Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Kebangkitan Ras Manusia Abadi


__ADS_3

"saatnya membersihkan para dewa sampah di benua barat alam dewa tingkat satu ini" Jiang Ruo sedikit menyeringai dengan maksud jahatnya.


whooosssss.........


A Lung di keluarkan paksa dari dunia jiwa, di susul Qian cs, empat Jian, dua Yao, Xin Hu dan Liu Fei, Feng Shuk dan komandan Wei Bo serta Luan Di.


Tak Lupa, Jiang Ruo mengeluarkan Pasukan Lang sebagai tunggangan masing masing, dan terakhir Jiang Ruo juga mengikut sertakan A Raiya.


Baik semua saudara Ruo maupun pasukan Lang,mereka berdiri dengan sikap heran karena berpindah dari dunia jiwa, yang tentu menimbulkan pertanyaan pada benak mereka.


Mereka yang telah lama berjuang bersama Ruo, tntu paham bahwa setiap kali mereka di hadirkan, Ruo selalu memiliki maksud dan tujuan.


"ya,,, ya,, ya,,,, baik akan aku jelaskan!! kalian tak perlu memasang wajah jelek seperti itu!! " cletuk Jiang Ruo, melihat semua tatapan tak sabar saudaranya mengarah padanya.


"Langsung saja!!! sudah saatnya alam dewa ini mengetahui keberadaan ras manusia abadi dan kembali exist, kita akan membantu ras manusia abadi menumpas ras dewa yang selama ini mengingkari keberadaan mereka! "


"Bagaimana??? " Ruo sedikit bersemangat.


"kakak??? lalu dari mana kita harus memulai?? " Yao Xue menimpali Ruo dengan pertanyaan.


"Mudah!! kita minta Saudara A Lung untuk mengeluarkan aura dari ras manusia abadinya,lalu kita hanya menunggu sembari menuju sekte cahaya dewa! " ucap Ruo.


"hahahahaaa,,,, si tampan ini sudah tidak sabar!! saudara Lung!? ayo! keluarkan aura mu itu!!" bujuk Wuji pada A Lung.


"mm.... " A Lung mengangguk.


Sejurus kemudian, A Lung pun mengeluarkan auranya,yang di biarkan menyebar agar keberadaan aura dari rasnya dapat di ketahui oleh mereka yang selama ini menginginkan berkah dari darah dan tubuh manusia abadi.


"Apa kalian siap di buru?? " Ruo berucap tegas.


"Di buru?? apa tidak salah, saudara?? " sanggah Wuji.


"kita yang memancing keledai kledai itu dn memangsa mereka" lanjutnya.


"Lang!? " Teriak Ruo memanggil tungganganya.


'ggrrrrrr.....' Alpha dari pasukan serigala angin semesta itu menggeram semangat mendekati tuanya, di susul masing masing pasukan Lang lainya yang mendekat ke tuan mereka.


"Ya'er? apa Xue'er sudah mengajarimu? " dari atas Zan Lang, Ruo mendekat dan bertanya pada A Raiya karena dia belum lama berlatih di dunia jiwa.


"Sedikit saja gege,, tapi Ya'er rasa,Ya'er mulai terbiasa" jawab A Raiya.


"mm... baguslah!! kita berangkat sekarang! " Ruo pun memimpin dengan semua saudaranya berbaris rapi di belakang di atas tunggangan pasukan serigala angin semesta.


________________


"aura ini??? " seorang kultivator lepas yang sebelumnya sedang bermeditasi di buat kaget merasakan aura dari ras manusia abadi.


Begitupun dengan kultivator lainya yang merasakan aura yang sama.


"Ras manusia abadi? " gumam kultivator lainya.


Tak butuh waktu lama, aura yang di sebar oleh A Lung langsung menarik minat mereka yang memiliki niat untuk memanfaatkan tbuh dari manusia abadi.

__ADS_1


Mereka mengikuti jejak aura dengan tujuan agar menjadi yang pertama yang menangkap salah satu ras yang penuh manfaat bagi kultivasi mereka trsbt.


Tak perlu waktu lama bagi kultivator lepas yang memang posisinya tak jauh dari pasukan Ruo berada,untuk menemukan asal dari aura trsbt, Seperti saat ini!! Ruo cs ternyata sudah di kepung oleh puluhan kultivator, yang rata rata berada di ranah bintang emas, dan yang tertinggi berada di ranah bintang berlian.


"Ternyata kalian masih sangat muda? hahahaa"


"bagusss,, itu akan lebih memudahkan kami untuk menangkap kalian"


Beberapa orang dengan wajah serakah seperti tak sabar untuk menangkap Ruo dan lainya, yang saat ini berada di hadapan mereka.


seperti biasa,, Ruo meminta semua saudaranya menekan ranah kultivasi mereka ke level paling rendah, begitupun dengan pasukan Lang, agar misinya makin mudah.


"Senior? memangnya apa yang para senior inginkan dari kami? " A Lung yang kini memiliki kepercayaan diri dan keberanian, pura pura menanyakan maksud dari penyergapan yang di lakukan oleh puluhan kultivator di depanya.


"Kau akan tau maksud kami nanti! " ucap salah satu penyergap, yang lalu langsung melesat ke arah A Lung, di ikuti oleh lainya.


