
Ketidak beruntungan menimpa Liu Bai, Salah satu Saudara Ruo cs itu mendapatkan kekalahan dalam pertempuran ketika mendapat perlawanan Dewa dengan jumlah pasukan yg lebih banyak.
Meski perlawanan mereka tidak sia sia,, namun tetap saja hal itu membuat Liu Bai terpuruk.
"Apakah ini akhir dari perjalananku bersama kalian, saudaraku??? "
Liu Bai di hadapkan dengan krisis hidup mati,namun dia masih sanggup menahan gempuran ribuan Pasukan dewa.
Sementara Sebagaian dari pasukanya telah tewas dalam pertempuran tersebut.
"Mau sampai kapan, kau mampu bertahan manusia rendahan?? "
Mendengar cemoohan dari dewa dewa yang menyerangnya,tak membuat seorang Liu Bai mengalihkan fokusnya.
"Lihatlah semua yang pasukan mu yang hanya menjadi mainan kami, keparat!! " ucap salah satu dewa yang mencoba menebas tangan Liu Bai.
Liu Bai pun akhirnya menanggapi ocehan para dewa.....
"Kematian adalah pasti!!! aku tidak lagi hawatir ketika kami harus tewas dalam tujuan yang sama,,, keparratttt!!! "
BOOMMMMMM....
BOOOOOMMMMMMM.....
__ADS_1
Benturan energi kembali melempar tubuh Liu Bai, juga para dewa yang menyerangnya.
Usaha para dewa untuk melumpuhkan salah satu dari kelompok buronan nomor satu Zhuxian Di Shen,tidaklah mudah!!
Tak sedikit dari dewa bernasib naas, ketika menyerang langsung saudara Jiang Ruo tersebut, meski dalam posisi di keroyok oleh mereka.
Mata Liu Bai, kini tak lagi melihat ke arah semua pasukanya,,, dia berada dalam tekad, bersama mereka yang telah memutuskan untuk berjuang bersama, meski harus mati.
Pertarungan Liu Bai berlangsung hingga seminggu, bahkan ketika semua pasukanya benar benar tidak tersisatersisa Termasuk istrinya.
Liu Bai, yang masih dalam transformasinya,,, sama sekali belum menerima luka satupun, sebaliknya,,,tidak terhitung berapa dewa yang sudah tewas oleh pedang dan tombaknya.
"Majulah!!!! aku masih sanggup membunuh kalian semua" tantang Liu Bai.
"Ssombongggg!!!! kematian di depan mata,masih mengira jauh di sebrang sana!!? " timpal sang dewa.
Pertarungan kembali di lanjutkan, dengan jumlah yang tidak seimbang... namun Liu Bai yang adalah bagian dari kelompok buronan utama Di Shen tidak merasa keberatan dengan seberapapun jumlahnya.
"Tombak angin semesta,,,,Petaka Badai semestaaa.... hyaaaaaaaa"
Liu Bai memutar dan mengayunkan Tombaknya, serta menyalurkan energi yang berkekuatan besar,hingga menciptakan pusaran Angin raksasa..
__ADS_1
DEEMMMMMMMMM........
SHWWUUUUSSSSSSSSSSS........
Meski tidak membunuh semua dewa dengan sekaligus,, serangan badai Liu Bai kembali mengurangi Jumlah musuh musuhnya.
Beruntungnya Liu Bai,di saat yang sama,,, ratusan juta anak panah melesat ke arah semua pasukan dewa, hingga menutupi langit.
BAMMMM.... BAMMMMM
"aahahahahaaa,,,,,,, Saudara Bai?? apa kau merindukan si paling tampan se alam semesta ini??? "
Dan suara itu,sontak membuat membuat Liu Bai sangat bersemangat, karena tidak lain adalah Wuji.
"Ya, saudara!!! kali ini, aku memang merindukan mu" Liu Bai mengakui keberadaan Wuji atau saudara yang lain memang sangat di harapkan.
Meski,,, bagi seorang Liu Bai, dia mudah saja meninggalkan pertarungan, namun tidak dengan prinsipnya dan saudaranya yg lain.
"Pelukanya, nanti saja!! kita urus dulu sampah sampah ini!!! " timpal Wuji yang sebenarnya, kemarahanya tak lagi dapat terbendung,saat tau bahwa semua pasukan Liu Bai telah tewas,terbih saudari iparnya pun ikut gugur dalam pertempuran.
Kedatangan Wuji beserta pasukan, membalikan keadaan peperangan, yang sebelumnya hanya menyisakan Liu Bai seorang.
__ADS_1
Pembantaian massal pun di mulai oleh mereka dengan kekejaman seperti sebelum sebelumnya bahkan lebih, mengingat Pasukan Dewa di kota itu, dapat mengalahkan pasukan dari Liu Bai.