Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Kampung Alita


__ADS_3

Serangan dan pertarungan terbuka pertama Ruo di benua Zen, tepatnya di kota Zi. berhasil menarik perhatian dari berbagai sekte besar, apalagi Ruo menyebutkan identitasnya pada seluruh warga kota Zi.... apa yang di lakukan Ruo benar benar membuat gempar sekaligus geram terutama pihak sekte Zi dan para komandan pasukan yang mengalami kerugian yang besar,mengingat tak sedikit prajurit yang tewas karna perbuatan Ruo.


namun lain halnya dengan sekte sekte menengah ke bawah, mendengar keberanian dan kehebatan Ruo, mereka sangat penasaran dan ingin bertemu wajah dengan Ruo, terutama sekte pedang angin, yang memang dari awal,,, mereka sudah menjadikan Ruo sebagai tujuan dari misi sekte....


"Bagaimana,, apa kalian sudah mengetahui keberadaan Ruo"


di sekte pedang angin,beberapa murid mendapat pertanyaan dari patriak Jian Feng.


"melapor patriak,,, menurut informasi, senior Ruo saat ini berada di kampung Alita, senior Ruo menginap di salah satu penginapan yang berada di kampung Alita tersebut" murid sekte pedang angin menyampaikan laporanya.


"bagussss..... tetua, kirim Jian Cok,Jia Ning, Jian Luo, Dan Jian Wewei, untuk pergi ke kampung Alita dan menemui senior Ruo" patriak Jian meminta ketua untuk mengirim empat murid jeniusnya menemui Ruo.


"baik,, aku akan mengirim ke empat murid itu" tetua mengangguk dan segera melaksanakan tugasnya, prgi ke pelataran murid inti.


sesampainya tetua di pelataran inti,.....


"Murid Luo, cok, Ning, wewei... "


tetua memanggil kempat murid yang sedang bersenda gurau di bawah teduhnya pohon.


"salam tetua... " ke empat nya menyapa tetua yng memanggil nama mereka.


"tak perlu sungakan"


"Luo dan kalian bertiga,,,, patriak meminta kalian berempat mengambil misi di kampung Alita"


"misi.... misi apa tetua"


"menemui seorang pemuda bernama Ruo"


"apaaa..... "


"yaaa..... menurut informasi, Ruo sedang menginap di salah satu penginapan kampung Alita tersebut"


"kenapa kami yang menjalankan misi itu tetua... "


"karna patriak yang meminta.... "


"aiiisssssss,,,,,, jelas kita tak bisa menolak, kalau ptriak langsung yang meminta"


"baiklah,,,, dua jam lagi kami akan segera bersiap"


"bagussss..... kalau begitu, aku pergi sekarang"


setelah menyampaikan pada keempat murid yang mendapatkan misi tersbt, tetua segera meinggalkan mereka.


"bagaimana saudara,,,, " tanya Jian cok


"yaa.... mau bagaimana, kita pergi sekarang"


mereka berempatpun pergi menjalan kan misi, mereka tak lagi menunggu dua jam, dan langsung melesat meninggalkan pelataran murid inti.


Ruo yang tengah merebahkan tubuhnya di sebuah penginapan yang berada di kampung Alita, tengah menikmati waktunya.....

__ADS_1


"aiiisssss..... jika saja ada saudara Qian, Wuji,, dan lainya.... tentu keadaan akn selalu ramai" gumam Ruo, yang mengingat kekonyolan bersama para sahabatnya.


sementara, empat murid inti sekte pedang api telah sampai di depan penginapan, yang sebelumnya sudah menanyakan keberadaan Ruo, di beberapa penginapan lainnya.


"permisi senior,,,, kami murid sekte pedang angin" tanya Jian Luo


"silahkan anak muda,,, ada keperluan apa" senior itu menyilahkan keempatnya.


"senior,,, kami sedang mencari saudara kami, dan ini gambar wajahnya senior, apakah dia menginap di sini" Jian Luo menunjukan sketsa wajah Ruo pada senior trsbt...


"emmmmm....... dia memang menginap di sini,,,, anak muda, aku sarankan... jangan mencari masalah denganya"


ucap senior itu.


"tidak senior,,, justru sebaliknya,saudara Ruo adalah sahabat dari tetua agung kami, dan kami mendaptkan misi untuk membawanya ke sekte"


"yaaaahhh.... terserah kalian saja, naiklah...dia ada di kamar nomor 8 lantai 2" ucap senior itu, lalu mereka meminta izin dan langsung naik ke lantai dua kamar nomor 8.


"tokk... tokk.. tokkk,,, permisi"


Jia Ning mengetuk pintu kamar Ruo


"ya... sebentar"


Ruo tanpa curiga lalu beranjak dari ranjang tidurnya...


nggiiiieeeekk


Ruo membuka pintu kamarnya dan mendapati sosok wanita cantik di depanya.


jantung Jia Ning bergetar, saat beradu pandang dengan Ruo.


"ya nona,,, ada keprluan apa "


tanya Ruo


"anu... engg... itu... "


Jia Ning, tak mendapatkan kata untuk menjawab pertanyaan Ruo.


