
Sepasang insan,berjalan bedampingan di bawah sinar menguning langit sore.
Satu di antaranya,sesekali terlihat malu dan satu yang lainya, terlihat tenang penuh wibawa.
Ruo dan A Nara menyusuri jalan dengan langkah pelan,,, kecantikan yang selama ini jarang di ketauhi,harus rela di gondol seorang pemuda delapan belasan tahun.
Di setiap alam kultivator,,, kecantikan dan ketampanan, adalah hal yang lumrah,karna energi yang mereka kelola membantu nya untuk memperbaiki struktur wajah, tubuh dan lainya,,,semakin tinggi ranah,makin trlihat tampan dan cantik pula sang kultivator.
Berbeda dengan mereka yang mengkonsumsi pil,, tingkat pemurnian menjadi tolak ukur kualitas yang di hasilkan.
Namun,kekaguman Ruo pada A Nara berbeda,,,, A Nara, bukanlah seorang kultivator,bahkan Dentianya pun belum di bangkitkan,,, tapi kecantikanya mampu meredupkan kecantikan lainya.
Sangat jarang,kultivator kuat yang mau repot dengan manusia biasa, mereka menganggap,,, manusia biasa hanya beban, dan tak layak bagi mereka.
Sebaliknya,,, justru Ruo merasa sangat heran dan merasa aneh.... bagaimana bisa, manusia biasa bisa bertahan di alam kekacauan yang sangat berbahaya seprti A Nara.
Karna selain Cantik,hal itu juga yang menjadi pertimbangan Ruo, membawa serta A Nara.
"Nona,,, kau terlihat capek,sebaiknya kita cari tempat istirahat"
"emm... " A Nara mengangguk.
Sesampainya mereka di rumah makan dan penginapan,di tempat itu penuh dengan pelanggan yang sedang makan.
"ee.... maaf senior, apa masih ada meja kosong untuk kami berdua.. " tanya Ruo
"Maaf tuan muda,,, kebetulan, semua meja kosong sudah di pesan oleh pelanggan... "Jawab pemilik rumah makan.
Saat Ruo menanyakan tempat, salah satu pelanggan melihat sosok Ruo, dan dengan serius mengamati.
" Pemimpin,,, " bisik orang itu, sambil menyentuh lengan pemimpinya.
"hemmmm..... jangan menggannggu waktu makanku.. " ucap si pemimpin.
__ADS_1
"pemimpin,,, lihatlah sebentar,,, bukankah pemuda itu adalah pemuda yang sama, dengan sosok yang membunuh seluruh pasukan Kekaisaran.... " bisik orang itu,,, pemimpin itupun melirik ke arah sosok yang di maksud anak buahnya.
Deeeggggghhhhhh........
pemimpin itu menjatuhkan paha ayam yang hendak dia kunyah.
"Bebb... benar.... " pemimpin itu tersadar, dan langsung berdiri menghampiri Ruo yang masih berbincang dengan pemilik restoran.
"Salam senior,,,,, kenalkan, aku Luan Di Pemimpin Pro Rakyat " Luan Di ujug ujug memberi salam dan menjurah pada Ruo.
"eee.... i.. ya... salam senior... namaku Ruo" meski merasa kaget dan bingung dengan sikap tiba tiba Luan Di, Ruo pun mengenalkan diri.
"senior,,, jika tidak keberatan,,bergabunglah di meja kami" ajak Luan Di, Ruo pun melirik pada A Nara, meminta pendapat.
"mm.... " A Nara mengangguk
"Senior,,,maaf merepotkan.. " tutur Ruo yang kemudian di arahkan kemeja Luan Di.
Melihat sosok Ruo berjalan ke arah mereka,,, tubuh semua orang bergetar,masih sangat jelas di ingatan mereka,yang hanya dalam sekejap sosok di hadapan mereka saat ini melenyapkan pasukan Kekaisaran.
Melihat sikap Ruo,,, mereka lebih di buat kaget lagi,,,, seumur hidup mereka, tak pernah mereka temui sosok kuat,yang bersikap sopan seperti Ruo.
tak mau ada kecanggungan, Luan Di segera menyilahkan Ruo dan A Nara duduk,dan memesankan pesanan Ruo.
"Senior Di,,, baru siang tadi junior mendengar nama anda dari Saudari Nara, sekarang Junior justru bisa bertemu langsung... " ucap Ruo berbasa basi.
"Benarkah.... aku tak menyangka,nama ku bisa di kenal oleh saudari anda tuan muda,,, terimakasih" kata Luan Di
"Tak perlu sungkan,,,itu karna memang junior memerlukan beberapa informasi saja senior,,, "
"informasi..... informasi apa yang tuan muda perlukan... "
"yaahh.... maaf bila junior tak berbasa basi,,,, junior hendak menuju ke alam langit senior... "
__ADS_1
"apaaaa" Luan Di kaget
"ya senior,,, perjalanan ku bersama saudari Nara, adalah ke Kekaisaran Shun, karna menurut informasi Kekaisaran memiliki portal untuk kesana... apa benar senior"
"itu memang benar tuan muda,,, tapi juga tidaklah mudah,,, sudah tak terhitung tahun,kami berjuang hanya untuk portal itu sebagai salah satu alasanya... tapi kami belum sanggup bahkan mendekati benteng Kekaisaran"
"Seberapa kuat kaisar Shun itu senior"
"Dia berada di ranah kaisar suci.. tuan muda"
"apaaaa" Ruo tercengang,,, Ruo mengira puncak kekuatan di alam ini akan sangat kuat, tapi ternyata sebaliknya.
Hanya Ranah kaisar suci.... apa apaan itu, pikir Ruo.
"ada apa tuan muda... "
"ah... tak ada apa apa senior,,,, "Ruo bersikap biasa.
" baiklah,,,, jika senior dan pasukan ingin ke Kekaisaran,, ikutlah dengan ku besok pagi,lagi pula,,,, junior tak ingin berlama lama di alam HunLuan ini.... " ajak Ruo pada Luan Di.
obrolan mereka berakhir saat pesanan Ruo datang,,, mereka pun menikmati hidangan.
Selesai makan,,, Ruo membuat janji temu dengan Luan Di,dan keduanya sepakat,,, Ruo dan A Nara yang merasa lelah, memilih beristirahat di penginapan itu, dengan memesan dua kamar pada pemilik penginapan.
"Nona,,, istirahatlah, besok... kita akan pergi meninggalkan alam Hun Luan ini" ujar Ruo pada A Nara.
"Tuan muda,,,, Bolehkah aku memanggil tuan muda dengan,,,'Gege' " A Nara sangat malu,namun ingin.
"Tak apa,,,,,,Ra'er" Ruo tersenyum lembut pada A Nara, yang masih mencuri pandang karna malu.
"Ra'er istirahat sekarang Gege" dengan wajah masih tertunduk malu, A Nara balik badan dan berlari kecil meninggalkan Ruo.
"Aiiissssss........ sikap lucunya membuatku ingin menghancurkan Gunung saja... " gumam Ruo, lalu masuk ke kamarnya.
__ADS_1
...................................