
Tiga bulan waktu berlalu dengan cepat,selesai dengan pengangkatan Patriak He, sebegai pemimpin tertinggi di wilayah ras manusia.
Divisi PSAP,di tunjuk sebagai pasukan keamanan Alam Dou Xing, lewat kesepakatan bersama antar ras.
Keputusan kesepakatan itu tertuang dalam buku perjanjian,dan masing masing pemimpin ras memiliki buku perjanjian trsbt.
Selain kesepakatan keamanan, dalam perjanjian tersbt juga tertulis ttg berbagai kerjasama saling menguntungkan.... Ruo hanya berperan sebagai pihak saksi dari perjanjian kesepakatan itu, mewakili Divisi PSAP.
Hari ini, adalah hari di mana segala urusan Ruo selesai dan hendak melangkah ke alam selanjutnya, yaitu Alam Langit.
Dimana, menurut yang di tuturkan oleh Patriak Jiang,ayahnya berada di alam tersebut.
"Ratu Yao, Ratu elf, paman dan bibi Sheng, serta semua patriak,,,Junior ucapkan terimakasih ... " ucap Ruo dengan tulus sambil menjurah hormat.
"Greppppp..... " Yao Xue, tak bisa menahan keharuanya dan memeluk tubuh kakaknya.
Ruo membiarkan adiknya dalam dekapan,sambil membelai lembut rambut Xue.
"kakak.... jangan lupa janji kakak untuk menemui Xue'er... "
"hehe.... tentu saja,,,, mana mungkin kakak melupakan adik yang sangat sayang sama kakak... "
"Baiklah,,,, saatnya bagi kakak untuk pergi,,, Xue'er jaga diri dengan baik,,,, dan ingat semua pesen kakak" Ruo mengingatkan adiknya.
"ehmmm..... " Xue mengangguk, lalu melepaskan pelukanya.
Sebelum pergi, mata Ruo sejenak menatap Ratu elf, dan pada sosok A Ying yang berada di sampingnya.
"Jaga dirimu Juga,,,,,,,,,,,,,Ying'er" ucap Ruo pada A Ying, sambil tersenyum.
Hati A Ying,berdebar kencang mendengar ucapan Ruo, yang seperti peduli padanya, mukanya seketika memerah.
"Kau dengar itu Ying'er... " goda Ratu elf
"ibu.... " A Ying malu malu pada ibunya.
"Baiklah,,,, saya pamit sekarang"
Whhhuuuuuuuunnnnnnghhhh
Blaaaaaaaarrrrrr..........
Pintu formasi bercahaya, menyilaukan mata semua orang,,,, Ruo tak menunggu apapun lagi dan masuk kedalamnya.
Zeeeepppbbb..............
Bersama Ruo, cahaya itu di tarik masuk kedalam, Pilar pintu kini seperti sedia kala dan seperti tak pernah terjadi apapun.
*************************
Alam HunLuan
______________________
Deemmmmm.........
Booommmmmmmm.......
"Jangan gentar,,, tetap seraaaannnggg"
Trang... trang... trang...
__ADS_1
Dentingan senjata beradu,serangan serangan kekuatan energi saling melesat berlawanan arah,,, Peperangan besar saat ini tengah berlangsung.
"Mana pemimpin kalian pemberontak sialan.... " teriak seorang beratribut yang seperti nya seorang jendral.
"Jendral Kai, keparat..... aku di sini bangsat"
"hohoho........ Luan Di,akan ku akhiri perlawanan kalian,,, majulah... " tantang jendral yang bernama Kai.
whuuuuusssssss..........
Luan Di,melesat menyerang jendral Kai dengan dua pedang berbentuk seperti bulan sabit di kedua tanganya.
tcahhh.... whuuughhhhhh.... hyaaaa...
Luan Di menyabetkan pedang pada leher dan perut Jendral Kai,,,, jendral Kai menutupi badanya dengan tameng, sekalian memiringkan kepala, gagal dengan tebasanya Luan Di, menyeleding paha jendral Kai,.
buaaakkkk........
kraakkkkkkkk........
"arggghhhhhh"
suara retakan tulang terdengar,,, Luan Di berhasil menendang paha Jendral Kai.
whuuuusssssss.......
Jendral Kai mundur, menjauhi Luan Di.
"Mau kabur kemana kau jendral keparat"
Luan Di melesat mengejar Jendral Kai.
Chiuuuuu..... Duaaarrrr.....
"Jendral Kai,,, kau mundurlah.... " Jendral Lao, seorang jendral satu menyuruh jendral Kai mundur.
"Geuuukkk..... " Luan Di batuk darah terkena serangan Jendral Lao.
