
"Di hari kemudian, semoga kita bertemu nak Ruo"
itu adalah ucapan perpisahan dari Zi Shen, sebelum akhirnya dia memilih kembali, karna tak mau membawa bencana bagi daratan Zhuren, daratan lima wilayah yang menjadi tanah kelahiran Ruo.
Ruo pun baru tau, luas dari lima wilayah hanya sebuah daratan kecil menurut Zhi Shen, dan di tempat asal Zi Shen daratan lima wilayah itu di sebut daratan Zhuren.
Ruo kini sudah kembali di tempat Liu Fei yang menunggunya, kemudian Ruo menceritakan semua hal yang terjadi di lautan lepas.
"sepertinya,,, liburan kita sangat singkat, bagaimana kalau kita ke wilayah tengah" ajak Ruo
"Ya gege,,,, aku juga sudah kangen sama ibu"
"emmm.... mari kita tinggalkan tempat ini"
Ruo kembali menyelimuti Liu Fei dengan Qi dan membawanya terbang.
"Gege.... lihat" Liu Fei menunjuk ke bawah dan meminta Ruo untuk melihatnya...
"app..... "
Ruo tak bisa berkata kata, sejauh mata memandang, hanya kerusakan yang bisa dia lihat.
yah.... itu karna akibat dari dampak pertarungan Ruo sendiri.
dia memang berhasil membunuh kelima sosok musuhnya,,, namun juga harus dibayar dengan sangat mahal, Ruo mematung di udara, dengan satu tangan masih memegang tangan Liu Fei.
mata Ruo nanar,,,, seakan airmata sudah memaksa untuk menetes.
Liu Fei, menyandarkan kepalanya di bahu Ruo,namun dia pun tak bisa mengatakan apa apa.
Ruo terbang perlahan memperhatikan semua hal yg ada di bawahnya....
Banyak mayat yg tersangkut di pepohonan, tak terhitung korban luka luka,,, bangunan bangunan hancur... bahkan mayat anak anak yang tak bisa di jelaskan kondisinya,,, Ruo menyaksikan semua itu dengan perasaan menyesal,.
Dia segera turun membantu, dengan elemen angin, Ruo mengumpulkan semua jenazah, Ruo juga menggunakan persepsi jiwanya, untuk mencari semua korban, lama ruo memastikan korban dan di tempatkan pada satu tempat.
selesai mengumpulkan jenazah, Ruo memberi pengobatan pada korban luka luka,baik berat maupun Ringan,selesai pada satu tempat, Ruo mencari tempat terdampak lainya.. ... Ruo terus menerus melakukan hal itu, sampai CACIAN MENJADI PUJIAN, karna dari Ruo bencana ini bersebab.
beberapa hari sudah, Ruo habiskan untuk membantu orang orang,dan Ruo tak lagi menemukan korban.
Beberapa hari itu, Ruo tak banyak bicara dan bertanya, bahkan dengan Liu Fei. namun Liu Fei,tak masalah dgn hal itu.
Ruo terbang pelan, menuju wilayah tengah,namun pikiranya masih tak lepas memikirkan semua korban.
__ADS_1
Berhari hari Ruo hanya turun untk sekedar makan dari hasil buruanya, lalu kembali melanjutkan perjalanan... sampai tak terasa, mereka sampai di wilayah tengah..... Orang orang di perbatasan yang melihat Ruo dan Liu Fei terbang di udara membuka mulut mereka, semua prajurit perbatasan tak menghentikan Ruo, sebab sudah jelas... mereka semua tak mau berurusan dgn orang yang bisa terbang.
Ruo tak peduli dgn semua wajah terkejut semua prajurit.... Liu Fei, kelamaan menjadi serba salah dengan kekalutan gegenya, namun dia tak tau harus apa.
"Gege,,, sekarang kita memasuki wilayah tengah"
"ehm.... " Ruo hanya mengangguk
keduanya kembali diam
"Gege,,, kita sudah hampir sampai, lebih baik kita berjalan kaki saja dari sini" ajak Liu Fei, keduanya turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki.
keduanya semakin masuk ke belantara hutan, dan melihat satu rumah berdiri di atas bukit, keduanya melesat ke arah rumah itu....
"ibu.... " panggil Liu Fei
"Bu,,,, Fei'er pulang"
"Fei'er..... " suara terdengar dari dalam rumah dan segera pintu di buka.
"kamu sudah pulang putriku" ibu Fei'er langsung memeluk ptrianya, sesat kemudian diaelihat Ruo yang berdiri tak jauh dari mereka.
"emmmm.... " perlahan orang tua Liu Fei melepas pelukanya dan menatap Liu Fei dengan wajah seperti bertanya.
"ge.. ge.... " orang tua Liu Fei sedikit terkejut, putrinya memanggil pemuda yang ada di hadapanya itu gege.
"nanti saja pertanyaanya, sekarang aku dan gege mau masuk" ketiganya masuk rumah.
