
Namun yang tak di ketahui semua orang,adalah satu hal,,Bahwa Ruo memilih berlatih di benua Zen,alam rendah.. tepatnya di danau Ning.
Bersama Zhen Long, Ruo berlatih berbagai ke ahlian untuk menyempurnakan semua teknik yang di milikinya,seperti saat ini.
Pandangan Ruo tentang tingkat ranah kultivasi pun berubah dari sebelumnya.. kini tingkatan ranah yang Ruo tau adalah
Bintang Perunggu
Bintang Perak
Bintang Emas
Bintang Berlian
Bintang Kristal
Bintang Bumi
Bintang Langit
Bintang Jendral
Bintang Raja
Bintang Kaisar
Bintang Saint
Bintang (?)
Di bagi menjadi awal, menengah, puncak, Dengan Ruo yang berada pada ranah Bintang Jendral tahap puncak tingkat kultivasi saat ini.
Selain manfaat dari penyerapan inti api neraka, Ruo juga mendapat manfaat dari penyerapan mutiara naga pemberian Zhen Long.
Sementara untuk tingkat Alkemis,penempa dan formasi,,,semua mengacu pada level kekuatan Jiwa, yang artinya selevel dengan tingkat kultivasi bahkan bisa jauh lebih tinggi dari tingkat kultivasi sebenarnya, dengan bantuan energi elemen sang kultivator sendiri.
Hanya tingkatan Pil dan senjata yang di golongkan menjadi....
Tingkat 1-8 untuk pil
Tingkat perak, emas, berlian, langit, legenda,dewa,surga dan (?) (?) (?) untuk senjata.
"Junior,,, batas pelatihanmu adalah puncak dari Bintang Jendral" Selesai melatih penyempurnaan formasi, Zhen Long menjelaskan aturan ttg batas kekuatan seseorang di alam rendah, sampai alam langit.
"Kau bisa memilih terus berlatih di alam ini,, namun itu hanya bisa memadatkan energimu, tapi tak bisa meningkatkan kultivasi"
"Atau kau memiliki tujuan menuju alam selanjutnya, untuk meningkatkan semuanya? " Lanjut Zhen Long, seakan memberi solusi pada Ruo.
"Junior memang memiliki tujuan senior,, namun tujuan itu jauh lebih besar dari tujuan ku sebelumnya" ucap Ruo
"Senior,,, apa senior tau ttg identitas Zuxian Di Shen? " tanya Ruo
"Zu... Xian... Di.... Shen???? " Zhen Long memeriksa semua ingatanya dan...
Degggghhhhhhh........
Zhen Long terpaku, wajahnya menggambarkan kegeraman,sangat jelas dari sikapnya,, Zhen Long seakan memiliki kisah nya sendiri dengan nama yang dia sebut dengan perlahan tadi.
"Senior...?? " Ruo berucap pelan, mencoba menyadarkan Zhen Long dari tatapan kosongnya.
__ADS_1
Zhen Long beralih wajah dengan tatapan serius pada Ruo,entah apa yang tersirat dari tatapan matanya.
"Katakan!!!! ada urusan apa Junior dengan Zuxiang Di Shen"Zhen Long menebak,tidak mungkin Ruo hanya asal menanyakan sebuah nama, terlebih.... nama yang di sebutkan Ruo adalah sosok paling agung, di tiga alam dewa.
Ruo yang tak ingin Zhen Long larut dari rasa penasaranya,menceritakan semua hal sampai pada akhirnya,,, Ruo berakhir menantang Zuxian Di Shen.
"Aiiizzzzsss.....kau tau,,,, dengan kau hanya mendengar suaranya saja, artinya.. Di Shen mengetahui jauh lebih banyak ttg mu" Zhen Long menyayangkan, karna dia meyakini... Di Shen sudah pasti tahu, kalau Ruo memiliki darah abadi dan tubuh semesta.
