, sama halnya dengan Ruo.


tiga jam Ruo baru menyelesaikan buku bacaanya, dia pun berdiri hendak menaruh buku bacaanya kembali, dan berniatencari penginapan....


"tuan muda,,, sepertinya anda sudah selesai dengan buku itu"


"benar"


"apa rencana tuan muda setelah ini"


"aku akan mencari penginapan, baiklah nona,,,, aku permisi" Ruo pun melangkah.


"tunggu tuan muda,,, " wanita itu berlari kecil memdekat pada Ruo.


"ya nona.... ada apa"


"bolehkah aku tau nama tuan muda"


"owh.... maaf, saya lupa mengenalkan diri... Aku Ruo nona" ucap Ruo sambil menangkup kan tanganya.


"jika tidak ada yang lain, saya permisi sekarang" ucap Ruo, yang sesaat menunggu wanita di depanya, berfikir barang kali masih ada hal yg lain.


"emmmm" wanita itu menggeleng,,,, Ruo pun langsung mengarah ke pintu keluar dan berlalu dari pusat JENDELA DUNIA.

__ADS_1


"Bahkan dia tak menanyakan namaku" wanita itu bergumam kesal pada Ruo yang kini tak lagi nampak.


__ADS_2