
Whuuuussssss..... whhuuuusssss
Setelah kepergian Ruo,banyak tetua yang datang di tempat pos jaga tempat komandan Wei Bo.
"Komandan Wei,,, dimana orang yang di maksud Shu We" tanya salah satu tetua.
"maaf tetua,,,aku tidak mengerti maksud tetua, dan siapa yang tetua maksud" jawab komandan Wei Bo
"aissss..... sepertinya percuma,aku menanyakanya pada mu,,,,, kita pergi dari sini" tetua itu seperti menyesal telah bertanya pada komandan Wei Bo, lalu kembali melesat tanpa permisi, di ikuti dengan tetua yang lain.
"kali ini, kalian berurusan dengan orang yang salah" gumam komandan Wei Bo, lalu melanjutkan membersihkan puing puing pos jaga akibat dirinya di tendang oleh Ruo.
Ruo sendiri saat ini masih dalam perjalanan udaranya bersama A Nara menuju wilayah selatan benua utara.
"Gege,,, aku merasa lelah" ucap Nara
"Baiklah,,, kita cari tempat untuk istirahat"Ruo melihat sekeliling bawahnya, dan setengah jam kemudian Ruo baru melihat sebuah pintu gua.
wessss......
Ruo mendarat di mulut gua kemudian langsung memeriksa jika ada sesuatu yang membahayakan.
" sepertinya aman,,,, Ra'er, kita istirahat di gua ini sementara waktu"keduanya memasuki gua.
Ruo menggunakan elemen anginnya untuk membersihkan Gua yang terlihat sangat kotor.
"Sekarang, Ra'er bisa istirahat... aku akan mencari makanan untuk kita,,, tunggulah disini" ucap Ruo
"mmm,,, jangan lama lama" pinta Nara
Ruo kembali keluar, tak lupa dia memasang formasi perlindungan dan ilusi di mulut gua.
Whhuuuusssss.........
Ruo berkeliling mencari binatang buruan,di hutan yang tanahnya masih tertimbun salju.
Ruo yang melihat satu seekor kelinci besar, namun bersamaan ketika Ruo hendak menangkap buruannya.
Ruo merasakan kehadiran orang orang kuat yang melesat cepat ke arahnya.
whuuussssss........
Puluhan orang itu, berhenti tak jauh dari tempat Ruo,dan menatap Ruo dengan penuh heran.
"Anak muda,,, sedang apa kau berada di berantah hutan bersalju ini" salah satu dari mereka bertanya pada Ruo.
Ruo pun berbalik badan,dan melihat puluhan sosok yang masih berada di udara.
"Salam senior,,,, junior sedang mencoba berburu kelinci senior" jawab Ruo.
"ehmmm.... " orang itu mengangguk, dan sperti memastikan kejujuran Ruo.
"Bocah,, apa kau melihat orang sebelum kami melewati wilayah ini" salah satu yang lain bertanya lagi pada Ruo.
"Maaf senior,,, aku tidak melihatnya" sahut Ruo.
"hohohooo..... entah kalian tak berpengalaman atau memang bodoh"tetua lainya berucap.
" apa maksudmu,Patriak Mung"protesnya di katakan kurang pengalaman dan bodoh.
"Heiii.... Lun,,,, bukankah bocah ini yang seharusnya melewati wilayah ini sebelum kita"ucap patriak Mung, lalu kembali menatap Ruo.
" Bocahh,,,, katakan,,,, dimana teman wanitamu itu"
__ADS_1
"maaf senior,,, junior tak mengerti maksud senior... " tutur Ruo
"hahhahaaa....... kau tak pandai berbohong bocah,,,, Ranah dewa suci mu tak bisa membohongi mata tuaku ini" Patriak Mung tertawa,, matanya lalu berkeliling kesemua tempat.
"hohohoooo..... ternyata kau lumayan juga bocah, bisa menciptakan formasi perlindungan sekaligus ilusi "patriak Mung menatap ke satu arah yg jauh.
Deggghhhhhh.....
Tubuh Ruo bergetar, dia sangat kaget dengan ke ahlian patriak Mung, yang dapat melihat formasi ilusinya.
whuuussss......
Patriak Mung melesat ke arah Gua yang telah di pasangi formasi ilusi dan pelindung.
" Bajingannnn..... " Ruo sangat geram pada apa yang hendak di lakukan Patriak mung.
whuuusssss.......
Ruo pun melesat, mengejar Patriak Mung.....
Chiuuuuuuu............
Deemmmmmmmmmm........
Satu serangan,,, hanya satu serangan, Ruo terlempar kebawah dan tertimbun salju.
"Kalian diamlah disini,,, dan tunggulah Patriak Mung" ucap Patriak yang menyerang Ruo.dan di angguki oleh semua tetua lainya.
Geeuuukkkkk...... uhukkk... uhukkk
Ruo muntah dan batuk darah, karena serangan Patriak tadi.matanya menatap pria paruh baya yang berdiri di udara mengarahkan pandangan padanya.