"Nak Ruo,,, kenalkan nama ibu adalah fei Yun,,," Lin Yun mengenalkan diri pada Ruo
"salam nyonya, namaku Ruo, Jiang Ruo"
"Deggghhhhh"
fei Yun di buat sangat terkejut dengan nama lengkap Ruo.
"ada apa nyonya" tanya Ruo.
Fei Yun tak menjawab, lalu berdiri dan memanggil Liu Fei, Liu Fei yang mendengar panggilan ibunya segera menghampiri.
"ada apa ibu,,, "
"duduklah" ucap Fei Yun
__ADS_1
"nak Ruo benarkah namau Jiang Ruo"
Fei Yun kembali menanyakan nama Ruo
"benar nyonya, namaku Jiang Ruo" jawab Ruo
"kalau boleh tau siapa nama ayahmu" Fei Yun ingin memastikan dugaanya.
"nama ayahku, Jiang kun nyonya" tegas Ruo, tubuh Fei Yun bergetar, matanya ber air, bibirnya keluh menahan suara.
"Fei'er,,,, kamu temani nak Ruo" pinta Fei Yun pada Liu Fei, lalu Fei Yun beranjak dari tempat duduknya sambil menutup mulut, dengan airmata yang sudah mbasahi wajahnya.
Ruo dan Liu Fei,,, kebingungan melihat hal itu... kemudian keduanya memilih berbincang bincang.
lama menunggu,akhirnya Fei Yun keluar menemui Ruo kembali.....
"ibu tau, Fei'er pasti bertanya tanya, kenapa ibu tiba tiba menangis"
"Fei'er, putriku..... nak Ruo adalah anak dari paman Kun"
"apaaa.... " kini giliran Liu Fei yang di buat kaget.
sementara, selain kebingungan Ruo juga penasaran.... ada apa ini.
"Ruo'er.... ayah mu, jendral Jiang Kun,,,, adalah orang yang menyelamatkan ibu dan Fei'er,dan juga karna kami... ayah mu di anggap penghianat oleh sebagian orang Kekaisaran Jiang"
Fei Yun mulai menceritakan sosok ayah dari Ruo, Ruo hanya mendengarkan, meski itu bukan cerita pertama yang dia dengar. namun nilai lebihnya,,, cerita ttg ayahnya kali ini, langsung dari orang yang menjadi alasan ayahnya rela di jadikan kambing hitam.
" saudara Kun dan kaisar Jiang sudah seperti kakak adik,semua kekuatan yang di dapat kaisar Jiang adalah karna arahan dari latihan yg di berikan saudara Kun... lebih dari itu, bahkan kekaisaran Jiang mendapatkan rasa hormat karna dedikasi saudara Kun... hingga perseteruan terjadi,,, beberapa bulan setelah kaisar Jiang menerima beberapa utusan yang entah dari mana,,,, mereka menawarkan sesuatu, namun sebagai gantinya, mereka meminta Fei'er,,, saudara Kun tidak Terima,, sebaliknya, saudara Kun seperti mendapat penghinaan besar dari utusan itu, saudara Kun mengusir semua utusan, namun kaisar Jiang yang sudah di butakan oleh tawaran para utusan itu, berdebat dengan saudara kun.... saudara Kun yang marah, akhirnya meluapkan amarahnya pada para utusan dan membunuh mereka semua,,,,kaisar Jiang sangat marah pada saudara Kun karna hal itu, namun yang mbuat saudara Kun akhirnya membawa kami pergi, krna beberapa kali setelah ketegangan kaisar Jiang dan saudar Kun... Fei'er yang masih bayi mendapatkan percobaan penculikan, namun selalu dapat di gagalkan oleh saudara Kun" Fei Yun, menghentikan ceritanya dan memeluk Liu Fei
"maaf memotong cerita nyonya,,,, memang apa yang di tawarkan para utusan itu pada kaisar Jiang" Ruo mendapat kesempatan bertanya karna Fei Yun, menghentikan ceritanya.
"kalau tidak salah, menurut saudara Kun, mereka menawarkan Buah abadi dan kenaikan ranah kultivasi sampai ranah dewa"
mendengar hal itu,,, Ruo bersikap biasa, karna informasi seperti itu sudah ia dengar dari Zi Shen... Ruo lebih berfikir, ada apa dengan Liu Fei, sehingga Liu Fei di jadikan syarat untuk pertukarannya.
"Lalu,,, apakah nyonya tau keberadaan ayah ku" Ruo langsung ke point
"emmm... "
Fei Yun, hanya menggeleng, dan menundukan wajahnya.
"terakhir aku dan fei'er mendapat kunjungan dari saudara Kun, sekitar tujuh tahun lalu,,,, namun siapa yang menyangka,sekarang anak dari saudara Kun sendiri yang berkunjung kali ini" ucap Fei Yun, mencoba menghibur diri, sementara wajah Liu Fei sudah memerah.
__ADS_1