Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Matriak Shung Ning Yun


__ADS_3

Patriak yang masih geram dengan kelakuan tetua Zi Dong, meskipun dia sedikit memberi pelajaran.... akhirnya memutuskan,bahwa sekte Pedang Angin, harus bersiap untuk segala kemungkinan, patriak Jian memberi perintah tertulis dan harus di sampaikan oleh semua tetua pada seluruh murid sekte,, bahwa tiga bulan kedepan, semua murid sekte Pedang Angin,di wajibkan berlatih penuh dan meningkatkan kultivasi mereka.


Meskipun hal itu akan membuat geger, namun menurut patriak... itu lebih baik, dari pada menunggu tanpa persiapan yang lebih matang.


Dan juga,patriak memerintahkan tetua lainnya berkirim surat pada sekte sekte, yang memiliki minat bergabung dengan sekte nya.


isi surat itu sendiri,menyatakan bahwa sekte pedang angin menerima setiap usulan menyangkut sekte Zi....Patriak sudah kadung memercik api,maka dia harus memadamkan di kemudian hari.


Sedangkan untuk Ruo dan empat Jian sendiri,saat ini kelimanya sedang melakukan pertemuan dengan semua petinggi sekte gagak hitam.


"Nona Ning,,, stelah tragedi yng menimpa keluargamu waktu itu, aku memeriksa sekaligus menyelidiki kasus itu, aku menemukan catatan kecil di slah satu ruangan pribadi tetua Shung Kan" tetua Shung Gu menyampaikan hasil pemeriksaanya dan menyerahkan secarik kertas pada Jian Ning.


"apa ini tetua.... " tanya Jian Ning


"Nona Ning,,, anda lah yang berhak membaca catatan itu" ucap tetua Gu.


Jian Ning, lalu membuka kertas itu dan membaca nya tanpa suara, selesai catatan di baca,,, Jian Ning lalu meremas dan membakar catatan itu.


"Tetua Gu,,, apa tetua yakin tidak pernah membaca catatan tadi, sebelumnya" Jian Ning, bertanya dengan memberikan penekanan.


"ss,,, saya bersumpah demi nyawa saya dan semua keluarga saya Nona Muda,,, saya tak pernah sekalipun membuka apalagi membaca catatan itu" tetua Gu menjawab sambil menahan tekanan dari Jian Ning.


"baik,,, aku percaya padamu tetua Gu" tegas Jian Ning.


"lalu,,, apa selanjutnya para tetua" jian Ning menanyakan perihal penting lainya dari pertemuan itu.


"emmm..... begini Nona muda, menurut aturan,krna anda telah menantang Shung Sang,dalam pertarungan hidup mati,dan mengalahkanya,,, maka secara otomatis, anda berhak menggantikan posisi Shung Sang, sebagai Matriak Nona Muda" tutur Tetua Gu yang di ikuti dengan anggukan seluruh tetua lainya.


"senior.... " Jian Ning, berpaling wajah pada Ruo, seperti meminta pendapat.

__ADS_1


"Ambillah kursi mu,karna itu adalah hakmu, sebagai seorang penerus asli dari keturunan pendiri sekte ini" Ruo meyakinkan Jian Ning, agar dia mau menerima tanggung jawab dari sekte yang di dirikan leluhurnya.


"Baik,,,, aku akan mengambil kursi matriak,tapi ingat.... aku akan kembali memberlakukan aturan yang di buat oleh ayah dulu"


"apa ada yang keberatan" ucap Jian Ning, dan melihat reaksi semua tetua.


"Selamat datang dan salam pada Matriak baru Sekte Gagak Hitam, Shung Ning Yun"


Semua tetua serentak menjawab Jian Ning, dengan mengucapkan salam dan menyebut nama asli dari Jian Ning, sebagai tanda... bahwa Jian Ning resmi menjadi Matriak Sekte Gagak Hitam.


