
Di kedalaman 10 kilometer Gunung Shang Gui,danau magma beriak dan bergelombang.
Dan itu di akibatkan karena Huoshan menggeliat, badanya yang sangat besar bermandikan magma terlihat sedikit ke permukaan magma.
"grooooaaahhhhhh"
Huoshan memunculkan kepala dan mengibaskanya, membersihkan magma yang menempel di seluruh bagian kepalanya.
"Kali ini,,, ada apa dengan mu,cacing kecil? " Pria paruh baya yang terkekang di puncak bukit di tengah danau magma yang tak lain adalah Jiang Kun,menanyakan kemunculan Huoshan yang tiba tiba.
"sssssssshhhhhh" Huoshan hanya mendesis,dan menatap Jiang Kun.
Kepala Huoshan mengarah ke atas langit langit Gua bawah tanah Gunung Shang Gui.seperti merasakan hal yang asing di atas sana.
Jiang Kun,yang melihat perilaku Huoshan tak biasa, dia mengikuti arah yang di tatap Huoshan.
"Apa yang kau lihat di atas sana? " tanya Jiang Kun, yang masih menatap searah dengan ular api raksasa itu.
Huoshan menengok pada Jiang Kun.
"Graaaaaaahhhhhhhhh" Huoshan membuka mulutnya lebar lebar,entah mendesis atau meraung,suaranya mampu menggetarkan seluruh area Gua.
Sementara..... di permukaan tanah yang tertutupi lahar kering, Ruo mengedarkan kekuatan spiritualnya.menyisir seluruh area yang yang bisa terjangkau oleh kesadaran jiwanya.
"Sama sekali tak ada satupun tanda tanda kehidupan" gumam Ruo, yang sudah menggunakan semua ke ahlianya.
"Bahkan,,, tak ada jebakan, ataupun formasi ilusi" pikir Ruo, yang mencoba mendeteksi ke semua area.
Ruo baru merasakan adanya sedikit energi dari suatu kekuatan,saat kesadaran jiwanya menerobos jauh ke bawah tanah.
__ADS_1
"Ii... ini? " Ruo tersentak,stelah merasakan sedikit energi yang dia deteksi.
"Sangat panas" ucapnya.
"Duri landak semesta,pedang pembalik semesta dan elemen angin.... Bor semesta"
buuuzzzzz.......
Ribuan Duri landak,sebuah pedang dan elemen angin, membentuk mata bor yang Ruo arahkan ke dalam tanah.
Ddrrrrrtttttttttt...............
Dengan mudah,kekuatan dari duri landak dan pedang pembalik langit yang di tambah elemen angin, mengebor serta melubangi prmukaan tanah yang tertutupi lahar yang sangat tebal.
Satu, dua, tiga hingga tujuh kilometer di bawah tanah, senjata Ruo berhenti mengebor.
"Tekanan energi di bawah sudah sangat terasa" Ruo sedikit berspekulasi dengan berbagai kemungkinan.
BOM..........
Ruo berhasil menerobos kedlaman dan menghancurkan langit langit gua.
Degggghhhhhhhhhh..........
Ruo tertegun, tersentak kaget, tubuhnya bergetar,,, ada rasa takut menyelimuti jiwanya.
Dari jarak tiga kilometer,,, sepasang mata yang sangat besar, dengan warna pupil merah,seluruh bagian kepalanya terlumuri magma yang sangat panas di tambah asap mengepul keluar dari setiap bagian kulitnya, menatap langsung ke arahnya.
"Naga api" gumam Ruo.
__ADS_1
whuuumnnnggggg.....
Ruo langsung waspada,dan melindungi dirinya dengan duri landak semesta yang memutari tubuhnya.
Cukup lama,dua mahluk berbeda ras dan ukuran itu saling tatap... namun yang mengerikan,ialah setiap nafas yang keluar dari Huoshan menyemburkan asap dengan hawa energi yang sangat panas.
Ruo tak bisa menyembunyikan ketertekanannya, di hadapan Naga api raksasa itu.
Sementara,Huoshan dengan tatapanya pun sungkan memulai sesuatu,seperti dia ingin melihat, apa yang bisa dan akan di lakukan oleh pemuda yang berdiri di atas danau magma tiga kilometer darinya.
"Pantas,,,, dari beberapa waktu yang lalu,kau terlihat seperti mewaspadai sesuatu,,, rupanya kau kedatangan tamu, cacing kecil" Jiang Kun berucap dari blakang tubuh Huoshang, yang tadapat terlihat oleh mata kasad Ruo.
"A..... AYAH" bibir Ruo bergetar keluh menggumam.matanya tiba tiba nanar memerah,menitikan air.jiwanya bergoncang lirih tatkala mendengar suara yang menurut perkiraan yang dia yakini, itu adalah suara dari seseorang yang selama ini menjadi alasan dari semua perjalananya.
"Siapapun kamu,,, dan apapun tujuan mu,sebaiknya kembalilah!!! Jangan menyia nyiakan nyawamu meladeni cacing kecil itu" Jiang Kun kembali berkata.
"Graaaaaahhhhhh" Huoshan meraum, merasa risih dengan Jiang Kun yang mulai ikut campur.
"Haha..... kenapa cacing kecil? apa kau merasa gusar dengan perkataanku? " Jiang Kun seperti tak peduli dengan kegusaran Naga api yang memunggunginya.
"Senior,,,,, aku adalah keadaan yang di tinggalkan,dimana tengah mencari keberadaan yang lain,aku adalah alasan kekuatan bagi diri sendiri juga bagi keberadaan yang lain"
"Aku adalah pena dan kitab kosong,yang karna mencari satu keberadaan,aku menuangkan sejarah ku sendiri"
"Aku terlahir dari rahim seorang dewi langit dan ayah seorang jendral besar dari daratan Zurhen Kekaisaran Jiang"
"Aku Jiang Ruo....... putra dari ibu Ling Shu Yuan dan Ayah Jendral Besar Jiang Kun" Ruo meninggikan suaranya,mengeluarkan semua emosinya meski dengan jiwa yang masih bergetar.
"Ruo'er? "
__ADS_1
.......................................