
Ratusan Juta orang,kini bermukim di wilayah sekitaran seratus kilometer dari area Shang Gui, atas izin Kekaisaran Benua selatan dan kesepakatan dari semua sekte maupun klan.
Mereka semua adalah penghuni dunia jiwa Ruo sebelumnya, yang kesemuanya saat ini di pimpin oleh banyak patriak, termasuk Qian cs dan empat Jian.
Di tempat barunya,,, mereka mendirikan sekte Lembah Angin Semesta,karna dengan jumlah anggota yang tak sedikit, mereka sudah sangat layak mendirikan sekte.
Yao Wendhi,,, sebagai orang terkuat, menunjuk Ling Shu Yuan Sang Dewi Langit, sebagai pemimpin tertinggi, Lalu Patriak Li di tunjuk sebagai patriak, untuk menghormati sosoknya yang memang adalah seorang patriak dari sekte lembah angin.
Kebawahnya,,,Yao Wendhi menunjuk semua patriak dari berbagai sekte yang ikut serta sebelumnya menjadi para tetua.
Sedangkan,untuk para sahabat Ruo,, seperti Wuji, WanLi, Qian Qin, Liu Bai, Bai Huang, Zhang San, Jian Cok, Jian Luo, Jian Wewei,Jian Ning.Bertugas sebagai pengawas wilayah Shang Gui.
Dengan bekal berbagai ke ahlian,baik berburu, menempa senjata,alkemis,formasi,strategi perang dan di dukung oleh Yao Wendhi yang memang membawa seperempat bongkahan batu bintang sebagai bekal.
Patriak Li,dengan anggota sekte lembah angin yang berbekal harta dan sumberdaya yang dia ambil dari gua tempat berlatih Ruo dulu,menjadikan Perekonomian Sekte Yang baru berdiri sekitar Satu setengah tahun itu berkembang pesat.
Banyak dari berbagai sekte, kerajaan dan bahkan Kekaisaran yang berkunjung, dengan niat bekerja sama dengan sekte Lembah Angin Semesta.
Baik kerjasama dalam bentuk jual beli senjata,pil, dan juga keahlian yang lain, tak hanya dari benua selatan,benua tengah, barat, timur pun mendengar tentang berdirinya sebuah sekte yang memiliki aturan berbeda dari kebanyakan sekte itu.
Terlebih,, benua utara yang tak lagi asing dengan nama Ruo.
Setelah mendengar Sekte Lembah Angin Semesta berdiri karna merujuk pada sosok pemuda itu,,, Sekte Jari Langit, adalah sekte pertama yang berkunjung ke sekte Lembah Angin Semesta di benua selatan.
*
*
"Nyonya Ling,patriak Li dan Senior Yao serta para tetua... itulah yang bisa kami ceritakan mengenai bagaimna kami mengenal sosok pemuda hebat yang bernama Jiang Ruo" Patriak Shou dari sekte jari langit dalam pertemuanya dengan para petinggi sekte Lembah Angin Semesta, mengulas cerita bagaimana pertemuannya dengan Ruo secara singkat.
Dia begitu takjub,dengan pemuda yang kini sanggup mengukir nama besarnya hanya dalam waktu singkat.
Terlebih, setelah patriak Shou mengetahui bagaimana Ruo berlaku pada semua orang.
"Lalu,,, apakah ada tanda tanda dari Junior Ruo, kapan dia akan selesai dengan pelatihan tertutupnya? " Patriak Shou yang memang sudah tiga hari di sekte itu,penasaran.
"Untuk hal itu... kami semua tidak tau kapan waktu tepatnya patriak Shou,bahkan selama satu setengah tahun ini,,, kami semua hanya bisa mengawasi tempat pelatihan Nak Ruo,,, itu pun melalui informasi dari saudara saudara Ruo"Ling Shu Yuan dan yang lain sepakat untuk merahasiakan kebenaran, bahwa Ruo sebenarnya tengah menyerap inti api neraka.
Hal itu karna Ruo telah berpesan pada semua anggota sekte Lembah angin semesta, agar merahasiakan kebenaran mengenai penyerapan inti api neraka.
