Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Sisi Naif


__ADS_3

Melawan Panglima Bao Fang,,, Jiang Ruo seperti melupakan semua kekuatan yang di milikinya.


Ruo melupakan Kekuatan 7 elemen, formasi,medan elemen dan berbagai hal lainya meski pertarungan itu berlangsung selama sepuluh hari,,, karna amarah,Ruo berpangku pada ke ahlian berpedang dan duri landak semestanya saja.


Dia melupakan kekuatan luarbiasa dari tranformasinya,terlebih kekuatan badai angin semsesta,, sebuah jurus dari sekte lembah angin yang sudah dia kembangkan menjadi jurus level selanjutnya.


Ruo juga melupakan jatidirinya yang seorang pemburu nomor satu di daratan Zurhen,dan tak memakai ke ahliannya tersebut.


Setelah menyadari kekeliruanya, Jiang Ruo hanya bisa menundukkan kepala, dengan perasaan menyesal di hadapan semua pasukanya saat ini.


Jiang Ruo hanya berdiri diam tak berkata apapun, membuat semua orang bertanya tanya pada keadaanya.


Wuji, yang biasanya dengan senang hati menggoda Ruo pun menjadi enggan, melihat saudaranya bersikap tak seperti biasanya.


Hingga Jiang Kun dan Ling Shu Yuan, melesat menghampiri putranya tersebut.


Jiang Kun menepuk pundak putranya, dengan Ling Shu Yuan memeluk lengan putra satu satunya itu.


"Ruo'er!!! dengarkan!! ayah tak memintamu menjaga wibawa dan sikap di hadapan semua pasukanmu?! " ucap Jiang Kun.


"Namun,,,,Ayah hanya ingin mengingatkan bahwa, seorang pemimpin adalah jantung dari semua pasukanya!! "


"Ruo'er,,Apapun yang tengah berlaku padamu hari ini,, Kau harus ingat,bahwa akan ada hari yang lebih berat dan kau tetap harus kuat dan bisa menguatkan pasukanmu"


"dan beruntungnya,,,mereka semua lebih menganggap mu sebagai seorang saudara,daripada seorang pemimpin!? "


Jiang Kun yang seorang jendral besar, sangat mengerti dgn apa yang trjadi pada anaknya, dan berusaha menasehati putranya tersebut.


Jiang Ruo benar benar mendengarkan nasehat ayahnya,dia mulai berfikir tenang dan jernih.


" mmm..... "Jiang Ruo akhirnya mengangguk,berusaha mengangkat kepalanya kembali.


" Ayah benar!!! Tidak ada pahlawan yang memenangkan pertempuran sendirian"


"Ruo'er harus lebih kuat,bersama dengan semua orang yang menganggap Ruo'er Saudara" tutur Ruo yang mulai bersemangat.


"Bagusss!!! jika Ruo'er tau bagaimana Ruo'er harus bersikap!! "

__ADS_1


"Sekarang sapalah semua saudaramu!!" pinta Jiang Kun, sambil menatap bangga pada putranya, begitupun dengan Ling Shu Yuan.


Jiang Ruo menatap semua pasukanya serta mengambil sikap selayaknya seorang pemimpin di hadapan mereka.


"Benua barat alam dewa tingkat satu ini, memang bukan menjadi urusan kita! " Ruo memulai pidatonya.


"Namun,ras iblis juga tak berhak se enaknya membuat huru hara dan bencana di alam ini! "


"Terlebih,, saat ini sekte cahaya dewa sekrang telah menjadi bagian dari kita semua, yang artinya ini adalah rumah saudara kita"


"Aku tak ingin rumah saudara kita hanya menjadi sejarah!! "


"Dan untuk itu,, aku,,, Jiang Ruo dari daratan Zurhen,pemimpin muda Lembah Angin Semesta, memberikan misi untuk menumpas seluruh iblis yang berada di daratan benua barat alam dewa ini!!! "


"Apa kalian Sanggup????? "


"Urraaaa,,,, Uuraaa,,,, Urrraaaaa" Milayaran pasukan yang bernaung di bawah kepemimpinan Jiang Ruo,menjawab degan sigap dan semangat.


"Sisir semua wilayah!!! Selamatkan mereka yang mau bergabung!! tinggalkan,dan musnahkan juga ras dewa yang memiliki Hubungan dengan Zhuxian DiShen"


"Karna mereka adalah parasit!!! Aku memberikan hak sepenuhnya pada ras manusia abadi dan klan Chuan, sebagai ras dan klan yang selama ini di buru dan di bantai oleh Budak budak Zhuxian DiShen"


"Dan Sisanya!!! bersihkan semua iblis dari daratan benua barat ini!!! "ucap Jiang Ruo dengan sangat tegas.


