
"Terimakasih informasinya!! " Ucap Ruo pada dewa yang dia sandra,kemudian...
BAMMMM.........
Ruo menghancurkan Dantian dewa tersebut, dan membuatnya benar benar menjadi dewa sampah.
"Kau... arrrggggghhh,, kau membohongiku keparatttt, Aarrrggghhhh" sambil mengerang kesakitan, dewa itu memgumpatiJiang Ruo, yang menurutnya Ruo telah menipunya.
"Kau ingatlah perkataan ku tadi!!! aku memberi mu hidup,bukankah aku berlaku demikian?? "
Dewa itu tak menjawab dan terus mengerang kesakitan.
"maka hiduplah!!! "
Whoooossssss.........
Usai berucap, Ruo melesat ke arah utara sesuai informasi yang di berikan dewa tadi, bahwa hunian dewa paling dekat adalah ke arah utara.
Dan informasi itu memanglah benar. setelah Satu jam terbang,,, Ruo mulai melihat sebuah benteng wilayah yang terbentang panjang.
Ruo berdiri di udara tak jauh dari gerbang masuk pintu kota Shen Hun menurut informasi yg dia dapatkan.
Dan tak hanya itu saja!!! kota itu juga tengah menunggu Jiang Ruo yang merupakan buronan kelas satu.
Tanpa berfikir lagi,, Ruo dengan tatapan benci langsung mengeksekusi kota Shen Hun.....
"Element tanah!!! Pesona mengguncang Bumi....!!? "
Krak.... krakkk...
Sesuai gerakan tanganya,,, tanah yang yang begitu tenang,, tiba tiba retak dan berguncang,tanah tanah mengerucut ke atas,,, serta menghancurkan tembok benteng yang sangat kokoh.
BOOOOMMMMMMMM.......
Setelah tanah terangkat, Ruo menjatuhkan kembali gumpalan gumpalan tanah raksasa itu ke kedalaman.
Hingga menciptakan dentuman yang luar biasa dahsyat.
DEEEMMMMMMMMM..........
Jiang Ruo hanya berdiri tenang,,, menunggu reaksi dari semua dewa yang menjadi penghuni kota.
whoooosssss......
Ratusan dewa muncul hendak memeriksa asal suara dan apa yang terjadi pada benteng kota mereka.
Namun, mereka di kagetkan dengan seorang pemuda yang berdiri tenang di udara, sejajar dengan mereka.
"Ji.. ang,,,, Ruo??? " gumam salah satu dari mereka.
Jiang Ruo mendengar gumaman darinya lalu....
Sllaaaaaapppppppp.........
DUUAAAARRRRR.........
__ADS_1
Kepala dewa itu meledak, menyisakan tubuhnya yang langsung terjatuh ke tanah.
Swoooooosssssssss........
Kali ini, Jiang Ruo mencabut pedang taring neraka dari cincin ruangnya.
"Apa kalian tidak ingin, meski sekedar basa basi??? " ucap Ruo.
Mendengar ucapan dari pemuda yang telah membunuh rekan mereka, ratusan dewa tersebut langsung memberikan serangan secara bersamaan.
BOOMMMM.... BOOOMMMMM
Ruo dapat berkelit dari ratusan serangan yang mengarah padanya dan mengalihkan serangan energi itu ketanah.
Lalu Sambil menghindar,,, Ruo kemudian mengayunkan pedang taring neraka dan mengibaskanya.
"Tebasan semesta.... hyaaaaa"
Chuuuuwwwwwwww...........
BOOOMMMM.....
BOOOOMMMMMMM
DEMMMMMMMMMMMMM.......
Hanya sekali serang!!! ratusan dewa menjadi abu dan tak berbekas.
Tak hanya itu saja!! bahkan lesatan energi dari jurus Ruo, mengahancurkan ribuan rumah dan gedung sepanjang kiloan meter.
Dan pada akhirnya!!! sesuai dgn perkiraan Ruo,,, ribuan dewa muncul di hadapanya.
BAMMMMM..........
Ruo kini mulai serius dengan pertarungan yang lebih besar, tanpa perduli seberapa kuat lawan lawan yang akan di hadapinya.
Dalam bentuk Tranformasi Bintang Raja dari Ranah kultivasinya,, Ruo merasakan kekuatan berkali lipat dari seblumnya.
