
Tiga hari Ruo dan ke empat temannya melakukan perburuan,keempat teman baru Ruo di buat kagum dan takjub,,, juga merasa sangat senang.
Di perburuan mereka kali ini,,, mereka bukan saja mendapat banyak buruan, melainkan banyak spirit beast tngkat delapan puncak,berkat Ruo.
"Junior,,,, kalau benar junior tak memiliki tempat tinggal,,,, ikutlah dengan kami ke desa pemburu" ajak pungal
"Senior,,, sebenarnya aku juga berfikir demikian, dan jika tidak merepotkan,,,, aku akan ikut dengan senior" ujar Ruo.
"baiklah.... karna hasil dari buruan kita lebih dari cukup, sebaiknya kita kembali sekarang" ajak pungol, lalu mereka pun bergegas untuk kembali ke desa mereka di desa pemburu.
"hahahahaaa..... lihatlah,,,, empat pemburu sampah, telah kembali.... dan siapa anak yang mereka bawa itu"
sesampainya di desa pemburu, Pungal dan yang lain, justru mendapat sambutan cacian dari pemburu lain.
"Hei... kalian, apa yang kalian bawa kali ini..... domba angin, atau Burung gelatik sayap perak,,, hahahaaa" mereka terus mengejek kelompok Pungal, tanpa merasa puas.
"Senior,,, apa maksud mereka" Ruo seperti tidak menyukai orang yang menghina pungal.
"Junior,,,,, biarkan saja mereka,,, dan tak perlu perduli... kita langsung menjual hasil buruan saja di paviliuan Beast" ajak pungal sekaligus menenangkan emosi Ruo.
"tcihhh,,,,, dasar para sampah" mereka yang mencaci Pungal cs, merasa kesal karena tak di hiraukan.
Pungal cs cuek,,, melanjutkan langkah mereka ke paviliun Beast yang berlokasi di pusat desa pemburu.
"aiissssss...... ternyata kalian,,,, masuklah" pemilik paviliun seperti kurang menyukai kehadiran pungal cs, alasanya karena biasanya hasil buruan mereka bukan Beast yang bernilai, bahkan bisa di anggap sampah.
"berapa domba angin yang kalian bawa hari ini" Tengkulak Beast langsung menebak hasil buruan Pungal cs.
Pungal dan lainya hanya diam lalu saling memandang satu sama lain.
"Tuan Ma, biaskah kita cari tempat yang lebih luas... " ajak Pungal.
__ADS_1
"kenapa...... memangnya seberapa banyak domba angin yang kalian bawa"
"cukup banyak tuan Ma... "
"tcih.... menyusahkan saja.... baik,kalian ikuti aku.. " ajak Tuan Ma dengan malas dan sedikit kesal.
"Di sini saja,, biar sekalian orang orang tau, berapa banyak domba angin yang kalian bawa" ucap tengkulak Ma pada Pungal.
Dia sengaja ingin memepermalukan Pungal cs pada orang orang, hingga tempat yang di tunjuknya adalah pelataran jalan paviliun Beast nya.
"Baiklah kalau di sini tidak apa apa" ucap Pungal.....
Whusssssssssssssss..........
Pungal, Pungol, Pungpung dan Pungtong mengeluarkan hasil buruan mereka dari cincin ruang.
breeeeegggggghhhhhh......
"aa........ " tengkulak Ma tak bisa berkata apapun, melihat apa yang di keluarkan Ke empat Pung.... begitupun semua orang yang berlalu lalang,,, mereka semua mendadak mematung melihat saking banyaknya Beast hasil buruan ke empat Pung.
"Tuan Ma,,, ini adalah hasil buruan kami hari ini,,, silahkan anda memeriksa " pinta Pungal.
"gleeukkk"tengkulak Ma menelan ludah kasarnya,,, memaksa diri untuk kembali tenang.
Perlahan,,, tengkulak Ma menatap satu persatu wajah ke empat Pung, begitupun dengan semua orang yang berada di sekitar mereka.
" Pungal,,,, apakah semua Beast ini berada di atas tingkat lima,,,, " tanya tengkulak Ma.
"emmmm.... benar tuan,seperempat jumlah dari Beast ini berada di tingkat 7 dan 8 ,,,,,, puncak"
"apaaaaa...... 8 puncak"
__ADS_1
"tuan periksa saja langsung"
"baik... baik... baikkk.... So tong, panggil semua anak buah dan periksa,,sekalian hitung hasil buruan Pungal ini... juga jangan lupa, pisahkan menurut tingkatanya" suruh tengkulak Ma pada anak buahnya.
sambil menunggu,,, tengkulak Ma berbincang dengan ke empat Pung, sedangkan Ruo yang malas hanya mendengarkan pujian basi tengkulak Ma pada ke empat Pung tanpa minat.
"Tuan,,, semua sudah di hitung,,,, total ada 973 Beast, dari tingkat 5,6,7 dan 8,,,silahkan tuan lihat total dari catatan ini" So Tong memberikan buku catatanya.
"Pungal,,,,, nilai dari semua Beast ini adalah 15,8 jt keping emas"
Bruuuughhhhhhh.....
mendengar nilai total dari Beast nya,,, Pungal ambruk lemas ke tanah.... seumur hidupnya,,,, jangankan berjuta juta,, bahkan ratusan ribu keping emas, hanya ada dalam angan dan mimpinya.
"bangunlah senior,,, tak perlu sekaget itu" Ruo memegang pundak Pungal,dan memintanya kembali berdiri.
Pungal masih menatap kosong karna ketidak percayaanya.... matanya nanar melihat ketiga Peng yang lain.
"Akhirnya,,,, kita bisa memberi kecukupan pada keluarga Pung kita...." ucap pungal lirih.
Ruo pun seperti menebak keadaan dari keluarga Pung, mendengar lirihan Pungal.
"bagaimana,,,, apa kalian puas dengan harga yang ku tawarkan" ucapan Tengkulak Ma menyadarkan emosi mereka.
"puas tuan... kami sangat puas" kata Pungal, lalu matanya beralih ke arah Ruo, bibirnya bergerak mengucapkan terimakasih dengan mata yang hampir menangis bahagia.
"em.... " Ruo mengangguk, menanggapi gerakan bibir Pungal.
"baik... sekarang,kita kedalam dan mengambil bayaran untuk Beast kalian.... mari.. " ajak tengkulak Ma.
setelah selesai melakukan transaksi, Pungal pamit pada tengkulak Ma dan mengajak Ruo ke kediaman keluarga Pung mereka.
__ADS_1
............................