Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Penunjukkan pulau Naga


__ADS_3

Ruo yang menerima pesan pedang angin, segera memberitahu ke empat Jian.


"Aku tau ini terlalu cepat,,, hanya saja, aku tidak menyangka sekte Zi selangkah di depan kita" ujar Ruo setelah memberi tau pesan yang dia Terima dari tetua agung Zi Shen.


"saudara,,, apa menurutmu, sekte pedang angin dan sekutu akan sanggup menahan gempuran dari sekte Zi" tanya Jian luo.


"entahlah,,, aku belum pernah mengetahui kekuatan yang sebenarnya dari sekte Zi"


Ruo mengatakan yang sebenarnya,,, meski, menurut informasi yang dia dapat dari tetua agung Zi shen, bahwa orang terkuat di benua Zen ini adalah leluhur dari kaisar Zen sendiri, yang berada di ranah dewa langit tahap puncak, sama seperti dirinya....


namun menurut Ruo.... ranah dewa hanya sekedar penamaan ranah,saja.


yang artinya,,, dia curiga, sekte Zi memiliki beberapa orang dengan kekuatan di ranah yang sama, sebagai puncak dari ranah kultivasi di benua Zen ini.


melihat,,, benua Zen yang berkali kali lipat luasnya dari daratan Zurhen.... tentu banyak kekuatan tersembunyi di benua seluas benua Zen ini.


"Saudari Ning,,, sebulan dari sekarang, kuharap sekte Gagak hitam bersiap menjadi dukungan untuk yang lainya" ucap Ruo pada Jian Ning


"tentu,,,, aku akan memimpin semua anggota berikut para tetua, senior"


tegas Jian Ning


"ya... saya yakin,,, dengan sumberdaya sebanyak itu, sekte ini akan menjadi dukungan terkuat bagi pasukan yang lain,, "


"Setelah ini, aku dan saudara yng lain, akan kembali ke sekte pedang angin"


mereka menutup pertemuan itu, dengan Ruo dan empat Jian lainya pamit pada Jian Ning, untuk kembali ke sekte pedang angin.

__ADS_1


"Kami menunggumu saudari Ning" ucap Jian luo


mereka pun melesat terbang meninggalkan sekte Gagak hitam.


perjalanan yang seharusnya di tempuh dalam waktu tiga mingguan seperti sebelumnya,,, kini hanya di tempuh dalam waktu empat hari saja,dan memang pantas di katakan kekuatan yang berada di ranah dewa,,,kecepatan terbang mereka seperti sebuah perpindahan yang tak lagi terlihat oleh mata kultivator di bawah ranah kaisar suci,akan tetapi tetap terlihat lambat jika seorang Zi Shen mengaktifkan mata langitnya.


"Salam patriak Jian, salam semua tetua" Ruo cs melakukan peradatan setelah mereka sampai di sekte pedang angin.


"bagaimana perjalanan dan latihan kalian semua" tanya patriak Jian


"semuanya berjalan lancar patriak" jawab Jian luo


"lalu dimna Jian Ning.... "


"saudari kami tinggal, karena kedudukanya yang sebagai Matriak,,, patriak"


"apaaaaaa....... apa kalian serius"


"baguslahhh..... artinya kita mendapat satu dukungan kekuatan tambahan"


ptriak merasa sedikit lega, mendengar penyampaian Jian luo


"emmm..... maaf patriak, dimana tetua agung Zi Shen" tanya Ruo, yang tak melihat keberadaan Zi Shen


"oohhh.... tetua agung, sedang melakukan perjalanan untuk mengurus sesuatu,,,,,, sudahlah,,, lebih baik, kalian beristitahat dahulu, nanti kita akan membicakan hal lainya lagi" ptriak Jian meminta kelimnya untuk istirahat.


Ruo cs pun pamit mundur, ke tempat masing masing....

__ADS_1


selama beberapa hari, Ruo cs mengahabiskan waktu dengan bersantai, Ruo memilih tak ikut andil den memepercayakan semua perencanaan perang dan strategi pada patriak dan semua tetua, hingga utusan Kekaisaran datang.


"patriak Jian,,,, Kekaisaran telah memutuskan,untuk menyetujui pengajuan kedua sekte,,, dan juga, sekaligus, Kekaisaran telah menunjuk Pulau naga sebagai medan pertempuran bagi kedua sekte,,, untuk waktunya sendiri,,, dua bulan dari sekarang,,,,, pihak Kekaisaran akan ikut mengawal di seluruh pesisir peraiaran pulau naga, guna mengurangi dampak dari pertempuran yang akan terjadi"


utusan Kekaisaran akhirnya menyampaikan keputusan akhir dari kaisar Zen.


"Terima kasih atas arahan tuan utusan, dan kebijaksanaan Kekaisaran yang menunjuk pulau naga " ucap patriak Jian.


"Dan satu lagi patriak,,,, jika anak muda bernama Ruo itu selamat kelak,, leluhur kaisar ingin bertemu muka denganya"


"Degggghhhhhh"


mendadak, tubuh semua orang bergetar mendengar ucapan utusan Kekaisaran.


Seorang leluhur Kekaisaran, tertarik bertemu dengan seorang anak muda,,,, apa apaan, menurut mereka.


bahkan,,, sudah tak terhitung banyaknya kultivator kuat yang berkeinginan untuk sekedar menatap sosok leluhur dari Kekaisaran Zen itu, ranah dewa langit tahap puncak, hanyalah isu,,,, untuk menggambarkan kekuatan sosok leluhur tersebut.


tapi hari ini.... utusan Kekaisaran dengan terang terangan menyampaikan ketertarikan pada sosok Ruo.


"ttt... uan, utusan.... bbeb.. benarkah demikian" ptriak menjadi gagap, dengan tubuh yang masih bergetar.


"benar patriak..... dan agar patriak menyampaikan pada anak muda itu"


"tentu.... pasti akan saya sampaikan tuan utusan" patriak sangat bersemangat.


"ingat,,, dua bulan kedepan, di pulau naga,,, saya pamit sekarang" utusan pun pamit mundur.

__ADS_1


sepeninggalnya utusan Kekaisaran, suasana menjadi riuh senang, karna salah satu anggota mereka mendapat kehormatan untuk bertemu muka dengan leluhur Kekaisaran, meskipun Ruo belum di katakn resmi menjadi bagian dari sekte pedang langit.


setidaknya, mereka cukup puas,,,, karena menyampaikan informasi tersebut melalui patriak Jian, yang artinya,,,, Kekaisaran tau Ruo adalah bagian sekte pedang angin.


__ADS_2