"anak muda,,, diamlah di situ,jika kau masih menyanyangi nyawamu" ucap pelan si patriak.
weeesssss..........
sebuah senjata tombak pusaka melesat ke arah Ruo, ketika hendak melesat terbang.
"tranformasi.... perisai Naga"
Buuuzzzzzzzzz...........
Ruo menghalau Tombak pusaka yang di ujungnya bening seperti kristal.
cleeeepppppppppp..........
"aaaaarrrrrrrggggggghhhhhh...... "
Ruo mengerang kesakitan, tatkala ternyata,,, perisai naganya tak sanggup menahan tombak pusaka itu, dan berhasil menembus perutnya.
"Bocah,,, aku sudah bilang, untuk tetap di tempatmu... apa ada dari perkataan ku yang merupakan lelucon"
"Zirah dan perisaimu memnga bagus,, tapi untuk menahan Tombak pusaka Tingkat Dewa ku,,, itu belum cukup.. "
"geuuukkkkk...... buuuaahahhhh" Ruo kembali terbatuk darah dan dari perutnya sudah banyak darah merembes.
"Duri landak.... kekuatan elemen.."
Bllllaaaaaaaaaaaaarrrrrrr....
Demmmmmmmm.............
Demmmmmmmmmmmm........
__ADS_1
Ruo sekuat tenaga mengeluarkan semua yang di milikinya, mencoba melawan patriak itu.
Udara dan cuaca alam mendadak berubah,,, salju tebal terangkat dan memutar bersama angin, air, api,tanah,kayu, logam.
kekuatan Ruo seperti bisa menghancurkan segala....
"Kau cukup cakap bocah,,,, hanya saja, Dewa suci tak akan pernah mampu menyamai Dewa Agung.....aku Patriak Naga tanah Long Furen mengakuimu "
"Penjara alam...... " ptriak Furen mengeluarkan jurusnya.
Demmmm.... demmm.... demmmm
seketika,,, kerangkeng raksasa, mengurung semua kekuatan Ruo.
"kalian..... jika tak ingin mati,, pergilah dari sini sejauh mungkin... " teriak Patriak Furen pada semua tetua yang bersamanya.
mendengar perintah orang terkuat di antara mereka,,, semua tetua bergegas melesat pergi, ke arah Patriak Mung.
"Bocah,,,, kematian mu,bersebab kau tak menuruti perkataan ku... "ucap Patriak Furen pada Ruo yang sedang bersiap beradu kemampuan puncaknya.
"Penjara alam.... ledakkannnn" ucap Patriak Furen
"Pedang pembalik langit,,,,kekuatan elemen,duri landak baja enam elemen.... "
"hheeeeeeeyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaa"
eregggg.... ereggggg.... erwgggggg.
bumi berguncang,,,,menjadi gempa di seluruh benua utara,,,, kekuatan Dewa Suci tahap puncak di tahan oleh kekuatan penjara alam Dewa Agung tahap puncak.
kedua kekuatan itu bergesekan,,, dan setiap gesekan keduanya menghasilkan daya guncang yang luar biasa dahsyat.
"entah dari mana asalmu bocah,,, jika kau di biarkan,,, bahkan alam langit ini bisa saja kau hancurkan kelak... " Patriak Furen merasa kagum sekaligus ngeri melihat kedahsyatan kekuatan Ruo.
Ruo,,, sekuat tenaga mendorong energi dari seluruh kekuatanya,untuk menggedor penjara alam patriak Furen
hanya saja,,, kekuatan Dewa Agung tahap puncak,bukanlah kekuatan sembarangan.
"Baiklah bocah,,, aku tak mau belama lama,,,, "
"Rantai Dewa,,,, " patriak Furen kembali menggerakkan tanganya.
kretek... kretekkk... kretkkkk.....
wwhhhuuuuuunnnnghhhhhhh.......
Dari empat sisi penjara alam,rantai api tersulur dan menyerang kekuatan Ruo.
Demmmmmm..... Dwmmmmm.....
Demmmmmm...... Dwmmmmmm..
satu persatu secara bergantian, Rantai Dewa dari penjara alam, menggedor kekuatan elemen Ruo.
Ruo mulai merasa tertekan,,, sementara, darah terus keluar dari perut yang tertusuk oleh tombak milik patriak Furen sebelumnya.
" medan elemen..... " Ruo kembali mencoba memberi aura penekanan untuk mengurangi daya gedor dari rantai Dewa.
Demmmmmm.............
hanya saja, aura yang di keluarkan bahkan dari semua elemen Ruo tidak berpengaruh pada Rantai Dewa....
keduanya tak tau,,, dampak dari pertaruangan energi tingkat Dewa mereka telah bnayak meluluh lantakkan hampir seluruh wilayah di benua utara.
__ADS_1