*
*
Jauh di rongga bumi,,, pemuda gagah nan tampan berumur dua puluhan tahun,tengah tenang dan fokus dalam sikap lotusnya.
Bias bias energi dari batu merah sebesar bola golf tersulur masuk perlahan kedalam tubuh pemuda yang tak lain adalah Ruo.
Setelah manghabiskan waktu setengah tahun,melahap wujud Naga api menjadi energi,,, setahun berjalan kini Ruo tengah berusaha menyempurnakan penyerapanya.
Yang menjadi sulit bagi Ruo, tak lain adalah ttg bagaimana dia memahami hukum dari elemen api itu sendiri.
Dalam fokusnya Ruo mengulang ulang perkataan....
"aku adalah semangat,aku adalah sifat yang mengikuti bagi tuan,sabagian dari ku adalah cahaya,sebagian yang lain aku tak berada di sana"
"aku adalah panas,nilaiku adalah merusak,sebagian lain adalah manfaat.. aku tak bersama air, tanah, angin, dan es,,, namun dapat bersamanya"
"aku adalah pembakar,,,,dariku menguatkan dan lemah karna lainya,aku adalah api... amarah sang penyabar dari semesta"
Zeeeeebbbbbbbbb...........
Cahaya merah dari inti api neraka redup,,,, dan,pada akhirnya berhasil di serap dengan sempurna oleh Ruo.
Satu hal, yang tak di ketahui Ruo adalah,,, selama proses penyerapan inti api neraka..perlahan,danau magma yang sebelumnya sangat luas menjadi mengering,bahkan tak lagi di rasakan panas.
Begitupun lahar yang berada di kawah merapi Shang Gui,semburan lahar, abu vulkanik dan asap serta uap panas yang sudah tak terhitung waktu lamanya,semenjak keberadaan Shang Gui.
Semua hal itu,lenyap perlahan bersamaan dengan Ruo yang berhasil menyerap dengan sempurna inti api neraka.
Namun tiba tiba......
__ADS_1
BOM...........
Aura Ruo meledak,,,guncangan hebat mendadak terjadi kembali.
"Aaaaaaaarrrrrrrrrrggggghhhhhh"Ruo berteriak, suara kerasnya menggema di seluruh gua bawah tanah tempatnya menyerap inti api neraka.
Wajahnya terlihat sangat marah penuh dendam,dia mengeraskan tubuhnya serta berkali kali kembali melampiaskan kemarahanya dengan meledakkan aura kekuatanya.
Debbbbb...........
Ruo menghilang dan dalam sekejap berada di depan sosok Ayahnya yang masih terikat rantai dengan setengah tubuhnya tertanam di puncak bukit tengah danau magma yang kini mengering.
"Ayah,,, aku melihat semuanya"itu adalah ucapan pertama Ruo saat bertatap langsung dengan sosok yang paling dia hormati.
Jiang Kun,berusaha mengutkan diri agar tak terlihat lemah oleh putranya, menatap penuh kebanggaan.
" Maafkan ketidak berdayaan ayah mu ini Nak" Jiang Kun, tak lagi dapat menyembunyikan haru bahagianya di depan putra yang menjadi kebanggaanya, tanpa perduli dengan maksud dari ucapan Ruo.
Air mata dari seorang jendral besar akhirnya menetes.
Ruo mendekatkan diri pada ayahnya...
BOOOOOOOOMMMMMMM..........
Puncak bukit, dan rantai yng selama ini mengekang Jiang Kun dengan mudah di hancurkan.
Ruo sigap menangkap tubuh lemas ayahnya, dan membantunya berdiri tegap.
Whooooosssssss...........
Ruo menarik pedang pembalik semesta dan memegangkanya pada Jiang Kun.hanya saja,Setelah itu... tiba tiba seluruh ruangan di penuhi aura penekanan yang luar biasa, hingga mengagetkan Ruo....
"Hahaaaaa......... Menarik,,, sangat menarik" Setelah sekian lama,suara dari sosok tak berupa itu akhirnya terdengar dan suara itulah yang mengeluarkan aura penekanan di seluruh ruang gua bawah tanah Shang Gui.
