
Selesai dengan tiga puluh musuhnya,, A Lung benar benar berbangga diri, karna sebelumnya,,, tak sekalipun dia mendapat kesempatan untuk meluapkan kebencianya pada orang orang dari ras dewa, yang sejak dulu meneror keberadaan kaumnya.
"Saudara Lung,,, apa kau merasa puas??" Ruo yang sedari tadi memperhatikan sikap A Lung,sangat paham.
"Tidak,,,, ini sama sekali tak setimpal, saudara, ,, jika aku memiliki kemampuan,,, bahkan aku sangat ingin melenyapkan seluruh ras dewa" A Lung berucap tegas,, matanya tajam menatap ke langit.
"Tagihlah dendam mu pada mereka yang terlibat,,, sedangkan yang lainya,,, biarkan mereka memilih ingin menjadikan kita musuh atau ras yang layak untuk di akui" Sambil menepuk pundak A Lung,,, Ruo mencoba meluruskan cara berfikir A Lung.
"huufffff,,,,,,, entahlah saudara,mereka telah mengambil semua orang yang pernah menjagaku sampai tak tersisa" keluh A Lung.
"kau jangan lupakan marga A di depan mu!!! karna mereka adalah bagian darimu sampai kapanpun,, aku yakin, mereka memiliki dendam yang sama"
"Hanya kalian belum memiliki kesempatan untuk melakukanya"
"Saudara,,, apa kau pandai berburu?? " tanya Ruo.
"ya... lumayan, kenapa saudara" timpal A Lung.
"Mulai saat ini,,, kita akan memburu semua orang yang berkaitan dengan dendammu itu,,, bagaimana?? " Ruo menawarkan.
A Lung sedikit mencerna maksud ajakan Ruo, lalu melihat ke sekeliling,,, yang ternyata, lima ratus Serigala Angin semesta, sedang menatap dirinya.
"Haiizzzzz...... aku lupa!! hehehee..... "
"Baik...... mari kita berburu ras dewa" Terlihat kepercayaan diri yang tinggi dari A Lung, hingga se ulas senyum tercipta dari ujung bibirnya.
"Naiklah ke salah satu dari pasukan Lang, saudara!! " suruh Ruo, yang lalu di turuti oleh A Lung.
Keduanya pun melesat untuk menjalankan misi berburunya,, yaitu memburu orang orang dari ras dewa.
*
*
Berjam perjalanan,,, dari jarak lima kilo meter, Pasukan Lang mengendus keberadaan kelompok dari ras dewa,,, tanpa menunggu perintah dari Ruo,,, pasukan Lang, membagi kelompok,menjadi lima dan menyebar ke berbagai sisi.
"Saudara Lung,,, bersiaplah!!! "
"emmmm....... " A Lung mengangguk semangat.
___________
Sementara di tempat orang orang dari ras dewa,,, mereka tengah di sibukkan mencari berbagai tanaman roh yang memang menjadi salah satu tujuan mereka.
"Hei... saudara Kong?? apa kau merasakan tanah bergetar? "
"aku pikir cuma aku yang merasakan,, ternyata kau juga merasakanya saudara Kang? "
"ya benar,, apa sedang terjadi gempa?? "
__ADS_1
Kong, Kang, kung, king, keng dan lainya sibuk berbincang mengenai yang mereka rasakan.
Mereka tak tau kalau getaran yang mereka semua rasakan adalah karna pergerakan Serigala Angin Semesta.
Whuuuussssss.......
Slaaahhhhhhhhh
Sebuah pedang berukuran sedang, melesat dengan sangat cepat, dan langsung menebas batang leher salah satu dari kelompok ras dewa.
"apa apaan.....???? Serangaaaannnn" Kong langsung tersadar kemudian berteriak memperingatkan semua orang yang berjumlah dua ratusan orang di kelompoknya.
"Aaauuuuuuuuu..... "Zan Lang mengkomandoi pasukannya dengan lolongannya yang lantang.
whuussss.........
kelompok Kong dalam sekejap sudah terkepung dari berbagai arah oleh pasukan Lang.
" mmmon.... sterrr""tubuh swmua orang langsung bergetar melihat Serigala yang berukuran tak biasa itu.
tanpa menunggu,,, A Lung melompat dari salah satu punggung Serigala Tungganganya.
"Sekarang kalian akan ku kirim ke neraka keparat.... "
tcahhhhh.......
A Lung mulai menyerang kelompom Kong,, begitupun Ruo yang tak mau kalah.
