
Deebbbbbb.............
Ruo sampai di sekte berikutnya,,, yaitu sekte naga tanah.
Seperti sebelumnya,,, Ruo berdiri di udara mengamati seluruh penghuni sekte, yang dia pikir,,,,, sekte naga tanah adalah sekte yang wilayahnya dua kali lebih luas dari sekte derik.
"Anak muda,,,, sangat lancang bagi seorang tamu, masuk tanpa mengetuk pintu... "sebuah suara terdengar di telinga Ruo.
whhhuuuussssss,,,,,
Seorang lelaki yang masih terlihat muda,langsung berdiri di hadapan Ruo.
"Apa kau leluhur dari sekte Naga tanah ini..... " tanya Ruo.
"hohoho....... dari sikap dan ucapanmu,,, sepertinya salah seorang dari sekte Naga Tanah ini, telah menyingungmu"
"Anak muda,,,, aku Fu Shi,Leluhur sekte Naga Tanah,jika kau mau menuntut balas,,, aku akan meladeni mu... " tantang leluhur Fu Shi.
"Junior takan sungkan pak tua..... "ucap Ruo tanpa gentar.
"formasi kubah semesta....... "
whuuuuuusssssss....... chhuuwwww
Blaaaaaaarrrrrrrrrrrrr...........
"hohohooo...... Jadi tujuan mu, bukan hanya salah satu dari anggota sekte,,,, melainkan, kau ingin menghancurkanya" Fu Shi tersenyum sombong.
Baaaammmmmmmmmmm..........
Fu Shi meledakkan aura kultivasi Dewa Abadi tahap awalnya.
Fluktuasi energi dari aura Fu Shi, dia arahkan pada Ruo,,, untuk menekan Ruo.
"Apa kau dan sektemu sudah siap untuk pemghapusan pak tua.... "Ruo tetap dengan ketenangan, dia sama sekali tak terpengaruh oleh aura tekanan dari Fu Shi.
" Gawatttt,,,,, "pikir Fu Shi, melihat Ruo sama sekali tak terlihat tertekan.
" Naga tanah,,,, wujud sejati...... "Fu Shi tak mau mengambil resiko,,, dia langsung berubah menjadi sosok ular raksasa, berwarna hitam.
" Rooooooaaaaaaarrrrrrhhhhh"Fu Shi, dalam wujud ularnya meraung.
Deebbbbbb............
Ruo langsung menghilang dari tempatnya.
"Pedang pembalik semesta,,,, sayatan semesta..... "
whuuuusssss..........
Siluet energi dari sabetan pedang Ruo melesat secepat kilat mengarah pada ular naga tanah.
Grooooooaaaaaaarrrrrrrrrr.........
Chiuuuuuuuuu....................
Ular naga tanah atau Fu Shi,membuka lebar mulutnya, dan menyemburkan bola energi.
Deeeemmmmmmmmmmmmmmm
wilayah sekte naga tanah, langsung berguncang,akibat benturan dua energi tingkat Dewa Abadi,,,,, setengah wilayah langsung hancur,luluh lantak.
wwhhhuuuuuussssss.......
ular naga tanah, memecut ekeornya pada Ruo.
__ADS_1
"Duri landak,,,,, Bor semesta.... "
slaaaappppppll.........
Dreeeettttttttttttt.........
ribuan Duri landak mengebor ekor ular naga tanah.
Gggrrrrrraaaaaaaahhhhhhhhh.......
Debbbbbb.......
Ular naga tanah meraung,,, dan seketika menghilang.
whhhuuuuuusssssss...........
ekor ular tiba tiba muncul dari arah belakang Ruo.
Deeebbbb........
Ruo pun menghilang,,,,,,
graaaaaaaaahhhhhhhh.........
ular naga mengibaskan ekeornya ke segala arah......
"pedang pembalik semesta..... hukuman semesta........ heyyyaaaaa"
Chhhhhhhuuuuuwwwwww.......
rrrrooooooaaaaarrrrrrrrhhhj...
ular naga tanah mencoba menghindar.
Demmmmmmmmmmmmm.........
Zzeeeeppp..........
Fu Shi kembali ke wujud manusianya, dengan keadaan luka parah.
"Matilah bersama mereka,sektemu pak tua.... "
"Hukuman semesta...... Heyyyaaaa"
pedang raksasa muncul, dan mengarah langsung pada Fu Shi, serta seluruh wilayah sekte naga tanah.....
wwwwhhhhhuuussssssssssss.....
Dooooooommmmmmmmmmmm
Doooooommmmmmmmmmmmm.....
sama seprti sekte Derik,,,, sekte Naga tanah juga bernasib sama... terhapuskan.