"salam senior,,, aku Jian Luo,kami murid dari sekte pedang angin"


Jian Luo menjawab Ruo Menggantikan Jia Ning, yang masih gugup.


"aku tau,,,, masuklah"


Ruo menyilahkan Jia Luo dan lainya masuk, karna Ruo mengenali baju sekte yang di kenakan mereka, sama dengan baju murid yang bertikai dengan murid sekte Zi di tempat makan dulu.


mereka pun duduk seperti tamu biasanya.


"saudara Luo, apa yang membuatmu datang menemuiku" tanya Ruo santai.


Jian Luo kaget, Ruo memanggilnya saudara, dia beranggapan bahwa Ruo akan bersikap sombong dan arogan... tapi setelah bertemu muka, Ruo langsung menyajikan suasana akrab.

__ADS_1


"engg,,,,, kami berempat, mendapat misi dari patriak Jian, melalui tetua agung Zi Shen, untuk menemui saudara Ruo,,, dan jika bersedia, kami ingin mengajak saudara Ruo berkunjung ke sekte kami" Jian Luo menyampaikan tujuanya.


"saudara Jian,,, aku memang berniat mengunjungi sekte pedang angin,,, hanya saja, dengan reputasi ku sekarang yang seorang buronan,,, apa sekte kalian sudah memikirkan matang matang" lanjut Ruo


"untuk hal itu, kami tidak bisa menjawab saudara... " jawab Jian Luo


"baiklah,,,, aku akan ikut bersama kalian agar tak tersesat, sekarang.... kalian tunggulah di bawah " Ucap Ruo, lalu keempatnya keluar, untuk menunggu Ruo di bawah


"saudari Ning,,, dari tadi kenapa kau bersikap aneh, " tanya Jian Luo


"saudara Jian,,,, ternyata senior Ruo sangat tampan" cletuk Jia Ning


"aaaiiiissssss...... nanya apaaaaa, di jawab apa" Jian Luo seprti menyesal telah bertanya.


tak berapa lama Ruo turun dari kamar penginapan dan menyerahkan kunci kamrnya pada pemiliknya.


"Terimakasih telah menerimaku di penginapan ini senior" ucap Ruo pada pemilik penginapan


"ehmmm... " si pemilik hanya mengangguk


"baiklah saudara Luo, silahkan pimpin jalan" Ruo meminta Luo memimpin perjalanan.


mereka berlima melesat terbang menuju sekte lembah angin, sesekali mereka berbincang, dan mengakrabkan diri... hanya Jia Ning, yang masih dengan jedag jedug jantungnya.


"saudara Ruo,,,,,, jika saudara tidak keberatan, aku penasaran dengan pasukan sekte Zi yang menuju daratan ZuRhen, apakah benar,,,, mereka semua tewas terbunuh oleh monster laut " tanya Jian Luo penasaran.


"saudara Luo,, jika orang yang berada di ranah tingkat bumi, dengan delapan puluh juta pasukan saja tewas oleh monster laut, lalu apalah arti seseorang yang berada di ranah kaisar suci seprtiku" Ruo membalikkan pertanyaan Jian luo


Deggghhhhh.......


mendadak Jian Luo menghentikan terbangnya terkejut dengan ucapan Ruo,,,,,


"maksud saudara Ruo"


"apa saudara Jian percaya,,, bahwa seluruh penghuni daratan Zurhen berhutang budi pada senior Zi Shen"


"maaf saudara,,, aku masih tak mengerti" ucap Luo


"berkat informasi senior Zi Shen, seluruh penguasa daratan Zurhen membentuk aliansi dan kekuatan, yang akhirnya kami dapat menumpas seluruh pasukan sekte Zi yang di pimpin Zi Lan, meskipun,,,, kami harus kehilangan lebih dari tiga puluh nyawa saudara kami" ucap Ruo, yang membuat ke empat murid itu bergetar, membayangkan pertempuran di daratan Zurhen.


setelah puas mendengarkan cerita Ruo, mereka kembali melanjutkan perjalanan,,,,, hingga beberapa jam kemudian mereka sampai di gerbang sekte,,,, kabar kedatangan keempat murid inti, yang membawa serta Ruo menggemparkan seisi sekte, mereka semua berkerumun, sekedar ingin melihat wajah dari buronan sekte nomor satu di benua Zen.


semua murid meng elu elukan Ruo,Ruo yang tak biasa mendapat perlakuan seprti itu, hanya diam dan sesekali membalas sapaan dari murid sekte pedang angin.


kelimanya langsung di arahkan ke gedung utama sekte, untuk memghadap para petinggi sekte....


"Selamat datang di sekte pedang angin nak Ruo, aku Jian Feng,,,patriak sekte pedang angin ini" patriak jian menyambut hangat kedatangan Ruo


"Terimakasih atas sambutannya patriak Jian" Ruo menangkupkan tangan


"bagaimana perjalanan mu junior" Zi Shen bertanya kabar pada Ruo


"salam senior Zi,,, perjalanan kami berlima, lancar tak ada kendala apapun senior" jawab Ruo

__ADS_1


"emm.... baguslah, sekarang lebih baik kita duduk dulu" ajak tetua Zi Shen, lalu di ikuti dengan yang lainya.....


__ADS_2