"Apa kau sudah siap mati Luan Di... " ucap jendral Lao sambil menatap bengis Luan Di.
"Mimpi....... pedang sabit,,,,,penebas Gunung.... hheeyyyyyaaaaaaa"
Luan Di, mengumpulkan energi pada ujung kedua pedangnya.
"chiiiiiuuuuuuuuuuuuu............
sebetan energi berbentuk silang mengarah pada jendral Lao..
"Formasi...... perisai tingkat sembilan"
Segera Jendral Lao menggerakan kedua tangan dan memunculkan rune melingkar bulat sempurna.
Blaaaaaaammmmmmmmmm......
"Langkah bayangan.... "
weeeessssss.........
Luan Di,secepat kilat menerobos kepulan debu.
"Sayatan iblis..... tcaaahhhh"
__ADS_1
sreeettttt..... sreeettttt......
Luan Di berhasil menebas tangan dan tubuh Jendral Lao,,, namun karna belum puas, Luan Di melompat kembali,,, menyekap tubuh Jendral Lao dari belakang, dengan posisi kedua pedang di leher Jendral Lao....
"matilah,, keparattt" bisik Luan Di di telinga Jendral Lao
Sretttt.... slaassshhhhh...
kueeekkkk.... crattt,,,
darah muncrat dari leher Jendral Lao yang kini tanpa kepala, karna tergorok oleh pedang sabit Luan Di.
Buuuggghhhhh.......
tubuh Jendral Lao terjatuh, bersama dengan kepala yg menggelinding entah kemana.
Jendral nomor satu tewas di tangan pemimpin pemberontak.
"Munduuuuuuurrrrrrrr" teriak jendral lainya, memberi perintah pada pasukanya untuk segera mundur, setelah mengetahui, jendral nomor satu mereka terbunuh oleh Luan Di.
Luan Di sendiri, merupakan seorang pimpinan pejuang bagi rakyat namun di anggap pemberontak bagi Kekaisaran Shun,di alam HunLuan.
Alam HunLuan adalah alam kekacauan, dimana kedamaian hanya sebuah harapan dan mimpi bagi rakyat biasa.
Namun surga bagi para kriminal,,di mana,,,, di alam HunLuan tak ada lagi hukum dan keadilan,asal kau ingin, punya kemampuan maka lakukan.
Kekaisaran Shun sendiri, menaungi tujuh kerajaan,alam HunLuan tak seluas Dou Xing, tapi ratusan kali lebih berbahaya dari Dou Xing.
Seperti peperangan yang terjadi saat ini, di sebabkan karena ketidak pedulian kekaisaran pada rakyat, dan hanya mengurus kepentingan para bangsawan,lebih dari 100 tahun pasukan pemberontak mencoba melengserkan kekuasaan kaisar Shun, hanya saja mereka memiliki banyak keterbatasan.
"Terus maju,,,, bunuh mereka sebanyak mungkin.... " Gugurnya jendral Lao membuat semangat pasukan pro rakyat membara.
"Luan Di keparat..... kita akan bertemu lagi di medan perang selanjutnya" jendral Kai menggeram marah mengumpati Luan Di.
Luan Di sendiri, masih membabi buta menyerang pasukan Kekaisaran.
tcahh... srettt... slasssshhh.... buagghhh,,
Luan Di melompat, menebas, memotong, menusuk membabad sekenanya,,.
"pedang sabit..... penebas Gunung.... hyaaa.... "
Bommmm... booommmmm..... bomm
Ratusan Pasukan Kekaisaran di hantam serangan pedang energi Luan Di...tak ada yang selamat dari mereka, Luan Di sperti singa kelaparan, benar benar menggila.
"Bunuh sebanyak mungkin... " Luan Di kembali berteriak.
Dummmm.......
gempuran pasukan Luan Di, tak terhenti... tak ada ampun bagi pasukan kekaisaran.
Saat prajurit berusaha keras menarik diri untuk mundur, para jendral kekaisar Shun sudah terlebih dulu pergi meninggalkan medan perang.
"sungguh para jendral pengecut.... aaaaaa" Luan Di mengumpat dan berteriak keras karna marah dengan sikap pengecut para jendral kekaisaran Shun.
"Jangan memasuki garis wilayah.... kita tarik pasukan sekarang" ucap Luan Di memberi perintah pada orang kepercayaan yang.
"ttiiiiiiuuuuuuutttttt...... " suara seperti peluit terdengar, dan itu adalah tanda untuk pasukan Luan Di mundur.
Mereka akhirnya tak lagi mengejar pasukan kekaisaran dan memilih balik badan, sesuai dengan tanda yang sudah di bunyikan.
__ADS_1
.........................