Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Ranah Dewa Suci


__ADS_3

Surat ajakan dan jawaban sudah tersampaikan,,, alam Dou Xing mengalami masa tenang, selama beberapa bulan kedepan, tanpa ada huru hara dan pengacau.


Sekte aliran hitam merespon jawaban surat dari Divisi PSAP, mereka kini di sibukkan dengan persiapan perang, pun dengan sekte aliran putih yang memilih ikut andil untuk berperang melawan aliran hitam bersama Divisi PSAP.


Dan yang paling di sibukkan tentu saja sekte awan,mereka hampir tak tidur demi melatih strategi perang bersama Divisi PSAP.,, juga mempersiapkan segala hal yang di perlukan.


Lain halnya, dengan Ruo dan Yao Xue... yang memilih kembali di wilayah Yao guna untuk berkultivasi di tempat mereka pernah berlatih.


"Xue'er,,,, kita berada di ranah yang cukup untuk menyerap energi buah abadi... apa kau siap... "


"kakak,,, Xue'er sebenarnya belum yakin,dapat menyerap buah itu.... "


"emmm.... bagaimana kalau kakak terlebih dahulu menyerapnya, baru Xue'er menyusul setelahnya"ada keraguan pada Xue untuk menyerap buah abadi yang dikatakan Ruo.


" Kalau Xue'er masih ragu,,, baiklah,aku akan lebih dulu menyerap buah itu... berkulivasilah di sini, kakak akan mencari tempat lain"


wwhhuuussssss........


Ruo tak menunggu jawaban Xue, dia langsung melesat ke tempat lain.


"kita lihat,apakah buah ini memang seperti yang di tuliskan pada catatan itu"


Whusssss.........


Ruo mengeluarkan buah berwarna kuning ke emasan,lalu menempatkan nya, di atasa sebuah batu yang tepat ada dihadapanya.


Ruo menatap sejenak buah abadi itu lalu mulai memejamkan mata.


Satu jam,,, sulur sulur akar jiwa merambat pada buah abadi itu dan memuelimutinya dengan energi Qi,kekuatan jiwa Ruo membentuk formasi mengeliling buah abadi di luar energi akar jiwa dan energi Qi.


Semua inti elemen Ruo mulai bereaksi terhadap energi dari buah abadi itu.

__ADS_1


Lima jam kemudian......


krakkkk..... krakkkk... krakkkk....


Semua titik dentian Ruo retak, tak kuat menahan gejolak energi dari buah abadi itu...


"aaaaaarrrrrrrggggggghhhhhhhh"


Ruo mengerang, menjerit kesakitan.


Boooommmmmmm....... Booommmm


Zeeeeppppppppp..............


Saat ledakan terjadi pada dentian Ruo, akar jiwa menarik paksa energi buah abadi dan menyalurkanya untuk memperkuat dentian yang sebelumnya retak.


"Demmmmmmmm.......... "


Bahkan semua inti elemen, berbalut dengan warna emas........


Chiuuuuuuuuuu....................


Duuuuaaaaaaaaarrrrrrrrrrr.......


Blaaaaammmmmmmmmmmm.....


wwhhheeeeeesssssssssss..........


energi yang luar biasa dahsyat meledak dan menciptakan gelombang kejut yang meluas, hingga puluhan kilometer.


whhhuuuusssssss.......

__ADS_1


Ruo melesat terbang di ketinggian udara dengan mata yang masih tertutup.


Blaaaaaaaaarrrrrrrrr...........


Tubuhnya memendarkan cahaya keemasan,,, punggungnya tumbuh Sayap yang terbentuk dari energi Qi,akar jiwa, kekuatan jiwa, Dan inti elemen.


Sayap Qi Ruo memiliki panjang lima meter, berwarna emas... Ruo perlahan membuka mata.


"heesssss....... " Ruo menghembuskan nafas pelan, dan menatap ke arah jauh ke tempat Xue.


"Mataku.... " Ruo merasa heran, dengan matanya yang dapat melihat Xue dari jarak ratusan kilometer.


"ini luar biasa,,,, " Ruo menoleh kiri kanan,dengan jelas,,, dia melihat seperempat wilaya Yao.


Bukan hanya matanya, Ruo menilik semua ke ahlianya,yang sekarang memiliki persepsi jiwa, yang dapat merasakan aura mahluk hidup apapun.. selain itu,Ruo memiliki aura penekanan yang luar biasa dan aura agung yang menenangkan jiwa, serta banyak lagi ke ahlian lainya yang di munculkan akibat menyerap buah abadi.


Dan yang paling luarbiasa dari semua itu,,,, Ruo berada di ranah Dewa Suci tahap puncak,naik dari dewa langit dan pertapa.


Selesai dengan semuanya,,Ruo melesat ke tempat Xue,hanya dalam sekejap mata,,,, dia tlah tiba di hadapan Xue.


"kak.... kak... " Bibir Xue peluh melihat sosok kakaknya yang terlihat luar biasa.


"kakak... memiliki sayap... "


"heheheee.... " Ruo hanya tersenyum.


"Xue'er,,,, sekarang giliranmu"ucap Ruo, lalu memberikan satu buah abadi pada Xue.


" mmm...... " Xue mengangguk yakin, dan melesat meninggalkan Ruo.


.............................

__ADS_1


__ADS_2