Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Pertarungan Dua Bintang Jendral


__ADS_3

Menebarkan aura sejati A Lung, yang sebagai salah satu dari ras manusia abadi, nyatanya adalah pilihan kurang bijak dari Jiang Ruo.


Bukan saja mengundang ketertarikan banyak kultivator yang menginginkan A Lung dan A Raiya, namun juga keselamatan semua saudaranyapun di pertaruhkan.


Di sepanjang perjalanan, mereka di paksa menjalani pertarungan pertarungan yang seharusnya tidak perlu.


Seperti saat ini, Ruo cs nyatanya harus menghadapi orang orang dari berbagai sekte.


"Pemuda kemarin sore,memiliki kesombongan seratus tahun"


"Bunuh pemuda pemuda sombong itu!! jangan sisakan satupun nyawa dari mereka!! "Salah satu tetua sebuah sekte merasa sangat geram dengan Ruo cs.


Bammm......


" Ya,, jangan merasa ragu menyambut kematian kalian!! "Bai Huang segera menyahut perkataan dari salah satu tetua yang berserapah tadi setelah meledakan tubuh musuhnya.


Trang...


Trang......


Dua senjata beradu,menciptakan dentingan suara serta percikan api.


Bai Huang membungkuk sembari memutar tubuhnya menghindari sabetan berbagai senjata.


tcahhhh......


Bai Huang membuang dirinya kesamping,dengan sedikit melompat ke udara.


Trang.....


Slaasssshhhhh........


Satu musuh roboh, oleh hujaman pedang Bai Huang,yang tak menurunkan tensi pertarungannya.


"aku akan memepercepat kematian kalian!! " ucap Bai Huang sambil mengaliri pedangnya dengan energi qi.


Whioooossssss................


Senjata tingkat dewa kini berada pada kekuatan puncaknya, setelah di aliri energi.


"Amukan angin dan gunturrrr!!! " Teriak Bai Huang mengeluarkan jurusnya.


Cetaarrrrrr..........


whhhooooooossssss........


Kilatan petirr di sertai gumpalan asap hitam segera menggulung ratusan musuh yang berkerumun di hadapanya.


DEMMMM................


"aaarrrrgggghhhhhh!!! "Jerit kesakitan mewarnai serangan yang di hujamkan oleh Bai Huang.


Tubuh musuh di gulung ke udara oleh asap hitam lalu tersambar kilatan petir hingga keadaan mereka hangus dan gosong.


" Hahahaaa..... Saudara Bai, kau menjadikan mereka daging bakar???"WuJi berkelakar melihat ratusan lawan saudaranya gosong.


"Kejam!!!! " ucap salah satu musuh.


Yang pada akhirnya,, di lari meninggalkan pertarungan setelah menyaksikan kekejaman Bai Huang yang menghanguskan tubuh lawanya, di susul dengan yang lain.


"kenapa kalian lari???? " teriak WanLi yang kini di tinggalkan lawan lawanya.

__ADS_1


"Nyali dari ras dewa ternyata segini saja?? " tukas Qian Qin.


"Saudara Wu?? seberapa jauh cakram Guang bisa saudara kendalikan?? " Liu Bai yang yang masih melihat musuh musuhnya lari tunggang langgang berteriak pada Wuji yang tengah memukuli wajah lawanya.


"he,,??? memangnya kenapa saudara Bai??? cakram Guang bisa ku kendalikan sejauh apapun!! " jawab Wuji.


"kalu memang seperti itu?! bisakah saudara Wu menumpas semua keparat keparat itu yang lari dari pertarungan!! " pinta Liu Bai.


Wuji melihat sekitar, dan mendapati semua lawan memang berlarian ke berbagai arah.


"haiiss....... mereka pikir, akan mudah lari dari pertarungan,, hahahaha" Wuji segera menyudahi kegiatanya,lalu berdiri.


"hei... saudara Lung?? " ucap Wuji pada A Lung yang berada tak jauh darinya.


"Ya saudar Wu?? " jawab A Lung.


"Apa kau ingin melihat bagaimana caraku membunuh ras dewa? " lanjut Wuji


"mm.... " A Lung hanya mengangguk.


"Cakram Guang!!! "


Wooossss............


Senjata andalan Wuji langsung muncul dan memutari tubuh Wuji.


Wuji segera membuat gerakan tangan untuk mengendalikan cakram Guang, yang membuat A Lung sangat takjub.


"Matilah kaliaaaannnn!!!! "


Slllaaaapppppp..........


Whooooossssssss.........


Ruo Cs hanya melihat lawanya mati dgn tubuh terbelah satu persatu, oleh ketajaman senjata Wuji.


Wuji sendiri terlihat serius mengendalikan senjatanya agar tepat mengenai tubuh setiap lawanya.