'heyyaaaaa'


Melihat musuh melesat kearah mereka, Ruo dan lainya,tak tinggal diam.


"jangan langsung bunuh!!anggap saja sebagai latihan fisik, biarkan yang lainya datang!! " ucap Ruo melalui pesan jiwa.


"mm.... " semua saudaranya mengangguk paham.


Pertarungan pun pecah di wilayah kota Royan yang tentu saja keributan itu menarik perhatian banyak kultivator.


Banyak dari mereka yang bergabung dengan musuh,, namun tak sedikit pula yang memilih untuk tidak perduli.


Ruo cs dengan piyawai meladeni setiap serangan musuh musuhnya,mereka menikmati pertarungan fisik yang di anggap sebagai latihan.


"Dengan ranah bintang perak,, kenapa sangat sulit untuk melumpuhkan pemuda pemuda ini?? " pikir salah satu musuh yang masih dalam pertarungan melawan Qian Qin.


"Di larang melamun saat berada dalam pertarungan, senior!!" ucap Qian Qin, yang lalu menyarangkan tinju pada lawanya.


Buaakkk......


Satu pukulan keras, tepat mengenai perut musuh. L


Qian Qin, mengirim tubuh musuhnya menjauh, dan berganti dengan musuh yang lain.


"kenapa kau hanya bisa menghindar pemuda sialan?? " salah satu kultivator yang menjadi lawan Wuji, merasa kesal.


"haiihhh,,,, senior?? bukan aku yang slalu menghindar! kau saja yang tak tau cara bertarung,, hahahaa"ledek Wuji.


" Kau meremehkan ku anak muda!! "ucap lawan Wuji makin geram, yang kemudian menyerang Wuji dengan trengginas.


BAMMM.......


DUAAARRRRR......


pertarungan yang sebelumnya tidak bisa di katakan serius,kini memanas... yang sebelumnya hanya menggunakan fisik dan ke ahlian beladiri,sekarang mulai menggunakan serangan energi qi.


" hohoho.... sepertinya anda memilih untuk lebih serius senior??? "ucap WanLi.

__ADS_1


" hahahaa... kenapa??? apa kau merasa gentar sekarang?? cuihh..... hanya ranah bintang perak,merasa seperti di atasku yang bintang emas"tukas orang yang menjadi lawan WanLi.


"Benarkah??? "


"kalau begitu,, majulah!! si bintang perak ini akan memuaskan pertarunganmu, senior!! " timpal WanLi, lalu segera menyerang lawanya.


Pertarungan yang sebelumnya hanya melibatkan puluhan orang,, kini menjadi ratusan, bahkan mendekati ribuan.


Dari tempat yang cukup jauh, seorang pria paruh baya berdiri tegap di udara, mengamati pertarungan Ruo cs melawan kultivator bebas, sambil memanjakan jenggot panjangnya.


"Menarik!! dari awal, pemuda pemuda itu hanya bermain main dengan lawannya! " gumam pria paruh baya itu.


"Pak tua?? apa kau memiliki tujuan yang sama dengan para bandit ini?? " Ruo dari jarak yang cukup jauh, mengirim pesan jiwa pada pria paruh baya itu.


hal itu tentu membuat pria tua itu tersentak kaget, dan membuatnya mematung.


Segera pria tua itu mengambil sikap


"ah,,, tidak,orang tua ini tak memiliki maksud yang sama dengan musuh musuh mu saat ini" jawab pria tua itu melalui pesan jiwa dan mengirimnya pada Ruo, yang masih sibuk meladeni pertarungan.


"Bagusss!! jika kau mempunyai niat yang sama,,, junior takan sungkan" ancam Ruo, yang membuat tubuh pria tua itu sedikit bergetar.


Boooommmmmm...............


Akhirnya,, Jiang Ruo melepaskan aura sejatinya yang berada di ranah bintang jendral tahap puncak.


"kkaau.....??? " semua orang termangu, melihat dan merasakan aura yang begitu dahsyat menyebar di hampir seluruh wilayah kota Royan.


Musuh yang sebelumnya yakin akan mudah menangkap kelompok Ruo, kini di buat tercengang dengan rasa takut yang membuat mental mereka gentar.


"tunggu apa lagi!!! bunuh mereka yang memiliki niat jahat pada kita" teriak Ruo memberi perintah pada semua saudara.


"heyyyaaaaaa...... "


slasshhhhh.....


Duarrr.....


duarr


BOOOOOMMMMMMMM.


Pada pertarungan serius,hanya sekejap saja semua musuh di bantai habis oleh Ruo cs, dan pasukan Lang.


Ruo berdiri tegap menatap ke arah pria tua yang tubuhnya kini bergetar hebat.


"pak tua!? kami adalah pasukan angin semesta yang akan memburu mereka yang selama ini memburu ras manusia abadi"


"Sampaikan pada siapapun dari ras dewa,,, aku Jiang Ruo,dari ras manusia abadi" Ruo melantangkan suaranya agar dapat di dengar oleh semua orang.


kemudian mengajak pasukan kelompok kecilnya pergi meninggalkan kota Royan.


Sedangkan Pria tua itu sendiri, masih dalam sikap tergagap dengan hati gentar.

__ADS_1


"Jiang Ruo?? " ucap pria tua itu pelan.


__ADS_2