
Di hari ke empat berikutnya,, Ruo mengirim klan Chuan, ras manusia abadi juga Divisi PSAS serta pasangan Qian cs kedalam dunia jiwa,Ruo hanya menyisakan Wuji, Qian Qin, Bai Huang, Zhan San, Liu Bai, A Lung, Feng Shuk, Wei Bo, Jian Cok, Jian Luo,Yao WenDi, Luan Di dan Xin Hu, sebagai teman seperjalanan.
Ruo cs memulai kembali perjalananya menuju sekte cahaya dewa dengan Serigala tungganganya.
Kali ini Serigala angin semesta berlari dengan kecepatan penuh agar mempersingkat waktu,juga Ruo tak lagi meminta A Lung mengeluarkan Auranya yang sebelumnya dapat menarik minat musuh terhadap aura dari ras manusia abadi.
Satu hari,,, dua hari,,, hingga seminggu, waktu yang di butuhkan oleh Ruo cs sampai ke dalam garis wilaya kekuasaan sekte cahaya dewa.
Berkat kecepatan Serigala Angin semesta,waktu tempuh yang seharusnya bisa dalam hitungan bulan,dapat di capai dalam seminggu.
Selama perjalanan, Ruo tidak melewati jalan utama, karena tak ingin menarik perhatian, dia lebih memilih melewati jalur hutan bagian dalam,karna selain tak manarik perhatian,jalur hutan juga tak menjadi hambatan bagi Serigala angin semesta.
"Sepertinya kita sampai di perbatasan wilayah sekte cahaya dewa?lihatlah!"Ucap Ruo sambil menunjukan sebuah batu tinggi menjulang namun tak begitu besar,bertuliskan batas wilayah sekte Cahaya dewa.
Ruo melanjutkan perjalanan dengan santai sambil berbincang dengan semua saudaranya.
" Saudara?? apa kita akan langsung bertamu di sekte itu?? "tanya Wuji.
" Ya,,, kita langsung bertamu untuk menanyakan maksud dari undangan patriak Wong Shen tempo lalu"jawab Ruo.
"Lalu setelah itu??? " lanjut Wuji
"Saudara Wu,entah hal menarik apa yang ada di benua tengah alam dewa tingkat satu ini, namun aku merasa ada suatu manfaat di sana" Ruo menyampaikan rencananya pada Wuji juga pada saudara yang lainya.
Tak terasa karna asyik berbincang, mereka telah sampai di pintu gerbang sekte cahaya dewa,setelah beberapa jam berlalu.
Sekte cahaya Dewa,Satu satunya sekte terbesar di benua barat alam dewa tingkat satu,yang memiliki luas ribuan kilometer dengan pemandangan yang indah, wilayahnya meliputi pegunangan, lembah, perbukitan, hutan,danau,sungai serta laut yang berada di ujung bagian barat wilayah itu.
Bangunan sekte cahaya dewa berada tepat di bawah kaki gunung CunYang,yang merupakan gunung tertinggi di benua barat,terdapat pelataran di setiap halaman yang di kususkan untuk murid luar, dalam dan elit.
kemegahan bangunanya menggambarkan identitas sebagai sekte terbesar dan terkuat sejak berdirinya sekte tersebut ratusan ribu tahun lalu.
"Salam? "
"Maaf!! mohon tunjukan identitas dan katakan keperluan tuan muda sekalian berkunjung di sekte cahaya dewa ini!!? " Seorang murid penjaga gerbang sekte, menyapa Ruo cs dengan sopan, tanpa manampilkan kewaspadaan atau kecurigaan pada kelompok Ruo.
"Salam, saudara!! "
"Namaku Jiang Ruo dan mereka adalah saudaraku!! "
"Keperluanku hanya memenuhi undangan dari patriak Wong Shen, saudara" tutur Ruo.
"eee..... " Murid jaga berusaha mengingat nama Jiang Ruo,namun penjaga yang lainya langsung menghampiri tergesa gesa.
__ADS_1
"Salam dermawan Ruo,maaf jika ada salah sikap pada temanku ini!! " murid sebelumnya hanya celingukan me. dengar ucapan temanya.
"Saudara?? memangnya kau mengenalnya?? " bisik murid yang masih berfikir tadi.
"haissss.... dia ini adalah tuan muda Ruo, yang tempo hari menyelamatkan kita dari serangan jendral iblis Gui" jawab temanya sambil berbisik.
"ehemm.. ehemmm" Ruo pura pura batuk.
"aah... maaf dermawan Ruo!!silahkan masuk!! "keduanya lalu segera membukakan gerbang di susul Ruo cs memasuki sekte cahaya dewa.
" Haaahhh,,,, untung saja Tuan Muda Ruo tidak kesal dengan sikap kita"salah satu penjaga merasa lega, lalu keduanya kembali menutup pintu gerbang.
Kedatangan Ruo cs yang mengendarai Serigala angin semesta dengan seukuran kuda,menjadi pusat perhatian dari hampir seluruh murid luar.
Pasalnya, hal itu membuat takjub mereka semua yang baru pertama kali melihat.
