Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Akhir Dari Zishen


__ADS_3

Ruo menepis, pikiranya ttg Shung Ning Yun... dan kembali fokus pada Zi Shen.


"Aku akan bertaruh nyawa dengan mu, keparat....... bukaaaa"


Ruo menggerakkan tanganya, dan menarik elemen angin yang mengurung Zi Shen.


"Bagusssss....... Aku akui keberanian mu bocah"


Zi Shen yang tak lagi terkurung oleh elemen angin, medan gravitasi angin serta cincin angin, merasa terbebas meski masih ada cakram Guang yang mengelilinginya.


Whusssss.........


Ruo melesat, masuk kedalam kekangan cakram Guang. ..


"Bammmm"


Ruo langsung melayangkan pedang, dan di tepis.


Wuuusss


Zi Shen, menebas leher Ruo..


Taanngggg,,,,


tameng naga menahan pedang Zi Shen


Ruo memutar kaki,lalu menendang perut Zi Shen, namun tangan Zi Shen,,, dengan mudah menepianya, Ruo bersalto,, sambil menutupi pandangan Zi Shen dengan tameng naga, agar pergerakanya tak bisa di lihat.


"Langkah angin"


Whuuuussssss......


Ruo menambah kecepatan dalam keadaan masih bersalto.....


Buaakkkkkk.........


Tendangan Ruo mengenai tangan Zi Shen.


"Bayangan Angin..... "


Blaaaaarrrrr.......


Buzzzzzzzzzz..........


Ruo menggunakan inti angin, dan jurus bayangan angin, dan hasilnya,,,,,,, beberapa bayangan Ruo tercipta.


Tcaahhh,,,, duagggghhh... Bammmm... Bammmm.........


Zi Shen, kini seperti di keroyok oleh sepuluh sosok Ruo.


"Elemen api..... "

__ADS_1


Whiuuussssssss......


Ruo langsung menyerang zi Shen dengan elemen api, sementara Zi Shen, masih di keroyok oleh energi dari inti angin yang membentuk Ruo.


Baaaaammmmmmm........


Meski serangan elemen api Ruo dapat di tangkis,namun sititik panas, menebar luka di tangan Zi Shen.


Sedangkan,,, berapa kalipun serangan Zi Shen,sekarang tak di rasa, oleh Ruo yang sudah bertranformasi dan memulai memainkan bermacam elemenya. Alasanya karna ranah kultivasi yang jauh satu ranah di bawah Ruo.


"Elemen tanah..... "


Bommmmm...


Tanah daratan menjulang ke atas mengarah pada Zi Shen, Ruo terus mengendalikan angin api dan tanah.


"Aku bertaruh semua atas nyawamu keparat,,,, aku takan memandang apapun lagi bajingan keparat sepertimu".


Wussssssss........


Ruo memutar cepat tubuhnya, begitupun dengan tiga elemen yang mengikuti gerakan Ruo, tiga elemen itu seperti cacing raksasa, yang mengamuk di udara, mengejar, mengurung dan melilit Zi Shen.


" Aku takan mati bocaaaaaaahhhhhh"


Zi Shen, mencoba melesat untuk melarikan diri.


"Duri landak baja angin,,,,,,, tiga elemen pelahap...... Pedang pembalik langit,,,,,,, murka langit.... "


Gleeeegggeeeeeerrrrrr........


Ruo mengeluarkan jurus puncak pedang pembalik langit dengan gabungan tiga elemen sekaligus, di tambah Duri landak baja angin.


Dampak dari gabungan kekuatan Ruo seperti kekosongan tanpa udara,tidak ada tekanan dan gravitasi, namun akibat dari itu,,, Zi Shen sama sekali tak bisa menggerakkan satupun bagian tubuhnya, bahkan jari nyapun seperti mati rasa.


"Matilah kau........ Keparaaaaaaaaatt"


Heeeeeeyyyyyyyyyaaaaaaaaaaa


Zi Shen, pada akhirnya mengetahui batasan dari mata langitnya,,,, dan akhirnya dia pasrah dengan memejamkan matanya.


"Akhir yang pantas,,,,, "


Ucap Zi Shen


Clepppp.... Clepppp.... Cleeppp


Ribuan Duri landak berhasil menusuk tubuh Zi Shen,,, di susul dengan kekuatan energi tiga elemen.......


Demmmmmmmmmmmmmmmmmm


Energi tiga elemen, melewati tubuh Zi Shen, yang langsung menjadi debu,dan melesat ke arah pasukan Zi Shen.

__ADS_1


Booooooommmmmmmmmmmmm


Gelombang kejut di susul kedahsyatan dari kekuatan tiga elemen, menyapu di sisi bagian pasukan Zi Shen.


Semua yang berada di garis lesatan energi tiga elemen Ruo, bukan hanya pasukan Zi Shen menjadi debu, namun tanah daratan Pulau naga terbelah dengan kedalaman kiloanmeter.


Ruo tak berhenti, dia terus mengendalikan elemenya,,, bahkan mengarahakanya jauh ke lautan lepas.....


"Aa... Apa itu"


Wuji yang melihat sinar energi yang di selimuti asap hitam beserta api seperti cacing raksasa yang sangat besar segara melesat menghindari jangkauan gelombang energi itu,.


Whhuuuuunnnngggghhh.....


Serangan Ruo ia kendalikan ke arah seluru ikan paus raksasa....


Boommmmmmmm...............


Demmmmmmmmmmmmmm......


Ribuan ikan paus langsung menjadi ikan bakar dan panggang, serta banyak tubuh dari ikan raksasa meledak luluh lantak....


Chiiiiuuuuuuuuuuuuuuu....


Jing Yu,,, ikan raksasa milik Zi Shen, memberikan perlawanan pada serangan Ruo.


energi puncak Jing Yu, ia tembakkan ke arah serangan Ruo untuk mengahalau...


Blaaaaaaaarrrrrrrr...........


Energi pertahanan JingYu, beradu...Namun sayang, kekuatan seranganya tak cukup kuat untuk menandingi energi dari seseorang yang berada di ranah puncak dewa langit .


Zeeeeeepppppppppp.........


Duuuuuaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr............


Telak,,,, Jing Yu langsunng meledak dan tubuh sepanjang dua kilometernya hancur berkeping-keping.


Wuji, hanya mematung di udara, dengan cakram Guang yang mengelilingi tubunya.


"Kenapa dia tidak mengeluarkan jurus ini dari awal"


Gumam Wuji.....


"Aiiiissssss..... Aku tau,kalau saudara Ruo memakai jurus tadi dari awal.... Nanti tidak seru, dan gregettt..... Hehehe"


Ucap wuji pada dirinya sendiri.


Zeeeeppppppp.......


Energi tiga elemen kemudian di tarik kembali oleh Ruo, setelah memastikan semua ikan raksasa sudah tewas.

__ADS_1


Ruo berdiri dengan dada naik turun dan nafas yang tersengal,kemudian dia menatap kembali ke medan pertempuran yang tak lama lagi akan berakhir,Meski masih tersisa jutaan dari pasukan Zi Shen.


.....................................


__ADS_2