Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Kekuatan sekte Lembah Angin


__ADS_3

Selesai dengan makanan dari hasil buruan Ruo,,,, Ruo dan Yao Ming, melanjutkan perjalanan, namun ketika dua kilometer lagi mendekati gerbang ibu kota,,, tiga sosok bertopeng menghadang keduanya.....


"Senior Yao,,,, spertinya, istirahat kita akan tertunda" ucap Ruo pada Yao Ming


"ehm..... benar anak muda, ketonggeng ketonggeng itu sepertinya mau mencari masalah dengan kita" tutur Yao Ming,


"senior, seprti sangat mengenali mereka" Ruo mengarahkan wajahnya pada Yao Ming, dengan penasaran.


"tentu saja anak muda,,, aku sangat mengenali mereka semua,,, tapi sebaiknya, kau meladeni mereka dulu" suruh Yao Ming.


"ehhh.... " Ruo bingung dengan maksud Yao Ming


"senior tak mau membantu kah" protes Ruo


"bukan tak mau membantu,anak muda,,,, tapi tuan dari ketonggeng itu telah memgunci kekuatanku, itulah kenapa dari awal aku hanya diam saja" Yao Ming, menjelaskan kondisinya pada Ruo


"pantas,,, lagi pula akan sangat aneh jika kenalan dari orang yang pernah mengalahkan ku tidak memiliki kekuatan yang sama" tutur Ruo...


"anak muda,,, jika yang kau maksud kenalan ku adalah Yao wendhi, kau salah.... dia bukan kenalanku, tapi dia adalah anak ku" ucap Yao Ming


"aapaaaaa...... "


Ruo di buat sangat kaget dengan pengakuan Yao Ming.


"se.. se... serius, senior" Ruo tergagap


"ehmmm..... aku serius anak muda"


stelah itu keduanya kembali menatap Tiga sosok bertopeng.


"apa kalian berdua sudah selesai"


tanya salah satu dari ketiga sosok bertopeng.


"ah... aku tak menyangka, kalian bahkan dengan sabar menunggu kami selesai berbicara" timpal Ruo.


"bocah,,, kau masih bisa santai berbicara, setelah menghancurkan penjara Kekaisaran"


"aissss...... langsung saja pada maksud kalian, tidak usah mencari perkara lain yang semuanya bermuara pada kalian sendiri" sanggah Ruo


"Dan kau,,,, pak tua Ming,,, jangan coba coba ikut campur, pergilah dari sini" sosok bertopeng itu menyuruh Yao Ming pergi menjauh.


"hehehehe.... hei Tao, aku juga malas meladeni ketonggeng sepertimu"


teriak Yao Ming, sementara sosok bertopeng yang di panggil Tao, sudah sangat marah,,, tak henti hentinya, Yao Ming mencaci dirinya.


"Bangsat.... cepat pergi dari sini, atau aku akan benar benar membunuhmu keparat" teriak Tao yang sudah sangat geram..


"ya... ya,,, baiklah aku pergi" ucap Yao Ming dengan malas.


"anak muda,,, aku yakin kamu bisa menghadapi mereka, tapi kau harus hati hati dengan racun kalajengking dri ketonggeng itu" Yao Ming berpesan pada Ruo agar hati hati


"baik senior,,, jika senior tak ada tempat, pergilah ke kediaman sekte Lembah angin, yang ada di bagian utara gedung kompetisi" ucap Ruo pada Yao Ming.

__ADS_1


"baik, aku akan kesana" Yao Ming paham maksud dari Ruo yang memintanya pergi ke kediaman sekte Lembah Angin, diapun meninggalkan Ruo dengan tiga sosok bertopeng.


setelah kepergian Yao Ming, Tao tiba tiba bersiul kencang,.


"tttiiiuuuuuttttttttt"


siulanya di dapat di dengar dari jarak yang sangat jauh, meski tidak mengeluarkan aura penekanan.


beberapa saat kemudian,,, ribuan sosok bertopeng lainya berdatangan ke lokasi mereka berempat.


"hahahaa,,,,, aku tidak menyangka, senior sangat menghargai kekuatanku dengan mengerahkan begitu banyak ahli ranah jendral" Ruo tertawa senang


"baik,,,, tidak sopan jika aku tak menghargai usaha senior" Ruo mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya....


"jangan biarkan dia menggunakan alat itu,,,, serang sekaraaaangggg" Tao seperti tau apa yang akan di lakukan oleh Ruo, segera dia memerintahkan semua pasukanya untuk menyerang Ruo.


"Blaaaaaaaaarrrrrrrr"


mereka terlambat,,, Ruo telah memecahkan sesuatu yang berada di tanganya. dan itu adalah alat untuk meminta bantuan pada semua orang yang memiliki hubungan dengan sekte Lembah Angin,,,


"jurus Lembah Angin,,,, elemen angin"


Buuuzzzzzzzzzzzzzzzz...............


Dari kekosongan antara langit,,,,, awan berputar, dan membentuk pusaran badai,yang sangat besar. seperti siap untuk meratakan segala yang di terjangnya,,,,, langit bergemuruh membuat semua orang yang berada di ibukota mulai ketakutan.....


namun, bukan hanya Ruo yang bersiap, Tao dan lainya juga bersiap.


