Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
A Nara


__ADS_3

"Ada apa dengan alam ini,,,, " Ruo di buat heran,dengan banyaknya aksi kriminal di beberapa tempat, sepanjang perjalanannya.


wussssss.........


Ruo memilih mendarat,saat dia melihat beberapa kedai.


"hemmm..... " melihat Ruo berjalan kaki menuju kedai,banyak orang menyipitkan mata menatap Ruo,sambil tangan memegang dagu mereka.


Ruo tak peduli,dia hanya menggeleng melihat sikap orang orang di sekitarnya.


"anak muda,,,, apa kau mau ke kedai itu" tanya seorang penjaga kedai lainya sambil menunjuk kedai lainya.


"Benar senior,,, junior hendak ke kedai itu" jawab Ruo


"anak muda,,, apa kau suka makan daging manusia... "


"Apa maksud senior..... "


"hahahaa..... kedai itu menjual daging manusia,sebagai menu makan mereka"


"gleeuuukkkkk" Ruo menelan ludah mendengar penuturan penjaga kedai itu.


"Hai... Shin Ting keparat,,,, apa yang kau katakan pada calon pelanggan kedai kami bangsat.... " penjaga kedai yang di tuju Ruo berteriak pada penjaga kedai yg memberitahu Ruo.


"hahhaaa.... hei... Dhu Ngu,aku mengatakan padanya kalau kalian menjual daging manusia,,, mau apa kau.. haaa" tantang Shin Ting.


"Dasar keparat,,,, kau selalu saja memfitnah kedai kami.... "


weeeesssssss.......


Shin Ting menyerang Dhu Ngu,perkelahian keduanya tak ter elakkan.


Ruo hanya terbengong,,, melihat kejadian di depanya.


Buuuzzzzzzzz........


Ruo merasa muak,dia mengibaskan tangan di sertai elemen angin pada Shin Ting dan Dhu Ngu, keduanya terpental ke tempat masing masing.


Buaaaakkkkk......


tubuh keduanya terbanting di tanah,mereka tak mendapatkan luka serius,hanya saja keduanya di buat sangat terkejut.


"Senior,,, niatku hanya sekedar makan dan minum teh,,, tidak untuk menyaksikan kedua senior berkelahi" tutur Ruo pada keduanya.

__ADS_1


"Hahahaaa.... boleh juga kau anak muda,, dari mana asalmu " ucap seseorang yang sedari awal memperhatikan Ruo.


Ruo beralih wajah dan menatap orang yang berkata itu.


"Junior malas berbasa basi,,, jika senior ingin segera mati,,,, majulah..... jangan mengganggu seperti tikus.. " Ruo sudah jengah dengan suasana saat itu.


"Bangsat....... " orang itu mengumpat


slaaaaaappppppp........


clepppppppp............ bruuuggghhhhh


Ruo segera menuju kedai dan memasukinya, meninggalkan tubuh tak bernyawa orang yang mengumpatinya.


Mulut semua orang menganga,melihat seorang pemuda dengan sangat mudah membunuh pentolan mereka, terlebih... pemuda itu sama sekali tak terlihat bergerak menyerang atau berbuat apapun.


"Apa yang mau anda pesan tuan muda... " tanya pelayan pada Ruo yang kini duduk santai


"Menu Apa saja yang ada di kedai ini,,, "


"emmm.... cukup banyak tuan muda,,, Ada Nasi pecel, uduk, soto, rendang, rujak cingur, nasi jamblang, nasi kucing, gudeg,sate kambing,dan masih ada lainya... "


"sepertinya semua menu di sini enak,,,, kalau begitu, saya memilih minum teh saja... "


"aisss..... tuan muda,,, saya kira mau pesan beberapa menu... " pelayan itu sedikit mencandai Ruo.


Tak lama pelayan itu kembali dengan membawa teko kecil beserta gelas di atas nampanya.


"Silahkan di nikmati teh nya tuan muda... " pelayan itu mnyilahkan Ruo dengan sopan.


"mmm.... Nona, bisa kah nona menemaniku minum teh,sebentar.. "ajak Ruo


" ee... itu... anu... tuan muda,... "


"tak apa,,, nanti saya akan menjelaskanya pada pemilik kedai ini.... " ucap Ruo,,, pelayan itu kemudian melirik si pemilik toko, dan si pemilik toko mengangguk, setidaknya... pemilik toko tau, apa yang sudah Ruo lakukan pada berandalan tadi.


"Baiklah tuan muda,,, aku akan menemani tuan muda minum teh... " pelayan itu kemudian mengambil tempat duduk satu meja dengan Ruo.


"Tuan muda,,, tolong jangan menatapku sperti itu" pinta pelayan pada Ruo, yang tak beralih pandang dari wajah pelayan cantik di depanya.


"eh... maaf,sudah membuat Anda risih Nona..... "


"perkenalkan,,, namaku Ruo Nona" Ruo mengenalkan diri.

__ADS_1


"Tuan muda Ruo,,, namaku Nara,,,, A Nara.. "


"Nara,,,Baiklah, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal saja,mengenai alam ini.. "


"Deghhhh..... " A Nara terperanjat dengan ucapan Ruo.


"kenapa nona,, apa ada yang salah dengan pertanyaanku.... "


"eee....... tidak,, tuan muda, saya hanya heran saja.... " A Nara mencoba menyembunyikan keterkejutanya.


"baiklah,,, aku akan mendenga......... "


"Anak muda bangsat,,, keluar kau,jangan swmbunyi dalam kedai Bunglon itu" Ucapan Ruo terhenti, karena suara teriakan dari depan kedai.


Ruo menengok ke arah puluhan orang yang meneriakinya.


"aissss...... Nona, apa mereka bagian dari orang yang tewas tadi... " tanya Ruo.


"mmm..... " A Nara mengangguk.


"merepotkan saja.... "


whuuuussssss.........


Ruo melesat seperti kilat dari tempat duduknya, bahkan A Nara tak menyadari kalau Ruo tak lagi berada di kursinya.


"pedang pembalik langit,,,,,, sayatan langit malam.... "


sretttt.... srettttt.... srettttt.......


whussssss..........


Hanya beberapa detik, Ruo telah kembali ke tempat duduknya.


"Silahkan Nona,,, aku mendengarkan"


"ah... he....,,,,, eh i... iya tuan muda" A Nara seperti linglung,, sedetik yang lalu dia merasa Ruo lenyap dari kursinya, lalu di detik berikutnya, ternyata Ruo masih ada di tempatnya.


" Alam ini di seb.....aaaaaaaahh"


bruuhhhhhgggggg.......


kini,,, giliran perkataan A Nara yang terhenti karna melihat puluhan orang ambruk tak bernyawa lagi, dan hal itu membuat A Nara menjerit kaget.

__ADS_1


"aisssss...... sudah matipun,,,, mereka masih saja mengganggu.... dasaaaarrr.... dasarr" Ruo mengumpat,dia kesal obrolanya harus kembali terpotong.


.................................


__ADS_2