Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Sekte Kelabang 2


__ADS_3

Menyaksikan Leluhur mereka menjadi kabut darah,,, Patriak Lun dan seluruh tetua menjadi gentar.


Mereka semua saling memandang satu sama lain dan hendak melarikan diri.


"Elemen angin.... cincin angin... "


zzzeeeeeeppppppp..........


whuuuussssssssssss.......


Ruo menyadari niat dari seluruh tetua sekte kelabang, diapun menggunakan jurus elemen angin untuk mengurung mereka semua....


"Kalian pikir,,, akan dengan mudah untuk lari dari pertarungan..... "


"Jangan berharap.... pak tua" ucap Ruo


"aaaaaa....... " patriak Lun berteriak.


Bommmm..... booommmm... booomm


patriak Lun dan seluruh tetuanya mencoba keluar dari cincin angin yang mengurung mereka.


"Tetua Feng,,,, Cobalah jurus baru itu.. "


Ruo menatap tetua Feng dan memintanya menggunakan jurus yang belum lama ini dia pelajari dari Ruo.


"emmmm..... " Tetua mengangguk.


"Pedang kembar....... Amukan Feng Suk..... heeyyyyyaaaaaaaaaa"


"eh..... " Ruo merasa aneh dengan nama jurus tetua Feng.


whhhuuuuunnnnggggggg.......


Dua siluet pedang raksasa, melesat ke arah cincin angin Ruo,,,, saat silut itu menyentuh cincin angin,,, Ruo membuka celah agar serangan tetua Feng tepat pada sasaranya.


Zzzeeeeeeppppppppppp..........


Demmmmmmmmmmmm..........


gelombang kejut dari serangan tetua Feng,menggoyang cincin angin,,, ledakanya membumbung tinggi mendorong cincin angin....


"Daaahhhssyyyaaatttt...... " gumam Tetua Feng, yang tak menyangka kalau jurus yang di pelajari dari arahan Ruo, akan sedahsyat itu.


"Tetua.... bagaimana,,, apa tetua puas,, hehehehe" ledek Ruo pada tetua Feng


"aissss....... pemimpin,,ini jauh lebih dahsyat dari yang ku bayangkan" Tetua Feng merasa sangat puas.

__ADS_1


Dari serangannya,patriak dan semua tetua sekte kelabang yang sebelumnya terkurung oleh cincin angin, tewas tanpa menyisakan apapun.


Ruo dan tetua Feng kemudian melesat membantu pasukanya menyelesaikan pertarungan.


Ruo melihat pertarungan Xue,,, dan merasa tenang, karna Xue terlihat mulai menikmati pertarunganya,.


Booommmmmm....


Boooooommmmmmmm....


Demmmmmmmmm.........


Blammmmmmmmmmmmm....


Dentuman dan ledakan pada akhirnya menggegerkan,,,,ledakan dari serangan pasukan Serigala Angin Perak, terdengar sampai ke sekte sekte tetangga.


Mereka dengan rasa penasaran memilih untuk sekedar memastikan apa yang sedang terjadi.....


"ii.... ni..... " para patriak dan tetua sekte yang terlebih dahulu sampai di jarak pandang dengan pertempuran di buat menganga,,, tak ada dari mereka yang bersikap biasa, semua di buat terkejut oleh pertempuran yang sedang di lakoni pasukan Serigala angin Perak.


"Dari mana pasukan dan seriga Serigala itu... " tanya salah satu patriak pada dirinya sendiri,,, dia baru pertama kali menyaksikan sebuah pertempuran yang bersama mereka terdapat juga pasukan Beast, terlebih Serigala Perak.


whhhuuuuuuussssssss........


Ruo menghampiri seluruh orang yang sedang menyaksikan pembantaian pasukanya trhadap sekte kelabang.


"Sss.... salam anak muda" ada kegentaran pada jiwa mereka mendapati Ruo tiba tiba berdiri di hadapan mereka semua.


whuuuusssssss..........


Tetua Feng melesat dan berdiri di samping Ruo.....


"Salam patriak Wen,, patriak Bo,,, patriak Qun.... " tetua Feng menyebut nama semua patriak, tujuanya, agar tak terjadi salah paham antara mereka dengan Ruo.


"Tetua... apa tetua mengenal mereka semua" tanya Ruo


"Benar pemimpin,,, saya mengenal dengan baik mereka semua... "


"mmm...... " Ruo mengangguk paham.


"Tetua Feng,,, apakah mereka yang sedang berperang anggota pasukan penjaga wilayah... " tanya patriak Qun.


"Benar patriak,,,, namun, sekarang mereka adalah anggota Divisi Kusus Pasukan Serigala Angin Perak,,, yang bertugas,melenyapkan sekte sekte aliran hitam yang selama ini mengacau di dalam wilayah kita... " Tetua Feng menjelaskan.


"Tapi...... bukankah dengan kalian meninggalkan pos, maka tak ada lagi penjaga keamanan di perbatasan.... "


"Ada,, di pos penjagaan tetap ada anggota kami yang berjaga, patriak.. "

__ADS_1


"Tetua Feng,,, jadi isu mengenai pasukan Serigala beberapa hari ini, adalah anda yang memimpin.... "


"Maaf patriak,,,, untuk pemimpin..... "


Demmmmmm........


Boooommmmmmmmm........


Penjelasan Tetua Feng terhenti oleh suara ledakan yang sangat keras dari tempat pertarungan....


"maaf semua patriak,,, ini bukan waktu yang tepat...... " ucap tetua Feng cepat dan langsung melesat kembali ke pertempuran,,, dengan Ruo yang mengekor di belakang......


"Pedang kembar,,, amukan Feng Suk............. Heeeyyyyyyaaaaa"


Tetua Feng langusng mengayunkan kedua pesangnya, mengarahkanya dari atas kebawah, menerjang pasukan musuh....


Chiiuuuuuuuuuuuuuu........,..


Deeeeemmmmmmmmmmmmmm...


"Pedang pembalik langit...... hukuman Langit....... Chyyyaaaaaaa"


kini giliran Ruo yang memberikan serangan yang tak kalah dahsyat dari serangan tetua Feng.....


zzzzzzeeeeeeeepppp............


Deeeemmmmmmmmmmm........


"Petir langit,,,,,, Amukan Guntuuuurr,,, cyyaaaaaaaaaa"


Dua serangan belum juga reda,,, kini Xue dengan kekuatan petir langitnya kembali menyerang ke arah pasukan musuh....


Cetaaaaarrrrrrr..... Duuuuuaaaarrrrrrr


Blaaaaammmmmmmmmmmm......


sisa pasukan musuh,,, terlempar ke udara, oleh serangan pertama,,, kemudian terbanting kebawah oleh serangan kedua,,, sisianya mereka tersambar oleh petir langit Xue, dan meledak.


Mereka benar benar menjadi abu Gosong..... kombinasi dari serangan Ruo, tetua Feng, Xue, pasukan Serigala angin dan pasukan Lang.,, dengan sekejap membumi hanguskan sekte kelabang................


"Mengerikan....... "


"sangat kejam........ "


"Pasukan monster,,, benar benar pasukan monster... "


Semua orang yang menyaksikan, saling berucap dan berpendapat mengenai pasukan Serigala Angin Perak.

__ADS_1


..........................


__ADS_2