
Selesai dengan acara pelukan,baik Ruo tetua Gu dan Jian Ning memulai perbincangan serius,di mana,,, Ruo ingin mengajak semua anggota murid sekte Gagak Hitam ikut bersamanya.
Tak lupa,,, Ruo menyampaikan beberapa informasi yang baru di dapatnya.
Karna,, Ruo melihat potensi dari keahlian anggota sekte Gagak Hitam,sebagai pembunuh bayaran, yang bila di gabungkan dengan pasukan kusus anak Lembah Angin, maupun Divisi Pasukan Serigala Angin Perak maka akan menjadi sebuah pasukan yang mumpuni,,, di tambah dengan anggota sekte pemburu nomor satu, yaitu sekte Lembah Angin,,,, sekte asal Ruo.
Dengan pengetahuan dan tekad baru, Ruo semakin yakin,dirinya takan bisa berdiri sendirian.
Dia ingin mengajak semua orang yang memiliki niat dan tekad yang sama,selain tujuan pribadinya... yaitu menjemput ayahnya.
"Gege,,, apa gege yakin, tidak akan ada yang berhianat kelak? " Jian Ning, jauh berfikir ttg tujuan Ruo.
"Hal seperti itu, akan selalu ada Ning'er,,,,Semua watak memiliki rencana dan dramanya sendiri" tukas Ruo.
"Meski begitu,,, Gege juga takan mengikat mereka dengan segel jiwa,,, biarlah hal itu terjadi, jika memang harus terjadi... setidaknya,mereka akan terdidik secara pribadi dri semua petualangan mereka bersama kita nanti,dan hal itu akan membuat mereka memilih menjadi manusia seperti apa mereka kelak" lanjut Ruo.
Jian Ning, yang masih sedikit kontra dengan cara berfikir Ruo,,, memilih memaklumi,karna sosok pemuda yang dia kagumi itu, adalah sosok yang lebih memilih jalanya takdir, dari pada memaksakanya.
"Paman Gu,,, bagaimana menurutmu? " Jian Ning, yang meskipun adalah seorang Matriak, tak mau memutuskan sesuatu sendiri, sebagai matriak muda... dia tak melupakan sosok para tetua dalam sekte Gagak Hitamnya.
Dan karna hal itu pulalah, semua tetua sekte, merasa selalu mendapat penghormatan dan peranya masing masing.
Berbeda ketika kursi patriak masih di duduki Shung sang, mereka sedikit pun tak merasakan peranya sebagai sosok tetua.
"Matriak,,, hal ini tentu saja harus kita bahas dalam rapat sekte bersama tetua yang lain, juga para Murid yang menjadi wakil dari setiap pelataran" Ucap tetua Gu.
"Baiklah,,, sementara Ning'er dan tetua Gu mengurus semua hal,,, aku pamit mengurusi hal lainya di sekte Pedang Angin" ucap Ruo, lalu berdiri dari kursinya.
"Ning'er,,, tiga hari kedepan,aku akan kembali dengan keputusan kalian" Ruo menatap Jian Ning dan tetua Gu.
Debbbb.........
Ruo meninggalkan kedua nya dengan keterkejutan.
"Matriak,,, apa matriak tau, ranah kultivasi tuan muda Ruo? " tetua Gu yang baru tau ada sosok yang bisa menghilang begitu saja, di buat terkesima.
"Aku tak tau,,, tpi yang jelas,ranahnya sangat jauh dari kita" tutur Jian Ning.
"mari paman,,, lebih baik kita mengadakan pertemuan di aula" Jian Ning tampak bersemangat, dan tak seperti sebelumnya.
__ADS_1
"aisss..... ternyata benar,, tuan muda Ruo yang membuat Matriak termenung selama ini" gumam tetua Gu, lalu mengikuti Jian Ning dari belakang.
Keduanya lalu mengadakan pertemuan mendadak, membahas tawaran Ruo yang ingin mengajak sekte Gagak hitam bertualang ke alam yang lebih tinggi.
Apa yang di sampaikan matriak Ning dan tetua Gu, seperti mimpi yng menjadi nyata bagi mereka,,, mereka sangat antusias dengan ajakan yang di tawarkan Ruo melalui matriak dan tetua mereka.
Tak ada penolakan, justru semuanya mengangkat tangan semangat, dan pada akhirnya,,, sekte Gagak Hitam yang di pimpin wanita cantik bernama Shung Ning Yun, atau Jian Ning itu sepakat akan berdiri sejajar dengan Jiang Ruo.
