
"Ruo'er,,, jika kamu memang Ruo'er putraku,,, segeralah pergi,,,pergi dari sini Nak!! "
"Naga api di hadapanmu saat ini,bukanlah tandinganmu! " Jiang Kun meronta, mengencangkan tubuh sambil menarik rantai kekang, dan berusaha menasehati Ruo agar mengurungkan niatnya.
Sebagai seorang ayah,Jiang Kun tentu saja hawatir... terlebih,dia tak pernah melihat rupa dari putranya sejak puluhan tahun lalu.
Kini,,, ketika kesempatan untuk menatap dan mungkin saja memeluk anaknya tiba,,, Jiang Kun kembali di hadapkan dengan sebuah dilema.
"aaaaaaaaa....... Cacing sialan!!! jika kau berani melukai putraku,,, aku Jiang Kun, bersumpah akan membunuh siapapun dari tuan mu" teriakan Jiang Kun menggema, dia begitu menghawatirkan Ruo.
Wuussss..........
Cleeeeppppppp..........
"pedang pembalik langit? " gumam Jiang Kun, seraya merasakan tubuhnya yang mendadak lemas,melihat pedang pembalik langit tertancap di hadapanya.
"Kau sungguh adalah putraku"
"Ya ayah,,, aku Jiang Ruo, putramu" sahut Ruo melalui pesan jiwa Jiang Kun.
"Nak,,,pergilah dari sini!!! " bujuk Jiang Kun.
"Ruo'er akan pergi,,, tapi bersama ayah" Ruo dengan tegas menolak bujukan ayahnya.
"Tidak tidak..... Huoshan,dengarkan aku cacing kecil!!!" Jiang Kun berusaha melepaskan diri,serta meneriaki Naga api.
Graaaaaaaahhhhhhhhhhh...........
Huoshan, si Naga api terlihat sudah bosan dengan pertemuan suara ayah dan anak.
Pada akhirnya,,, Huoshan membuka mulutnya,,, menciptakan bola energi raksasa yang sangat panas persis seperti bola magma di cela rongga kedua mulutnya.
BOM.....
Blaaaaaaaarrrrrrrrrrrr.............
Serangan bola energi raksasa dari Huoshan membentur dinding Gua, yang ternyata telah di lapisi oleh segel formasi perlindungan.
"formasi pertahanan??? ternyata, ada seseorang yang sudah menyiapkan semua ini" setelah mengelak dari serangan tunggal Huoshan, Ruo dapat melihat serangan Naga api itu tidak membentur langsung dinding gua.
Ruo berfikir, bahwa ada seseorang yang mengawasinya dan belum berniat ikut campur.
Debbbbbb........
"Pesona angin dan elemen logam.... " Ruo menyiapkan serangan dengan menggunakan dua elemen, dia membentuk logam kerucut,magma terangakat oleh elemen angin, dan di paksa melapisi elemen logam, seleteh membentuk kerucut yang sangat besar......
"Duri landak semesta...... " Ruo kembali melapisi seranganya dengan menambahkan ribuan duri landak, yang berputar searah jarum jam, sangat cepat.
whhuuuussssss..............
"Grooooooaaaaahhhhh" Huoshan melayani serangan Ruo dengan kembali menembakkan bola energi yang sangat besar.
BOM.......... Demmmm........ Demmmm
Dua serangan saling membentur,,, namun, elemen angin dan logam,,, meleleh lenyap seketika,,, kecuali duri landak semesta yang masih melesat.
TRANG....... TRANG.........
Duri Duri landak semesta,sama sekali tak mampu menggores kulit Huoshan.
"Pesona angin,,,, "
Π√£€∆¶€£∆¶¶¶∆∆÷π÷¥^{}€©}
Π£√¢€¥¶∆×÷π√√√πππ£££∆∆∆¶¶
Ruo mengucapkan mantra, mengendalikan kembali Duri landak semesta.
Drrrrtttttrrr...........
