
Tepat ketika Wuji datang membawa binatang buruan,, semua orang berkumpul di tempat yang sama, Tetua Feng, komandan Wei, Zao Xun, Patriak Guo, Yao Xue dan Yao Wendhi juga Jiang Kun.
"Haissss,,,, kalian benar benar sama sekali tidak membantu ternyata?! " ucap Wuji sedikit kesal, lalu manaruh hasil buruanya.
Beberapa lama sambil menikmati daging bakar, merka saling bertukar informasi, ttg wilayah mana saja yang berhasil mereka taklukan.
Lalu, Jian Kun berkata....
"Saya rasa,,, tinggal wilayah tengah yang merupakan pusat kekuatan dari alam dewa ini yang belum kita kunjungi" ucapnya.
kemudian, komandan Wei menambahkan informasi yang dinsampaikan Jiang Kun....
"Benar!!sebelumnya aku hendak menghitung wilayah tengah dalam target penyerangan, namun urung"
"aku tak menyangka, bahwa di wilayah itu memiliki dewa yang berada di ranah Bintang Raja tahap puncak"
Degghhhhh.......
Mendengar penuturan Komandan Wei,, sebagain dari mereka tersentak kaget,ternyata ada dewa yang memiliki kekuatan setinggi itu.
Namun Ruo lantas meyakinkan semua orang...
"Aku yg akan mengurus dewa itu"
"Lagi pula?! kita sudah tak bisa berlama lama di alam dewa tingkat dua ini"tuturnya.
*
*
Lima hari kemudian......
" Bersiaplah!!! hari ini, menurut informasi, para cecunguk itu menatgetkan kota Mo Shen ini!! "
Lian Shen, Lelehur sekaligus penguasa kota Mo Shen, yang di katakan memiliki Basis kultivasi Bintang Raja tahap puncak menurut Komandan Wei.
Tengah mengatur hampir satu setengah milyar pasukan dewa, yang menjadi kekuatan kita trsebut.
Lian Shen tidak ingin kotanya berakhir tragis seperti kota kota di wilayah lain, yang kini telah di bumi hanguskan oleh Jiang Ruo cs.
"Ingat!!! kita tidak boleh meremehkan kelompok Buronan Yang Mulia Di Shen ini!! "
"Kalian telah melihat bagaimana mereka dapat manaklukan kota kota besar lainya yang berada di wilayah lainya hanya dalam sekejap!! "
"kita yang masuk hitungan mereka harus bersiap melindungi kota yang selama ini menjadi kebanggan kita"
"Apa kalian siapppp?? "
"Siappppp leluhur!!!! " ucap semua pasukan dewa.
Whoooooosssssssss..........
Bertepatan dengan usainya penyampaian Lian Shen,, Ruo cs akhirnya sampai di padang luas jauh dari gerbang kota itu.
Dari jarak Lima Kilometer,,, Lian Shen dan Jiang Ruo cs berhadapan, dengan sorot mata penuh tantangan dari kedua belah pihak.
__ADS_1
"Anak muda?! kami mengakui telah meremehkan mu, dan pasukan mu!! "
"Tapi perlu kau ingat!! aku dan pasukan kota Mo Shen, berbeda dari semua kota yang telah kau taklukan! " ucap Lian Shen.
Jiang Ruo, menarik sudut bibirnya kemudian berucap....
"Apa bedanya, ketika pada akhirnya,,kalian bernasib sama dengan lainya?? " ujarnya, namun Lian Shen kembali menimpali....
"kita tidak tau,siapa yang akan mendapatkan perlakuan apa?? sampai kita bisa membuktikan itu!!? "tutur Lian Shen.
" Ya,,, tapi apa yang akan kami lakukan adalah pasti!!! dan ku pikir,celotehanmu itu tak berarti apapun!? "tukas Ruo
" Hahahahaaa,,,, kau memang tidak sabaran, bocah!!! "
"Setidaknya!! berikan aku waktu, untuk memberimu pilihan,, hahaha" ucap Lian Shen.
"Hah.... sungguh sebuah lelucon!! seakan, ,aku yang saat ini adalah orang yang sedang terancam! " Ruo menimpali ucapan Lian Shen.
Blaaaaaarrrrrrrrrrrr.................
Semua pasukan yang berada di dalam dunia jiwa Ruo cs, di keluarkan.
Lebih dari 1 milyar pasukan bersenjata lengkap, di tambah milyaran pasukan Yao dari ras monster menutupi langit wilayah Mo Shen saat ini.
Lian Shen dan seluruh pasukanya terperangah melihat pasukan Ruo jau lebih besar dari jumlah mereka.
Mulai ada sedikit kegentaran di hati setiap pasukan dewa, melihat betapa mengerikanya pasukan yang di miliki pasukan Jian Ruo.
