
Selesai dengan urusan penginapan,dan membersihkan diri, Ruo turun dari kamar dan hendak keluar....
"bruuuaaaakkkkk"....
Suara keributan terdengar, di bagian bawah penginapan, ruang tempat makan pengunjung.
" Dari tadi, kalian menghina sekte kami.. tapi kami sabar,, kalian dari sekte Zi memang bangsat, tidak patriak tidak murid,,, semua bangsat arogan " ucap seorang pemuda, yang seprtinya sudah tak dapat menahan amarahnya,,
Ruo yang baru saja turun, dan tak mengetahui ada masah apa, hanya sedikit memperhatikan.
"hahahaaaa...... lalu kenapa kalau kami arogan,,, bukankah pantas bagi kami, sedangkan kalian,,,,, kalian hanya murid dari sekte pedang angin, yang bertahan dari kemurahan Raja Sung Kang, itupun hanya kerajaan kecil, lagi pula,,,,, kenapa kalian mau menampung si penghianat Zi Shen" ucap murid sekte Zi.
"Apa kalian dari sekte Zi"
Ruo tiba tiba bertanya di tengah pertikaian dua kelompok murid,, kedua kelompok yang bertikai pun mengrahkan wajah mereka pada Ruo.
"hahaha.... benar,kami dari sekte Zi,,, sekte nomor satu di benua Zen ini" jawab salah satu murid bangga menyebut identitas diri.
"bagusssss.... " tiba tiba sorot mata Ruo menajam.....
"slaaatapppppp..... whussss.... cleppp"
tujuh murid sekte Zi tiba tiba ambruk tanpa sebab...segera semua pengunjung berlari keluar, karna takut terlibat dan berurusan dengan sekte Zi.
sedangkan, lima murid sekte pedang angin gemetar melihat orang yang tadi bertikai dengan mereka.
"ap... pa yang harus kita lakukan" ucap salah satu murid yang masih gemetar, memikirkan masalah yang akan terjadi.
"kalian tak perlu melakukan apa apa,pergilah dari sini" Ruo yang melihat kelima murid sekte Pedang angin sangat ketakutan merasa kasian dan menyuru mereka pergi.
"senior,,, apa tidak apa apa"
"emmm.... kembalilah ke sekte kalian, dan sampaikan salam pada Senior Zi Shen, katakan padanya,,,, Ruo yang menitip salam" ucap Ruo.
"Baik, senior... kami pastikan menyampaikan pesan senior pada tetua Zi,,, kami pamit pergi sekarang"
kelima murid itu langsung meninggalkan TKP, masih dengan rasa takut.
seusai kelima murid sekte pedang angin pergi, Ruo menghampiri ketujuh murid sekte Zi yang sudahntak bernyawa itu.
"Aku pastikan,,,, setiap kematian dari semua anggota sekte Zi, adalah bayaran dari setiap tetes darah semua saudara ku di daratan Zurhen... " ucap Ruo pelan menatap ketujuh mayat murid sekte, yang bunuh dengan duri landak baja angin... duri landak sendiri telah di modifikasi oleh Ruo, dengan menggabungkan elemen angin kekuatan spirit dan baja putih, hingga lesatanya hampir takkan terlihat oleh siapapun.
Ruo kemudian menghampiri para pelayan, juga manager penginapan.
"bila ada yang bertanya ttg kejadian ini, katakan pada mereka, aku Jiang Ruo yang melakukanya"
Ruo sengaja menjadikan dirinya menjadi buronan, agar dia di masukkan dalam daftar misi,alasan pertama karna melihat arogansi dari murid murid sekte Zi... dengan mereka mengambil misi, serta memburu dirinya, tentu akan memudahkan Ruo menumpas sekte Zi,di samping tujuanya memastikan keberadaan sosok yang sangat ingin Ruo temui.... sambil menyelam minum susu.
Manager dan lainyapun mengangguk, Ruo memberikan koin emas sebagai kompensasi pada manager penginapan, setelahnya Ruo meninggalkan penginapan pergi kemanapun.
Belum ada tiga hari Ruo berada di benua Zen, dia langsung memutuskan menerapkan rencananya yang memang sudah jauh jauh hari dia pikirkan.
"maaf senior,,, boleh aku menanyakan sesuatu" Ruo menghentikan seseorang di jalan, dengan maksud bertanya.
"yah,,, silahkan anak muda, apa yang mau kau tanyakan"
"begini senior, aku hendak berkunjung ke sekte Musang api, apakah senior tau aku harus kemana"
"sekte musang api yah... " orang itu seperti berfikir sebelum menjawab.
Ruo sendiri, mengetahui sekte itu dari buku yang dia baca di gedung JENDELA DUNIA.