"Kau sangat hebat saudara Wu!! " A Lung yang tak perduli dengan pemandangan mengerikan yang di akibatkan Wuji, justru memuji saudara barunya itu.


"Saudara Lung!!! jangan membuat saudara Wu makin besar kepala dengan memujinya!! " WanLi mengingatkan A Lung.


"tcih.... kau selalu saja tak mau mengakui kehebatanku saudara Li "Wuji berdecak pada WanLi.


Whoooosssss.........


Tak lama,, cakram Guang kembali pada si tuannya yaitu Wuji.


" Selesai.... hahahahaha"sambil membusungkan dadanya, Wuji melirik ke arah WanLi, dengan setengah meledek.


"tcihhh..... dasar tukang pamer!! " ketus WanLi.


"Akui saja saudara!!! kalau si tampan ini memang paling hebat!!! hahhaaahaa" Wuji mulai dalam mode jahilnya.


"sudahlah!!! kita tinggalkan tempat ini, karna perjalanan kita masih lumayan jauh!! " Ruo segera menengahi agar Wuji dan WanLi tak melanjutkan perdebatan mereka.


hanya butuh waktu beberapa menit,, semua musuh yang sebelumnya berlarian kini tumbang dengan tubuh yang tak lagi utuh.


Namun di tengah persiapan mereka melanjutkan perjalanan dgn menunggangi pasukan Lang.


Ruo kembali harus mengurungkan nya, karna melihat satu sosok yang berdiri dgn gagah di tengah jalan.

__ADS_1


"Senior Zhao Xun...?? " Ruo bergumam pelan.


Zhao Xun sendiri bersikap tenang mengamati Jiang Ruo dan kelompok kecilnya.


"Junior?? aku hanya akan menanyakan satu pertanyaan"


"Dan jawaban darimu, akan menentukan bagaimana aku akan bersikap sesudahnya" dengan suara tegas, Zhao Xun berkata pada Jiang Ruo.


Jiang Ruo memahami keadaannya saat ini, dan dia takan bisa menolak untuk tak menjawab.


"mm...... " Ruo hanya mengangguk pelan.


"apa yang menjadi tujuanmu datang ke alam dewa tingkat satu ini??? " ucap Zhao Xun.


Ruo menarik ujung bibirnya, lalu mengelus bulu Zan Lang agar mendekat pada Zhao Xun.


"Zhuxian Di Shen!!!! " jawab Ruo tanpa ragu.


Deggghhhhh..........


Dan benar saja!! Zhao Xun termundur beberpa langkah saat nama Zhuxian Di Shen di sebutkan oleh Ruo, namun setelahnya,,, wajah Zhao Xun menjadi sangat serius dan.....


BAMMMMM...........


Zhao Xun meledakan aura kultivasinya yang berada pada ranah Bintang Jendral tahap puncak, setara dengan Ruo.


Aura penekanan menyerang Jiang Ruo, yang dengan sigap Ruo segera membungkus dirinya dengan energi pertahanan.


"senior??Apa pada akhirnya, kita harus menjadi musuh?? " Ucap Ruo yang masih duduk di atas punggung Zan Lang, sang serigala angin semesta.


"Junior?! kita bisa saja menjalin hubungan baik,namun tujuanmu yang mengharuskan ku memikirkanya lagi" tukas Zhao Xun.


whoooosssss.......


BOMM.............


Lesatan kekuatan energi menerjang tepat tubuh Zhao Xun, dari arah belakang Jiang Ruo.


"Saudara!!! dia telah memutuskan!! artinya, dia telah menyatakan diri sebagai musuh" Liu Bai bersuara keras pada Ruo,setelah menyerang Zhao Xun dengan kekuatanya dan mengingatkan Ruo agar segera menyelesaikan masalahnya.


"Kau??? berani menyerangku?! " dari balik kepulan asap,Zhao Xun menampakan sosoknya dan berkata dengan geram.


"hyaaa...... "


Dengan pedang besarnya, Zhao Xun melesat kearah Ruo.


"Saudara! ini adalah pertarunganku!! "dengan sedikit memberikan penekanan, Ruo mengingatkan semua saudaranya agar tak ikut campur.


" tcahhhh....... "Ruo melesat terbang dari punggung Zan Lang, bersiap menyambut gempuran Zhao Xun.


" aku ingin tau,,, apa kekuatanmu cukup layak dan sebanding dengan tujuanmu, junior?? "sambil memutar dan memperagakan teknik berpedangnya, Zhao Xun mencoba memprovokasi Ruo.


" Senior bisa menilainya nanti"jawab Ruo


"pedang taring neraka... "


whoosss......


Trang...


Trang...

__ADS_1


Dua Bintang Jendral akhirnya bertarung di udara,, keduanya lansung jual beli teknik dan ke ahlian pedang mereka yang kecepatanya,tak dapat di lihat oleh mata biasa.


BOOOMMMMMMMMM.........


__ADS_2