"Setidaknya, kalian harus merasa terhormat! karna aku mengerahkan semua pasukan ku hnya untuk menaklukan kalian" tutur Ruo.
"Hahahahaaa,,,,, sepertinya aku benar benar akan serius kali ini!! '"
Wooooosssss.........
Lian Shen menghilang dari tempatnya,namun Ruo dapat merasakan aura Lian Shen dengan jelas, kemudian.....
Whooooosssssss.........
Ruo pun ikut menghilang dari tempatnya, mengejar Lian Shen.
"Kita tak perlu menunggu apapun!!! kita bantai dewa dewa keparat itu sekarang!!! " Liu Bai, yang mendendam karena kehilangan istrinya, langsung mengambil alih komando dan mengerahkan semua pasukan.
"Seraaaaaaaannngggggg!!!!! "" Tetua Feng, tak mau kalah! dia yang berada di barisan Divisi PSAS berteriak lantang..
"uurraaaa... uurrraaa... uurrraaaaa"
Swooooossssssssss............
Meski belum bisa di sebut sebagai pertempuran antar alam,,, namu, pertempuran kali ini memang benar benar luar biasa Dahsyat!!!
BOOOOMMMMMMMM............
Dua kekuatan besar yang bersebrangan akhirnya bentrok di langit kota Mo Shen.
Dampak dari serangan dua kubu dalam sekali seranga, bukan hanya satu, sepuluh atau ratusan... melainkan puluhan ribu baik dari pasukan dewa dan Pasukan Ruo langsung gugur, karena kedahsyatan dari serangan keduanya.
__ADS_1
Beruntung,di barisan depan pasukan Ruo adalah milyaran monster yang sudah di latih, hingga pengaruh dari serangan dewa tak terlalu berakibat bagi pasukan Ruo dari ras manusia.
Lui Bai, Qian Qin, WanLi, Wuni, Bai Huang dan Zhang San,,, menjadikan pertempuran kali ini sebagai ladang pembantaian, mereka tak lagi memperlihatkan senyuman seperti yang biasa mereka tunjukan di setiap pertempuran.
"Tak ada lagi ruang serang bagi kalian, keparattttt" Wuji menduplikat Ribuan Cakram Ghuang untuk memborbardir pasukan dewa,di tambah dengan panah panahnya.
DUAR... DUAR.... DUAR...... DUAR...
Liu Bai meledakan semua dewa yang berhasil di serangnya, dengan tombak, pedang, pisau dan pukulanya.Kebengisanya kali ini, tak lain karena rasa kehilangan.
Jiang Kun, ZaoXun, Patriak Guo, para pemimpin ras dan lainya,,, semua dalam kekejaman yang sama, meski pasukan dewa tidak bisa di katakan lemah.Mereka pun memberikan perlawanan yang sangat sengit, pada pasuka Ruo.
Hingga salah satu dewa mendapatkan kesempatan....
Bammmmmmm........
Juan Lung! pemimpin pasukan kusus lembah angin,harus kehilangan tanganya akibat serangan dari salah satu dewa.
Dewa itu tak ingin menyia nyiakan kesempatan,dengan terbang cepat ke arah lung.
"Awass Luuuunnnngggh!!!!! " teriak komandan Wei yang melihat serangan datang ke arah Juan Lung yang dalam keadaan kehilangan tanganya.
Juan Lung yang mendengar teriakan komandan sekilas mentap dan tersenyum padanya sebelum akhirnya,,,
DUAAAARRRRR.......
Komandan Wei, terlambat menolong Juan Lung,,, yang harus mati dengan tubuh meledak oleh serangan musuhnya.
Komandan Wei, beralih dari pertarunganya mengejar dewa yang telah membunuh Juan lung.
BAMM... BAMMMM....
Komandan Wei, menyerang dengan sengit dan berhasil menyematkan beberapa serangan pada dewa yang telah membunuh Juan Lun.
Sreettttt........
Komandan Wei memtong kaki musuhnya.
"Kau benar benar tidak layak untuk mati ituh... " ucap Komandan Wei
Slasshhh... slassshhh.....
Komandan Wei memutilasi Dewa trsebut dalam ke adaan hidup hidup lalu...
Cleppppppp.....
komandan Wei menusukkan pedanganya pada mulut dewa tersebut hingga mati, kemudian....
DUAAARRR.... DUUUAAARRRR....
Komandan Wei meledakkan kepala, tubuh dan setiap bagian dari organ dewa yang telah membunuh saudaranya tersebut.
"Matilah dengan tersesat keparatttt!!! "
Whoooossssssssss.......
__ADS_1
Komandan Wei kembali melesat untuk membabad musuh lainya setelah menyumpahi dewa yang di bunuhnya.