Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Mungkin Itu cinta....?????


__ADS_3

Pada akhirnya, Ruo mendapat banyak informasi mengenai alam HunLuan dari A Nara.


"Terimakasih Nona,,, saya kira,saya cukup paham dengan kondisi alam HunLuan ini..... oh iya,,, tentang pasukan pro rakyat,siapa yang memimpin mereka Nona... "


"mmm,,,,, Pasukan itu, selalu berganti pemimpin, di karenakan mereka tewas dalam peperangan melawan pasukan kekaisaran, tuan muda"


"Lalu,,, siapa yang memimpin mereka sekarang,,,, "


"yang aku dengar terakhir kali,, namanya Luan Di,, seorang kultivator bebas dan masih muda... "


"Luan Di,,,, yah"


"emmm..... benar, namanya Luan Di tuan muda"


"Apa memang hanya kekaisaran Shun yang memiliki portal untuk keluar dari alam ini... "


"yaa.... satauku memang hanya kekaisaran Shun yang memilikinya,,, itulah kenapa juga banyak orang yang bergabung dengan pasukan PR, salah satunya, karna mereka ingin keluar dari alam kekacauan ini jika berhasil melengserkan tahta kaisar yang kejam itu, tuan muda... "


"aisss...... lagian, kenapa juga aku nyasar ke alam ini... "


"Memangnya,,, kemana tujuan tuan muda... "


"Ke alam Langit.... apa Nona mau ikut"


Deggghhhh.....


A Nara,terkejut.... entah Ruo sedang bergurau atau apa,,, tapi ucapanya sudah cukup membuat A Nara berharap.

__ADS_1


"Tuan muda,,, tolong jangan bercanda dengan ku" pinta A Nara.


"Jika memang Nona mau ikut,aku akan serius... " ucap Ruo, sambil menatap tegas mata A Nara.


"Tapi.... tapi.... kita baru saja bertemu tuan muda... "


"Memangnya apa yang kau harapkan Nona,aku mengajakmu saat ini, tapi takan membuang waktu hanya untuk meyakinkan mu.... "


"Jika di matamu aku adalah harapan,maka jangan merivalkan hati dengan penilaian,,,, seseorang,kadang tidak akan datang padamu untuk kesekian kali,,,, " Ruo masih menatap wajah cantik A Nara yang sedang berfikir.


"Baik,,, aku ikut dengan Tuan Muda, lagi pula,,,, tak ada kata nyaman berada di alam ini..."akhirnya A Nara membulatkan tekad hatinya.


"Tapi,,,,Bolehkah aku bertanya satu hal pada tuan muda.... "


"Silahkan.... "


"Karna kamu layak.... " jawab Ruo singkat


"Layak.... " A Nara Bingung dengan jawaban Ruo.


"Ya,,,seseorang yang layak,di mana dia akan berdiri di setiap ujung senja,hanya di temani resah sekedar menunggu kabar datang,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,dariku" ucap Ruo pelan.


A Nara yang mendengar ucapan Ruo, akhirnya mengerti,dan seketika membuat wajahnya memerah.


"Sekarang, berbenahlah aku tunggu di sini"


"emmm....." A Nara mengangguk malu malu meninggalkan Ruo.

__ADS_1


"aaiiissss.......aku seperti bermain dengan inti api surga kali ini...... Salahnya juga, kenapa harus cantik dan membuat emosi ku menggunung"


keluh Ruo, yang sebenarnya sedari awal menahan kekaguman ya pada A Nara.


Sambil menunggu A Nara,,, Ruo berbincang dengan pemilik kedai.


Tak lama kemudian, A Nara datang dan menghampiri Ruo.


"Apa sudah selesai... " tanya Ruo


"Sudah Tuan Muda.... "


"emmm... kita langsung pergi dari sini.. " ajak Ruo lalu menoleh pada pemilik kedai.


"senior,,,, kami berdua pamit pergi sekarang... " Ruo menjurah hormat di susul A Nara, yang sebenarnya heran dengan sikap pemilik kedai yang biasa biasa saja tak seperti biasanya.


"Kalian berdua,, hati hatilah, dan mohon jaga A Nara, anak muda" ucap pemilik kedai.


"emmm..... " Ruo mengangguk,selanjutnya dia pergi meninggalkan kedai makan itu.


Dari pemilik kedai, Ruo mengetahui identitas A Nara, yang seorang tanpa orang tua.


A Nara di pungut oleh tetangga pemilik Kedai,dan menjadi anak angkat tetangganya, namun di umur sembilan tahun ortu angkatnya meninggal karna di rampok.


A Nara Yang sebatang kara, lalu meminta pekerjaan pada pemilik kedai,dari tugasnya hanya mencuci piring sampai jadi pelayan hingga kini.


...........................

__ADS_1


__ADS_2