
Ruo masih tetap menatap ketiga leluhur sekte kalajengking.
"Yaa... Kami akan mengingat nama itu anak muda"
"Tapi setelah kau mati....... "
Ketiga leluhur itu melesat bermaksud menyerang Ruo.... Namun sebelum mereka sampai di posisi Ruo...
Chiiuuuuuuuu........
Duuaaaaaarrrrrrrr.........
Serangan telak mengenai ketiganya,,, meskipun tidak menewaskan, namun cukup untuk membuat ketiganya mengalami luka ringan.
"Wa Lei, Wa Tu, Wa peng,,,, kalian benar benar tidak tau diri"
Sebuah suara terdengar dari arah lain...
"Shan Bei..... " Ketiga leluhur itu bergumam dan merasa geram.
"Shan Bei,,,, kenapa kau ikut campur urusan kami, bangsat" Teriak lelur Lei
"Aku tidak sedang ikut campur,,, Wa Lei,aku hanya mengingatkan mu,,, tak baik terlalu keras pada seorang bocah" Ucap Shan Bei, sambil terus mendekat ke arah Ruo dan ketiga leluhur.
"Bangsat,,,, apa kau buta,,, lihat apa yang di lakukan bocah sialan ini pada sekteku, bajingan"
"Wa Lei,,,, lalu kemana matamu kau arahkan, ketika tetua sektemu melakukan sebab yg mengakibatkan semua ini"
"Itu jelas adalah hak mereka.... " Wa Lei menimpali....
"Hohoho....... Jadi seperti itu,,,,, Wa Lei, bocah itu sudah mengatakan, kalian tidak masuk hitungan nya,,, apa kurang cukup,, dan apa kalian ingin hukuman yang lebih dari ini"
"Shan Bei...... Hukum akan selalu berada di bawah harga diri...... Jadi kau tak usah ikut campur....... Bocah, aku menantangmu melakukan pertarungan hidup mati" Setelah meneriaki Shan Bei, leluhur Wa Lei beralih menantang Ruo.
"Aiissssss...... Pak tua ini....baiklah, aku Terima,,,,aku Jiang Ruo ,,,,menerima tantangan mu pak tua...dan apa kau sudah siap" Ucap Ruo.
__ADS_1
"Bangsaaaattttt"
Wa Lei langsung menyerang Ruo.
"Duri landak.... Elemen angin,,,, pesona kematian"
Whhusssssssss......
Cleppppp........
Hanya beberapa meter lagi leluhur Wa Lei menyarangkan seranganya, namun tiba tiba tubuhnya jatuh dari udara ke tanah.
Bommmmmm...... Dan meledak.
"Apa ada lagi" Ruo menawarkan kesempatan pada Wa Tu dan Wa peng.
"Anak muda,,,, kesombongan mu terlalu tinggi,,, hari ini, kami mengaku menyerah,tapi akan ada saat kau akan menyesal telah melangitkan diri"
selanjutnya Wa Tu dan Wa Peng,melesat pergi, meninggalkan Shan Bei dan Ruo.
"Anak muda,,,, sekrang,,, apakah boleh orang tua ini bertanya ttg mu" ucap pelan Shan Bei, Ruo lalu melirik Shan Bei dan menggerser tubuh nya hingga berhadapan.
"Maafkan kelalaian junior tetua,,,,namaku Ruo,Jiang Ruo... aku berasal dari daratan Zurhen" ucap Ruo mengenalkan.
"daratan Zurhen,,,, dimana itu,,, "
"Itu....... " Ruo berfikir untuk tidak memberikan informasi asalnya yg sebenarnya.
"Itu tempat yang cukup jauh dari sini tetua" jawab Ruo yg merasa tidak enak.
"begitu..... " Shan Bei, seperti tau ada yang di sembunyikan Ruo, namun dia mencoba memahami situasi.
swuusssss.... swusssss.... swusssss
Di tengah obrolan keduanya,,, ratusan orang mendekat dan bergabung dengan Shan Bei, dan hal itu membuat Ruo langsung bertranformasi, agar identitasnya tidak banyak di ketahui.
__ADS_1
Shan Bei mengerti dengan apa yang di lakukan Ruo,,,, sementara yang lain mengenalkan diri mereka, serta bermaksud mengundang Ruo berkunjung pada sekte mereka.
"Tetua semuanya,,,,,terimakasih atas semua undangan kunjungan nya,,,, namun, sekarng Aku harus pamit"
Ruo melakukan peradatan,seterusnya Ruo melesat meninggalkan para patriak dan tetua yang masih berkumpul.
"Patriak Bei,,, apa kau tadi melihat wajah dari sosoknya" tanya salah sptriak.
"Tidak,,,, aku tidak melihatnya" Shan Bei menjawab singkat,.
"Patriak,,,, jika senior itu mau bergabung dengan sekte aliran putih.... maka tak menutup kemungkinan, kita bisa mengtasi krisis perang dengan aliran hitam"
"ya... benar, namun bagaimana cara menemuinya,,, bahkan wajahnya saja kita tak tau"
"dan pula,,,, dari sekte mana asal senior itu.... " pertanyaan pertananyaan terlontar dari hampir semua mulut para tetua dan patriak.
"Jiang,,,,, sosok itu dari Jiang..... " ucap Shan Bei.
"apaaaaaaaa,,,,,,,,Jiang"
semuanya menyerukan hal yang sama, dan mereka sangat terkejut.
"yaa..... sosok itu dari Sekte Jiang"
Shan Bei meyakinkan semua patriak.
"aiissssss......... ternyata dia dari sana"
salah satu tetua menyayangkan.
"jika kalian sudah puas,,,, aku pergi sekarang" ucap Shan Bei.
wuuuusssss...... Shan Bei langsung meninggalkan para tetua yang lain.
.............................
__ADS_1