
"Apa yang terjadi?? " tanya dalam benak Ruo dan Hua cs yang baru saja tiba di alam dewa, namun sudah merasakan gejolak aura iblis.
"Jun,,, apakah maksud dari undangan itu adalah untuk peperangan ini? "Ruo menatap tajam Jun dan lainya.
" Saudara, aku sendiri bingung dengan apa yang terjadi saat ini"tutur Jun, yang memang sama sekali tak tau apapun.
"Segel semesta...... " Ruo tiba tiba menggerakkan tangan dan menciptakan formasi perlindungan.
BAMMMMM.........
Satu serangan besar menghantam tepat di lokasi Ruo dan Hua cs berdiri,,, beruntung, Ruo dengan cepat membentuk segel perlindungan.
Hua cs terbelalak, tatkala mereka menyadari, serangan itu tepat mengarah pada mereka.
Dan yang sama sekali mereka tak menyangka,,, adalah bahwa saat ini mereka berada tepat di tengah dua pasukan yang sedang menyiapkan sebuah peperangan besar.
"Sekarang,,, dengan mereka mengarahkan serangan pada ku,tak ada alasan bagiku untuk tak membalas" ucap Ruo yang geram mendapat serangan tiba tiba.
"Kalian bisa pergi dari sini sekarang,,, atau ikut bersamaku menghajar mereka semua" tutur Ruo memberi pilihan pada Hua cs.
"Tapi saudara,,,, lihatlah jumlah mereka!! dan.... dannn... bukankah itu adalah monster raksasa" Jun terbata bata menyampaikan sanggahan.
"Kau takan pernah tau seberapa kuat dirimu jika melewatkan pertempuran besar seperti ini,,,, saudara Jun" ucap Ruo sambil tersenyum pada Jun dan lainya.
whuuuuussssssss................
Ruo mengeluarkan Tetua Feng Suk dan Divisi PSAP lengkap dengan Serigala anginya, sebagai pasukan yang pertempuran darat.
Divisi PSAP kini memiliki jumlah 500 pasukan, yang sebelumnya hanya 150 anggota saja, di tambah dengan pelatihan khusus yang Ruo berikan,,, mereka semua berada di ranah bintang Bumi, sebuah pasukan yang berkekuatan cukup mumpuni di alam dewa tingkat satu.
Selanjutnya,,, Ruo mengeluarkan Qian cs beserta pasangan mereka, empat Jian, Yao Xue dan Yao Wendhi, Liu Fei dan Luan Di Komandan Wei Bo juga di ikut sertakan oleh Ruo.
Meski dengan pasukan yang kurang dari seribu anggota,,, sudah cukup bagi Ruo untuk memberikan perlawanan yang layak bagi pasukan musuh walau sangat sangat jauh dari kata seimbang.
Yang membuat pasukan Ruo terlihat sangat mengerikan adalah,, semua senjata yang terpegang oleh pasukanya memiliki tingkat luar biasa, yaitu senjata tingkat dewa.
Semua senjata senjata itu, di persembahkan untuk semua pasukan Ruo, sebagai hadiah dan persiapan dari Zhen Long.
Hua cs, yang melihat betapa luarbiasanya pasukan yang di miliki saudara barunya tersebut, menjadi tertantang.
Kelimanya, bersepakat dengan hati untuk bertekad dan menghimpun keberanian,dan bergabung dengan semua pasukan Ruo.
"Adalah sebuah kehormatan, bagiku berada sejajar dalam pertempuran bersama saudara semuanya" ucap Jun dengan ketegasan.
"emmmm....... " semua pasukan Ruo mengangguk, sebagai tanda bahwa mereka menerima Hua cs berada di antara mereka.
whuuusssss........
Ruo menengok sejenak ke arah Hua cs, dan melemparkan lima senjata yang setara dengan pasukanya yang lain.
"Kalian tak perlu menunggu jika mereka sudah berada dalam jangkauan serangan!!!! Bantai mereka semua!!"Ruo memberikan perintah komandonya.
__ADS_1
" Uurrraaaaa..... uurrraaaaaaa"Divisi PSAP menyahut semangat seperti biasanya.
"aauuuuuuu....... " Zan Lang,,, Tunggangan serigala Ruo sewaktu berada di alam Dou Xing yang kini menjadi tunggangan tetua Feng Suk, meraung menyahuti perintah Ruo.
Dari jarak jauh,,, patriak Wong dan Tetua Jia Yi yang menyaksikan Ruo dengan jelas, benar benar di buat takjub,,,, terlebih tetua Jia Yi, yang mendapati kelima murid jeniusnya memilih bergabung dengan Ruo,daripada kembali ke sekte.
"Terimakasih, telah membangunkan tekad seorang kultivator pada kelima muridku" gumam Jia Yi dalam hati.
"Kalian dengarkan!!!! bergabunglah dengan pasukan darat dari pasukan pemuda di depan sana" teriak patriak Wong sambil menunjuk jauh ke arah Ruo dan pasukan.
"Ada lima murid sekte kita bersama mereka,, kita memulai pertempuran dari sana tapi ingat?!! ikuti perintah komando dari pemuda yang bernama Jiang Ruo" ucap patriak memberi perintah.
"Apa bisa kalian mengerti??? "
"uurrrraaaaaa..... uurraaaa" semua murid sekte melesat menghampiri dan bergabung dengan pasukan Ruo.
"Saudara Jun,,,, sebagai lima murid jenius, pimpinlah semua murid sekte cahaya dewa!!! "
"Mulai saat ini,,, posisikanlah peran kalian di dalam pasukan sekte cahaya dewa" pinta Ruo
"Xin Hu, Liu Fei.... begabunglah dengan mereka" Ruo kini meminta Xin Hu dan Liu Fei mendampingi Hua cs.