Ribuan Duri landak berputar mengalungi tubuh Naga api raksasa itu,menekan,, mengebor, menusuk di sertai suntikan energi yang Ruo salurkan, mencoba menembus ketahanan kulit Naga api.
Ting... ting... ting....
"Graaaaaaaaahhhhhhhhh" Naga api meraung,ular raksasa itu mengarahkan kepalanya ke arah langit langit gua.
__ADS_1
Bammmmmmmm...............
Huoshan menceburkan diri ke dalam magma, ekornya mengibaskan gelombang magma ke arah Ruo.
"Perisai semesta... " segera Ruo melapisi diri dengan segel formasi, menahan gelombang magma yang menggulung tubuhnya.
Boooommmmmmmmmm............
Segel formasi tak kuat menahan kedahsyatan gelombang magma, yang ternyata mengandung panas dari inti api neraka.
Ruo harus terpental dan terluka karenanya.
Chiuuuuuuu..............
Bola energi raksasa menyambut tubuh Ruo yang masih dalam keadaan terlempar dan.......
BOM...........
Ruo harus kembali terdorong dan menerima serangan Huoshan dengan telak.
Ruo terluka, namun tubuh abadi menahanya tak berdarah.... hanya terlihat kulit kulitnya yang mengelupas.
"Rrrroooooaaaaaaaaarrrrrrrrr" Huoshan seakan bangga telah berhasil memberikan serangan telak pada Ruo,dia kembali meraung kencang.
"aarrrgggghhh" Ruo menjerit, merasakan panas yang amat sangat pada tubuhnya.
"Ini... ini bukan hawa panas biasa" keluh Ruo, yang mencoba menetralisir semua luka luka dan rasa sakitnya.
Degggghhhhhh........
Ruo tercekat, sejenak dia tersentak karna mengingat perkataan Yao Wendhi....
"Jangan jangan??? "
yah,,,seperti yang Ruo pikirkan....Huoshan atau Naga api raksasa itu, adalah perwujudan dari inti api neraka yang seaungguhnya.
Ruo yang tak memperdulikan rasa sakitnya, segera mengambil sikap lotus di udara, sementara... Huoshan menyelam ke dalam danau magma, hingga sosok Ruo jelas selurus arah dengan Jiang Kun.
Jiang Kun,,,, pada akhirnya dapat melihat sosok putra yang selama ini dia rindukan.,,, Haru rindu membuncah hati Sang Jendral besar yang masih terkerangkeng itu.
"Putraku.... " Gumam Jiang Kun, melihat bangga pada pemuda gagah nan sangat tampan yang kini tengah fokus dalam sikap lotusnya.
#&¶∆√π•`°¢^∆¶£¢π√×∆√πππ££¢`~~
%∆£{][{}\£∆¶√°£}€\€{€÷¶√ππ¢{£¶∆
√∆π¶•\=¥{£}¢\€©{¢{€∆∆√π£€π√π•|`¶
Ruo terus mengulang salah satu bacaan mantra mantra yang di ajarkan Zhen Long, lewat pengetahuan yang dia dapat.
Baaaammmmmmmm............
Kekuatan Jiwa, dari pemuda yang berada di ranah Dewa Abadi kultivasi, meledak, memendar ke seluruh area gua.
¶√∆ππ÷¢¥€££¶√ππ
∆•¶√π£√~^∆€°£π√√π•¶∆£€
"Bentuk!!!!!! " ucap Ruo.
whhuuuuussssssss............
"gggrroooooooooaaaaaaahhhhhhh"
Dan terbentuklah,seekor Naga emas yang tercipta dari kekuatan jiwa Ruo.
wujudnya tak kalah besar dengan Naga api raksasa.
Chiuuuuuu..............
Naga api yang berada di dalam kawah, melepaskan serangan bola raksasa pada Naga emas yang tercipta dari Kekuatan jiwa Ruo.
"BOM......
Serangan Naga api dapat di hindari oleh Naga emas.