"siapa kira kira mereka?? "
"Mereka terlihat hebat!! "
"lihatlah pemuda yang memimpin itu!! benar benar mengagumkan"
"Andai aku bisa menjalin hubungan dengan mereka?! "
Mereka tak bisa mengalihkan pandangan mata pada kelompok kecil yang penuh karisma dan wibawa.
Whoooossssss..........
Jun, Shin, Lian, Yui dan Hua yang adalah kerabat baru yang di angkat oleh Ruo,mereka yang dari halaman murid elit sengaja melesat menghampiri Ruo cs setelah merasakan aura dari saudara baru mereka.
"Salam saudara?? " Lian Shen menyapa Ruo dengan sopan.
"Salam suadara Lian,suadara Jun, saudara Shin, saudari Yui dan Hua'er? " ucap Ruo menerima sambutan dari Hua cs.
"bagaimana kabar saudara?? " lanjut Ruo.
"keadaan kami cukup baik, saudara Ruo" jawab Lian.
"Heeyyy,,,, saudara Lian?!apa kau tak mau menyapaku juga saudara yang lain?? " Wuji protes dengan Lian.
"i.. iyya,, maaf saudara Wu!! " ucap Lian sedikit gugup.
"hahahaaaa..... kau masih saja menganggap ucapanku serius?! tak perlu sungkan saudara!! aku hanya bercanda! " Tukas Wuji menghampiri dan menepuk pundak Lian.
__ADS_1
"Ya sudah!! sebaiknya antarkan kami menemui Patriak! " pinta Ruo yang tak mau berlama lama karna semua mata murid kini berpusat pada kelompoknya.
Tak lama, Lian memimpin sebagai penunjuk jalan menuju gedung utama sekte cahaya dewa.
Tak berbeda dengan sebelumnya, hal sama terjadi di halaman dalam juga halam berikutnya, Ruo cs menjadi pusat perhatian dan kekaguman.
Sementara,,,Di depan pintu gedung utama sekte cahaya dewa Patriak Wong, Tetua Jia Yi, tetua Shun, tetua Hong, tetua Qui serta puluhan lainya berjejer rapih bersiap menyambut Ruo cs.
Turun dari tunggangan mereka, Ruo cs berjalan menaiki ratusan anak tangga untuk mencapai pintu gedung utama sekte, mereka tak ingin bersikap tak sopan.
Saat sampai di pelataran depan pintu, Ruo cs langsung di sambut dengan hangat oleh patriak Wong juga lainya, tak lupa mereka berkenalan karena sebelumnya, Baik Ruo cs dan Patriak Wong serta lainya belum berkenalan secara langsung, karna setelah pertempuran tempo hari, Ruo cs memilih pergi untuk urusanya sendiri.
"Bagaimana perjalanannya tuan muda?? " Patriak Wong yang sudah berdiri di samping Ruo mulai berbincang bincang menanyakan pengalaman Ruo selama berkeliling di benua barat alam dewa tingkat satu.
"Menyenangkan patriak"
"Lalu,,, bagaimana situasi sekte setelah serangan tempo hari?? " tanya Ruo.
"Sampai saat ini,, situasi di seluruh wilayah sekte bisa terkendali, kedepan,,, semoga kami lebih siap tuan muda!!? " ujar patriak Wong.
"Dan juga,, banyak perwakilan sekte yang berkunjung, dan ingin menjalin hubungan dengan tuan muda, termasuk leluhur kami yang sudah beberapa kali menanyakan tuan muda" lanjut patriak.
"Junior berterimakasih, dan tolong sampaikan pada mereka agar tak perlu sungkan, patriak" Ruo merasa tidak enak mendapat penghormatan berlebihan.
"semuanya,,, silahkan duduk!! " ajak patriak Wong.
Namun,, tanpa sepengetahuan Ruo, sosoknya selalu di perhatikan oleh dua wanita cantik, yaitu Hua dan Jia Yi.
Pandangan mata kedua wanita itu seperti tak bisa beralih dari pemuda tampan tersebut.
"Patriak?? sekarang kami memenuhi undangan anda untuk hal yang belum kami ketahui"
"Tempo hari,junior sempat berfikir bahwa kepentingan patriak terhadap kami ialah untuk membantu sekte dari serangan pasukan iblis? "
"Namun,,, junior meralat pikiran tadi, sampai anda sendiri yang menyampaikan kepentingan atas undangan yang di tujukan pada kami" Ruo mencoba menanyakan maksud undangan patriak Wong Shen.
"ah,,, soal itu?? tentu aku akan menyampaikanya pada tuan muda! tapi tidak sekarang"
"Untuk saat ini,,, bukankah lebih baik kita menikmati jamuan, tuan muda" patriak mencoba membujuk Ruo.
"Setuju!!! " Wuji menyahut ajakan Patriak, di susul dengan semua orang tertawa karena kelakuanya yang tak sungkan.
Mereka semua beralih ruangan di tempat perjamuan,menunda kepentingan masing masing.
__ADS_1