Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
A Raiya (drama)


__ADS_3

Delapan hari sudah, Ruo berada di alam Xianren di dalam salah satu gua yang tak sebesar gua sebelumnya, namun memiliki banyak harta tanaman roh yang saman dan Ruo menyibukkan diri meracik lebih dari seratus jenis pil berbagai peruntukkan.


Di temani Zan Lang,sebagai penghibur dan pencari binatang buruan,,, Ruo benar benar menikmati waktunya.


"Sekarang,,, aku rasa lebih dari cukup, Lang,,,, sebaiknya kita kembali berkeliling di alam yang kita tak tau ini" ajak Ruo, yang kemudian menaiki punggung Lang.


Tanpa Ruo ketahui, selama Ruo berada di gua meracik pil pil nya,seseorang sellu mengamatinya dari kejauhan.


Sosok itu memegang sebuah tombak, dengan gagang terbuat dari tulang berwarna putih kusam,dengan mata tombak sebening kristal.


Sosok itu seorang wanita muda,sendirian,,,dia mengamati Ruo dari jarak yang auranya tak bisa Ruo rasakan.


Ruo yang tak menyadari dirinya sedang di awasi,hanya menikmati udara segar dan suasana nyaman,dan melepas kewaspadaanya.


"Grrrrrrr........ " Lang berhenti lalu menggeram, kepalanya menilik ke semua arah,,, naluri nya sebagai Serigala terbangun.


Lang,seperti mencium kehadiran suatu kehidupan di sekitar, namun sangat sangat tipis, hingga Lang sendiri tak dapat memastikan penciuman dan nalurinya.


Sadar,,keberadaannya mulai sedikit tercium oleh tunggangan pemuda yang sedang di awasinya,, sosok wanita itu kembali menjauh dari tempatnya.


Sayang,,,, Ruo memiliki naluri yang melebihi Zan Lang,terlebih Zan Lang sudah memberi tanda dari geramanya.


Lesatan dari tubuh sosok wanita itu, segera dapat di lihat oleh Ruo.


"Akhirnya,aku menemukan peradaban" gumam Ruo, namun tetap tenang dan tak mengambil tindakan apapun.


"Lang,,, biarkan dia mendekat!!! kita pura pura saja tak tau keberadaanya!! " ucap Ruo pada Zan Lang.


Hutan lebat yang di penuhi pepohonan sangat besar besar itu,membuat sosok wanita yang mengawasi Ruo semakin leluasa.


Merasa pemuda yang di awasinya tak merasakan keberadaanya,,,sosok wanita itu akhirnya memberanikan diri menyergap Ruo di sebuah padang ilalang di bibir hutan.


Sosok wanita itu berdiam diri menunggu Ruo di sana, dengan tombak yang masih tergenggam di tanganya.


"itu dia Lang.. "


"Tetaplah tenang!!! dia bukanlah ancaman!! " ucap Ruo sambil mengelus halus bulu leher Zan Lang.


Jarak keduanya makin dekat hingga pada akhirnya keduanya bertatap wajah dengan jelas.


Ruo yang masih berada di punggung serigala besar itu termangu melihat sosok wanita yang menghadanganya di tengah padang ilalang luar hutan itu.


Begitupun sosok wanita yang berdiri menenteng sebuah tombak di tangan kanannya,,,sama termangunya setelah bertemu wajah dengan Ruo.


Lama keduanya saling tatap tanpa kata, hingga Zan Lang memilih melangkah lebih dekat pada sosok wanita itu.


Dalam jarak lima meter, kepala besar Zan Lang di dekatkan pada sosok wanita itu, dan Zan Lang tak hanya mengendus tetapi menatap langsung sosok yang menghadang tuanya.


Ruo di buat heran dengan sikap tenang Sosok wanita di depanya,, karna sangat jarang ada orang yang tak memiliki kegentaran jika bertatapan langsung dengan Pasukan serigalanya, terlebih dengan Zan Lang yang adalah Alpha dari pasukan serigala angin semesta.


"Katakan!!!!! siapa kamu?!! " setelah bertatapan lama,,, akhirnya sosok wanita itu membuka mulutnya.


"aissss..... seharusnya Nona yang mengenalkan diri pada ku, bukan?? " timpal Ruo.

__ADS_1


"Apa begitu sulit untuk mengatakan namamu!! " suar wanita itu meninggi pada Ruo.


"Nona,,, jika begitu,apa sulit bagimu untuk menyingkir dari hadapan ku!! " timpal Ruo tak mau kalah.


Mendapat balasan kata dari Ruo, wanita itu mengeratkan genggaman tangan pada tombaknya.


"Aku tak tau siapa kamu,, tapi aku merasakan aura dari saudariku ada pada dirimu lelaki keparat"Teriak Wanita itu, lalu dengan sangat cepat dia melemparkan tombaknya ke arah Ruo.


" Tttepppppp........ "


Beruntung,, Zan Lang sigap menghalau lemparan tombak dengan mulutnya.


"gggrrrrrrrrrr........... "


Zan Lang menggeram dan menatap dengan bengis ke arah wanita di depanya dengan tombak yang tergigit di sela taring taringnya.


"Puk... pukk... pukkkk" tangan Ruo menepuk nepuk tubuh Zan Lang untuk menenangkanya.


"Nona,,, sungguh,,,, apa yang kau lakukan tadi cukup menjadi alasan bagiku untuk membunuhmu" Ucap Ruo dengan mata menatap tajam pada wanita di depanya.


"Namun,, karna kau mengatakan bahwa ada aura saudarimu pada ku, yang membuatku tak melakukannya"


"Sekarang katakan nama saudarimu jika kau tak ingin mengenalkan dirimu!!!" tanya Ruo yang masih dengan tatapan seriusnya.