"elemen kegelapan,,,,,,, kubah kaisar" teriak Tao....


blaaaaaaarrrrrrrrrrr........


energi dari jurus Tao, membentuk kubah yang sangat luas, mengurungnya dan semua anak buah nya bersama Rup di dalamnya..... sementara pusaran angin,seperti masih mengumpulkan kekuatan puncaknya.


kegaduhan yang luar biasa terjadi di ibukota,,,, kecuali bagi orang orang yang mengenali jurus elemen angin milik Ruo, mereka langsung melesat ke TKP.


Qian Qin, Wan Li, Wuji, Bai Huang,Zhang San, Liu Bai dan Liu Fei melesat pergi ke tempat pertempuran....


sementara patriak Li, tetua Ren tetua Yan, juga Lung beserta seluruh anak buahnya menyusul berikutnya......


Ratusan ribu prajurit Kekaisaran pun di kerahkan untuk mengantisipasi serangan.... dan yang tidak di sangka, Ribuan murid Sekte Lembah angin kini tiba di TKP, mereka semua adalah murid sekte yang masih dalam menjalankan misi,,yang memang sedari awal mereka tau, bahwa patriak dan para seniornya mengikuti turnamen antar Kekaisaran.....


"bocah sekarang saatnya" ucap Tao dan langsung melesat ke arah Ruo, mengarahkan tanganya,,,,


whuuughhh....


wheeessssss.....


saat tangan Tao mendekati sasaran,,, tangan Tao berubah menjadi capit kalajengking... Ruo yang melihat hal itu merasa kaget, untungnya dia bisa menghindari serangan dari tangan capit kalajengking milik Tao, namun keti capit itu tidak di gunakanenyerang, maka capit itu seketika berubah ke tangan normal, hal itu membuat Ruo merasa aneh.


"teknik apa itu" gumam Ruo.


dari luar kubah,,, melihat Ruo brtarung sendiri mereka mencoba menghancurkan kubah dari elemen kegelapan milik Tao,,,,

__ADS_1


Bammmmm..... bammmmm


bammmmm..... bmammmmm


ribuan kekuatan energi mencoba menjebol kubah elemen kegelapan, namun masih belum berhasil.......


hingga salah satu murid meleset dengan sangat cepat ke arah kubah elemen kegelapan....


"elemen cahaya dan jurus Lembah angin...... sapuan badai cahayaaaa.......... heeeeeyyyyyyyaaaaaaaaaaaa"


dia adalah Xin Hu, murid yang di rekomendasikan langsung oleh Ruo, Xin Hu juga adalah pemuda yang pernah di tolong oleh Ruo, ketika tiga titik meridiannya hancur......


Bboooooommmmmmmmmmm....


gabungan kekuatan dari elemen cahaya dan juga jurus sapuan badai Lembah angin.... seketika mampu meluluh lantakkan kubah tersebut.....


"seraaaaaaaaaannnnnngggggh" melihat kubah yg menghalangi mereka untuk membantu Ruo telah hancur Patriak langsung memberi komando pada seluruh murid sekte Lembah angin.


bentrokan langsung terjadi, kini baik pihak Ruo dan pihak musuh memiliki kekuatan yang seimbang.


sementara ratusan ribu prajurit yang menyaksikan dari benteng Kekaisaran membuka mulutnya, melihat pertarungan berskala kekuatan besar.


jendral wei dan jendral wushi, serta jendral jendral yang lainya juga dalam kondisi wajah yang sama...


bahkan para kaisar dari empat wilayah tak luput dari keterkejutan mereka.


"skrg,, kita tau sekuat apa sekte Lembah angin. "


ucap kaisar Hong dari wilayah tengah


"Jiang Kun,,, lihatlah anakmu sekarang"


gumam jendral wei, yang melihat kehebatan Ruo dalam pertarungan.


sedangakan kaisar Qin dan kelima raja,,, yang melihat masing masing anaknya trlibat pertarungan hidup mati, dengan kekuatan luar biasa merasa bangga. dengan mengepalkan tangan mereka.


"habisi mereka nak Qian" Teriak kaisar Qin, yang membuat orang orang melihat ke arahnya.....


"kenapa,,, kalian lihat, ahli pengguna pisau energi itu, dia adalah anakku, putara mahkota Kekaisaran Qin Qin Qian" dengan bangga kaisar Qin, mengenalkan identitas anaknya pada semua orang.


"hehehee,,,, penguna panah itu adalah anakku" ucap Raja Wu, dan juga di susul raja yang lain, yang mengenalkan anak mereka.


"ternyata, enam jagoan turnament itu adalah anak anak penguasa Kekaisaran Qin" ucap seseorang


Di tengah pertempuran,,, pasukan murid sekte Lembah angin mendominasi, kekuatan terendah dari mereka berada di ranah jendral tahap menengah, sedangkan banyak dari musuhnya berada di ranah yang sama, namun dengan ke ahlian dan jurus jurus yang terbatas.


selain Ruo,,,dan ke enam saudaranya,Xin Hu sangat mencolok dengan kekuatan angin dan elemen cahayanya, semua musuh di depanya di tumpas habis.


patriak yang masih dalm pertarungan di buat takjub oleh Xin Hu.


"tak salah Ruo merekomendasikan anak itu" gumam patriak Li lalu sesekali melihat ke arah dua tetua Li, yang tak lain anaknya sendiri.


"saudara Yang,,,, sudah sangat lama kita tidak melakukan pertarungan seperti ini"

__ADS_1


"benar adik Ren,,,,, kita tak perlu sungkan untuk bersenang senang".... tukas tetua Yan.


__ADS_2