"Junior,,, dengan mu, yang telah memiliki urusan dengan Zuxian Di Shen,,, Aku Zhen Long, akan pergi menemani perjalananmu" Zhen Long, yang sebenarnya memiliki masalahnya sendiri dengan Zuxian Di Shen, lebih memilih menjadi pendamping seperjalanan Ruo.
Naga Hitam itu, kembali memiliki sebuah tekad, setelah milenium waktu berdiam pasrah terkekang di bawah air danau Ning.
"Sekarang,,, lepaskan semua rantai yang mengekang tubuh naga ku!!! " pinta Zhen Long.
"mmm.... " Ruo mengangguki permintaan Zhen Long,dia melesat ke rantai besar yang mengikat tubuh raksasa Naga Hitam Zhen Long.
"api neraka,,, pembakar benua"
Chiuuuuuuu.......
Bammmmmmmm..........
Seketika, rantai yang sangat sangat besar itu meleleh meski di dalam air dengan sekali hantam oleh serangan energi panas dari inti api neraka milik Ruo.
Krakkk..... krakkkk..... kraakkkkk
Tubuh Naga mulai bergerak perlahan, dan menarik lepas rantai rantai yang mengekangnya.
"Zuxiang Di Shen...... Naga Hitam Perkasa Zhen Long, kini telah bebass"ucap Jiwa Zhen Long
Grrrooooooaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh
Zhen Long meraung, untuk pertama kali setelah bermilenium waktu lamanya tak bersuara.
Getaranya, menyebabkan bahkan sampai memantik letusan gunung gunung merapi yang ada di titik titik wilayah Benua tersebut.
Semua hewan, Beast, monster berlarian panik tak beraturan merasakan dan mendengar raungan Sang Naga Hitam Yang perkasa Zhen Long.
"Senior,,, jika tidak keberatan, Junior akan memasukan senior dalam Dunia Jiwa" Bujuk Ruo, yang tak ingin membuat kegemparan karna kemunculan Zhen Long.
"Baik,,, aku akan mendiami dunia jiwa mu, junior" Zhen Long, memilih mengikuti arahan Ruo,,,segera, Ruo memasukan Zhen Long ke dunia jiwanya setelah Zhen Long memberi persetujuan.
Di rasa sudah tak ada hal lain di tempat itu,, Ruo melesat meninggalkan dasar danau Ning tersebut.
*
*
Belantara hutan kematian wilayah bagian utara Benua Zen, adalah tempat berdirinya sekte Musang Api, sebuah sekte kuno yang kini di tinggalkan dan di biarkan terbengkalai krna semua anggota tetua juga patriak, memilih bergabung dengan Sekte Lembah Angin Semesta, menjadi bagian dari kekuatan Ruo.
Namun, Hanya satu orang yang masih nyaman tinggal di dalam sekte itu,, dan hanya Ruo lah yang mengetahui ttg sosok yang memilih bertahan di dalam sekte musang api.
Debbbbb..........
Ruo muncul di depan gerbang sekte musang api,yang sejatinya tak terlihat bagi kasat mata kultivator biasa, karna berada di balik formasi ilusi.
"Salam Senior,,, Junior datang menyapa Senior Huo Eng" Ruo mengepalkan tinju, melakukan peradatan.
"hahahaaa,,,, tak menyangka,orang tua ini mendapat kunjungan dari sosok pemuda Nomor satu di empat alam" Huo Eng, merasa sangat senang sekaligus tersanjung dengan kunjungan Ruo,karna selama ini,,,, dirinya berfikir, bahwa tak mungkin lagi mendapat kesempatan untuk bertemu dengan muridnya itu.
__ADS_1
"Senior terlalu berlebihan,,, Junior tidak layak mendapat pujian dari senior" tukas Ruo.
"ya,,, ya,,, yaa,,, tetaplah bersikap seperti itu,Nak Ruo.... karna sampai hari ini pun,,,, "
"Langit tak mengatakan dirinya tinggi, meski semua hal di bawah mengatakan demikian" ucap Huo Eng dan Ruo bersamaan.
"hahahahaaa,,,,,,,,"
keduanya pun lalu tertawa dengan suasana yang hangat.
