
"Salam senior" ucap Ruo menyapa sang komandan, setelah dia sampai di pos jaga.
"Salam tuan muda,,, namaku Wei Bo, komandan prajurit ke amanan kota Ran ini" sang komandan mengenalkan diri.
"Ruo,,, " ucap Ruo singkat,, lalu mendekati A Nara,,,
"Ra'er,,, apa kau baik baik saja"
"ya Gege,,, aku baik baik saja,,, bagaiman dengan Gege sendiri... "
"aku juga baik" jawab Ruo, lalu kembali pada Wei Bo, setelah memastikan keadaan A Nara.
"Senior,,, apa anda bisa menjelaskan apa yang terjadi,, junior sungguh tak mengerti.... " tanya Ruo.
"Tuan Muda,,, apa tuan muda yakin tidak tau... " timpal Komandan Wei Bo.
"mmm.... " Ruo mengangguk yakin.
"Lalu,,,, apa tuan ingin tau alasan mengapa patriak dan tetua sekte Weling, tiba tiba datang dan ingin membawa nona muda" tanya kembali komandan Wei Bo
"Mohon informasinya senior.... " Ruo mengakupkan tangan pada komandan Wei Bo.
"Nona muda,,,, kemarilah" pinta Wei Bo pada A Nara... dia pun mendekat pada Wei Bo.
srinnngggggg........
Komandan Wei Bo,mencabut belati dari sarung pinggangnya.
krepppppppp.......
Ruo reflek, dan langsung mencengkram leher komandan Wei Bo...
"Senior,,,, apa maksud senior ini... " Tanya Ruo, yang sudah bersiap mematahkan leher komandan Wei Bo.
"kehkkkk...... ttu... an mmmuda, dengarkan dulu" pinta komandan Wei Bo yang lehernya masih tercekik.
"Jelaskan sekarang.... " Ruo pun melepaskan cengkramanya.
srrreeeetttttttt...........
Dengan cepat,,,Komandan Wei Bo, menyayat lengan A Nara, dengan belatinya....
" Bangsat........ " Ruo langsung marah dan mengumpati komandan Wei Bo
Buuuuaaaakkkkkk......
Ruo menendang Komandan dan mengirimnya keluar dari pos jaga
whuuuusssss,,,, ,,, bommmmm.
__ADS_1
"arrrrggghhhhhh,,,,, geeuuukkkk" komandan Wei Bo menjerit kesakitan, dan memuntahkan banyak darah.
whuuuusssss...........
Ruo melesat ke arah komandan Wei Bo
"tuan muda,,,, lihatlah nona muda dulu" ketika Duri baja, sudah berjarak beberapa senti dari wajah komandan Wei Bo,Wei Bo menunjuk ke arah A Nara... Ruo pun memilih percaya pada komandan Wei Bo.
Ruo kembali ke pos jaga melihat kondisi A Nara setelah lenganya di sayat oleh belati milik komandan Wei Bo.
"ap... paaaaa " Ruo tergagap pelan melihat kondisi A Nara.
Komandan Wei Bo, tergopoh mendekati Ruo, yang mematung.
"Sekarang tuan muda melihatnya bukan" ucap komandan Wei Bo,pada Ruo sambil menatap A Nara.
"Senior,,, telanlah dulu pil penyembuh ini,,,, lalu mohon jelaskan padaku" Ruo memberikan satu pil pada Wei Bo, meski tatapanya masih tak beralih dari A Nara
Beberapa saat kemudian komandan Wei Bo,pulih dan Ruo sudah berada di sisi A Nara.
"sebelum saya menjelaskan,,, tuan muda silahkan memerika belakang daun telinga nona muda,,, apakah terdapat titik hitam dan putih yang saling melingkar" pinta komandan Wei Bo.
Ruo lalu meminta izin pada Nara, untuk memeriksa petunjuk yang di sampaikan Wei Bo.
"Seperti yang senior katakan,,, di belakang daun telinga A Nara memang ada tanda hitam putih saling melingkar,,,, sekrang silahkan senior jelaskan"
"Tuan muda,,, orang yang mengumumkan sayembara tadi, adalah telik sandi dari sekte weling"
"teruskan.... " pinta Ruo
"Setau saya,,, Nona muda adalah ras dari manusia abadi... "
Degggghhhhhhh.........