Ruo melakukan penghapusan pada lima sekte aliran hitam lainya setelah selesai dengan sekte naga tanah, dan terakhir dia ke sekte weling.
Apa yang di lakukan Ruo, adalah bencana bagi seluruh sekte aliran hitam di benua utara, kususnya.
Setelah memastikan, serangkaian kehancuran sekte aliran hitam... nama dari sosok Ruo, hanya di ketahui oleh Kekaisaran Bei, melalui patriak Shou beserta rombongan ptriak dan tetua berbagai sekte, yang memang selalu mengikuti Ruo, melalu jejak auranya.
Patriak Shou, meminta pada kaisar Bei,,,, agar nama dan sosok Ruo menjadi tidak di publikasikan,,, namun patriak Juga meminta saran dari Kekaisaran, tentang berbagai alasan jika sewaktu waktu,ada orang yang mencari kebenaran ttg kehancuran sekte sekte besar aliran hitam.
Dan siapa sangka,,, sosok yang sangat mengerikan itu,,, saat ini justru sedang bersantai di kota Ran bersama komandan Wei Bo, di pos jaganya.
"Tuan muda,, saya turut berbela sungkawa untuk nona muda... " ucap Wei Bo, setelah tau bahwa A Nara sudah meninggal.
__ADS_1
"terimakasih senior... " ucap Ruo.
"Lalu,, kemana tujuan Tuan Muda "tanya Wei Bo
*ssrrreeeppp*
Ruo menyesap tehnya, sebelum menjawab Wei Bo.
" Senior,,,, apa senior tau penjara Shang Gui.... "setelah selesai menyecap dan menaruh gelas tehnya, Ruo menjawab Wei Bo dengan pertanyaan.
"Penjara Shang Gui..... " Wei Bo terlihat berfikir.
Deegggghhhhh
Wei Bo ingat dan dia tersentak.
"tuan muda.... apakah tujuan tuan muda adalah penjara Shang Gui... " tanya Wei Bo.
"ehmmm..... bisa di bilang itu memang tujuanku senior... "
"Tapi,,,, " Wei Bo, tak melanjutkan perkataanya.
"Tapi apa senior.... "
"Entahlah,,,,, mungkin juga cerita yang dulu saya dengar adalah dongeng belaka... "tutur Wei Bo
" Penjara Shang Gui yang ku dengar, ada di wilayah Gunung Shang Gui,,, Benua selatan tuan muda... "
"Benua selatan yah.... " gumam Ruo.
"benar,,, benua selatan tuan muda... " Wei Bo meyakinkan Ruo.
Setelah mendapat informasi, Ruo melanjutkan bincang bincangnya, dengan komandan Wei Bo, keduanya terlihat akrab, bahkan sesekali mereka tertawa.
"lapor komandan..... "seorang prajurit jaga mengampiri Komandan Wei Bo tergesa gesa.
"ya,,, katakan" pinta komandan Wei Bo
"Anu,,, anu,,,,,, Lima jendral kekaisaran bersama, patriak Shou serta rombongan,,, menuju kota ini komandan" Tutur prajurit itu melaporkan.
"apaaaaaa"komandan Wei Bo, terkejut.
" bukan hanya mereka komandan ,,,, itu... itu..... "
"itu apa,,,cepat katakan "
"Yang mulia kaisar juga bersama dengan rombongan komandan"
"apaaaaaaaa" komandan Wei Bo,seperti panik mendapat laporan itu.
"Senior,,,, tak perlu se panik itu... " ucap Ruo menenangkan Wei Bo.
"Apa yang harus aku lakukan tuan muda" Wei Bo meminta pendapat.
"Senior, cukup sambut mereka,,, selanjutnya, biarkan Tuan Walikota Ran yang menjamu"ujar Ruo.
" Baiklah,,, kalo begitu saya permisi tuan muda... "Komandan pamit pada Ruo.
" Kau tak perlu menyambut yang mulia Kaisar, komandan Wei Bo,,, kembalilah duduk dengan tuan muda Ruo"Suara itu terdengar melalu pesan jiwa Komandan Wei Bo, dan Wei Bo sangat mengenali suara tersebut.
"Jendral Du Huo... " gumam Wei Bo
"ya... aku jendral Du Huo,kembalilah duduk dgn tuan muda Ruo" jendral nomor satu di benua utara itu,kembali meminta Wei Bo.
"Siap laksanakan jendral... " tegas Komandan Wei Bo, lalu berbalik badan dan kembali mengambil kursi duduknya bersama Ruo.
__ADS_1
Ruo yang melihat Wei Bo, kembali bersikap tenang sedikit heran, namun dia tak ingin menanyakan, dan memilih kembali berbincang.
.............................