"Baik" tegas Xin Hu dan Liu Fei
"Senior Wei,,, anda juga"
"emm..... " komandan Wei Bo mengangguk tegas.
sriiinnngggggg...........
Semua pasukan, menghunuskan senjata mereka saat pasukan musuh mulai mendekat.
" Tetua Feng,,, seperti pertempuran yang sudah sudah.... kalian akan memberikan serangan setelah kami,pasukan udara menggempur pertahanan musuh"Ruo memberikan aba aba terakhir pada Divisi PSAP.
"Rraaaaarrrrhhhhhh" gema dari raungan monster raksasa memekakan telinga.
Jarak mereka kini hanya sekitar lima kilo meter dari dari titik bentrokan.
"Bunuh semua yang bergerak di hadapan kalian!! " Jendral Gui memberi perintah.
Whhuuuusssss...........
"ahahaahaahaaa...... majulah!!!majulah kalian semua,sapi glonggong" Wuji yang sudah tak sabar,melesat maju sendiri ke arah para monster raksasa yang menjadi pasukan ujung tombak pihak iblis.
"Selalu tak sabar" Qian cs mendengus kesal melihat kelakuan Wuji, yang selalu menyerobot sendiri.
"Panah dewa,,, tamparan si tampan" teriak wuji sambil menarik busur dan menciptakan panah energi.
swwuuuttttt........
"Kabut iblis,,, pelahap dewa" ucap sosok iblis yang berada di atas monster raksasa, dan menciptakan kabut hitam pekat menyelimuti semua bagian tubuh monster raksasa.
__ADS_1
"heheheee..... kau tertipu, bodoh" Wuji tersenyum puas karena berhasil menipu musuhnya menggunakan anak panah sebagai pengalihan.
"Cakram Guang..... whhuuuunnnngghh
"Sreeettttttt......... Tubuh monster raksasa terbelah menjadi dua, berikut dengan sosok iblis yang menjadi pawangnya.
" Rrraaaaarrrrrrghhhhhh.... Monster raksasa meraung kesakitan....
BOMMMMM.............
"Satu Tumbang,,, Yoosssshhhh" Wuji berselebrasi dengan keberhasilan pertamanya menumbangkan monster raksasa yang menjadi lawanya.
Qian cs yang melihat Wuji berhasil menumbangkan musuhnya tak mau kalah, mereka berlima bersemangat meladeni monster monster raksasa yang menjadi lawan mereka.
Dengan ganas Qian cs menggempur baris serangan musuh yang merupakan para monster raksasa.
Yao Xue bertarung bersama Yao Wendhi,,, dua sosok itu dengan bengis membabad setiap musuh yang berada di hadapan keduanya,, Saat Yao Xue menembakan energi petirnya,,, maka Yao Wendhi memberikan serangan telak pada musuhya.
Begitupun dengan empat Jian dan Luan Di.... kelimanya yang menggempur dari sisi kiri jauh memborbardir dengan pedang angin dewa meraka.
Setiap tebasan dari pedang kelimanya, tak ada musuh yang dapat menahanya, meski musuh menggunakan perisai dan formasi iblis.
Ruo,dengan pedang barunya yang di beri nama Pedang Taring Neraka, yang dia tempa dngn Taring naga pemberian Zhen Long sebagai bahan utama, di padukan dengan batu neraka yang redup akibat dia serap inti apinya sewaktu di gunung Shang Gui juga batu bintang dan pelangi serta batu meteor putih yang kekerasanya bahkan sebuah pusaka tingkat legenda tak dapat menggoresnya.
Dengan hanya melihat senjata itu,, bahkan semua monster yang berhadapan dengan Ruo,enggan menyeerangnya,,, namun karna di atas punggung mereka terdapat seorang tuan yang mengendalikanya, membuat mereka terpaksa memberikan perlawanan.
Kepiawaian Ruo yang di padukan dengan pedang Taring Nerakanya menjadikanya sosok mengerikan di antara semua musuh yang menyaksikan betapa bringasnya dia.
Srahkkkk..... sraaahhkkkkk
slasssshhhh..... Srrrrreeetttt
Setiap ayunan dan setiap kali senjatanya menempel di tubuh musuh,tak ada dari mereka yang terlihat utuh, Ruo memotong tubuh tubuh musuhnya seperti tahu.
Ketajaman dan kekokohan pedang Taring Neraka melebihi semua kriteria yang di miliki cakram Guang milik Wuji sebagai senjata dewa terkuat sampai saat ini.
Berjam jam,Ruo cs,empat Jian, Duo Yao,Luan Di dan enam wanita dari pasangan Qian cs memberikan tontonan yang menakjubkan pada baris pasukan di belakang mereka.
Tak terlihat ada kelelahan,,, sebaliknya, mereka sesekali terlihat tersenyum seperti seseorang yang benar benar menemukan sesuatu yang mereka rindukan.
Sudah ribuan dari monster raksasa yang tewas oleh Ruo cs, namun hal itu belum terlihat jelas oleh pemimpin pasukan musuh dan menarik perhatianya, karna banyaknya jumlah mereka.
"Saudara.... sepertinya,Divisi PSAP sudah tak sabar dengan pertempuran? " Dari jauh, Wuji mengirim pesan jiwa pada Ruo.
Ruo menilik sesaat pada pasukan Divisi kemudian melirik Wuji.
"Kau benar saudara,, tapi biarkan mereka menunggu sesaat lagi, sampai kita bersihkan semua monster monster ini" Ruo menolak usulan Wuji, karna bagaimanapun, Ruo tetap mengukur kemampuan musuh dengan pasukanya.
Terlebih,,, mereka memang sudah menjadi bagian dari strategi perang Ruo.
...................................
__ADS_1