"salam semua tetua" Jian Ning, menyambut salam, lalu Jian Ning menuju balkon untuk melihat ratusan ribu murid yang memadati pelataran sekte, Jian Ning menatap semua wajah anggotanya


" Mulai hari ini, aku umumkan .....aku,,,,Shung Ning Yun anak dari Shung Kan,sekaligus Matriak baru sekte Gagak hitam menyatakan,,,,bahwa sekte Gagak Hitam, akan menjadi Sekutu dari sekte Pedang Angin,,, sudah menjadi saat bagi sekte Gagak hitam, melebarkan sayap, menjalin kerjasama dengan tidak melulu menunggu misi dari luar,aku akan memperbaiki aturan sekte Gagak hitam yang merugikan baik tetua, atau seluruh anggota bahkan keluarga kalian semua,,,,,, apa bisa di mengerti"


"uuurrrrraaaaaaaaaaaaa"


mereka menjawab serempak, menyetujui gagasan Matriak baru mereka.


Ruo dan tiga Jian merasa kagum, dengan jiwa kepemimpinan yang di miliki oleh Jian Ning,,,, melihat sosok Jian Ning, Ruo merasa bahwa Jian Ning, adalah wanita yang lengkap dengan semua pembawaanya.


setelah peradatan penerimaan kursi kepemimpinan sekte, Jian Ning menghampiri Ruo dan lainya.


"Kau hebat... saudari Ning" Jian Cok mengangkat dua jempol pada jian Ning


"saudari,,, aku seperti tidak mengenalmu" goda Jian wewei


"Tentu saja,, sekarang saudari kita adalah Matriak sebuah sekte" sahut Jian Luo


"hahahaaaa" kelimanya tertawa

__ADS_1


"Senior,,,, apa senior tidak mau memujiku" Jian Ning, seperti menuntut sebuah pujian dari Ruo


"aku sebenarnya mau memujimu,,, tapi bagai mana,,,,,,, semua pujian sudah di rebut dan di sampaikan oleh yang lain... hehee" Ruo tersenyum menggoda Jian Ning... Jian Ning sendiri hanya memanyunkan bibir tipis imutnya.


"Baiklah... baiklahhh......aku mengakui, aku kagum padamu,dari semua perjalananku, aku baru kali ini melihat wanita dengan pembawaan lengkap sepertimu,,,, selain cantik, kuat, berani, memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, juga...... " pujian Ruo terhenti.


"Juga apa.... " Jian Ning mendekatkan wajah imutnya ke wajah Ruo dengan kedua tangan di belakang pinggang.


"Juga kejamm..... hehehe" cletuk Ruo


" iiiihhhh,,, senior jahat" Jian Ning spontan mencubit perut Ruo


"aw... aw.... aw,,,,, sakit, " Ruo pura pura mengerang kesakitan oleh cubitan Jian Ning.


suasana menjadi penuh tawa dengan kelakuan kelimanya,,, sedangkan, semua tetua sekte hanya dapat melihat kelakuan konyol lima pemuda, yang salah satu dari mereka adalah Matriak sekte nya....


"aaiiiissssss....... saudara,,,, apa kau percaya, di balik kekonyolan, dan sikap periang mereka, mereka memiliki kekuatan yang luar biasa dan sangat kejam pada musuh" ucap tetua Gu, pada tetua Wen


"emmm,,,,, siapa yang menyangka,bahkan umur mereka belum delapan belas tahun" tutur tetua Wen.


"tapi dari kelimanya,,, Ruo lah yang terkuat,,, jika saja kita di hitung dalam dendam Matriak Ning, mudah bagi nya untuk membunuh kita semua" lanjut Tetua Gu berpendapat pada sosok Ruo.


"benarkah, tetua... " tetua Wen penasaran.


"emm... itu benar, bahkan aku yakin, keberanian Matriak Ning sebagian krna adanya dukungan dari Ruo"


"kita sangat beruntung, selain memiliki Matriak yang masih sangat muda dan kuat, kita juga mendapat dukungan yang jauh lebih kuat" ucap tetua Gu yang masih menatap kelima pemuda di depanya.


................................. -

__ADS_1


__ADS_2