__ADS_1
Graaaaaahhhhhhhhh............
Naga emas mengamuk, meraum, menciptakan gelombang suara yang sangat dahsyat.
Gelombang suara dari Naga emas, mampu menyibak danau magma dimana Naga api raksasa itu bersembunyi.
" kekuatan tiga inti elemen... " Ruo menyuntikkan tiga kekuatan elemen pada kekuatan jiwa berwujud Naga nya.
"Chiiiuuuuuuuuu........... "
"Grrooooooooaaaaaarrrrhhhhhh" Naga api tak tinggal diam begitu saja, ular itu pun naik ke permukaan kawah menyambut serangan Naga emas .
DDDDEEEEEMMMMMMM................
Tidak bisa terbayang,jika dua kekuatan itu meledak di satu wilayah huni,,, getaran dua kekuatan di kedalaman 10km itu, mengguncang apa yang ada di permukaan tanah.
Guncanganya menjadi gempa, di daratan atas sana... walaupun seluruh wilayah gua raksasa itu sudah di pasangi oleh formasi perlindungan.
"gggggrrrraaaaaaaaaaaahhhhhh" Dua Naga itu saling memperlihatkan taring, dan ingin menunjukkan diri,siapa yang berada pada kekuatan puncak.
BAM... BAMMM.... DOOOOMMMM
Dua Naga yang semula beradu kekuatan energi, kini saling melilit memcakar dan memggigit.
"ggrroooooaaaarrr" Naga api mengaum.
Chiuuuuu.......
Melihat Naga api membuka lebar rahangnya,,, Naga emas segera melepaskan serangan telak, pada mulut Naga api.
Booommmmm......
Serangan Naga emas mengenai telak mulut sang Naga api, hingga cengkramanya terlepas, dan tubuhnya kembali jatuh ke dalam danau magma.
Ruo,tak menghentikan serangan... dan terus mengendalikan Naga emas dari kekuatan jiwanya, sembari mengedarkan kesadaran memeriksa seluruh wilayah, juga memastikan sellu keadaan ayahnya.
Chiuuuuu......... Bammmmmm...
Seperti sebelumnya,, Serangan bola energi melesat dari kedalaman magma,,, beruntung,.. Naga emas, sudah memperhitungkan serangan tiba tiba hingga dapat mengelak dari serangan Naga api.
"Pesona angin..... " Ruo yang gerah dengan Naga api, menembakkan elemen angin,, membungkus Naga emas.
"Masukkkk... " Ruo mengendalikan Naga emas untuk menyelam di kedalaman magma.
"Grooooaaaaaarrrrrrhhhh....."
BOM
BOM
BOM
Pertarungan dua Naga kembali terjadi,,, dentuman dentuman dari pertarungan dua Naga itu, menciptakan gelombang magma yang tak beratur.
*
*
*
Duaaaaaaarrrrrrrrrrrr......
BOMMMMMMMM..............
DDEEEMMMMMMMMMMMMMM
Di atas permukaan, gunung Shang Gui, meletus hebat,,, dampak dari pertarungan dua Naga yang berada di Gua Bawah tanah Gunung Shang Gui.
Kedahsyatan Ledakanya, mungkin melebihi gunung Tambora yang pernah kita baca dan hal itu mengguncang seluruh benua selatan alam langit.
Wuji dan Yao Wendhi, melesat terbang menghindari amarah Shang Gui yang memuntahkan laharnya.
"Senior,,, bagaimana ini? " Wuji mulai sedikit hawatir dengan keadaan Ruo.
"Percayalah pada saudaramu itu, junior!!! " jawab Yao Wendhi singkat.
__ADS_1
"Ya,,, junior sangat percaya, saudara Ruo takan menyerah dengan mudah" Ujar Wuji, yang kbali meyakinkan diri untuk percaya pada Ruo, dengan mata yang mengarah pada gunung Shang Gui yang tak berhenti mengamuk.
.......... .....................