
Dari sisi bagian lain alam Xianren,,,
Langit bergemuruh,sebuah lingkaran dimensi tercipta bersama lesatan dari ribuan sosok yang keluar dari lingkaran portal dimensi itu.
Fu chang,pemuda yang di percaya menjadi pemimpin kelompok mewakili sekte matahari menjadi orang pertama yang menginjakan kaki di tanah alam Xianren.
Dia bersama Lima belas murid lainya,bergegas kemanapun meninggalkan ribuan peserta lain untuk memisahkan diri dan mencari keberuntungan agar bisa di bawa ke sektenya nanti.
*
*
Ruo dan A Raiya yang berada di atas punggung Zan Lang, sampai di sebuah Air terjun yang lokasinya berada di bawah tebing curam.
"Lang,,, masuklah kedalam air terjun itu" A Raiya mengarahkan Zan Lang untuk menerobos derasnya air terjun.
Tak Lupa, sebelumnya dari jarak berpuluh kilometer,,, A Raiya menghapus jejak aura ketiganya, agar keberadaan mereka tak bisa di lacak.
Lang kini sudah berada di dalam jalur gua di balik air terjun,,, Serigala itu terus berjalan mengikuti arahan dari A Raiya.
Dua jam menapaki jalur gua,, akhirnya Zan Lang melihat binar cahaya,, segera Lang mempercepat larinya lalu meloncat tinggi setelah keluar dari kegelapan gua.
"aaaauuuuuuuuuuu.... .... " Lang melolong lantang setibanya di suatu tempat yang sangat indah dan luas.
"Di sinilah tempat tinggal kami,, ras dari manusia abadi" ucap A Raiya menilik matanya kebelakang menatap Ruo.
Ruo lalu sedikit menundukan wajahnya ke arah A Raiya hingga keduanya bertemu mata langsung.
Wajah A Raiya memerah tatkala wajah Ruo sangat dekat dengan wajahnya,, hampir saja kedua hidung pasangan muda itu bertabrakan.
"Ya'er,,, siapa pemuda yang bersamamu itu" beberapa orang menghampiri Ruo dan A Raiya,begitu mreka memasuki wilayah dari ras manusia abadi dan salah satu dari mereka langsung menanyakan identitas Ruo.
"Salam ayah,, kenalkan,,, ini adalah Jiang Ruo Gege"A Raiya mengenalkan Ruo pada sosok ayahnya
" Gege?? "sosok ayah A Raiya menaikan kedua alisnya mendengar ucapan putrinya memanggil pemuda asing dengan sebutan Gege.
A Raiya,gelagapan setelah sadar dengan ucapanya,,, wajahnya langsung memerah.
" Anak muda,, dari mana asal mu?? dan kenapa aku merasakan keberadaan putriku A Nara pada dirimu? "tanya ayah A Raiya.
__ADS_1
" Salam senior semuanya,, nama junior Jiang Ruo,junior berasal dari alam rendah daratan Zurhen"Ruo mengenalkan diri pada tokoh ras manusia abadi di hadapanya.
"Dan kenapa ada aura A Nara di dalam diriku...... " Ruo pun perlahan menjelaskan dengan kembali menceritakan awal pertemuannya dengan A Nara.
Wajah Ayah A Raiya,berubah ubah ekspresi mendengar apa yang di ceritakan oleh Ruo.
"Pemuda keparatttt...... "
BOOMMMMM......
Kegeraman Ayah A Raiya memuncak,tatkala Ruo menceritakan apa yang terjadi pada A Nara,dia yang tak bisa menahan emosinya, menyerang Ruo dengan kekuatan puncaknya,,, hingga melemparkan tubuh Ruo dengan sangat jauh.
Whuuuusssssss...........
Zan Lang, langsung menerkam tubuh Ayah A Raiya,sosok itu terlentang di tanah dengan tubuh yang sudah di tahan Zan Lang.
"Jangan lakukan Lang!!!! " Ruo yang melihat mulut Zan Lang sudah terbuka dan hanya beberapa sentimeter dari wajah Ayah A Raiya, hendak melahap kepalanya, berteriak pada Zan Lang.
A Raiya yang melihat kejadian sesaat itu hanya diam dengan tubuh bergetar.
"Ggrrrrrrrrhhhhhhh....... " Zan Lang menggeram tepat di wajah Ayah A Raiya, air liur Zan Lang pun banyak menetes di wajahnya.
Setelah lepas dari cengkraman Zan Lang, Ayah A Raiya langsung berdiri,,, namun, tatapan benci pada Ruo masih nampak dari raut wajah pria paruh baya itu.
