
"Junior,,, segeralah kembali ke alam langit!!! " Zhen Long tiba tiba mengirim pesan Jiwa pada Ruo dari dunia Jiwa.
"ee... ada apa senior? " Ruo yang menerima pesan jiwa dari Zhen Long, merasa heran.
"Entahlah,,, namun,aku dapat merasakan gejolak energi menerobos kekosongan alam menuju alam langit" jelas Zhen Long, meski tidak yakin dengan naluri yang dia rasakan.
whhuuuunnnggggg............
Zeeepppppppp.........
Ruo yang lebih memilih percaya pada naluri Sang Naga,langsung menciptakan formasi teleportasi dan segera memasukinya meninggalkan Benua Zen.
*
*
Demmmmm.......
Demmmmmmm..............
Di kolong langit,Benua selatan alam langit,,, ribuan meter di atas Sekte Lembah Angin Semesta,,,dentuman keras terdengar bersama terciptanya lima cincin portal dimensi.
Cincin portal dimensi itu, tak hanya dapat di lihat oleh semua penghuni sekte Lembah Angin Semesta,namun dari wilayah lainpun... cincin portal dimensi itu dengan jelas dapat terlihat.
Qian cs, empat Jian, Patriak dan dua tetua Li, Jiang Kun dan Ling Shu Yuan, Patriak Zi dan Patriak Jian, Yao Wendhi dan Yao Xue,Xin Hu dan Liu Fei,Luan Di dan komandan Wei Bo yang kebetulan tengah berada di sekte juga ratusan tetua lainya,, langsung bersiaga.
Begitupun dengan jutaan anggota Sekte Lembah Angin Semesta lainya,, tak luput dari sikap waspada, melihat lima cincin portal dimensi yang tercipta dari kekosongan.
Chiuuuu......
Tak berselang lama,,, sorot cahaya terpancar dari tengah lubang cincin portal,selanjutnya,,, Tiga sosok pemuda dan Dua sosok wanita terlihat bersama redup cahaya yang terpancar tadi.
Zzebbbbbb.............
Kelima cincin portal itu lenyap, menyisakan lima sosok muda yang kini berdiri dengan sikap pongah.
"tciih..... Belum juga menginjakan kaki di tanah alam sampah ini,,,, sudah di sambut kerumunan semut" Salah satu dari sosok yang baru saja muncul itu berdecit dan merasa jijik.
"haha... kau benar Adik Hua,dan maklum saja,,, di tempat sampah, selain belatung dan lalat,, memang selalu ada banyak semut" Sahut salah satu sosok pemuda yang lain, pada gadis yang di panggil Hua.
"Saudara Jun,saudara Shin saudara Lian dan saudari Yui,,,kenapa harus kita berlima yang mendapat tugas ke tempat seprti ini? " tanya Wanita bernama Hua dan menyampaikan protesnya.
"Aku sudah menanyakan itu pada senior Han,adik Hua,,,namun bukanya jawaban, justru Senior hanya memberikan gulungan kulit ini padaku" Jun menjawab Hua, dan memberikan gulungan kulit itu pada Hua.
Hua menerima gulungan kulit lalu membuka nya.
Hua sejenak memandangi gulungan kulit tersebut, yang ternyata adalah sebuah lukisan wajah seorang pemuda yang sangat tampan, lengkap dengan namanya.
__ADS_1
"Jiang Ruo.... " Hua membaca Nama dari lukisan wajah dalam gulungan kulit itu dengan pelan.
Selesai dengan Hua, lukisan itupun Hua perlihatkan pada semua sahabatnya.
"Saudari Hua,,, aku tak menyangka, di alam ini ternyata ada pemuda setampan itu" bisik Yui pada Hua,setelah melihat lukisan wajah Ruo.
"Haiii..... sudahlah!!! mari kita tanyakan pemuda yang bernama Ruo itu pada semut semut di bawah sana!! " ajak Hua pada empat temanya.
Debbbbb.........
Hanya dalam kedipan mata,,, Hua cs sudah berada di jarak dua puluh meter di hadapan para petinggi Sekte Lembah Angin Semesta.
Hua yang terlihat malas,,, langsung melempar lukisan wajah Ruo dan menembakkan energi.
Chiuuuuu............
Energi yang di tembakkan Hua adalah energi dari teknik ilusi, yang secara ajaib,,,, Hua memVisualkan wajah Ruo dengan jelas dan besar.
Semua petinggi tersentak melihat wajah pemimpin mereka di munculkan oleh lima orang asing,, namun kesemuanya memilih menunggu kelima orang asing itu mengutarakan maksud mereka.
"Saya yakin,,, kalian semua sudah melihat wajah dari sosok pemuda tadi,,, namanya adalah Jiang Ruo dan kami mendapat tugas untuk membawa nya ke tempat kami" Hua dengan suara anggun namun tegas,menyampaikan maksud nya.