"uuraaaa,,,, urrraaaaa,,, urrraaaaa"


"Laksanakan sekarang juga!!! " Perintah tegas akhirnya terucap dari pemuda yang sangat jarang memberikan komando.


Namun kali ini,Jiang Ruo di tuntut untuk mengambil sikap tegass,mengingat perjalananya masih berliku panjang.


Selesai dengan Ruo memberi perintah,,, semua pasukan langsung menjalankan misi dari yang sudah di perintahkan.


Mereka mulai mengikuti jejak aura dari para iblis, yang dengan ke ahlian pasukan kusus Lembah Angin Semesta pimpinan Juan Lung,hal itu sangatlah mudah di lakukan memgingat mereka adalah pemburu handal yang di latih langsung oleh Jiang Ruo.


Lalu di kelompok lain, Patriak Wong dan tetua Chuan Shen memimpin untuk misi perburuan ras dewa yang beraviliasi pada Zhuxian DiShen.


Dengan kekuatan Qian cs juga Divisi PSAS, meski pasukan ini terbilang kecil,, namun kekuatan mereka adalah yang paling mengerikan.

__ADS_1


Dimana selain Qian cs dan Divisi PSAS,Ruo pun mengikut sertakan Duo Yao, Xin Hu dan Liu Fei, Jian Cok, Jian wewei, Jian Ning, Jian Luan dan Luan Di .


Mereka adalah kelompok tempur utama bagi Jiang Ruo, yang selalu menjadi andalan di setiap krisis pertarungan.


Di depan gerbang sekte cahaya dewa, Semua tetua dari berbagai ras, hanya menatap kagum pada sosok Ruo yang mampu menyatukan berbagai ras dalam satu wadah di bawah kepemimpinanya.


Yang bagi mereka hal itu adalah mimpi, namun berkat pemuda yang bahkan belum beristri itu,mampu menjadi wakil setiap ras untuk mewujudkan mimpi mereka.


______________


Setelah melepas semua pasukan menjalankan misi,, Ruo bergabung dengan para tetua dari berbagai ras yang masih berkumpul di depan pintu gerbang sekte.


Ketiga leluhur sekte cahaya dewa mengajak semuanya masuk seusai memastikan pasukan tak lagi terlihat.


Tiga lLelhur memimpin jalan menuju aula utama sekte dan berbincang bincang di sana.


Sementara,Jiang Ruo di buat salah tingkah karena selalu di perhatikan oleh empat wanita sekaligus,Jia Yi, Un Shu, A Ying, dan Hua Mu Shen.


Ke empat nya seakan berlomba lomba untuk mendobrak pintu hati dari Pemuda Tampan trsbt.


Jiang Kun dan Ling Shu Yuan,, tersenyum puas, melihat putra mereka di buat tak berdaya oleh tatapan wanita yang mengagumi putra mereka.


Terlebih, Ibu Jiang Ruo yang selalu menuntut agar putranya trsbt segera menikah dan memiliki momongan.


"Bagaimana menurut Nak Ruo?" tanya Lelhur Jin, yang membuat gelagapan Jiang Ruo, karena tak mendengarkan perbincangan para leluhur sebelumnya bersebab dirinya tak fokus karna di perhatikan oleh empat wanita.


"ee... ituu... anu??? " Jiang Ruo benar benar tidak tau harus berkata apa,, sebelum akhirnya Jiang Kun menjadi pahlawan bagi putranya.


"Haiissss,,, sial,,, siall,,, kenapa aku tak bisa bersikap seperti saudara Wuji yang selalu percaya diri" Ruo mengumpati ketidak beradayaanya.


Jia Yi, UN Shu, A Ying dan Hua Mu Shen,,, tertawa kecil melihat sisi naif dari lelaki terkuat itu.


Ke empatnya semakin tertarik pada pemuda yang sangat dekat dengan kedua orang tuanya tersebut.


Hingga perbincangan usai,, Jiang Ruo sama sekali tak mengambil bagian waktu bicara.


Dia hanya duduk diam melihat kemanapun dengan pikiran dan hati tak karu karuan.

__ADS_1


"Haisszzzz......... " Jiang Ruo membuang nafas untuk menenangkan hatinya.


__ADS_2