Ruo mendekat pada Ayah A Raiya dan..
"Brruuukkkk.... "
Ruo terduduk mengambil sikap lotus di hadapan Ayah A Raiya, dan di kelilingi tokoh lainya juga A Raiya sendir.
Blaaaaarrrrrrr.............
Ruo melepaskan elemen Ruang dan waktu,kemudian manyalurkan kekuatan jiwanya,,, dari relung terdalam yang selama ini Ruo tak bisa menjangkaunya... Ruo memaksakan diri menarik sepelik jiwa A Nara, menyatukanya dengan kesadaran jiwa dan meneteskan darah murni ras abadinya.
Blaammmmmmmmm............
Luapan energi membuncah, elemen ruang dan waktu di paksa mengurung pendaran luapan energi, menyatu dengan darah yang Ruo teteskan, lalu kembali Ruo membuat formasi penyatuan dengan kekuatan dan kesadaran jiwa.
Beberapa saat kemudian,,,, sepelik jiwa itu menampakkan wujud sosok Gadis yang sangat sangat cantik,,, yang tersenyum lembut menatap wajah tampan Ruo.
__ADS_1
"Ra'er??? " Bibir keluh pria paruh baya yang tak lain Ayah dari A Nara itu berucap pelan dengan tubuh bergetar.
A Nara menilik pada sosok yang menyebut namanya.
"Ayah... " masih dengan senyumnya,,, sosok jiwa dari A Nara mendekati Ayah nya.
"Ayah,,, maafkan Ra'er yang tak bisa memenuhi janji pada Ayah" ucap A Nara.
"Tidak Nak,,, tidak.... itu tidak penting,Ayah sama sekali tak ingin menagih janjimu,,,, putriku" ucap Ayah A Nara dengan mata yang sudah tak kuasa membendung linangan air di sudut matanya.
"Tapi Ayah tak perlu khawatir,,, ada Ruo Gege yang akan menggantikanku dan menepati janji yang tak bisa A Nara tepati" ucap A Nara dengan senyum yang menghiasi wajah ayu nya.
"Yakinlah padanya Ayah!!! Ruo gege akan membawa semua keluarga ras kita pada tempat yang semestinya"Lanjut A Nara yang kemudian tatapanya beralih pada A Raiya.
" Ya'er,,, dampingilah Ruo Gege dengan segenap hatimu!!! karna Ya'er takan menemukan pemuda seluar biasa Ruo Gege"A Nara memberi pesan pada A Raiya lalu kembali menatap Ayahnya.
"Ayah,,, Ra'er belajar dari Ruo gege,,, bahwa rasa hormat tak melulu di dapat karna kekuatan,,, tapi ikatan akan bernilai lebih dari itu"
"Jaga diri Ayah baik baik!!! " A Nara tersenyum lembut menatap semua orang, lalu kembali hilang bersama energi yang kembali masuk ke dalam tubuh Ruo.
"Putriku..... " gumam Ayah A Nara sambil menundukkan wajah dengan air mata menetes jatuh ke tanah.
Ruo yang memaksakan diri untuk memunculkan jiwa A Nara, terkulai lemas,, wajahnya memucat dan hampir pingsan.
Beruntung,, dia segera menelan pil untuk memulihkan keadaanya.
"Nama ku A Wong, Ayah A Nara dan A Raiya,,, " dengan masih menyembunyikan wajahnya mengarah bumi,, Ayah A Nara mengenalkan dirinya pada Ruo.
"Jiang Ruo menyapa Paman A Wong" Ruo segera melakukan peradatan pada A Wong,,, begitupula dengan tokoh lainya.
"Ya'er,,, ajaklah nak Ruo ke rumah, dan temuilah ibumu"pinta A Wong pada Putrinya dan masih tanpa menatap Ruo.
Tanpa menunggu,, A Raiya mengajak Ruo dengan di temani tokoh tokoh yang sebelumnya bersama A Wong,,, sementara, A Wong sendiri masih berdiri lesu di tempatnya.
" haaaahh..... "A Wong mencoba menenangkan diri dengan membuang nafas yang menyesakkan dadanya.
" Ayah percaya dengan penilaian mu pada pemuda itu,,, putriku"ucap A Wong,namun dia masih enggan pergi dari tempatnya.
Sebagai seorang ayah,,, kehilangan anak tentu bukan hal yang mudah untuk membuang rasa kehilanganya begitu saja.
__ADS_1
..............................