Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Sang Jagal


__ADS_3

"Junior... inilah kediaman kami, kediaman keluarga Pung"


Pungal menunjukkan kediaman yang terlihat kumuh, terdiri dari puluhan rumah.


Sangat miris menurut Ruo, namun... tak satupun ketidak puasan terlihat dari wajah mereka meski memiliki kehidupan yang bisa di katakan tak layak.


kediaman mereka, jauh di luar desa pemburu,keluarga Pung memilih memisahkan diri dari warga desa karna mereka tidak nyaman dengan caci maki warga desa.


"maaf junior,,, kediaman dan keadaan kami memanglah seperti ini" ucap Pungol.


"Tak masalah senior,,,, bukankah selama ini senior merasa nyaman dengan kediaman ini"


"emmm... "


"Baiklah.... sekarang Junior menunggu ajakan senior" Ruo menawarkan diri untuk memasuki kediaman mereka.


"hahahaaaaa...... Tadi si jagal ini mendengar kabar menyenangkan... hahhaaaa"


saat hendak melangkah,, dari arah belakang Ruo, terdengar tawa arogan dan berserapah dengan ratusan anak buahnya.


Ruo dan lainya menoleh ke belakang....


"Sang Jagal.... " Pungal berucap dengan tubuh gemetar.


"sang jagal,,,, siapa sang jagal itu senior... " tanya Ruo


"Dia pemburu nomor satu, sekaligus perampok hutan yang sangat kejam" pungal menjelaskan.


"Hei... pungal,,, aku dengar, kau telah bertransaksi dengan tengkulak Ma, dengan nilai bayaran Beast yang sangat banyak,,, apa benar" tanya sang jagal.


"Bb.. beb.. benar senior, tapi uang itu akan aku gunakan untuk membangun kediaman kami senior" pungal terbata.


"hhahahaaaa...... pungal,,, urusan kediaman mu itu mudah, sekarang... aku menginginkan uang itu" sorot mata sang jagal berubah mengancam.

__ADS_1


"aiisssssss....... namamu sang jagal bukan,,, " Ruo tiba tiba menyela...


"jagal apa,,, jagal lalat apa jagal semut" ejek Ruo


"Bocah,,,,, aku tidak berbicara dengan anak kecil seprtimu" teriak sang jagal.


"tapi aku sedang bicara padamu bangsat.... " bentak Ruo tak kalah galak


whuuuusssssss........


Cleppppp..........


satu duri landak baja angin menancap di kening sang jagal.....


"kk... kkaauu...... "


Brugggghhhhhhhhh... .... Sang jagal tak dapat menyelesaikan ucapanya dan langsung ambruk.


whhuussss..............


cleppppp.... cleppppp.... cllleppp....


beuugghhhh... bruuuhgghhh... brughh


ratusan orang ambruk dan tewas seketika tanpa kata dan teriakan.


"Bereeessssssss..... puk... pukkk.. "


Ruo menepuk kedua telapak tanganya.


"Tubuh senior kenapa... " tanya Ruo, melihat tubuh ke empat seniornya gemetaran, Ruo tak peduli dan menghampiri senior nya.


"senior,,,, lebih baik kita bereskan mayat para pengemis paksa itu... " ajak Ruo.

__ADS_1


selesai dengan mayat sang jagal serta kroninya, Ruo di persilahkan masuk di kediaman keluarga Pung tak lupa Ruo di suguhi air putih.


"Junior,,,, bagaimana jika kelompok sang jagal yang lain tau, kalau sang jagal telah tewas,,,, " Pungal merasa gelisah memikirkan hal itu.


"memang ada berapa banyak jumlah anggota kelompok sang jagal, senior" tanya Ruo.


"sebenarnya bukan kelompok, junior... melainkan sekte,,, "


"aapaaaaa" Ruo menyemburkan air yang hendak dia minum, karna saking kagetnya.


"aissssss.........aku jadi ingat perkataan saudara Wuji, kemanapun aku pergi aku bisa mengundang peperangan.... hemmmm" wajah Ruo langsung lesu.


"Junior,,, terus terang saja.... kami takut kalau sekte asal sang jagal datang untuk membalas" tutur Pungal, yang trlihat hawatir.


" Junior maklum senior... tapi semua sudah terjadi,,, memang junior tak dapat menjanjikan apapun, tapi jikapun yg senior hawatirkan benar terjadi,,, Junior takan sungkan" tegas Ruo.


"apakah di sekitar hutan ada sebuah Gua, atau sekedar tempat untuk berlatih" tanya Ruo.


"emmmm...... " ke empat Pung mencoba mengingat beberapa tempat.


"aahhh.... ya ada junior, ada satu tempat yang cocok untuk berlatih" ucap Pungpung yang mengingat.


"Di mana tempat itu senior" tanya Ruo antusias


"bagaimana kalau besok junior saya antar ke tempat itu"


"kalau tidak merepotkan Senior.... "


"tidak... junior, tidak sama sekali"


ke lima nya melanjutkan obrolan,,, namun di sela sela obrolan, Ruo memberi suatu arahan,,, karna Ruo masih melihat kekhawatiran Ke empat Pung.


pada akhirnya,,, Ruo memberi ke empat pung beberapa pil agar ke empat pung dapat segera menerobos ke tingkat selanjutnya, yaitu tingkat kaisar tahap awal.

__ADS_1


...................


__ADS_2