"Apakah dia berada di antara kalian semua? " lanjut Hua, lalu menilik setiap wajah, baik para petinggi maupun anggota sekte Lembah Angin Semesta.
Beberpa lama tak mendapat jawaban,, dan tak mendapati sosok Ruo berada di antara semua orang,, Hua lalu beralih wajah pada empat temanya.
"mmm" Jun hanya menggeleng.
Dari semua orang yang diam,,, Wuji akhirnya melangkah menghampiri kelima pemuda asing itu.
"Hai Nona?? boleh aku bertanya?? " ucap Wuji dengan santai.
Mendengar pertanyaan Wuji,,, Hua dan lainya menoleh ke arah pemuda tersantai se alam semesta itu.
"emm... cepatlah!! apa yang mau kau tanyakan!!! " tukas Hua dengan sikap sinisnya.
"Ada urusan apa kalian dengan Jiang Ruo?? " ucap Wuji
Hua, yang mendapat pertanyaan Wuji segera menilai, bahwa pemuda di depanya seperti mengetahui sosok Ruo,,.Hua pun melangkah perlahan ke arah Wuji.
"owh.... sepertinya kau mengenal si Ruo ini,,, apa dugaan ku benar? "Ujar Hua sambil terus melenggang mendekati Wuji, dengan jari telunjuk nempel di bibir.
" Kau belum menjawab pertanyaan ku, Nona!! "ucap Wuji dengan tegas.
" haahh..... "Hua sedikit kaget dengan sikap tegas Wuji.
" hahahaaa..... suadara lihatlah!!! ternyata ada semut galak di antara kerumunan semut ini"ledek Hua sambil mengingatkan temanya yang lain, dengan tangan yang menunjuk ke arah Wuji,meremehkan.
__ADS_1
"whuuuuuusssssss..........
Sreeeeettttttt.............crassshhhhh
Cakram Guang melesat,,, memotong langsung tangan Hua, wanita cantik dari alam dewa tingkat satu.
" Yoosshhhhhhh.......... tepat sasaran" Wuji berselebrasi mengangkat kedua tangan setelah berhasil memotong tangan kanan Hua.
"aaaa....ppp..... aaaaaarrrrrgggghhhh" Hua yang baru sadar kalau tanganya telah terpotong, langsung menjerit kesakitan.
Whhoooosssss........
Bammmm.......
bammmmmmm..........
Keempat sahabat Hua langsung melesat menyerang Wuji,,, namun yang tak mereka sangka,, bahwa semua orang yang mereka anggap semut,, adalah kultivator kultivator terkuat di alam langit.
Ranah Bintang Bumi atau dewa abadi terlalu kuat bagi kelima pemuda yang ada pada ranah Bintang berlian atau dewa suci.
Dan tentu saja,,, kelima pemuda dan pemudi itu hanya menjadi bulan bulanan para petinggi sekte Lembah Angin Semesta.
Hanya dalam waktu beberapa saat saja, kelimanya dapat langsung di lumpuhkan.
"Aissss...... beberapa saat lalu,kalian begitu tampan dan cantik, tapi sekrang???? aahh... sudahlah" ledek Wuji pada Hua dan empat lainya.
"Sejujurnya,,, aku lebih suka membunuh kalian yang datang dengan sikap sombong,tapi biar saudara Ruo yang menentukan nasib kalian" lanjut Wuji dan berlalu meninggalkan kelima pemuda itu menjadi tontonan semua anggota sekte Lembah Angin Semesta.
*
*
Di suatu tempat Alam Dewa,, ternyata semua yang terjadi pada ke lima pemuda pemudi itu, di saksikan langsung di tempat itu.
"Cerobohhhh...... dasar para pemuda sombong" Teriak suara kegeraman dari seorang pria paruh baya di dalam suatu aula sambil tetap melihat proyeksi yang memvisualkan keadaan kelima pemuda pemudi yang di tawan oleh Sekte Lembah Angin Semesta di alam langit.
"Patriak,,, lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya" ucap seorang lainya pada orang yang terlihat gusar tadi yang tak lain adalah salah satu patriak dari sebuah sekte yang berada di alam dewa.
"Tidak ada selanjutnya,, kita tunggu sampai pemuda yang bernama Ruo itu menentukan nasib Hua dan lainya"
"Tetua Hun,,,,sampaikan pada tetua Jia Yi bahwa kelima muridnya telah gagal dalam menjalankan misi di alam Langit!!!" Patriak yang bernama Wong Shen memerintahkan tetua Hun.
"Baik... " jawab tetua Hun menyanggupi, tanpa menunggu tetua Hun meninggalkan aula.
"Aisssss...... pada akhirnya,kesombongan memakan kalian sendiri" gumam Patriak Wong menyayangkan sikap murid murid sektenya.
"Semoga pemuda Ruo itu memberi pengampunan pada nyawa kalian,, haaahh" sambil membuang nafas,, patriak Wong berharap pada sikap Ruo,semoga mengampuni kelima murid sektenya.
__ADS_1
............................................