"Bunuh bocah keparat itu!!!! "
Ribuan dewa segera memberikan serangan pada Ruo.
Ruo yang melihat lawanya memulai serangan hanya tersenyum dan berkata
"Jangan kecewakan aku, dewa dewa keparaaaaaaaattttttt!!!! "
Ruo kembali mengayunkan pedang, untuk menghalau ribuan serangan yang mengarahnya.
Ribuan serangan dari ras dewa mampu di tepis dengan mudah oleh ayunan pedang Ruo.
"Duri landak!?? tusukan semestaaaa!! "
Seraya menepis serangan energi dan serangan langsung dari ribuan dewa,,, Ruo melepaskan jutaan duri semestanya untuk memberikan serangan balik.
__ADS_1
"Perisai dewaaaa!!!! " ratusan dari mereka segera melindungi diri dari duri semesta dengan formasi pertahanan.
BOOOOOMMMMMM.........
Sayangnya mereka salah mengira,bahwa betapa kuatnya duri semesta milik Ruo, yang akhirnya mereka harus menerima kematian dengan tubuh meledak.
Trank... Trankk... trang.....
Ruo berkelit dari ratusan serangan jarak dekat,yang bertubi tubi menargetkan tubuhnya,,ras dewa membabad Ruo dengan berbagai jurus dan ke ahlian.
Namun,, itu belum cukup untuk melumpuhkan pemuda dari daratan Zurhen tersebut.
Ruo yang tak ingin terdesak, mengendalikan kembali seluruh duri semestanya.
Swooossssssssss......
DUARRR.... DUARRR... DUAAAARRR..
Duri semesta kembali berhasil mengurangi lawan lawannya.
Namun dari arah kota, musuh mulai kembali berdatangan dengan jumlah yang lebih banyak hingga.....
"Elemen angin, tanah, logam,,,,, MATIIIIIIII!!! "
DEEEEMMMMMMMMMMMMM
Ruo menggunakan kekuatan tiga element sekaligus!!Seketika,,, tanah kembali berguncang, dengan besi besi raksasa mengerucut menghantam dewa dewa dari bawah dan langsung menewaskan sebagian dari dewa trsebut, bahkan yang baru muncul untuk menyerang Ruo.
Mereka yang belum hilang rasa panik, harus pasrah ketika sebuah pusaran angin tornado raksasa menggulung mereka semua dan meledakkan tubuh nya di dalam pusaran.
Dengan Cepat,, Ruo memanfaatkan kelengahan mereka yang belum tewas dengan serangan jarak dekat.
Ruo menebas setiap tubuh dari dewa dewa itu,dengan sangat cepat, hingga tak dapat terlihat oleh kasad mata.
Tak ada dari mereka yang terkena tebasan pedang taring neraka berjasad utuh, tubuh mereka terbelah dan tanpa kepala.
Selesai dengan dewa dewa yang menyerangnya,, Ruo kembali mengumpulkan kekuatanya dan mulai memborbardir wilayah dewa tersebut tanpa perlawanan yang berarti.
Ruo tak memperdulikan jeritan kesakitan, tangisan, teriakan,, tua, muda,pria, wanita, anak kecil,,,Ruo babad habis semuanya.
Ruo tak lagi memiliki belas kasih,pada mereka yang mengabdi pada Zhuxian Di Shen.
"jika ada kehidupan setelah hari ini?? maka hiduplah selayaknya dewa!! "
Dengan pandangan tegas, Ruo melihat kehancuran kota yang ia sebabkan.Pemuda itu menengadahkan wajahnya ke langit dengan pedang taring neraka yang masih tergenggam di tanganya.
"Kenapa kau tidak menunjukan diri sampai saat ini,, keparatttt??!!! "
"Apa tujuanmu membiarkanku melakukan semua ini,,, sialannnnn??! "
Jiang Ruo tak henti berteriak dan mengumpati Zhuxian Di Shen.
Di atas udara, setelah meluapkan kekesalanya,,, Jiang Ruo mematung!! pemuda itu merenung untuk beberapa saat tanpa melakukan gerakan apapun.
Matanya terpejam, pikiran dia fokuskan pada ketenangan, sembari mengakhiri transformasinya lalu.....
__ADS_1
Whooooossssssss.........
Secepat kilat, Jiang Ruo melesat meninggalkan Kota Shen Hun yang kini hanya terlihat tumpukan puing dengan kobaran api di berbagai titik.