Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Waktunya Bercanda


__ADS_3

"Seorang Dewa Abadi,,, berbincang santai bahkan di pos keamanan bersama seorang komandan? haissss..... apa tidak salah" Patriak Shou yang melihat Ruo dan Wei Bo santai, merasa heran.


"Patriak,,,,, anda terlalu lama menghabiskan waktu di balik meja sekte,hingga anda mungkin lupa dengan cara sederhana untuk menyenangkan diri dgn cara sesederhana ini" Ruo yang dapat mendengar gumaman patriak Shou,membalas melalui telepati.


"ehm.... kau benar juga anak muda"patriak Shou sependapat.


Ruo dan Wei Bo, yang melihat rombongan patriak semakin dekat, keduanya berdiri.


" Salam sejahtera dan semoga panjang umur untuk yang mulia kaisar Bei"seluruh warga kota Ran,yang mengetahui, bahwa di dalam rombongan kaisar Bei ikut serta,memberikan salam.


Di jarak sepuluh meter,para jendral dan pengawal,berhenti dan segera berjejer membentuk formasi perlindungan.


Sementara,sosok gagah nan berkarisma penuh wibawa dalam ketenangan sikapnya, memilih maju beberapa langkah, pada Ruo juga komandan Wei Bo.


"Salam sejahtera dan semoga panjang umur untuk yang mulia kaisar" Baik Wei Bo dan Ruo membungkuk hormat.


Segera,,, Kaisar Bei memyambar tubuh Ruo, dan menahan kedua bahunya.


"Seorang Dewa Abadi,tidaklah pantas membungkuk hanya pada seorang Kaisar Senior" Wajah tampan kaisar menatap wajah Ruo yang masih menunduk.kedua tanganya masih menahan kedua bahu Ruo,agar tak membungkuk


"Yang mulia,,, tetap saja,Junior hanya seorang pengembara jelata,,, sangat tak sopan jika junior melangitkan diri, pada seseorang yang di langit kan,,, " jawab Ruo.


"haisss.... baiklah, aku terima salam hormat anda senior" Kaisar menyerah dengan sikap kukuh Ruo.kemudian beralih wajah pada komandan Wei Bo.


"Bukankah kamu Wei Bo,anggota dari sekte Jari Langit,,, murid junior patriak Shou"wajah komandan, mengingatkan Kaisar Bei pada orang yang pernah di kenalnya.


" menjawab yang mulia,,, Yang mulia benar,, hamba Wei Bo, anggota sekte jari langit dan murid patriak Shou"


"hahahaa....... apa apan ini,saudara Bo.... arahkan matamu pada ku, agar saudara tau siapa aku" Kaisar meminta Wei Bo, untuk melihat sosoknya.


Wei Bo,mengangkat wajah pelan seprti tersirat ke engganan.


"ehmmmm..... apa sekarang, kau ingat dengan wajah ini saudara Bo" Kaisar memasang wajah jelek dan lucunya mamonyongkan bibir serta menjulingkan matanya pada Wei Bo, memancing ingatan masa lalu Wei Bo.

__ADS_1


"Si bibir Dower.... eppp"Wei Bo tersandung ucapanya dan segera menutup mulutnya.


" Hahahahahahaaaa....... kau benar, Si Tulang Lunak,,, aku si bibir dower,,, aisss,,, beberapa detik saja aku lupa kalau aku ini Kaisar hehee.... "Kaisar Bei lalu kembali bersikap,sementara yang lain,,mulut mereka masih terbuka lebar kerna terkejut melihat sikap kaisarnya.


Berbeda dengan Wei Bo, dia hanya sedikit menggelngkan kepalanya.


Mereka bertiga lalu duduk satu meja,lalu di susul dengan beberapa patriak yang ikut bergabung.


Ruo bersikap seakan menjadi tuan rumah di pos jaga, dia meneduhkan teh yang sama pada gelas kosong, sambil sesekali berbincang.


Wei Bo, yang hendak begabung dengan pasukan yang di pimpin para jendral,di tahan untuk tak meninggalkan kursinya.


Serang Kaisar, duduk satu meja di depan pos jaga di bawah Rimbun pohon beringin.