"keparatttt,,, ternyata mereka dari ras manusia abadi... seraaaannnggg" salah seorang dari ras dewa menyadari keberadaan A Lung dan Ruo.
Sayang,,, di saat orang itu melesat ke arah A Lung,, tubuhnya harus tertangkap oleh taring besar.
kraaakkkkhhh.....
Suara tulang tulang patah, sangat jelas terdengar... Salah satu pasukan Lang itu mengoyak tubuh musuh dengan meremukkan semua tulang tulangnya.
Pertempuran antara dua ratus orang dari ras dewa melawan pasukan Lang, Ruo dan A Lung itu berlangsung sangat sengit.
Mereka melesat ke berbagai arah untuk menghindari sergapan pasukan Lang, sayangnya,,, Pasukan Lang sudah sangat terlatih untuk masalah berburu,,, baik dari naluri maupun pelatihan yang di berikan oleh Divisi PSAP.
A Lung benar benar menggila,,, dia sangat semangat membantai ras dewa tanpa belas kasih.
"Kau selanjutnya.... " ucap A Lung, pada musuh yang dadanya dia injak dan tak mampu bergerak.
clepppp..... slaaasshhhhh
A Lung menusuk tepat di jantung,lalu mencabut pedangnya,,, kurang puas, A Lung mengayunkan pedangnya tepat di leher musuh nya.
Berbeda dengan Ruo,, dia seperti bermain main dengan musuh musuhnya.
__ADS_1
ketika musuh menyerangnya,, Ruo akan dengan mudah melumpuhkan dan melemparkanya ke arah pasukan Lang, sebagai eksekutor.
Jeritan pilu, ketakutan,,kesakitan mewarnai suasana pertarungan itu... suara retakan tulang karna gigitan pasukan Lang, tak berhenti terdengar.
A Lung yang tanpa ampun,membabad musuh musuhnya,, hingga wajah dan tubuhnya berlumur darah tak dapat di kenali.
Entah pria atau wanita,,, A Lung memperlakukan musuhnya sama,, menusuk jantung dan menebas kepalanya.
"haaaaaaaaa.............. " A Lung berteriak melepaskan kemarahanya, lalu kembali melesat mencari musuhnya yang lain.
BOMMMMM.......
A Lung mendapatkan satu serangan energi,, namun itu belum cukup untuk melemahkan sosoknya.
Whuusssss......
A Lung melesat langsung memberikan serangan pedangnya.
Trang... trang.... trangggg.....
Beberapa kali mereka bertukar jurus pedang,A Lung melompat ke atas kepala musuhnya, Lalu......
Ssrrrreeettttt............
Tubuh musuhnya terbelah dua oleh tebasan A Lung,,, berhasil satu, A Lung kembali melesat.
"Kebencianya pada ras dewa,, sudah tanpa obat" Gumam Ruo yang melihat keganasan A Lung.
Sejam kemudian,,, semua musuh habis di tumpas oleh Ruo, A Lung dan pasukan Lang.
Whussssss....... A lung kembali melesat ke punggung salah satu pasukan Lang.
"Saudar Lung! apa kau tidak ingin membersihkan diri dahulu?? " A Lung yang memang berlumur darah musuh musuhnya sudah tak dapat di kenali, hingga Ruo menyarankan agar A Lung membersihkan diri.
"Itu bisa di perjalanan nanti, saudara" jawab A Lung.
"Sudah sedari lama,,, aku ingin melakukan hal seperti hari ini,,, dan ketika saudara memberikan kesempatan itu,,,, aku tak ingin menyia nyiakanya" ujar A Lung.
"Baik,,,, mari kita lanjutkan perburuan kita, saudara!!!! " Ruo pun tak mau mematahkan semangat dari A Lung.
Kedunya beserta pasukan Lang, akhirnya melesat untuk kembali mencari keberadaan tamu tak di undang di alam Xianren itu.
"Jika pun aku harus mati hari ini,,, setidaknya, aku sudah membalas beberapa dari mereka"
"Saudara Ruo,,,, sekali lagi,aku berterimakasih padamu,, jika bukan karna mu,, selamanya, mungkin aku tak bisa melakukan semua ini" gumam A Lung yang dalam keadaan semangatnya.
Pasukan Lang bergerak makin cepat,,, Serigala Serigala besar itu, seperti mengikuti semangat dari dendam A Lung.
Ruo bahkan di buat heran dengan tingkah dari pasukan Lang yang tak seperti biasanya.
__ADS_1
"Apa mungkin, saudara Lung terhubung langsung dengan pasukan Lang?? "
.............................