__ADS_1
"anak muda,,, apa kau yakin, ingin kesana"
"ya senior,,, aku sangat yakin"
"ya sudah kalau anak muda sudah yakin,,,, anak muda, pergilah ke arah utara,,,, sekte itu ada di bagian inti hutan monster. " orang itu menjukkan arah jalan dari tujuan Ruo.
"terimakasih atas informasinya senio" Ruo menangkupkan tanganya, lalu melanjutkan perjalanannya.
sampai di bibir hutan,,, Ruo melihat sekitarnya....
"pantas,,, jika senior tadi ragu untuk memberikan informasi,,, aura hutan ini sangat mengerikan" gumam Ruo, yang kemudian memasuki hutan monster tersebut.
Baru beberapa kilometer memasuki hutan.....
"Grooooaaaahhhhhh"
whussssss......
Puluhan berbagai spirit beast mengepung Ruo yang langsung menyerangnya...
buakkk.... trang... tranggg,,,, Deemmmm
Ruo langsung menghindari serangan salah satu beast, kemudian menangkis serangan beast yang lainya dangan tameng zirah naga,,, zirah naga Ruo saat ini sudah menyatu dengan dirinya, hingga dapat memudahkan kapan pun Ruo mau brtranformasi.
menangkis serangan beast,, Ruo memutar pedang pembalik langit, dengan posisi gagang berada di depan untuk menggebuk beast,serangan kembli mengarah pdnya, kala dia memggebuk Beast sebelumnya,..
Whussss.....
dengan langkah angin, Ruo meloncat tinggi sambil memutar tubuhnya,.
clepppp......
dua beast tertusuk dan terpotong sekaligus,... Whiuuusssssss
beast lain menembakan energinya pada Ruo, segera Ruo menahan dengan tamengnya, tanpa menunggu,,,,, Ruo melesakan duri landak baja angin...
slaataapppp....
cleeepppp......
Beast yang menembakkan energi pada Ruo langsung ambruk,namun Ruo langsung di seruduk oleh beast Banteng petir...
Bammmmmmmm
Ruo terlempar,,,,
Chiuuuuu.......
chiuuuuuuu.....
beberapa serangan energi kembali mengarah ke Ruo, yang posisinya saat ini menabrak pohon.
"Duri landak baja angin,,,,, bor langit.. "
whuuussssssss.......
ribuan duri landak menyatu,membentuk bor kerucut, berputar kencang menerjang lesatan energi yang mengarah Ruo....
Drreeettttttt...
Serangan energi beast dan duri landak yang berbentuk sperti bor beradu...
__ADS_1
Booommmmmmmm....
Chiiiuuuuuuuu.........
Energi beast meledak,namun bor langit tetap melesat, mendekati target ,,,duri landak yang sebelumnya menyatu berbentuk bor,menyebar ke arah manapun...
clepppp....
cleeeeppppp
duri duri itu menusuk semua beast,menewaskan semua nya seketika.
Ruo menghampiri mayat mayat beast, mengambil inti spiritnya,lalun melanjutkan perjalanannya.
sehari semalam, Ruo menerobos hutan, dan setiap saat Ruo bertarung dengan beast penghuni hutan monster.
"anak muda,,,,, siapa kamu dan ada kepentingan apa di hutan monster ini"
suara bergema, di telinga Ruo... namun tak nampak sosok itu.
"nama junior,,, Jiang Ruo senior, kepentinganku adalah bergabung dengan sekte musang api, senior"
ucap Ruo
"anak muda, apa yang kau ketahui ttg sekte api"
"junior tak mengetahui banyak,junior hanya membaca informasi ttg sekte musang api, sewaktu junior berkunjung ke gedung JENDELA DUNIA" jelas Ruo memberi alasan....
wuuusssssss.......
sosok pria sepuh tiba-tiba muncul tak jauh di depan Ruo.
"anak muda,,, darimana asal mu "
"Junior dari daratan Zurhen senior"
Deggghhhhhh
senior itu sedikit kaget dengan darimana Ruo berasal.
"anak muda,,, apa kau yakin ingin bergabung dengan sekte musang apai" ucap pria sepuh itu
"junior yakin senior"
"baiklah kalau kau bersungguh sungguh"
whusssssss..........
pria sepuh itu mengibaskan tangan.
"formasi ilusi"
gumam Ruo, yang kini melihat di jarak dua kilo meter berdiri bangunan megah luas dan terlihat sangat kokoh.
"kau benar anak muda, ini adalah formasi ilusi..... sekarang mari kita masuk. "
"oh iya,,,, kenalkan nama pria tua ini adalah Huo Eng si penjaga gerbang ilusi anak muda" Huo Eng mengenalkan diri.
"terimakasih senior Eng" Ruo menangkupkan tangan.
keduanya pun berjalan memasuki area sekte dengan santai, sambil berbincang bincang, Huo Eng tertarik dengan identitas Ruo yang berasal dari daratan Zurhen.
__ADS_1