Ruo lebih kaget,dari sebelumnya.
"Ya tuan muda,,,,, Nona adalah ras dari manusia abadi,,, namun,jangan salah paham dengan nama ras dari nona muda"
"Di katakan manusia abadi,,, seperti yang sudah tuan muda saksikan tadi,, sayatan senjata apapun, takan bisa membuat Nona muda mengeluarkan darah meski setetes,,,, bahkan jikapun berdarah, bukanlah darah yang berwarna merah,,,, melainkan bening dan sedikit berkilau seperti kristal tuan muda"
"Elemen energi bawaan dari ras manusia,menyatu dengan darah mereka,ketika kulitnya tersayat,,, energi itu membungkus darah mereka menahanya agar tak menetes seperti tubuh manusia seperti kita ketika terkena luka"
"Lalu cahaya yang tuan muda lihat di luka sayatan nona muda tadi, adalah penyembuh bagi luka itu sendiri,,, sperti yang tuan muda lihat,,, sama sekali tak ada bekas sayatan pada lengan nona muda sekarang"
"itulah,,, kenapa patriak dan para tetua tadi turun langsung untuk menangkap nona muda"
"Jika saya boleh memberi saran,,,, tuan muda harus lebih berhati hati mulai dari sekarang,,, karna, bukan tidak mungkin,,,, keberadaan Nona muda sudah di ketahui oleh yang lain" tutur komandan Wei Bo
"Lalu ttg tujuan mereka,,, apa senior tau" Ruo brtanya hal lainya.
__ADS_1
"Akan saya jelaskan,, tapi mohon Tuan mendengarkan dengan tenang" pinta Wei Bo
"emmmm... " Ruo mengangguk
"mereka akan menggunakan baik darah, organ tubuh, dan tulang ras manusia abadi sebagai sebuah pil,untuk keperluan kultivasi tuan muda"
Boooommmmmmmm..........
Ruo tak bisa menahan amarahnya...dan mengeluarkan energi tekanan.
wuuuussssshhhhhhhhh........
Ruo lalu melesat, ketempat orang yang mengumumkan sayembara.
Deemmmmmmm........
Ruo menghentakkan kakinya ke tanah, dan mengguncang area itu.
"Pak Tua,,,, pada sekte mana saja kau memberikan informasi tadi" ucap Ruo pada telik sandi.
sreeettttt......
Ruo langsung memotong satu kaki dan dua telinga telik sandi itu.
"aaaarrrrgggg" orang itu menjerit kesakitan, tubuhnya kelojotan di tanah, banyak orang yg melihat merasa kasian, namun tak ada yang mau ikut campur.
"ampun tuan... mohon ampuni aku" orang itu memelas pada Ruo
"katakan saja,,,, apa kau tuli, setelah dua kupingmu terlepas.... " bentak Ruo
"baik,,,,, baik tuan muda,,, aku memberikan informasi itu pada tujuh sekte aliran hitam lainya,,, sekte phiton, sekte kobra,sekte derik,sekte bajing api,sekte gajah, sekte Cacing langit dan sekte naga tanah tuan muda" ucap orang itu.
slaapppp... clleeeeeepppp... duuaaaarr
Ruo langsung menusuk telik sandi itu dengan Duri landak dan meledakkanya.
tanpa memperdulikan orangndi sekitar yang melihat kekjaman dari perbuatanya,,, Ruo melesat kembali ke pos jaga.
"Senior,,,, sebaiknya junior segera pamit dari sini,,, junior tak mau melibatkan senior" ucap Ruo, yang terkesan buru buru pada komandan Wei Bo.
"Tuan muda,,, saran ku, pergilah ke sekte jari langit, di wilayah selatan benua ini,, dan mohon Terima lencana identitas ini" komandan Wei Bo, memberikan sebuah lencana pada Ruo, dan di Terima.
Ruo pun memberikan satu botol kecil air inti spiritual pada komandan Wei Bo.
"Terimakasih untuk semuanya senior,, dan junior minta maaf telah berlaku kasar pada senior" Ruo menjurah hormat.
"tak apa tuan muda,,, saya sangat memahami emosi tuan muda" tutur komandan Wei Bo.
Setelah peradatan, Ruo dan A Nara pergi meninggalkan pos jaga menuju selatan sesuai arahan komandan Wei Bo.
__ADS_1
.............................