*
*
Kabar mengenai ajakan dari Jiang Ruo, ke alam selanjutnya, menarik minat banyak sekte di benua Zen.
Terlebih,,, sekte Ling, yang di pimpin langsung oleh ibu dari Ruo sendiri. Baik sekte Ling, sekte Zi dan juga sekte Pedang Angin,mereka langsung mengambil keputusan bersama, dan sepakat akan menerima ajakan dari Jiang Ruo.
Namun siapa sangka,,, Ada salah satu sekte Kuno yang datang menawarkan diri untuk bergabung.
Dan mereka adalah Sekte Musang Api, dimana Jiang Ruo sempat menimbah ilmu,meski tak lama menjadi bagian sekte tersebut.
Kini,,, bisa di bilang, Jiang Ruo merupakan pemimpin muda yang dapat membangun pasukan berskala benua, jika di hitung dari jumlah.
Debbbb.........
Ruo muncul di depan gerbang Sekte Pedang Angin.
"Jadi ini yang membuat geger benua Zen hanya dalam beberapa hari"
srinnnggggg........
Tanpa aba aba,,, seorang pemuda,mencabut pedang dan menyerang Ruo yang baru muncul.
sraaakkkkk......
Pemuda itu menyabetkan pedangnya, untung Ruo dapat mengelak dengan mudah.
Pemuda itu kemudian memyerimpung kaki Ruo.,, wuussss..... kembali Ruo mengelak.
tubuh pemuda itu berjungkir balik, sambil menusukkan pedangnya pada dada Ruo.
__ADS_1
Ting.....
Pedang itu, di jepit oleh jari Ruo, melihat hal itu, si penyerang menggunakan tangan kirinya untuk memukul bahu Ruo.
Segera, Ruo dengan tenang memiringkan tubuhnya, hingga pukulan si penyerang hanya mengenai udara kosong.
Pertarungan tanpa ada niat membunuh itu, berlangsung hingga sepuluh menit.
Si penyerang baru berhenti, ketika bilah pedang miliknya berada tepat menyentuh lehernya sendiri.
"Apa kau sudah puas,, saudara Jian Cok? " Tanya Ruo, yang tanganya masih menekan pedang yang berada di leher Jian Cok.
"aw... aw... iya... iya,,, aku menyerah saudara" Jian Cok merengek dan memelas pada Ruo.
Ruo pun melepaskan kuncian tanganya, dan langsung menyapa sahabatnya trsebut.
Melihat pertarungan Ruo dan Jian Cok usai, Jian Luo dan Jian Wewei menghampiri keduanya, dan saling menyapa.
"Saudara,,, sebaiknya kita segera masuk.banyak petinggi benua Zen yang menunggu kedatanganmu dari kemarin" ucap Jian Luo, mengajak Ruo.
"Benarkah?begitu cepatkah berita itu menyebar? "
"Saudara,,, Benua Zen memang berkali kali lebih luas dari daratan Zurhen,,, tapi terlalu kecil, untuk sebuah informasi yang sangat penting" tutur Jian Luo
"Ya,,, saudara Luo benar,bahkan kami bertiga sebenarnya di tugaskan untuk mencari keberadaan saudara" Lanjut Jian Wewei.
"Dan saudar Jian Cok,,, apa saudar mendapat tugas untuk mengujiku? " tanya Ruo, dengan nada bercanda.
"Aissss..... tentu saja aku akan menguji mu saudara,,, bagaimanapun,menguji orang hebat seperti mu, adalah kehormatan bagi ku,, hehehe" Jian Cok berceloteh.
"saudara, terlalu menganggap tinggi,,, mari,,, lebih baik kita masuk sekarang"ke empat pemuda itu lalu memasuki pintu gerbang sekte, dan langsung menuju aula pertemuan.
" Saudara,,, kalian masuklah terlebih dahulu! " Ruo meminta ketiga sahabatnya untuk meninggalkanya, karna di tengah perjalanan memasuki area sekte,Ruo merasakan kehadiran seseorang yang dia hormati.
Debbbb........
"Salam hormat junior pada Senior Huo Eng" Ruo langsung mengepalkan tinju dan memberi peradatan pada Huo Eng,, Huo Eng, adalah seorang penjaga gerbang sekte musang api, dan beliau adalah orang yang membantu Ruo membentuk semua elemen yang ada padanya.
Bagi Ruo,,, Huo Eng adalah sosok guru yang bijaksana, dan pantas mendapat penghormatan darinya.
__ADS_1
...........................