Sementara itu, tak ada sedikitpun kegentaran dari wanita yang di tatap oleh Zan Lang dan Ruo.


Sebaliknya,, tatapan matanya menantang lebih bengis pada Ruo, seakan mulai menitik benci pada pandanganya.


Deeegggghhhhhhhhhhh


Sebuah nama teredengar di telinga Ruo, meski sangat pelan,,, nama yang sekaligus membuat Ruo tersentak sangat kaget karena terlontar dari mulut wanita dengan tatapan benci di depanya.


"Aura nya yang kurasakan ada pada dirimu" Suara wanita itu memelan,seraya matanya sedikit sayu dan nanar,, namun dia menegarkan sikap di hadapan Ruo dan Zan Lang.


Ruo melompat dari punggung Zan Lang, dan tepat berada dua meter dari hadapan wanita itu.


Ruo menatapnya dengan lembut, meski tanpa senyum dia menatapnya dalam dalam... lalu Ruo mengeluarkan pedang taring neraka dari cincin ruangnya.


"kenapa kau tetap diam melihatku mengeluarkan senjataku?? "


"kenapa tidak ada kewaspadaan dari sikapmu?? "


"Apa kau tak takut jika aku membunuhmu saat ini"


"Katakan!!!! katakan!!!!! " Ruo melontarkan banyak kata dengan suara makin meninggi pada Wanita di depannya.


Srreeeetttttt..................


Suara sayatan dari pedang taring neraka terdengar begitu lembut.


Wanita itu membuka membelalakkan matanya tak percaya, dengan mulut yang sempat terbuka namun segera tangan menutupnya.


Bulir bulir air, keluar dari mata wanita itu yang makin lama makin deras,,, dadanya naik turun menahan sesak dan suara agar tak keluar dari bibir mungil yang kini tertutupi kedua tangannya.

__ADS_1


Ruo menyayat tubuhnya sendiri,dan tentu saja!!! kulit Ruo robek oleh sayatan pedang nya, namun yang membuat wanita itu menangis adalah.... bahwa Ruo memiliki tubuh dari ras manusia abadi,terlebih... aura yang di pancarkan dari tubuh itu adalah aura A Nara,, saudari dari wanita yang saat ini berada di hadapan Ruo.


Cukup lama Ruo memperlihatkan tubuh abadinya,,, dan selama itu pula, wanita di hadapanya tak berhenti menahan tangis.


Ruo mendekat pada wanita itu lalu.....


"Greppppp.... "


Ruo mendekap tubuh wanita itu dan membiarkan dia menangis di bahunya.


"haaa.... hiks... hiks... "


Tangisan wanita itu meledak di bahu Ruo,kedua tangan jatuh terlepas dari mulutnya.


Tak ada kata,, hanya tangisan yang yang menggambarkan, betapa terpukulnya wanita yang sekarang berada di dekapan Ruo saat ini.


"A Raiya,,, namaku A Raiya" di sela isaknya,,, wanita itu akhirnya menyebutkan namanya.


"Jiang Ruo,,, aku Jiang Ruo" sambil membelai lembut halus rambut A Raiya, Ruo pun mengenalkan diri.


"Begitu tuluskah perasaan mu pada saudari A Nara,,, hingga dia mau mengorbankan dirinya untuk mu" A Raiya tentu saja paham dengan kondisi Ruo yang memiliki tubuh abadi hanya merasakan aura sejati dari sepelik jiwa A Nara yang ada pada relung jiwa Ruo.


"Akan sangat malu, jika aku membenarkan ucapan mu, namun aku sebagai lelaki sudah gagal melindungi saudarimu" Ruo menatap langsung mata A Raiya yang kecantikanya berada pada dekapanya.


"ikutlah dengan ku!!! " Ruo tiba tiba mengajak A Raiya untuk bersamanya.


A Raiya yang mendengar ajakan Ruo, sedikit terkejut,meski dia sudah memiliki kesan lain pada Ruo.


Yang tanpa Ruo ketahui, bahwa A Raiya memiliki ke ahlian untuk melihat masa lalu dari sepelik Jiwa A Nara, karna memiliki darah yang sama.


A Raiya, kemudian merenggangkan tubuhnya dari dekapan Ruo,,, menatap lembut wajah pemuda tampan di hadapan wajah cantiknya itu.


"Aku tak menolak,, tapi mintalah aku pada keluargaku!!! " A Raiya menjawab ajakan Ruo.


"Apakah itu syarat?? "tanya Ruo


"Bukan,,, tapi aku tak melihat sosok lelaki dari kekuatanya"tukas A Raiya


" lalu?? " Ruo penasaran dengan alasan A Raiya


"Aku yakin pandangan saudari A Nara sama dengan ku"


"Baik Saudari Nara Ataupun aku,,, menilai bagaimana lelaki itu bersikap dan memperlakukan perasaanya terhadap kami" lanjut A Raiya, yang tak beralih mata dari wajah Ruo.


"Baik... aku akan memintamu dari semua keluarga, semua orang dari rasmu" tegas Ruo,lalu mendekap tubuh A Raiya dan melompat kembali ke punggung Zan Lan.


"Tombak ku?! " A Raiya mengingat senjatanya yang masih berada di mulut Zan Lang.


"Arahkan kami ke tempat mu" pinta Ruo pada A Raiya untuk mengarahkan jalan pada nya dan Zan Lan.


Akhirnya,,,mereka pergi menuju ke tempat ras manusia abadi dengan A Raiya yang menjadi penunjuk jalan.


...................................

__ADS_1


__ADS_2