"Bocah,,,, ternyata dengan secuil kemampuan, kau berhasil melepaskan jendral lemah yang terusir itu,, hahahaa" Ucap suara tak berupa itu.
"Keparat,,, jangan berfikir, aku tak mengetahui identitasmu,leluhur Kaisar Dewa keparat" ucap Ruo sambil mengeratkan giginya
"Beruntung,aku mengetahui semua kebiadaban mu setelah menyerap inti api neraka"ujar Ruo,yang memang setelah penyerapan inti api neraka,dia mendapatkan berbagai informasi berkat inti api yg memiliki jiwanya sendiri serta memang asal muasal inti api neraka sebelumnya adalah bukan dari alam langit.
Ruo pun mengetahui bahwa Jiang Kun Ayahnya adalah Reinkarnator yang tersegel oleh segel surga, sama kasusnya dengan Wuji, yang di ketahui setelah jiwa dari Kaisar Shen Guang menampakan diri.
Mendapati Ruo yang mengetahui berbagai informasi,membuat sosok tak berupa itu semangat.....
"Hahaaa.... lalu apa? apa yang bisa kau lakukan bocah? jika bukan karena hukum dan aturan,, hanya bocah selemah dirimu, sudah pasti ku jadikan abu Shang Gui hanya dengan tekanan suaraku ini"Suara tak berupa itu, tak menganggap Ruo.
"Sommbongggg....... tetaplah sesombong hari ini keparat,,, dan tunggu sampai aku melebur kesombongan mu menjadi siksa yang tak pernah kau bayangkan!!! " ancam Ruo.
"Baik..... aku tunggu hari itu bocah!! bawalah serta semua dendam ayahmu aku tak ingin meninggalkan sepelik pun sisa dari dendam itu!!! " tukas suara tak berupa itu.
"Hai bangsat keparat,,,ingat ucapan dari seorang anak yang ayahnya telah kau hianati,,,Aku Jiang Ruo,,,,putra dari Yang Jiang, Seorang Dewa Perang yang memimpin Seratus milyar pasukan Bintang,,,akan menagih dendam padamu Zuxiang Di Shen,Leluhur Kaisar Dewa bajingan" ucapan Ruo menggelagar,,Jiang Kun menatap tegas pada Ruo,,,,,tak dapat di gambarkan kebanggaan Jiang Kun melihat ketagasan putranya saat ini.
"Aku akan menggantikan ayah ku Yang Jiang sang Dewa perang,,,untuk mengambil apa yang menjadi haknya"
"Hahahaaaaaaa....... aku tidak sabar menunggu saat itu bocah!!! lekaslah datang"ucap suara tak berupa itu, kemudian perlahan lenyap bersama aura tekanan yang semula terasa oleh Ruo dan Jiang Kun.
Beberapa saat setelah meyakinkan sosok tak berupa itu pergi,,, Ruo menatap ayahnya, dan langsung mengambil sikap serta melakukan peradatan untuk yang pertama kali pada sosok ayahnya.
" Ayah,,, terimakasih telah menjadi alasan Ruo'er menjadi kuat"ucap Ruo.
"emmm....." Jiang Kun tak bisa berkata appun untuk menanggapi ucapan putranya.
"Ayah,,, segel surga yang mengikat ayah tak bisa di lepas di alam langit ini,, kecuali kita pergi ke alam Dewa" Ruo sedikit menjelaskan ttg segel Dewa yang membuat ayahnya tak mengingat jati diri yang sebenarnya.
"Huufff.... anakku!!! Biarlah ayah dengan identitas ayah saat ini!!tapi ayah akan mendukung semua niatmu" ucap Jiang Kun, yang memberi dukungan untuk anaknya.
"Baiklah,,, sekarang waktunya kita menemui ibu" tutur Ruo
"Ibu?? maksudmu,,,, Yuan'er? " Jiang Kun terperangah mendengar nama istrinya terucap dari mulut putranya.
"emmm...... benar,, Ibu Ling Shu Yuan, Sang Dewi Langit" tegas Ruo.