"Mari Nak Ruo,,!!! " ajak Huo Eng pada Ruo memasuki sekte .
Di sepanjang jalan,Ruo dan Huo Eng tak berhenti saling melempar kata, seakan keduanya memang sangat ingin teman bicara, tentang kultivasi dan sebagainya.
Karna bagaimanapun, Huo Eng adalah sosok seorang guru bagi Ruo.. dan tentu saja, Ruo akan bersemangat memetik ilmu dari semua bimbinganya.
"Lalu,,, jika menurutmu, tugas di alam langit sudah selesai,, kemana tujuan Nak Ruo selanjutnya" tanya Huo Eng, setelah sedikit banyak mendapat informasi dari Ruo.
Keduanya memilih urung masuk kedalam sekte, dan mengambil duduk di salah satu kursi batu jalan, depan gedung utama sekte.
"Tiga alam Dewa" jawab Ruo dengan tegas.
"Kunjungan junior bukan tanpa maksud senior,,, junior memerlukan dukungan senior,,,,dan terus terang,, junior memilih beberapa orang saja untuk menjadi dukungan junior di alam Dewa" dengan penjelasan yang Ruo sampaikan, Ruo membutuhkan Dukungan dari Huo Eng.
"haaahh..... " Huo Eng membuang nafas
"Entahlah,,,, apa orang tua ini bisa menjadi pendukung, atau justru menjadi bebanmu, nak Ruo" Huo Eng, merasa ragu dengan diri dan kemampuanya, dia tak ingin menjadi beban bagi Ruo
"Kita takan tau,,, sampai senior memilih untuk Berani memulai" Ruo tak ingin menyerah, dia kembali meyakinkan Huo Eng.
"Haiiiizzzzzz........ kau benar benar menguji keberanian orang tua ini" ujar Huo Eng, menanggapi maksud ucapan Ruo.
Huo Eng, memandang sekeliling wilayah sekte Musang Api, yang sebagian waktu dia habiskan di tempat itu.
"Sekte ini sudah tak terlihat seperti hari kemarin"
"Tak terdengar lagi dentingan pedang,tombak dan senjata lainya"
"Sekejap,,, semua tawa murid ketika berhasil menyelesaikan misi lenyap"
"Namun,,, Orang Tua ini yakin,meskipun semua hal itu beralih ke dalam sekte Lembah Angin Semesta"
"Mereka semua membawa prinsip prinsip dari sekte Musang api ini" ucap Huo Eng.
"Baiklah,,,,, mungkin pada akhirnya,aku adalah sosok terakhir dari sekte Musang api yang memenuhi panggilan takdir,,, aku Huo Eng,akan menjadi pendukung mu" Huo Eng menyampaikan keputusanya pada Ruo dengan tegas.
Ruo tersenyum, dengan keputusan yang di ambil gurunya.
"Mohon bimbinganya,,, Dewa Kebajikan" cletuk Ruo.
Seketika,ucapan Ruo membuat Huo Eng tersentak, tak pernah terlintas dalam benak Huo Eng,,, Ruo akan bisa mengetahui penyamaranya selama jutaan tahun.
"Maaf mengejutkan senior,,, tapi Zhen Long sang Naga Hitam sudah menunggu anda di dalam dunia jiwa, senior" tutur Ruo, yang kembali berhasil membuat kejutan kedua bagi Huo Eng.
"Bawa aku ke dunia jiwa sekarang,,, aku tak mau mati jantungan di buat kaget oleh mu pemuda nakal" pinta Huo Eng, yang tak mau berlama lama dan akan mendapat kejutan lainya dari Ruo.
whuuusssss........
Ruo langsung memasukan Huo Eng kedalam dunia jiwanya, lalu menatap seluruh wilayah sekte Musang api.
__ADS_1
"Biarlah sekte ini tetap seperti semestinya...... tak terlihat" ucap Ruo, lalu membentuk formasi ilusi dan perlindungan lebih kuat dari sebelumnya pada seluruh wilayah sekte Musang api.
.................................