"Hei... tulang Lunak,kenapa kau diam saja? apa baju ini yang membuatmu seperti itu?" Kaisar Bei seperti sungkan melihat Wei Bo yang hanya diam,lalu dia mengambil sikap melepaskan baju kebesaranya.


"Yang muliaaa.... " semua jendral berteriak saat Kaisar Bei melepaskan baju kebesaranya, namun Kaisar Bei mengangkat telapak tanganya,sebagai tanda dia tidak keberatan.


"Aissss..... dasar si mulut dower,jika kau melepas baju kemuliaan itu,aku bisa saja bersikap tak sopan pada mu,,, kau tau itu"sedari tadi diam, Wei Bo akhirnya mengeluarkan umpatanya.


"hehehe,,,, teruslah membual mulut dower,tapi sampai kapanpun kau takan bisa mengalahkan ku" keduanya tak menyadari,kalau sikap mereka di saksikan oleh semua orang, bahkan Ruo yang sedari tadi memperhatikan, sampai berfikir kalau keduanya punya dendam masa lalu hingga saling memberi tantangan.


"Baik,,, kita buktikan sekarang, lihatlah.... para jendral dan pasukan, serta senior Ruo dan patriak Shou juga lainya akan menjadi saksi, kalau hari ini aku Bei akan mengalahkan mu" tantang kaisar Bei


"Hohoho..... kau terlalu percaya diri Wer, baik... akan aku tumbangkan kepercayaan diri mu itu"


"Mulai..... " keduanya berucap.


"kertas, gunting, batu" keduanya bersuit, membuat semua orang menahan rahang agar tak sampai jatuh.


Gilaaaaaaa....... seorang kaisar bermain suit dengan seorang komandan,,, apa apaan pikir mereka semua...


"Hahahahaha....... Tulang Lunak, aku batu, kau gunting.... aku yang akan pertama menghajar mu... " kaisar Bei tertawa puas.

__ADS_1


"huhh... " Wei mendengus.


"baiklah mulut dower.... aku akan menyiapkan pertahanan ku........ Jurus pertama,,, pertahanan gunung.... " teriak wei bo.


"aaaa..... sekarang cobalah" Bukan sebuah jurus sebenarnya yang di keluarkan Wei Bo, melainkan hanya kata seraya di memasang telapak tangan di hadapan kaisar.


"hohohoooo..... tulang lunak,,,, pertahanan mu terlalu lemah,,,, aku takut,pertahanan mu itu akan langsung hancur... " ledek kaisar.


"Jurus,,,, pelebur gunung.... heyyyyaaaa"


Kaisar memutar lenganya berancang ancang.


"Taaakkkkkkk....... " Sentilan keras kaisar me darat pada kelima jari wei bo yang merapat.


keduanya memang bertarung dalam permainan Adu Sentilan Jari.


"hahaha..... bagaiman jurus ku itu saudara,sakit bukaaaannnn, hehehe" kaisar mengejek. sementara semua orang terjatuh kaget dengan kelakuan kedua orang berbeda kasta trsbt.


"Lumayan.... tapi jangan harap kau akan bertahan dengan jurusku,bersiaplah... " ujar Wei Bo


"Baik,,,, jurus ke dua puluh,,, pertahanan kaisar,,, heyaaaa" kini giliran kaisar yang memasang telapak tangan, bersiap menahan sentilan Wei Bo.


"Jurus,,,, penghancur hati..... heeyyyaaaaaaaa"


"Taaaakkkkkkk....... " Wei Bo menyentil jari kaisar dengan keras.


"aargghhh..... aw... ahh... huf... huf.. "


Mendapat sentilan wei Bo, kaisar membuang buang telapak tangannya kesakitan, serta meniup titik sentilan wei Bo pada jarinya.


"heheheeee..... kau lihat, jurus ku tetap masih bisa mengalahkan mu, mulut dower" ledek wei Bo.


"aissss..... baiklah, aku menyerah.... jurus mu masih saja terlalu kuat" akhirnya kaisar mengakui ketangguhan Wei Bo.

__ADS_1


keduanya kembali duduk,dan tak memperdulikan sikap aneh semua orang, yang padahal diri keduanya lah yang bersikap sangat aneh.


............... ...............


__ADS_2