__ADS_1
"Aisss....... " Jiang Kun, tak bisa bertanya hal lain selain menggelengkan kepala.
"Duri landak,,, bor semesta"
Ddrrrttttt.........
Ruo yang tak mau berlama lama, langsung melepaskan senjata andalanya,dan mengebor langit langit gua bawah tanah Shang Gui.
Bersama ayahnya,, Ruo melesat meninggalkan gua itu dan terbang ke atas permukaan Shang Gui.
Booooommmmmmmmmmmm......
Puncak Shang Gui meledak, bersamaan dengan keluarnya bor semesta, di susul dengan dua sosok pria gagah di belakangnya.
whhuuuuusssssss.............
Wuji, Qian Qin,WanLi, Liu Bai, Bai Huang, Zhang San,Jian Cok, Jian Luo, Jian Wewei dan Jian Ning,, segera melesat menghampiri dua sosok yang keluar dari puncak kawah Shang Gui.
Kesepuluh pemuda pemudi itu menghampiri Ruo dan Jiang Kun, mereka saling menyapa, dan memperkenalkan diri pada sosok ayah bagi saudara mereka.
"Saudara,,, sebaiknya kita langsung saja kembali ke sekte " usul Qian Qin.
"sekte?? " tanya Ruo heran.
"Haaissss..... nanti saja penjelasanya,mari!! " Wuji yang terlihat malas memberikan penjelasan, langsung memimpin jalan kembali ke sekte Lembah angin semesta.
*
*
Yao Wendhi,Ling Shu Yuan, Patriak Li dan seluruh tetua serta ratusan juta anggota Sekte Lembah angin semesta, juga ratusan tamu dari berbagai kalangan yang mendapatkan informasi bahwa Ruo sesaat lagi akan datang,segera bersiap menyambut kedatangan sosok pemuda luar biasa itu.
Selain dari alam langit,,, tamu lain yang hadir merupakan para penguasa dari alam Dou Xing, Juga Pasukan PSAP turut hadir karna mereka juga ingin menyambut kehadiran pemimpin muda mereka, setelah lama tak bersua.
Whoooooossssssss..........
Dua belas sosok,berdiri gagah dan anggun di udara.
"Selamat datang pada pemimpin tertinggi" kedatangan Ruo, di sambut dengan ucapan selamat datang oleh ratusan juta orang yang suaranya menggema dan dapat menggetarkan jiwa siapapun yang mendengarnya.
Ruo mematung,, mulutnya tercekat, lidahnya keluh,,, menyaksikan momentum yang sangat luar biasa.
Tak kalah dengan Ruo, Jiang Kun pun sama,,, tubuhnya bergetar, matanya nanar karna dia buat sangat takjub oleh perlakuan semua orang pada putranya.
"Terima Kasih,,, Terimakasih untuk segala hal,,,Baik dukungan,persaudaraan dan sebagainya" ucap Ruo dengan bibir keluhnya.
"Hari ini,, adalah hari, di mana tujuan ku tercapai, dan hal itu tak lepas dari keterlibatan semua saudara, sahabat, senior, junior, tetua, patriak dan kerabat lainya"
"Aku Jiang Ruo, hanya bisa mengucapkan rasa terimakasih,,, dan perkenalkan,,, beliau adalah Senior Jiang Kun, Ayah ku" ucap Ruo sambil menunjuk kedua tanganya pada Jiang Kun memperkenalkan.
"Urrraaaaaaa...... uuurrraaaaaa" teriak anggota sekte Lembah angin semesta.
Mendapat penghormatan yang sama,Jiang Kun menangkupkan tanganya.
"Mari ayah,,, kita temui ibu dan lainya"
ajak Ruo, dan di ikuti oleh kesepuluh sahabatnya.
DAN HARI ITU, ADALAH AKHIR DARI TUJUAN SEMUA PERJALANAN RUO, NAMUN SEBUAH AWAL PERJALANAN LAINYA, GEGAP GEMPITA SUARA DARI RATUSAN JUTA ANGGOTA MERAMAIKAN SUASANA SEKTE LEMBAH ANGIN SEMESTA.
*
*
*
*
*
* TERIMAKASIH
__ADS_1